NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 205. UNTUKMU ANAKKU


__ADS_3

Segala persiapan telah dilakukan Tuan Chryst untuk pendidikan Jord. Sekolah terbaik sengaja ia pilihkan dipersiapkan untuknya.


"Kamu tidak keberatan jika setelah ini pindah sekolah di sini, bukan?" tanya Kakek menatap Jord.


Tentu saja Jord tidak akan menolak hal itu. Ia memang sudah lama memimpikan sebuah sekolah yang sesuai dengan keinginannya.


Sejak lama, Tuan Chryst sudah mempersiapkan sekolah terbaik untuk cicitnya tersebut. Hanya saja saat terjadi kecelakaan beberapa tahun yang lalu membuat harapannya pupus.


"Kenapa kakek sudah mengatakan hal ini kepadamu? Itu semua karena Kakek memang sudah lama menginginkan seorang cucu. Bahkan sejak kedua orang tuamu baru saja menikah."


"Sungguh, kenapa aku sama sekali tidak pernah mendapatkan cerita tersebut dari Mama?"


Tuan Chryst tergelak akan ucapan cicitnya barusan.


"Tentu saja mereka tidak tahu jika aku mempersiapkan semua ini untukmu. Apa kau tahu, jika kedua orang tuamu dulu seperti kucing dan anjing. Mereka berdua sering kali bertengkar dan jarang sekali akur."


"Oh, ya? Bukankah menikah itu butuh cinta? Apakah mereka sama sekali belum pernah jatuh cinta sebelumnya, lalu kenapa mereka bisa menikah?"


"Astaga, kenapa pemikiranmu jauh sekali? Apakah kamu juga akan menanyakan bagaimana pernikahan mereka bisa terjadi?"


Jord justru ingin tahu semua yang terjadi dengan kehidupan kedua orang tuanya sebelum ia hadir. Siapa tahu ia bisa membantu mengeratkan kembali hubungan kedua orang tuanya itu.


"Apakah aku boleh tahu cerita seru perjalanan cinta Papa dan Mama?" Jord kini bertingkah manja kepada kakeknya.


Siapa tahu ia tahu cerita seru dibalik semuanya.


Jord yang merasa harus menanyakan hal itu pada ibunya hanya bisa menoleh tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Milley yang tahu akan tatapan putranya mengangguk setuju.


"Apapun yang terbaik untukmu maka Mama akan setuju."


"Begitu pula dengan Papa."

__ADS_1


"Kamu jangan khawatir dengan toko kue Mama. Karena setelah ini akan Papa buatkan lagi di kota ini. Sementara itu di kota yang lama akan menjadi cabang saja."


"Baiklah kalau begitu, Ma, Pa. Aku setuju dengan usulan Kakek."


"Syukurlah kalau begitu, untuk semua hal administrasi akan ada orang utusan kakek yang berkunjung ke sana. Kau tidak keberatan bukan?"


"Tentu saja tidak, aku percaya pada kakek."


Sementara itu saat ini Rain sedang berada di perusahaan demi membantu Kean asisten Dylan. Sejujurnya Rain sangat pandai di bidang manajemen. Akan tetapi kuliahnya tidak selesai karena sesuatu hal.


"Setidaknya aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan Nona Milley. Berkat Nona Milley kehidupanku berubah menjadi lebih baik."


"Sejak kapan kau kenal dengan Nona Milley?"


"Sejak aku menyelamatkan Nona Milley lima tahun yang lalu."


Kean menoleh pada Rain yang sibuk merapikan berkas miliknya.


"Iya, itu aku," ucapnya sambil tersenyum.


Apalagi setelah itu Rain harus menolong Milley dan bersembunyi selama lima tahun. Hal itu pula yang membuat kehidupan Rain lebih baik saat ini.


"Nona Milley memang sangat baik hati, ya?"


"Tentu saja, memangnya kamu tidak mengenal beliau?"


"Tentu saja tidak, apa kau bercanda. Aku baru bekerja beberapa bulan saja. Jadi mana mungkin aku mengenal beliau?"


"Oh, kalau begitu coba kau bayangkan selama lima tahun tinggal di rumah yang sama, ia sama sekali tidak pernah menyuruhku untuk ini itu. Akan tetapi saat melihat ia kerepotan aku dengan suka rela membantunya."


"Ya, memang harusnya kamu bertindak seperti itu sebagai bentuk balas budi."

__ADS_1


"Rain mengangguk setuju."


"Ya, sudah ayo kembali bekerja!"


"Ayo."


Akhirnya kedua pemuda tadi segera meninggalkan tempat rapat dan menuju ruangan masing-masing.


Milley yang memang mempunyai hati baik, ia pun memberikan tumpangan tempat tinggal dan bahkan memberikan pekerjaan untuk Rain. Sehingga ia tidak perlu memulung lagi untuk menghidupi dirinya.


Kini sebagai bentuk balas budinya, Rain sekarang bekerja di tempat Dylan. Lebih tepatnya membantu Kean asisten Dylan untuk menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan Dylan. Setidaknya ia bisa berguna di tempat kerjanya.


"Kakak sedang apa, ya? Bisakah aku bertemu dengannya? Perasaanku sangat tidak nyaman. Apalagi setelah Mama memaksaku untuk menikah."


Jingga terlihat uring-uringan ketika ia dipaksa menikah dengan jodoh yang dipersiapkan oleh Mamanya.


Makanya, Jingga sangat ingin berdiskusi dengan kakak angkat nya, Dylan. Akan tetapi berkali-kali ia menelpon, Dylan tidak mengangkat.


"Mungkinkah kakak sedang sibuk? Kenapa ia sangat sulit untuk dihubungi?"


Saat ini Dylan sedang menghabiskan waktu dengan putranya Jord dan Milley.


"Mumpung kamu libur sekolah, ingin pergi kemana?"


"Aku tidak ingin bepergian, Pa. Aku hanya ingin melihat-lihat gedung sekolah yang akan aku tempati awal semester besok."


"Duh, anak Papa nggak sabar ingin bertemu dengan teman baru, ya?"


Jord mengangguk setuju.


"Baiklah, kalau begitu besok biar Papa menanyakan alamatnya pada kakek."

__ADS_1


"Terima kasih, Pa."


__ADS_2