NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 65. LICIK


__ADS_3

🍂Satu minggu kemudian.


Saat ini Dylan sudah kembali dari Rumah Sakit. Sementara itu semalam Milley sudah dipindahkan ke luar negeri oleh Michael. Ia benar-benar membawa Milley pergi dari jangkauan Tuan Chryst. Tidak ingin berlama-lama ia memilih sebuah Rumah Sakit terbaik untuk kesembuhan Milley.


"Lapor Tuan, Nyonya Lena sudah bersama kami. Ada sebuah pesan dari Tuan Chryst untuk Anda."


"Katakan setelah kau membawa Nyonya Lena kemari! Aku tidak ingin membuang waktu untuk hal yang tidak penting."


"Baik, Tuan."


Beberapa saat kemudian datanglah seorang wanita berparas indo. Meski usianya sudah di atas empat puluh tahun tetapi kharisma dan kecantikannya tidak berkurang.


Dia adalah Marrie, ibunda Michael. Sejak kematian putrinya ia memang sudah memutuskan untuk tidak lagi kembali ke Indonesia dan menetap di Paris.


"Bagaimana keadaan gadis itu?"


"Seperti yang mama lihat, dia masih enggan untuk membuka kedua matanya."


Marrie menepuk bahu Michael dengan perlahan. Situasi ini sama seperti yang mereka alami beberapa tahun yang lalu. Dimana adiknya harus meregang nyawa setelah mengalami koma selama dua bulan penuh.

__ADS_1


Kecelakaan itu begitu membekas di dalam ingatan keluarga Michael. Tidak ada yang bisa menghapus luka tersebut.


Hingga sekarang, di depan mata kepalanya sendiri, Nyonya Marrie sama seperti dihadapkan dengan melihat putrinya yang tidak berdaya di atas brankar.


"Setelah sadar, segera nikahi dia!" titah Mama Marrie pada putra satu-satunya.


Michael terkejut dan menengadahkan wajahnya ke atas.


"Kenapa? Apa ucapan Mama salah, Nak? Mama tahu jika kamu sangat mencintai gadis ini."


"Bolehkah aku bersikap egois seperti ini, Ma?"


Mama Marrie menutup matanya perlahan lalu mengangguk.


Michael menatap lekat wajah Milley. Hatinya masih bergejolak antara iya dan tidak. Meskipun begitu ia tidak mau kehilangan Milley lagi. Akhirnya Michael mengangguk setuju.


Tidak lama kemudian datanglah dokter yang merawat Milley. Pemeriksaan rutin tetap dilakukan pada Milley agar kesehatannya benar-benar terpantau. Lagi pula hanya dari analisis dari dokterlah yang membuatnya bertahan.


Kali ini mereka berbincang dalam bahasa Perancis.

__ADS_1


"Bagaimana, dok?"


"Seperti biasa, kondisi pasien masih stabil, hanya saja sering-seringlah berkomunikasi dengan pasien, agar ia dapat segera kembali lagi."


Michael mengangguk. Untuk memenuhi keinginan ibunya, maka Michael mulai mencari rancangan baju pengantin dan segala atribut untuknya. Sambil melihat design dari ponsel, ia mengusahakan untuk tetap berkomunikasi dengan Milley walau ia belum meresponnya.


Dari kejauhan mata tua itu mengamati putranya. Ada rasa sakit yang menjalar di dalam sana. Beberapa bulan yang lalu, jauh sebelum Milley kecelakan. Hampir setiap hari Michael rajin menceritakan tentang Milley kepadanya.


Sayang, cintanya seperti bertepuk sebelah tangan dan belum bersambut. Meskipun begitu ia tetap mencintainya. Restu dari sang Mama selalu menyertai Michael. Semoga saja setelah ini kebahagiaan selalu menyertai mereka.


🍂Jakarta, Indonesia.


"Siapa kalian?" ucap Dylan di meja makan sambil melihat satu persatu orang yang hadir di sana.


Tuan Chryst menghela nafasnya perlahan lalu mulai menjelaskan satu persatu orang yang berada di sana.


Rebecca sangat senang akan hal ini, hal ini berarti memudahkan ia untuk berbuat jahat.


"Teruslah membantu ibumu, Nak. Agar semua harta orang tua itu segera berpindah kepadaku."

__ADS_1


Rebecca tersenyum ramah, seolah ia mendukung apa yang dilakukan Tuan Chryst. Padahal sebenarnya ia sangat ingin menyingkirkan orang tua itu.


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2