NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 70. PISAH


__ADS_3

"Kalian siapa, berani datang dan menganggu privasi kami!" ucap Dylan dengan nada sinis.


Rose menyunggingkan senyumnya tatkala melihat Dylan memaki Milley dengan begitu sarkas. Namun, Michael segera mengendalikan situasi.


"Begini cara kalian memperlakukan tamu?"


Michael merapatkan tubuhnya ke arah Milley lalu mengecup keningnya didepan mereka semua.


"Sekali lagi kau menggertak calon istriku, maka bisa aku pastikan kalian akan menyesal setelah ini!"


Dylan tampak berdecih, tetapi rasa sakit di dalamnya begitu besar. Satu hal lagi kesalahan yang dilakukan Dylan adalah menyalahkan dirinya atas apa yang ia rasakan saat itu hanya untuk Rose. Padahal kenyataannya rasa bersalah itu karena ia telah menyakiti hati Milley.


Sayang, saat ini Dylan masih belum mengingat Milley. Apalagi ada sesuatu yang masih rutin Rose berikan pada Dylan agar ingatannya tidak segera kembali.


Bubuk obat yang dicampurkan Rose pada minuman kopi hitam buatannya dan setelahnya dinikmati saat masih hangat oleh Dylan, rutin ia lakukan setiap hari.


"Mungkinkah Dylan tidak menyadari semua perbuatan dari Rose, tetapi dari situasinya sepertinya ia tidak tahu."


Saat Dylan memaki Milley, terasa sakit hati Michael. Namun, ia tetap menjaga perasaan Milley saat itu.


Michael tidak berkata panjang lebar, ia lebih memilih untuk menenangkan Milley yang masih terpaku di sana. Sementara itu Nanni segera menghubungi Jo.


"Tunggu sebentar, kami akan segera sampai."


"Baik, Tuan."

__ADS_1


"Jangan lupa untuk menjamu mereka dengan baik, ajak mereka di ruang depan atau di ruang kerja Tuan Chryst."


"Baik, Tuan. Kalau begitu saya tutup dulu teleponnya."


"Oke, terima kasih."


Setelah berbicara sebentar, Michael segera mengajak Milley untuk pergi. Nanni yang melihat hal itu segera mengejar mereka.


"Tuan, Nona ... tunggu sebentar, Tuan Chryst memerintahkan Anda untuk menunggu di ruang baca."


Tanpa menghentikan langkahnya Michael menjawab ucapan Nanni.


"Maaf, Nanni, tolong sampaikan maafku pada Tuan Chryst, kami pergi dulu."


Ia tidak mengabaikan panggilan dari Nanni dan segera masuk ke dalam mobil. Sopir tersebut melajukan mobil meninggalkan kediaman Tuan Chryst. Belum sempat mobil melaju jauh, ternyata mobil yang dipakai Tuan Chryst baru saja memasuki kediamannya.


"Tuan, itu mobil yang dipakai Nona Milley baru saja keluar dari gang di depan tadi."


"Apa tadi kita berpapasan?"


Jo mengangguk setuju, lalu ia menuggu jawaban dari Tuan Chryst.


"Biarkan saja, lagi pula ada Nanni yang masih berdiri di depan pintu."


"Baiklah, Tuan."

__ADS_1


Sementara itu, di tempat lain masih dalam waktu yang hampir bersamaan, Milley masih menangis tersedu-sedu di dalam mobil. Selama perjalanan pulang Michael masih mencoba menenangkan Milley dan menguatkan hatinya sekali lagi. Tanpa Michael duga, Milley menjatuhkan dirinya ke dalam pelukan Michael. Tentu saja Michael menerima hal tersebut dengan senang hati.


"Maafkan aku yang tidak mendengarkan nasihatmu. Maafkan aku yang ingkar pada janjiku padamu kemarin. Aku kalah dan aku menangis karena itu."


Ucapan Dylan terus terngiang-ngiang di dalam ingatan Milley.


"Aku tidak pernah mengenal kamu, jadi jangan salahkan aku jika aku mengusir kamu dari rumah ini!"


"Cukup, Dylan. Perhatikan saja dirimu yang menyedihkan ini. Baru saja ditinggalkan seorang wanita yang sangat mencintaimu, kau sudah berulah kembali. Aku yang sebagai laki-laki sungguh kecewa padamu."


Deg.


"Cukup, kalian diam. Maaf karena aku telah salah datang kemari."


Tidak menunggu waktu lebih lama lagi, Michael lalu membelanya. Beberapa saat kemudian, ia mengajak Milley untuk pergi.


"Maafkan aku telah salah menilaimu, aku kira dengan kedatanganku aku bisa membantu memulihkan ingatanmu, Dylan. Sayang sekali aku salah, maaf telah mengusik kebahagianmu dengan Rose. Kau memang pantas bersanding dengannya. Tidak seperti aku, orang asing yang bahkan keberadaannya mudah sekali kamu lupakan. Terima kasih untuk semua cinta, perhatian dan kasih sayang yang pernah kamu berikan kepadaku. I love you, Dylan. Maaf aku harus pergi dan membuka lembaran baru bersama orang lain."


Milley semakin mengeratkan pelukannya pada Michael. Dengan penuh kasih sayang, Michael mengusap kepala Milley dan sesekali mengecup keningnya sambil membisikkan kata-kata penyemangat.


"Aku yakin kamu bisa, Milley. I love you."


.


.

__ADS_1


...🌹Bersambung🌹...


__ADS_2