
Setelah mendpat kabar dari cucunya, Tuan Chryst memaksa Dylan untk segera menghubungi Milley. Meskipun ia taut Milley akan marah kepadanya, ia tetap lebih takut dengan kemarahan sang kakek.
"Kenapa lama sekali belum diangkat?"
"Kenapa lagi?" tanya Kakek tidak percaya.
Dylan menoleh, "Mungkin ia masih sibuk membuat kue, Kek."
"Apa!" ucapnya terkejut.
"Kenapa begitu? Apa ia tidak mempunyai karyawan?"
Dylan menggeleng, "Ia hanya percaya pada dirinya sendiri, sementara itu Rain yang mengantarkan pesanan-pesanan mereka."
Tuan Chryst mendekati cucunya tersebut lalu membisikkan sebuah kata, " Memangnya kau tidak cemburu ketika Rain berdekatan dengan Milley?"
"Enggak, memangnya kenapa?"
"Tentu saja karena istrimu begitu cantik, seharusnya kecemburuanmu sangatlah besar terhadapnya, sebaiknya kau harus segera membawa ia kembali ke sini."
Dylan merasa jika capan kakeknya barusan dalah hal yang benar. Sehingga ia pun akan menyusun sebuah rencana baru.
"Baiklah, Kek. Aku akan segera menjempt Milley dan juga Jord. Kakek tenang saja tetapi ia akan aku bawa pergi ke rumahku yang baru," ucap Dylan lantang tanpa rasa takut.
Tuan Chryst mengangguk setuju. "Baiklah kalau itu yang kamu mau, Kakek hanya bisa memberimu restu."
__ADS_1
Terima kasih banyak, Kek."
"Sama-sama."
Setelah melalui perdebatan yang alot, akhirnya Dylan beranjak pergi meninggalkan ruangan kakeknya. Sedangkan sedari tadi Jo mengupingnya dari luar kamar.
Meskipun ia sudah bukan bagian dari rekan kerja Tuan Chryst kembali, ia tetap setia bekerja sebagai asisten rumah ini.
Tuan Chryst mempersilakan Jo untuk masuk.
"Jo, masuklah. Pembicaraan kami sudah usai dari tadi."
"Baiklah kalau begitu."
Saat itu ia tidak bisa berbuat banyak apalagi Jo yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk Tuan Chryst tidak mau menikah. Sehingga sampai saat ini ia hanya sendirian.
"Apakah aku bisa terus membiarkanmu sendirian?" tanya Tuan Chryst di dalam hatinya.
Padahal saat melihat Jo terluka seperti ini ia sungguh tidak tega.
"Maaf Tuan, bisakah aku duduk di sini?"
"Silakan, saja!"
"Ada apa Tuan memanggilku?"
__ADS_1
"Tentu saja ada sebuah berita yang sangat penting yang akan aku diskusikan denganmu."
"Apakah itu, Tuan?"
"Milley dan cucuku masih hidup saat ini."
"Benarkah itu? Syukurlah kalau begitu setidaknya aku bisa sedikit tenang dengan hal ini."
"Aku juga bisa mengatakan jika semua ini berkat bantuan dari pemulung yang pernah menyelamatkan mereka."
"Jadi laporan anak buah saya kapan hari betul?"
"Iya, Kean yang melaporkannya secara langsung tanpa memberitahukannya secara langsung pada Dylan."
"Hhhh ... Saya sangat bersyukur akan hal ini, Tuan. Hanya saja tentang masalah baru yang muncu di perusahaan saat ini, bagaimana?"
"Tentu saja itu sesuai kemampuanmu. Meskipun saat ini aku dan kau tidak terhubung langsung dengan perusahaan, aku berharap untuk kerja sama kita di balik layar."
"Baik meskipun saya memang tidak bisa sebaik dulu, saya akan melakukan yang terbaik untuk keluarga ini."
"Aku percaya akan kemapuanmu."
"Terima kasih untuk kepercayaan yang Tuan berikan kepada saya."
Setelah semuanya dirasa beres, maka mereka semua kembali beristirahat. Di dalam mata tuanya Tuan Chryst hanya ingin menantu dan cucunya tidak kekurangan suatu hal pun.
__ADS_1