NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 157. SETUJU


__ADS_3

Waktu yang ditunggu telah tiba, Kini Milley bersama dengan Dylan sedang berhadapan dengan Viola dan Michael. Mereka saling menatap satu nama lain.


"Hai Milley apa kabar denganmu?" sapa Michael mencoba ramah.


"Alhamdulilah aku baik-baik saja."


Melihat pujaan hatinya tampak tidak sehat membuat luka di dalam hati Michael kembali terbuka. Namun, ia juga tidak bisa menyakiti hati Viola, wanita yang baru saja memenuhi hatinya.


"Syukurlah kalau begitu. Kalau kamu Dylan, apakah pekerjaan di kantor lancar?"


"Tentu saja, iya. Kenapa tidak?"


Dylan yang masih mempunyai rasa cemburu tinggi terhadap Michael tidak bisa membiarkan dirinya mengambil perhatian dari istrinya kembali. Bagaimana mungkin ia rela Milley kembali mencintai lelaki lain selain dirinya?


"Oh, iya. Kenalkan, ini Viola calon tunanganku!"


Viola menjabat tangan Milley lalu Dylan secara bergantian. Tidak lupa ia memperkenalkan dirinya begitu pula dengan Dylan dan Milley. Saat melihat pantulan dirinya dihadapannya sedikit mengusik hati Milley.


"Hai Viola, kalau boleh tau apakah kamu juga berasal dari Indonesia?"


"Oh, bukan. Aku lahir dan tinggal di Paris. Hanya saja ada keperluan bisnis yang memaksa aku untuk tinggal di sini beberapa waktu."


"Oh, begitu, setidaknya kalau tinggal di sini mungkin saja kita bisa bertetangga."


"Hahaha, mungkin saja ya, Kak."


Terlihat jika Milley dan Viola akrab membuat Michael lega. Kedewasaan Milley semakin membuat Michael dilema. Sepertinya perasaan untuk Milley tidak akan semudah itu dihapus. Karena banyak sekali hal-hal yang selalu teringat dan tersimpan rapi di dalam memory.


Merasa ada kecocokan, Viola dan Milley saling mengobrol satu sama lain. Keduanya terlihat sangat akrab. Bahkan dengan mudah Viola menunjukkan foto dirinya bersama ibunya di Paris.

__ADS_1


Saat Milley melihat foto semasa kecil dirinya di dalam ponsel Viola, ia sedikit curiga.


"Maaf, Viola bolehkah aku bertanya sesuatu kepadamu?"


"Tentu saja Milley, kamu mau bertanya tentang apa?"


Milley mengambil ponsel lalu menunjuk kepada salah satu foto.


"Maaf ini siapa?"


"Oh, ini tante dan sepupuku, tetapi kami kehilangan kontak dengan mereka. Saat ini kami sedang mencari keberadaan mereka."


"Apakah kamu mengenal Tante Ana Rossie?"


Viola menoleh, "Itu nama ibuku, apakah ibumu juga bernama Land A Rossie?"


Viola tidak menyangka, jika Milley adalah Virgo wanita yang selama ini ia cari. Bahkan ia datang jauh-jauh dari Paris hanya untuk mencari tahu keberadaan tentang virgo dan ibunya saat ini. Akan tetapi Milley belum membongkar identitas sebenarnya.


Sementara itu Lena sedang berada di rumah ia menjaga hatinya dari keberadaan Robi padahal ada antrias yang selalu ada bersamanya namun Entah kenapa Lena masih merasa tidak nyaman saat ini.


"Jika kamu merasa tidak nyaman, apa tidak sebaiknya kita pergi saja dari kota ini kalau perlu kita kembali ke Inggris?" ucap Andreas kepada Lena.


Lena menatap Andreas dengan penuh pertanyaan. Ia begitu takut jika nanti anaknya mencarinya. Apalagi saat ini Milley sedang hamil besar.


"Kalau anak-anak mencariku bagaimana?" tanya Lena.


"Jangan khawatir, anak-anak sudah besar mereka tahu apa yang sebaiknya diberikan kepada kedua orang tuanya."


"Mungkin saat ini Milley memang sudah menerima keberadaan Roby, tetapi aku yakin masih ada hal yang tidak kamu sukai dari suamimu saat ini?"

__ADS_1


"Andaikan Dylan dan Milley belum menikah pasti aku akan bahagia dan kamu akan jadi istriku satu-satunya."


"Takdir sudah berjalan, berarti kita memang tidak berjodoh, lalu untuk apa saling memaksakan kehendak seperti ini?"


Andreas terdiam ketika melihat Lena sangat mencintai Milley putrinya. Akan tetapi Lena juga tidak bisa menampik rasa yang terus berkembang di dalam hatinya.


"Jika perasaan ini salah, seharusnya aku terluka tetapi yang aku rasakan saat ini berbeda. Aku sangat mencintai kamu."


"Stop Andreas kita sudah tua untuk saling mencintai jadi untuk apa saling memaksakan kehendak?"


Saat ini pikiran Lena masih waras, sehingga tidak ada sesuatu yang perlu di pertanyakan.


"Sebaiknya kamu segera kembali ke kamar, karena aku ingin sendirian!" ucap Lena sambil membuang muka.


Andreas memang terluka tetapi ia berusaha menutupi semua hal itu saat berhadapan dengan Lena. Setidaknya masih ada sesuatu hal yang membuat Andreas tetap mempertahankan rasa cintanya kepada Lena.


Kisah cinta memanc rumit, apalagi untuk kisah cinta yang belum terbalas.


...****************...


“Semua tak seperti yang diharapkan. Cinta hanya ada dalam mimpi, cinta hanya ada dalam hati, cinta hanya terungkap dari tulisan ini.”


“Kali ini pagi menceritakan tentang dingin malam, tentang kopi yang begadang, dan doa-doa sisa air mata.”


“Ternyata aku masih terlalu mentah untuk mekar bersamamu, aku masih terlalu kanak-kanak untuk mengiringi langkahmu. Untuk lembar-lembar berikutnya, tulislah kisah barumu.”


“Hari kemarin atau esok sama saja dengan hari ini. Duka dan suka menjadi seirama lagu, matahari di luar, matahari dalam hati menyatu dalam kepiluan sukmaku.”


"Ada yang meleleh di ujung kedua mataku, begitu goretan-goretan pena itu selesai kubaca. Ternyata bendungan air mataku tidak terlalu kuat sehingga jebol lagi, meski baru sedikit.”

__ADS_1


__ADS_2