
Dylan benar-benar membuat Milley tidak bisa berpikir jernih. Apa yang dilakukan hari ini diluar dugaannya. Milley tidak menyangka jika ia akan mendapatkan kejutan tidak terduga.
"Bisa-bisanya Dylan melakukan hal ini, kenapa aku jadi pusing?"
Apalagi pakaian yang dipakai Milley dengan bahu terbuka, seakan membuatnya kedinginan. Dylan yang mengetahui jika Milley tidak nyaman segera menghentikan laju motornya di pinggir jalan. Ia melepas jas pengantin yang berwarna putih tersebut dan segera menutupi bahu Milley.
"Maaf, jika tindakan dariku membuatmu terkejut, tetapi aku sungguh mencintaimu."
Pernyataan cinta dari Dylan untuk kedua kalinya sungguh membuat Milley bingung. Meski ada kebahagiaan di sana, tetapi rasanya ia masih enggan untuk mencintainya.
"Ya, sudah. Kamu tidak perlu mengatakan apapun yang terpenting aku sungguh mencintaimu dan tidak bermaksud untuk mencintai wanita yang lain."
Dylan mengecup kening Milley lalu memintanya untuk duduk di jok belakang.
"Kawin lari, yuk!" ucap Dylan sebelum ia menarik tuas koplingnya.
"Dih, gila!" pekik Milley.
__ADS_1
Milley yang tidak mau berpegangan harus mengeratkan tangannya ke pinggang Dylan karena ia melaju dengan cepat. Senyum Dylan terulas dengan sangat lebar. Rasa bahagianya membuat siapa saja yang melihatnya ikut merasakan aura kebahagaian itu.
Ucapan Dylan membuat Milley berpikir dalam. Di satu sisi ia takut melukai perasaan dan hati Michael yang sudah terlanjur baik kepadanya. Di satu sisi Dylan ternyata juga mencintainya. Kebahagiaan Dylan tidak berlangsung lama karena tiba-tiba dari arah berlawanan ada mobil yang melaju cepat dan menabrak motor Dylan.
Ckittt .... bruak ... boom
Motor yang dikendarai Dylan berguling-guling dijalanan bersamaan dengan tubuh Dylan dan Milley yang terlempar ke salah satu sisi jalan.
Darah segar mengalir deras dari pelipis dan bibir Dylan. Sementara itu Milley terluka di bagian kening dan kakinya. Keduanya langsung pingsan di tempat kecelakan.
Ternyata dia menelpon kekasih gelapnya untuk menghabisi Dylan sekaligus Milley karena rasa sakitnya.
"Ku harap kalian tidak akan selamat saat ini," gumamnya.
Rebecca yang melihat perubahan di wajah Rose segera mendekatinya. "Ada apa?"
Tidak mau aksinya ketahuan, Rose mengubah mimik di wajahnya.
__ADS_1
"Ma, Dylan kecelakaan. Baru saja aku mendapatkan kabar dari seorang teman."
Tuan Chryst yang sudah mengetahui hal itu segera menuju ke Rumah Sakit tanpa menghiraukan keberadaan Rose dan Rebecca. Jo yang siap siaga segera membereskan masalah di kediamaan Tuan Chryst dan menyusulnya ke Rumah Sakit.
Andreas menoleh pada istri dan Rose. Ada kecurigaan besar yang dapat ia baca ketika melihat ekspresi Rose. Tidak mau membuang kesempatan berharga ia segera menelpon orang kepercayaannya untuk menyelidiki insiden ini. Apakah ada keterlibatan dari Rose dan istrinya atau tidak.
Michael yang sudah sampai lebih dahulu segera memesankan dokter yang berkompeten untuk menangani Milley. Ia tidak mau terjadi apa-apa padanya saat ini.
"Jika kamu terluka, itu sama saja melukai hatiku," ucapnya gusar sambil mengusap wajahnya.
"Milley kenapa banyak sekali cobaan yang datang dalam hidupmu, baru saja kamu akan bahagia tetapi takdir berkata lain."
.
.
...🌹Bersambung🌹...
__ADS_1