NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 169. KECEWA


__ADS_3

Keesokan harinya, Dylan mendengar kabar jika pemberitaan yang sudah tersebar telah merugikan banyak pihak. Terutama harga saham yang telah terkena imbas secara langsung.


Saat ini beberapa pimpinan sedang melaporkan hasil penyelidikannya kepada Jo.


"Bagaimana ini, Tuan. Semua pihak telah aku kerahkan tetapi hasilnya sama saja."


"Terus lakukan pencarian sampai kita menemukan sebuah bukti yang baru."


"Baik, Tuan."


Meskipun hasilnya sangat minim, tetapi Jo tidak menyerah. Ia akan tetap melakukan hal yang terbaik untuk Keluarga Anggara. Di Rumah Sakit, Tuan Chryst sedang berjuang dengan peralatan Rumah Sakit.


"Kenapa aku berada di sini?" ucap Tuan Chryst melihat ke sekelilingnya.


Dalam pandangan matanya sama sekali tidak terlihat siapa pun saat ini. Sehingga Tuan Chryst terus saja berjalan ke depan.


Suasana yang ia rasakan sangat terlihat lain daripada yang lainnya. Meskipun begitu tidak terlihat ketakutan di dalam matanya.


"Milley ... Dylan ... kalian berada di mana?" teriaknya.


Beberapa saat kemudian terdengar suara Jo yang telah berhasil menyusulnya.


"Kamu kenapa begitu terlihat berbeda Jo, apa yang kamu bawa itu?"


Meski ia belum bisa melihat dengan jelas. Namun, rasa lapar membuatnya harus terus melanjutkan perjalanannya.


"Apakah ini sebuah ruang ilusi? Kenapa rasanya sangat tidak nyaman? Apakah aku berada di alam lain?"


Begitu banyak hal yang sedang ia pikirkan, membuat Tuan Chryst kebingungan dan ingin segera kembali ke alam nyata.


Bahkan kini suasana di hadapan Tuhan Chryst yang tadinya terasa hangat kini telah berubah menjadi dingin. Merasa jika ia semakin terjebak di alam ilusi, Tuan Chryst berdoa agar ia bisa kembali.

__ADS_1


"Tuhan, biarkan aku kembali kepada keluargaku. Masih banyak hal yang harus aku selesaikan di sana," ucapnya dengan sungguh-sungguh.


......................


Semua pihak telah dikerahkan oleh Jo untuk melacak keberadaan Baby J dan juga Milley, tetapi hasilnya belum maksimal. Bahkan semua informasi yang telah disebarkan ke semua media massa.


Kini tugas utama Jo adalah menarik pemberitaan sebelumnya tentang infomasi yang telah mengatakan jika Baby J meninggal. Pemberitaan kali ini yang akan diganti dengan proses pencarian Baby J. Akan tetapi hasilnya sama saja.


Pemberitaan yang terbaru menyatakan jika siapa saja yang bisa menemukan Baby J dalam keadaan sehat dan selamat maka akan diberikan hadiah senilai 200 juta. Tentu saja hal itu membuat Dylan marah. Akan tetapi keputusan itu sudah mendapatkan persetujuan dari Tuan Chryst.


Sesaat ketika ia sudah siuman hal pertama yang ia ingat adalah Milley dan Baby J. Maka ia segera mencari Jo untuk menanyakan kabar terbaru perkembangan kasus Milley kali ini.


"Kau tidak perlu bertindak gegabah. Jika kau tidak mempercayai intuisi dari Jo, terserah. Akan tetapi aku tetap akan mencari mereka sendiri!"


Tuan Chryst benar-benar kecewa dengan semua sikap yang ditunjukkannya saat ini. Ia bahkan mencoba menggertak kakeknya karena hal itu. Namun, sepertinya ucapan dari Jo dan dirinya mampu membuatnya sedikit bisa berpikir.


Sebelumnya Tuan Chryst tidak sekuat ini. Beliau bahkan terkena serangan jantung ringan. Berkat kerja keras Jo ia sudah siuman saat ini dan bisa berada di hadapan Dylan.


"Terima kasih untuk kepercayaan yang Tuan berikan padaku."


Jo membungkuk hormat lalu segera pergi. Keyakinan besar mengatakan hal ini adalah sebuah sabotase. Akan tetapi ia belum menemukan siapa yang bertanggung jawab akan hal ini.


Jo juga sangat yakin jika Leo dan Lea meninggal dalam tragedi itu. Oleh karena itu selain untuk balas dendam maka ia akan melakukan hal tersebut demi pengabdian kepada Tuan Chryst dan keluarganya.


Sementara itu, di dalam kamarnya Dylan masih berperang dengan pikirannya sendiri.


"Tidak ada yang tau bagaimana rasanya aku kehilangan dirimu, tetapi mereka seolah mengatakan sebuah hal yang membuatku semakin terpuruk."


Dylan mengusap gusar wajahnya. Ia tidak habis pikir dengan motif orang yang tega membuat mobil yang dipakai Milley bisa meledak. Padahal di dalamnya ada anak kecil bahkan masih bayi. Bisa-bisanya mereka merusak kebahagiaan Dylan dan Milley yang baru saja ia rasakan.


"Kenapa kalian pergi dengan begitu cepat? Apakah aku sangat tidak berharga untukmu hingga kau kembali meninggalkan aku?"

__ADS_1


Dylan menatap sendu potret wajah Milley dan dirinya pada saat aqiqah Baby J beberapa waktu yang lalu. Senyuman yang selalu bisa membuatnya bersemangat itu kini sudah tidak bisa ia dapatkan lagi. Keberadaan dan kematiannya masih menjadi misteri.


Satu hal yang masih membuatnya tidak bisa sembuh dengan cepat adalah ketika kemarin ia menolak untuk tidak mengantarkan istrinya karena ada rapat penting di perusahaan. Ternyata itu juga sudah direncakan.


"Harusnya tadi aku sendiri yang mengantarkanmu pergi ke Rumah Sakit dan bukan mereka!"


"Maafkan aku, maafkan aku ...." ucapnya penuh rasa sesal.


Dylan menghirup dalam-dalam aroma baju Milley dan Baby J secara bergantian. Sesekali menciumnya untuk mengobati rasa rindunya. Sebanyak apapun ia berusaha, banyangan kedua orang yang Dylan sukai tidak bisa terhapus oleh waktu.


"Sayang, maafkan aku. Aku sungguh menyesal karena lebih memilih meninggalkan kalian dan lebih memilih masalah pekerjaan. Aku pastikan kau akan menyesal telah melukai seseorang yang sangat berarti padaku," ucapnya dengan geram.


Sementara itu di sebuah gedung tempat berkumpulnya orang yang menculik Baby J, mereka sedang berpesta pora karena sudah berhasil menculik bayi seorang CEO muda yang paling berpengaruh saat ini. Apalagi bisa perbuatan yang mereka lakukan bisa menciptakan efek domino.


Membunuh istri tercinta dari CEO muda tersebut, membuat Tuan Chryst hampir kehilangan nyawa bahkan membuat perusahaan hampir kolabs, adalah sebuah pencapaian yang di luar prediksi.


"Sungguh pekerjaan kalian sungguh luar biasa. Aku sangat bersyukur bisa berpartner dengan kalian," ucap wanita itu bangga.


Rasanya tidak ada hal yang lebih membahagiakan kecuali melihat Keluarga Tuan Chryst hancur. Perbuatan yang dilakukannya saat ini adalah sebuah bentuk kekecewaan yang ia pendam selama dua tahun terakhir ini. Andai keberadaan dirinya tidak terbuang, mungkin saat ini ia tidak akan melakukan hal ini.


Ia bahkan menorehkan sebuah rasa trauma yang mendalam di dalam hidup Nanni. Meskipun saat itu dia dinyatakan selamat, tetapi cacat seumur hidup membuat dirinya hilang kepercayaan dirinya. Saat ini Nanni berada di kampung halamannya atas pemintaan Tuan Chryst yang menganggap dan menghargai jasa-jasa Nanni.


Berita kematian dan kehilangan Baby J sampai di telinganya. Prediksinys langsung mengarah pada seseorang. Namun, bibirnya terlalu kaku karena sudah lama tidak digunakan untuk berbicara. Entah bagaimana caranya ia akan mengatakan hal ini pada Tuan Chryst.


"Bagaimana caranya aku bisa mengatakan hal ini?" gumam Nanni sambil melihat teras depan rumahnya.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2