NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 174. TATAPAN CEMBURU


__ADS_3

Ternyata seiring bertambahnya usia seorang lelaki, yang diiringi dengan sebuah kesuksesan semakin membuat aura dirinya semakin terpancar dengan sempurna. Begitulah penggambaran yang dialami oleh Dylan.


Hal itu terbukti ketika ia melihat tatapan dari orang-orang yang selalu mengagumi ketampanan milik Dylan. Namun, seberapa cantik atau kekaguman yang diberikan untuknya tidak akan membuat Dylan terlena. Di dalam hatinya saat ini hanyalah Milley dan Jord.


Jadi seberapa keras para wanita mengejarnya hal itu tidak akan membuat Dylan berpaling. Sama seperti saat ini, dimana ia tidak henti-hentinya mengagumi pemilik mata Emerald tersebut.


"Sudah lama tidak bertemu denganmu, kamu semakin cantik, Sayang," gumam Dylan memandang wajah Milley tanpa berkedip.


Ada binar kerinduan yang terpancar hebat dari kedua bola mata Dylan. Sekian lama berpisah tidak membuat kecantikan istrinya itu luntur. Bahkan ia semakin terlihat cantik dan menawan.


Sementara itu Jord atau Baby J hanya menatap ke arah laki-laki yang mengaku sebagai ayahnya.


Setelah sekian lama berjuang, Milley memang terlihat semakin cantik. Meskipun ia tidak bersama suaminya selama lima tahun, kecantikannya tidak pernah luntur. Kini ia jauh lebih terlihat mandiri dan berkelas.


Selama lima tahun ini dirinya berjuang hidup dengan Rain, pemuda yang telah banyak mengajarkan kehidupan dan juga putranya Baby J yang sudah berusia lima tahun lebih satu bulan.


Saat Dylan datang, Rain memang tidak ada di toko kue. Saat ini Rain sedang mengantarkan pesanan kue ke sebuah perumahan yang letaknya tidak jauh dengan toko kuenya. Setelah beberapa saat, Rain baru saja kembali ke toko kue milik Milley.

__ADS_1


Cring ....


Bel di depan pintu toko kue "King Jord & Happy Mill Bakery" berbunyi nyaring. Menandakan jika saat itu ada seseorang yang memasuki toko kue tersebut. Dari ambang pintu terlihat seorang lelaki tampan yang usianya jauh lebih muda dari Milley memasuki toko. Sontak pandangan mata Dylan beralih ke sana.


Perawakannya yang gagah dan tegap tidak kalah dengan Dylan. Hanya saja keberuntungan yang membedakan keduanya. Dylan dipenuhi dengan kemewahan sementara itu Rain hidup sederhana.


Melihat pamannya datang dan membawakan pesanan ice cream miliknya membuat Baby J yang baru saja keluar dari toilet segera berhambur pada Rain. Tentu saja dengan sigap, Rain menggendong jagoan kecilnya.


"Om Rain ...." teriak Jord saat melihat pamannya yang baru pulang dari mengantar kue.


Rain menggendong Baby J dengan penuh kasih sayang, lalu memindahkan dirinya ke dalam dekapan dan menciuminya. Hal itu membuat Baby J kegelian dan tertawa senang.


Setelah puas bermain dengan pamannya, Jord segera menanyakan pesanannya.


"Om, mana pesanan Jord?" tanyanya lugu.


Rain segera mengarahkan sebuah paper bag yang berisi ice cream pada Jord. Senyuman secerah mentari tersungging di bibir kecil Jord.

__ADS_1


Tidak ada yang lebih membahagiakan dirinya kecuali senyuman dari Rain. Anak kecil yang ia besarkan selama lima tahun ini, kini sungguh bisa menjadi teman hidupnya. Menggantikan kesepian dan mengisinya dengan penuh warna.


"Ini untukmu anak ganteng," ucapnya sambil tersenyum.


"Makasih Om tampanku."


Jord yang sudah terbiasa dengan Rain sejak lima tahun lalu, sudah menganggap Rain sebagai bagian keluarganya. Ia pun mengecup kening Rain secara berkali-kali sebagai ungkapan terima kasih.


Setelah itu, pandangan Rain menangkap sosok laki-laki yang duduk di samping Milley. Senyumnya seketika memudar dan berganti dengan pandangan yang lebih serius.


"Rain, kemarilah!" panggil Milley kepada putranya.


Sementara itu, saat melihat Rain, Dylan merasakan hawa panas menyerang dadanya. Entah rasa apa itu, tetapi rasa-rasanya ia tidak rela ketika melihat kedekatan Baby J dengan laki-laki yang dipanggil Rain itu.


Melihat Milley yang ramah, Rain tersenyum menanggapi panggilannya. Meskipun pada akhirnya pandangan Rain agak terganggu dengan lelaki angkuh yang duduk di samping Milley.


"Siapa lelaki itu, kenapa tatapannya sangat tidak mengenakkan sekali!" gumam Rain di dalam hatinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2