NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN

NOTA HUTANG DI ATAS PERNIKAHAN
Bab 150. BERTAHANLAH


__ADS_3

Mendapati istrinya seperti itu, Dylan segera melarikannya ke Rumah Sakit. Tidak ada hal lain yang membuat Milley kehilangan kesadarannya kecuali ketakutan akan kondisi bayi dalam kandungannya.


Tidak ada lelaki yang tega melihat istrinya terluka seperti saat ini. Calon anak dan istrinya sedang terbaring di atas brankar. Secara tidak sengaja, Dylan meneteskan air matanya.


Ia begitu lelah dengan semua kondisi yang menderanya saat ini. Ia butuh bahu untuk bersandar. Tepukan halus dari dokter spesialis yang menangani Milley membuatnya menoleh.


"Dokter, maafkan saya yang tidak menyadari kehadiran Anda," ucap Dylan sambil memberikan hormat.


Dokter tersebut tersenyum lalu mengajaknya pergi ke tempat prakteknya.


"Bisa ikut saya sebentar?"


"Bisa, mari ...."


Dylan mengekor di belakang dokter tersebut, ia berjalan dengan lunglai saat ini. Mungkin saja ia terlihat seperti kehilangan semangat hidup. Terlebih tadi Milley mengatakan kepadanya jika kandungannya baik-baik saja, tetapi ini apa?


Tidak berapa lama kemudian, akhirnya mereka sampai di ruang praktek dokter Edo.


"Silakan duduk, Tuan."


"Terima kasih, Dok."


"Oke tidak perlu berbelit-belit, saya hanya akan mengatakan hal sejujurnya tentang kondisi kesehatan istri dan calon anak Anda."


Pandangan mata Dylan kini terlihat sangat serius ketika memandang dokter tersebut.

__ADS_1


"Katakanlah, Dokter!"


"Jadi begini, ternyata kandungan ist--"


Ternyata kandungan Milley bermasalah, hingga membuatnya harus bed rest di Rumah Sakit selama berhari-hari. Usia kandungan Milley yang sudah memasuki sembilan belas minggu memang masih rawan, karena memang kandungan Milley lemah.


Hal itu menurun dari Lena, memang dulu ia pernah keguguran sebelum mengandung Milley, lalu dengan penuh perhatian Robby merawat Lena. Mungkin hal ini yang mempengaruhi Milley sampai seperti ini. Hingga mau tidak mau ia pun harus berjuang extra untuk kandungannya kali ini.


“Lalu bagaimana kandungan istri saya?”


“Sebenarnya ada sedikit masalah terhadap kandungan istri Anda. Tadi pagi sudah ada beberapa prediksi, hanya saja Anda tidak ikut ke sini, sehingga saya harus membohonginya agar tidak menjadikan beban di dalam pikirannya.”


“Tidak adakah jalan lain yang bisa saya kerjakan setelah ini? Setidaknya agar kandungan Milley tidak menjadi masalah.”


“Ia harus benar-benar bed rest, atau lebih baik nanti jika kandungannya membesar maka ia harus mengunakan kursi roda untuk menopang ibu dan calon bayi.”


Dylan terlihat pasrah kali ini. Pikirannya sudah melayang-layang, biasanya di saat seperti ini, Milley menguatkan dirinya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Kini ia harus berjuang sendirian demi calon anaknya.


“Mulai saat ini, Ibu Milley harus banyak mengkonsumsi vitamin dan o-bat penguat kandungan.”


“Baik, Dok.”


“Untuk kebaikan ibu dan calon bayi, maka sebaiknya bayi dilahirkan saat usia kandungan tujuh bulan. Hal ini saya ambil agar tidak terlalu berisiko ke depannya.”


Dylan menunduk, ia dihadapkan dengan berbagai pilihan seperti ini, membuatnya harus berpikir ekstra keras. Akan tetapi kondisi Milley dan bayinya memang berbeda. Akan lebih baik jika ia mengikuti semua arahan dari dokter.

__ADS_1


“Jika itu yang terbaik untuk istri dan calon anak saya, maka saya ikhlas, Dok.”


“Percayalah, Tuan. Tidak ada cobaan yang diberikan Allah melebihi kemampuan hambanya.”


Dylan mengangguk, kemudian bertanya kembali.


“Lalu setelah ini, apakah masih ada hal lain lagi yang harus saya ambil?”


“Tidak ada. Semuanya sudah saya katakan barusan. Ingat, rahasiakan hal ini dari istri Anda atau jika ia sampai mengetahui, takutnya akan menambah beban pikirannya. Saya juga tidak menginginkan hal buruk terjadi padanya.”


“Lakukan yang terbaik untuk istri saya, berapapun harganya akan saya bayar!”


“Iya, iya Tuan. Percayakan semuanya pada kami.”


“Terimakasih sebelumnya.”


Setelah Dylan kembali dari ruang dokter, Jo dan Tuan Chryst mendekati Dylan.


"Kamu tidak kenapa-napa, kan? Ada masalah apa, ceritakanlah!"


Dylan mendudukan dirinya di atas kursi panjang. Ia terlihat gusar. Sesekali padangan kosong terlihat jelas di sana.


"Ada sedikit masalah dengan kandungan Milley, Kek."


"Kalau begitu, cobalah bersikap wajar di depannya nanti, aku tidak mau Milley mengetahui hal ini dan membuatnya semakin drop."

__ADS_1


"Iya, Kek. Tentu saja aku akan merahasiakan hal ini darinya."


"Baiklah kalau begitu.


__ADS_2