
"Terima kasih, Tuan Chryst untuk jamuan makan malamnya," ucap Lena basa-basi.
"Syukurlah kalau kamu suka. Bagaimana keadaanmu saat ini, apakah sudah baik-baik saja."
Lena tersenyum ke arah beliau.
"Alhamdulillah sangat baik, saya juga sangat berterima kasih karena kebaikan hati Anda saya bisa berobat dan bisa berada di titik ini."
"Sama-sama, semua itu adalah hak yang pantas kamu dapatkan."
"Saat ini aku juga ingin mengucapkan rasa terima kasihku, karena kamu sudah membesarkan Milley dan menjadikannya gadis yang tangguh."
"Hingga akhirnya bisa menaklukkan hati Dylan dan membuatnya menjadi pria yang seperti saat ini."
Dylan menggenggam erat tangan Milley dan menatapnya penuh cinta. Lena dan Tuan Chryst sangat bahagia melihat Milley dan Dylan bisa bersama. Tidak ada hal yang lebih membahagiakan kecuali melihat anggota keluarga kita juga bahagia. Begitulah yang dirasakan oleh keluarga besar Anggara saat ini.
__ADS_1
Keterpurukan dan carut marut sebuah hubungan kekeluargaan pernah sempat terjadi, akan tetapi lambat laun, Tuhan mengirimkan malaikat di tengah-tengah keluarga itu dan berhasil menyatukan satu sama lainnya. Menghapus secara perlahan rasa benci dan ambisi. Lalu mengubahnya dengan penuh cinta dan kasih sayang.
"Bagaimana dengan cerita keseruanmu di Inggris, Anfreas? Apa kau tidak mau berbagi cerita kepadaku?" tanya Tuan Chryst penuh selidik.
Uhuk!
Andreas yang sedang asyik makan sup, menjadi tersedak karena pertanyaan yang dilontarkan Tuan Chryst barusan. Lena yang sigap segera memberikan segelas air putih kepada Andreas, dengan senang hati ia segera meraih dan meneguknya hingga tandas.
"Pelan-pelan! Dasar anak kecil beraninya kau membuatku semakin malu?"
"Baru saja diberikan pertanyaan yang ringan, sudah membuatmu tunduk begitu?"
Seolah Andreas ketakutan, maka ia pun tidak mau mengatakan hal yang sejujurnya saat ini. Masa dia harus mengatakan hal memalukan padanya.
"Bukan begitu, Ayah. Memang hal ini di luar kendali kami, karena saat Lena hampir meminta untuk segera kembali ke Indonesia, ternyata masih ada masalah yang lain."
__ADS_1
"Tetapi kalian berhasil melewatinya, kan?"
"Tentu, saja." Buktinya saat Lena hendak menceritakan semuanya, Andreas melarangnya."
"Sudah-sudah, mari kita lanjutkan acara makan malamnya, untuk soal yang lain maka sebaiknya kita menunggu setelah acara makan malam ini selesai."
"Tidak baik berbicara dengan orangtuanya seperti ini di atas meja makan. Oleh karena hal itu membuat seolah acara makan malam menjadi situasi bisnis," gumam Dylan sesekali.
"Baiklah kalau itu yang kalian inginkan."
Lalu kelima orang itu segera melanjutkan acara makan malamnya. Nampak sekali semuanya melahap habis makanan yang tersedia di depannya.
Beberapa saat kemudian setelah semuanya selesai makan, maka mereka pergi ke ruang keluarga. Banyak hal yang ingin mereka bicarakan satu sama lain. Hingga mereka tidak menyadari sesuatu hal sedang mengancam keberadaan Keluarga Anggara.
Saat mereka tengah asyik bercerita satu sama lain, maka di saat itulah sebuah kejutan muncul.
__ADS_1
"DOR!"
Sebuah tembakan berhasil dilayangkan ke sisi tembok. Beruntung tidak ada korban jiwa malam itu, sementara itu situasi di dalam rumah kalang kabut. Tidak ingin terlihat jika mereka semua panik. Tuan Chryst berdiri tegak di garda terdepan. Sekaligus untuk memudahkan mereka mencari pelaku yang sudah berhasil menyusup ke dalam Kediaman Keluarga Anggara.