
Setelah perjalanan selama tiga puluh menit, akhirnya mereka berdua sampai juga di halaman Rumah Sakit. Bahkan saat ini keduanya sudah mengantri bersama pasangan suami-isteri yang lainnya.
Sampai akhirnya tiga puluh menit kemudian, mereka bisa menemui sang dokter.
"Selamat pagi, dokter?" sapa Michael dan Viola hampir bersamaan.
"Selamat pagi, silakan duduk."
"Terima kasih, dok."
"Bagaimana, apakah ada keluhan tentang kehamilan Anda?"
"Semalam perut saya kram lalu sesaat kemudian punggung saya terasa sangat nyeri, karena sangat sakit saya tidak bisa bergerak hingga saya ketiduran."
"Baiklah, mari silakan berbaring di atas brankar."
"Suster bantu Nyonya Viola untuk berbaring."
"Baik, dokter."
Setelah Viola berbaring maka suster langsung mengoles cream gel pada perut Viola untuk melakukan pemeriksaan USG. Saat melihat janin di dalam perut Viola kening dokter Richard berkerut. Sepertinya memang ada masalah di sana.
"Selain hal tadi apa setelah perut Anda kram apakah ada sesuatu hal lain yang Anda rasakan?"
"Terasa lain saja, dokter."
"Baiklah, sebaiknya Anda berbaring terlebih dahulu. Biarkan saya berbicara dengan suami Anda dulu."
"Silakan, dokter."
Setelah mendapat persetujuan dari istrinya, maka dokter Richard keluar. Setelah menemukan Michael, dokter menarik lengan Michael untuk keluar dari ruang pemeriksaan dan kembali ke meja konsultasi.
__ADS_1
"Ada apa, dokter?"
"Maaf, sepertinya, istri Anda mengalami keguguran."
"Apa!" ucapnya setengah terkejut.
Michael mengusap keningnya yang terasa berdenyut kencang.
"Kenapa bisa terjadi dokter?"
"Penyebab janin tidak berkembang adalah kelainan kromosom pada zigot. Hal ini bisa jadi karena kualitas sel telur atau sper-ma yang kurang baik."
"Maksud Anda kualitas sper-ma saya kurang bagus?"
"Bukan begitu, dengarkan penjelasan dari saya terlebih dahulu, baru Anda bisa menyimpulkan sendiri."
Michael yang merasa tidak siap dengan kabar yang ia terima hanya bisa menghela nafasnya. Lalu setelahnya, dokter Richard mulai berbicara kembali.
"Lalu untuk penyebab keguguran istri saya, faktor yang mana, dokter?" ucapnya pasrah
"Sepertinya terjadi infeksi di sana."
"Tidak bisakah disembuhkan dan mempertahankannya?"
Dokter Richard tidak mau menjelaskan lebih lanjut dan lebih memilih untuk menyodorkan sebuah kertas pada Michael agar bisa dipahami.
"Apa ini, dokter?"
"Prosedur selanjutnya yang harus diambil."
"Kalimat pertama yang dibaca Michael kali ini adalah proses kuretasi."
__ADS_1
"Kenapa harus seperti ini dokter?"
"Keadaan janin tidak berkembang bisa berarti janinnya ada dan selanjutnya tidak ada perkembangan. Artinya tidak bisa dipertahankan lagi. Jadi langkah awal yang bisa diambil adalah membiarkannya keluar sendiri atau melalui tindakan kuretase."
"Lakukan hal yang terbaik pada istri saya, Saya percaya pada Anda."
"Untuk tahap setelah ini Anda harus lebih perhatian kepada istri Anda. Biar ia tidak trauma untuk proses kehamilan selanjutnya."
"Baik, terima kasih, dokter."
Setelah beberapa saat, Michael mendekati Viola dan memberikan pengertian kepadanya. Hal pertama yang dilakukan oleh Viola adalah memukul Michael.
"Semua ini salahmu, Mas. Kalau kamu lebih perhatian kepadaku, semua nggak akan terjadi!"
Amarah Viola meluap saat itu juga. Ia tidak bisa memendam rasa kekecewaannya sekali lagi. Namun, pada akhirnya Michael berhasil menenangkan Viola dan meyakinkan jika ia tidak akan lalai setelah ini.
Telinga Viola seolah sudah tertutup saat itu, ia tidak bisa mendengarkan apapun lagi setelahnya. Apalagi setelah dokter menyuntikkan obat bius dan tindakan kuretase segera dilakukan.
Namun, hati Michael terasa sakit saat melihat tindakan itu. Seolah Tuhan tidak adil kepadanya.
"Maafkan aku, Sayang. Papa janji tidak akan menyia-nyiakan ibumu lagi setelah ini. Papa janji," ucapnya setelah menggendong janin yang sudah berhasil dikeluarkan dari perut istrinya.
Tidak terasa air matanya menetes, seolah ia sangat menyesal dengan apa yang terjadi saat itu.
.
.
Semoga saja setelah ini Michael bisa sadar dan lebih mencintai Viola. Aamiin.
BERSAMBUNG
__ADS_1