
Bayangan masa lalu kisah cinta Lena dan Andreas begitu menganggu kehidupan Lena. Bahkan sampai menghantuinya di dalam mimpi. Sama seperti malam ini, ia pun kembali bermimpi tentang Andreas.
"Lepaskan aku, lebih baik kamu pergi, kita putus!"
Lena masih memegang erat tangan Andreas. Tangan kekasih hatinya yang telah membuatnya nyaman selama beberapa tahun terakhir bahkan rencana pernikahan dengannya sudah ditentukan. Akan tetapi keputusan dari Ibunda Dylan, Morena telah membuat hubungan kisah cintanya menjadi tidak berbentuk lagi.
Bagaikan batu karang yang terus menerus digerus ombak, akhirnya kisah cintanya bersama Andreas harus terputus secara paksa hari ini.
"Ta-tapi Mas, aku nggak mau kita pisah."
Andreas menatap nyalang kekasihnya itu, sungguh di dalam hatinya kebencian sudah mendarah daging untuknya. Entah perkataan mana dari ibunya yang membuat Andreas sangat membenci Lena.
"Len, please lebih baik kamu pergi, kamu tau sendiri kalau ibuku tidak suka akan kehadiranmu, pergilah!"
Belum sempat mereka berpisah baik-baik, Nyonya Morena datang dengan keangkuhannya. Ia menatap tajam Lena dari tempat berdirinya. Dengan kedua tangan berada di depan dadanya ia seolah menatap Lena dengan padangan hina.
"Jadi seperti ini caramu menghormati keputusan Mommy, bukankah sebentar lagi kamu akan menikah Andreas?"
Morena menatap tajam ke arah Lena.
"Dan kau wanita tidak tahu diri, cepat lepaskan tanganmu dari anakku! Sekarang!"
Sadar akan kehadiran Mamanya, Andreas muda menampik tangan Lena dengan kasar. Untung saja ia tidak terjatuh, tetapi hal itu membuat hati Lena sakit bukan kepalang.
"Mas, beginikah caramu menyerah akan jalinan cinta kita selama bertahun-tahun ini?" ucap Lena dengan lirih.
Andreas dengan gagahnya berdiri dekat Mamanya, mencoba mengambil hati darinya agar beliau tidak marah. Sementara itu Lena menatap nanar kepergian Andreas yang lebih memilih bersama mamanya ketimbang dirinya.
Lena menunduk sembari menangis tanpa suara, "Apakah ini akhir cintaku bersamanya, kenapa sakit sekali ya, Tuhan."
Lena mere-mas kerah bajunya. Rasanya dadanya sangat sesak saat ia mengetahui semua ini. Andreas yang semula ia banggakan bahkan sama sekali tidak menolongnya ataupun menoleh kepadanya.
Andreas bahkan semakin memuji kehebatan mamanya dalam memilih pengganti Lena. Sungguh jauh dari perkiraan Lena.
__ADS_1
"Aku sangat menghormati keputusan Mama, hanya saja Lena tidak mau berpisah denganku!" ucapnya seolah menyalahkan Lena untuk semua hal yang terjadi.
"Yang benar saja, seorang wanita murahan seperti ini pasti hanya menginginkan uang dan uang, aku yakin harga dirinya tidak lebih dari sebuah materai!"
Lena menoleh ke arah Nyonya Morena, menatap nyalang orang tua tersebut. Ia tidak habis pikir dengan pemikiran orang kaya yang selalu menganggap harta di atas segalanya.
"Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu, Mas? Padahal kau tahu sendiri bahwa aku sama sekali tidak pernah menyentuh hartamu, jadi bagaimana mungkin kau mengatakan hal itu?"
"Cih, lihatlah Ma, dia sangat pandai bersilat lidah!"
Morena menepuk bahu Andreas.
"Sudah aku bilang, kalau wanita ini tidak cocok untukmu, Nak. Maka dari itu bersyukurlah kalau kamu tidak jadi menikah dengannya."
"Iya, Ma."
Hal tersebut menjadi sebuah penghinaan besar bagi Lena. Hanya karena dirinya miskin ia tidak bisa menjadi pendamping Andreas calon pewaris tunggal Anggara Group Corp. Padahal jika dinilai dari segi manapun Lena sangat cocok bersanding dengannya, hanya karena harta semua berubah.
Jauh di dalam lubuk hati Andreas, ia masih mencintai Lena sepenuh hati. Niat hati merencanakan kehidupan indah bersama Lena hancur sudah. Ia juga tidak bisa hidup mewah jika memaksakan menikah dengan Alena Sastrawiharja. Namun semua sudah terjadi, ia juga tidak mungkin menjilat ludahnya sendiri.
"Maafkan aku, Lena. Semoga kamu mendapatkan pendamping yang lebih baik dari aku, Aamiin."
Saat melangkah pergi ia masih sempat menoleh ke arah Lena yang masih membeku melihat kepergiannya, tetapi ia tidak bisa berbuat banyak. Ucapan Nyonya Morena membuat luka di hati Lena.
Beberapa bulan kemudian.
Andreas benar-benar menikah dengan Rebecca. Bahkan pesta pernikahannya berlangsung sangat meriah. Tamu undangan yang datang jauh melebihi perkiraan. Semua tamu undangan memuji raja dan ratu malam itu.
Sangat kontras dengan apa yang terjadi pada Alena. Ia berdiri di depan kaca di sebuah bandara. Di tangannya sudah memegang sebuah koper dan semua barang yang ia punya.
Ketika pernikahan benar-benar terjadi, di saat itulah Lena pergi dari Indonesia.
"Jika kamu lebih bahagia bersamanya, biarkanlah aku pergi, dan selamat tinggal Andreas, semoga saja kamu berbahagia untuk pernikahanmu."
__ADS_1
Lena menyeret kopernya dengan hati yang hancur. Ia bahkan tidak menoleh ke arah belakang lagi. Hari itu ia sudah mantap untuk meninggalkan tanah air.
Tujuan utamanya adalah pergi ke negeri paling romantis, yaitu Paris, Perancis. Di negeri itu pula ia akan memulai kehidupannya yang baru dan menghapus nama Andreas untuk selamanya.
Beberapa bulan kemudian, karena Lena bekerja di sebuah club malam ia bisa bertemu dengan Roby. Seorang lelaki pekerja keras yang selalu bisa mengukir senyum di wajah Lena. Hati yang dulunya terluka kini perlahan dengan pasti sembuh hingga akhirnya mereka menikah.
Suatu hari Nyonya Morena mengetahui jika Lena hidup bahagia, oleh karena itu ia mulai menggunakan cara licik untuk membuat sepasang kekasih itu hidup miskin. Perlahan Roby tau jika ia menjadi bangkrut karena menikah dengan Lena.
Sejak saat itu rasa cintanya menghilang. Meski tau jika istrinya hamil, Roby sama sekali tidak bisa mencintai Lena kembali.
Virgo kecil hidup di tengah kondisi rumah yang jauh dari kata layak. Kasih sayang dari kedua orang tuanya tidak pernah lengkap. Ayahnya selalu berganti pasangan dan jarang memberikan nafkah padanya. Hingga akhirnya saat remaja Virgo mulai bekerja paruh waktu sebagai pembalap.
🍂Rumah Sakit.
Ingatan masa lalunya kembali datang menghantui Lena yang masih terbaring lemah di atas brankar Rumah Sakit. Saat dirinya bisa lepas dari jeratan Keluarga Andreas, kini putrinya yang mengadu nasib di sana.
"Maafkan Ibu Nak, tidak bisa menolongmu," tangis Lena pecah ketika membayangkan Milley berada dilingkungan yang tidak nyaman.
Air matanya yang mengalir, menandakan jika ia merasa bersalah karena menyeret putrinya masuk ke dalam masa lalunya.
Sementara itu di kamar Milley, ia bermimpi buruk. Nafasnya tersengal, ia pun mendudukkan dirinya di atas tempat tidur. Diraihnya segelas air putih lalu ia meminumnya hingga tandas.
"Ibu ... apakah kamu baik-baik saja? Kenapa aku merasa rindu?"
Ditatapnya Dylan yang tertidur pulas karena kelelahan dengan pekerjaan kantornya.
"Nak, jika nanti kamu dewasa, maka jangan sekali-kali melukai hati wanita. Aamiin."
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1