
"Pak Ravi tidak mau makan siang? ini sudah jam makan siang lho." Tawar Kanaya yang berdiri di depan meja bos nya itu.
"Kamu makan siang saja duluan, saya masih banyak kerjaan." Tolak Ravi yang sok fokus ke komputer milik nya.
"Ohh baik lah pak, kalau seandainya bapak tidak sempat ke bawah untuk makan siang saya bisa bawakan makanan kok untuk bapak, atau pesan makanan dari luar atau menyuruh orang untuk mengantar makanan ke sini." Tawar Kanaya.
"Tidak perlu, saya punya kaki punya tangan dan punya ponsel. Jadi saya rasa saya bisa melakukan itu semua tanpa kamu." Tolak Ravi.
"Maaf pak, saya hanya ingin menjalankan tugas saya sebagai sekretaris pribadi bapak. Dan ini adalah pengalaman pertama saya bekerja jadi saya masih belum terlalu paham job description saya." Ucap Kanaya dengan wajah sendu.
"Aduh, kenapa aku malah ngomong begitu sih. Lihat wajah dia sedih begini kan jadi ga tega mana makin imut lagi." Batin Ravi yang merasa bersalah.
"Hmm yasudah kita makan di luar saja, hari ini saya ingin makan olahan seafood kamu temani saya." Titah Ravi.
"Hah gimana pak? Bapak tidak marah sama saya?" Tanya Kanya yang masih kebingungan.
"Ngapain juga saya marah sama kamu. Yasudah yuk." Ajak Ravi dengan gaya cool nya dia berdiri dan merapikan kemeja nya serta keluar ruangan lebih dulu.
"Dasar cowok aneh." Gerutuk Kanya yang heran dengan sikap Ravi tapi tetap mengikuti Ravi dari belakang.
Mereka berdua pun masuk ke dalam lift dan segera menuju lantai dasar. Dan seperti biasa Ravi akan berjalan lebih dulu daripada teman jalan nya. Sehingga Kanya harus mengambil langkah panjang untuk bisa mengejar Ravi.
"Masuk." Titah Ravi saat dia membukakan pintu mobil untuk Kanaya.
"Terimakasih banyak pak." Jawab Kanaya yang mencoba memberikan senyum manis nya kepada Ravi.
Namun ucapan terimakasih Kanaya tidak di gubris oleh Ravi. Dia menutup pintu mobil dan berlari sedikit sehingga dia masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku kemudi.
"Apa sebenarnya tujuan kamu bekerja di Wijaya grup?" mobil pun melaju menuju tempat yang ingin Ravi datangi. Tiba-tiba pertanyaan Ravi memecah kan keheningan di dalam mobil itu.
"Ya mau kerja lah pak, lebih tepatnya mau cari uang." Jawab Kanaya polos.
"Kamu bukan nya putri nya om Irvan teman papa ya?" Tanya Ravi lagi.
"Iya kak benar."
__ADS_1
"Kok kamu mau bekerja sama orang lain kan orang tua kamu kaya raya." Tanya Ravi lagi
"Itu dulu kak, kalau sekarang perusahaan papa lagi di ambang batas" jawab nya dengan wajah sendu.
"Maaf bukan maksud saya menghina atau apa, saya hanya penasaran saja."
"Hehehe tidak apa-apa kok pa)k santai saja."
"Ohh iya Kanaya kalau seandainya mama Dan papa atau siap yang berusaha mendekatkan kita tolong kamu jangan baper ya. soalnya saya tidak akan mungkin bisa mencintai wanita lain selain wanita cantik yang ada di hati saya.ingat Kanaya hubungan kita hanya sebatas bos dan sekretaris dan tidak akan pernah lebih." ingat itu.
"Hah percaya diri banget sih nih si Ravi, siapa juga yang mau sama dia. aku juga terpaksa kali kerja sama dia. dan kalau bukan karena mama yang menyuruh ku bersikap manis ke dia aku juga ogah kali." batin Kanaya yang merasa kesal.
"Apa kamu mendengar kan kata-kata saya Kanaya?" tanya Ravi lagi karena Kanaya hanya diam saja.
"Ohh iya pak dengar kok hehe, " jawab Kanya sambil tertawa paksa.
"Hmm baik lah, saya anggap ini perjanjian di antara kita ya jangan sampai ada yang melanggar. dan ingat hubungan kita hanya sebatas sekretaris dan bos jangan sampai kelewatan." ucap Ravi yang masih fokus menyetir.
"Baik pak, tenang saja pak saya akan bekerja profesional kok." jawab Kanaya sambil tersenyum meledek.
"bagus Kanya."
"Tidak semudah itu kau masuk ke dalam hati ku Kanaya, kau harus bisa menyingkirkan Amora dulu. entah apa tujuan mu papa dan mama menjadikan kau sebagai sekretaris ku. namun walaupun kau cantik dan seksi hatiku masih untuk Amora sepenuhnya. Batin Ravi.
tanpa terasa mereka kini sudah sampai di depan restoran favorit nya Ravi.
"sudah yuk turun." ajak Ravi.
"Baik pak."
mereka berdua pun turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran, setelah nya masuk ke ruang VIP tempat Ravi biasanya makan.
.
.
__ADS_1
.
Di rumah Wijaya grup Amora yang bersantai ria di sofa ruang tamu tiba-tiba di datangi sovi
"Amora mama punya rencana." tiba-tiba sovi ngomong dan duduk di hadapan Amora.
"Hah rencana apa ma?" tanya Amora yang kaget.
"Minggu depan kan mama dan papa akan pulang ke Amerika untuk mengurus beberapa pekerja di sana, yah mungkin di butuhkan waktu satu sampai dua Minggu untuk mengurus semuanya." jelas sovi.
"Lalu ma?"
"Mama mau sepulang nya mama dan papa dari Amerika, kita buat resepsi pernikahan kamu dan Miko. biar orang-orang pada tau kalau Miko sudah menikah sekalian di percepat jangan sampai orang tau kamu sudah hamil dan hamil kamu membesar, nanti di kira anak hasil hubungan di luar nikah lho."
"benarkah ma? Amora mau ma." jawab Amora sambil tersenyum sumringah.
"Bilang ke suami kamu ya, biar dia mempersiapkan diri untuk ini semua."
"iya mas."
"Hmmm tapi masih ada satu lagi Amora."
"apa itu ma?"
"Di resepsi pernikahan kalian nanti jangan sampai satupun kerabat dan keluarga kamu ada yang diundang dan datang ya. saya tidak mau kalau sampai ada yang membocorkan masa lalu kamu ke publik bisa-bisa tercoreng nama baik keluarga Wijaya karena kamu." peringatan dari sovi dengan wajah serius.
"tenang saja ma, Amora kan anak yatim-piatu dan sebatang kara jadi tidak memiliki keluarga dan tidak perlu mengundang keluarga juga." jawab Amora lagi.
"hmm bagus deh kalua begitu."
"Iya ma, Lalu apa yang perlu Amora persiapan dan Bantik untuk resepsi nanti ma?"
"Hmmm, kamu tenang aja biar mama yang mengurus semuanya. karena kalau kamu yang mengurus nantinya bisa-bisa berantakan semuanya."
"iya ma, terimakasih banyak ya ma." jawab Amora dengan senyum yang belum padam dari wajah manis nya.
__ADS_1
"Yasudah sana kamu tidur siang, mama juga mau tidur siang dulu."
"baik ma." jawab Amora menurut.