
Sore hari pun tiba, Miko yang sudah menyelesaikan pekerjaan nya buru-buru pulang ke rumah karena dia Kasihan kemungkinan istrinya akan kesepian di rumah.
Sementara Ravi dan Kanaya yang sudah menyelesaikan pekerjaan mereka juga sedang bersiap mau pulang namun sayang sekali setelah pembicaraan tadi ada rasa canggung di antara mereka berdua.
Keduanya merasa enggan membuka pembicaraan sehingga mereka hanya berdebat dengan pikiran nya masing-masing.
"Kanaya kamu sudah mau pulang?" Tanya Ravi membuka obrolan mereka berdua.
"Iya pak, ini saya lagi beresin barang-barang." Kanaya menjawab sambil memasukkan ponselnya ke dalam tas nya.
"Umm anu Kanya, perihal bahasan kita tadi jadi saya harus melakukan apa? Maksud saya kita harus ngapain biar mama kamu percaya?"
"Ohh kalau pak Ravi tidak keberatan sih kita mulai dari hal simpel dulu, kalau bapak bisa antar jemput saya ke kantor pak." Jelas Kanaya dengan wajah canggung.
"Ohh bisa Kanaya tidak masalah, atau sekarang mau di antar saya juga siap."
"Hehehe tidak perlu untuk sekarang pak, saya bawa mobil kok. Yasudah saya duluan ya pak permisi." Pamit Kanaya yang berjalan menuju pintu keluar.
"Kanaya tunggu."
"Iya pak ada apa?"
"Hmm anu, kita keluarnya bareng aja ya, saya juga sudah mau pulang."
"Ohh iya pak boleh, mari." Jawab Kanaya.
Ravi pun bergegas mendekati Kanaya dan mereka keluar dari ruangan nya dan segera masuk ke dalam lift.
"Ini kenapa kami jadi formal begini ya, aku juga kok jadi canggung sama kak Ravi." Batin Kanaya yang berdiri di sebelah Ravi.
"Kan kita pacaran ni yah, ya walaupun pacaran pura-pura. Tapi masa sih ga ada romantis-romantis nya ini pacaran ku yang pertama kalinya romantis kek kaya yang lain." Batin Ravi.
*Tring..
Pintu lift pun terbuka, Kanaya langsung keluar lebih dulu dari lift. kemudian di susul oleh Ravi.
"Pak saya duluan ya." Pamit Kanaya saat mereka sudah berada di parkiran.
__ADS_1
"Iya Kanaya hati-hati ya." Jawab Ravi sambil tersenyum manis.
Kanaya hanya mengangguk dan tersenyum.
"Bapak Ravi Wijaya yang terhormat, kami sudah menunggu anda sedari tadi dan anda malah senyum-senyum seperti orang sakit jiwa." Ucap Miko yang memang sudah menunggu Ravi sedari tadi. Karena kebetulan mereka Ke kantor naik 1 mobil jadi mau tidak mau yang satu harus menunggu satunya lagi jika ingin pulang ke rumah.
"Apaan sih kak, ganggu orang lagi kasmaran saja."
"Apa kamu bilang kasmaran, dan bukan nya itu tadi mobil nya Kanaya yah? Wah jangan bilang sekarang sudah mulai tumbuh benih-benih jagung. Ahh seru tuh pacarku adalah sekretaris pribadi ku. Hmm harus ngabarin mama dan papa sih soal berita hot begini." Kata Miko panjang lebar sambil langsung mengambil ponselnya dari saku celananya.
"Ehh mau ngapain sih kak, kepo banget dah ah urusan orang." Ucap Ravi sambil mencegah Miko.
"Yaudah cerita makanya ke kakak sudah sampai mana?" Tanya Miko yang memang sudah penasaran.
"Sudah sampai capek, sudah ah balik yuk." Jawab Ravi yang Langsung lebih dulu masuk ke dalam mobil.
Akhirnya Miko pun mengalah dan ikut masuk ke dalam mobil, setelah nya mobil pun melaju ke rumah mereka.
Sesampainya di rumah Ravi yang malu-malu kucing langsung bergegas ke kamar nya.
"Dasar bocil, baru ngerasain kasmaran begitu saja sudah heboh."ledek Miko yang akhirnya menaiki anak tangga menuju kamar nya.
"Eh mas kamu sudah pulang? maaf mas aku ke asik an baca buku sampai tidak sadar kalian sudah pulang dan tidak menyambut mu di bawah." ucap Amora yang menyadari kedatangan suaminya langsung meletakkan buku dan segera sungkem ke Miko.
"Iya iya sayang tak apa kok, dan mulai besok mas rasa kamu juga tidak perlu menyambut mas di depan pintu ya, kasihan kehamilan kamu."ucap Miko.
"Iya mas."
"Jagoan papa tidak menggangu mama kan sayang, tidak menyusahi mama kan?" tanya Miko sambil berjongkok dan mengelus perut Amora yang masih rata.
"Tidak kok pa, aku kan anak yang baik." jawab Amora menirukan suara anak kecil.
"Anak pintar." kini Miko mengecup perut istrinya itu.
"Yasudah siapin mas baju ya, mas mau mandi dulu." titah Miko yang langsung mengambil handuk nya dan bergegas ke kamar mandi.
"Baik mas."
__ADS_1
Miko pun masuk ke kamar mandi dan mandi, sementara Amora menyiapkan pakaian untuk suaminya itu. setelah selesai menyiapkan pakaian untuk Miko Amora yang tiba-tiba ingin membuat kue langsung keluar kamar dan turun ke bawah.
Dia menuruni anak tangga dan menuju dapur, saat melihat persediaan bahan-bahan di kulkas mereka ada, akhirnya dengan bermodalkan video YouTube Amora pun mulai bergelut dengan peralatan dapur.
.
.
.
Sementara di kamar Ravi melompat kegirangan dia benar-benar tidak menyangka kini dia dan Kanaya benar-benar berpacaran walaupun hanya pura-pura.
Ravi yang tidak pernah mau tau tentang perempuan mencoba mencari tau tentang Kanaya,mulai dari stalking semua media sosial Kanaya bahkan menyimpan beberapa foto Kanaya. saat Kanaya masih menyimpan fotonya bersama mantan nya di salah satu media sosial nya entah Kenapa Ravi merasa jengkel dan kesal.
Ingin rasanya dia menyuruh Kanaya menghapus foto itu tapi dia sadar semua ini terlalu cepat. bahkan Ravi nge stalking Kanaya sampai akar-akar nya. membaca setiap komentar di postingan Kanaya. sampai-sampai Ravi lupa waktu dan lupa mandi.
.
.
Sementara Miko yang baru saja selesai mandi dan berpakaian merasa heran karena istrinya tidak ada di kamar.
Miko pun menuruni anak tangga untuk mencari Amora karena Amora tadi nya tidak izin. saat sampai di lantai dasar Miko melihat istrinya itu sedang asyik di dapur.
Miko pun bergegas memeluk Amora dari belakang.
"Sayang ku lagi apa sih, ngapain ke dapur kan boleh menyuruh yang lain memasak apa yang ingin kamu masak sayang." tanya Miko sambil memeluk Amora dari belakang.
"Eh mas tidak apa-apa kok, entah kenapa aku lagi kepingin bikin kue sore ini." jawab Amora yang sedang menyaring tepung.
"Oh ya mas mau dong cicip kue buatan istri mas ini." jawab Miko sambil mengeratkan pelukannya.
"Enak saja."
"Lho tidak boleh ya sayang?"
"Bukan tidak boleh mas, tapi sebagai sepasang suami istri kita harus saling membantu ayo sini kamu." jawab Amora yang langsung mengambil clemek dan memasangkan kepada suaminya itu.
__ADS_1
"Sudah ayo bantuin aku membuat nya." ajak Amora.
Miko pun akhirnya mengalah dan membantu istrinya itu membuat kue, namun ternyata hal itu menyenangkan ada cinta dan ke hangatan di antara mereka berdua.