
Waktu pun terus berjalan dan kini mereka sekeluarga sudah berkumpul di meja makan untuk makan malam.
Sovi menatap wajah putra bungsu nya terlihat kebahagiaan di sana sejak saat dia pulang bersama Ayu sore tadi. Senyum indah itu tak kunjung padam dari wajah Ravi. Begitu juga Ayu wajah nya nampak berseri seri.
Mereka sekeluarga pun menikmati makan malam dengan penuh nikmat. Beberwpq waktu kemudian mereka pun selesai makan malam. Ayu spontan ingin membersihkan meja makan namun di cegah sovi karena kini Ayu adalah calon menantu keluarga Wijaya. Dan memang ada orang yang di tugaskan untuk mengerjakan itu di rumah ini.
"Bagaimana Ravi, liburan plus ketemu calon mertua mu pasti menyenangkan ya?" Sean membuka topik pembicaraan di tengah-tengah keluarga itu.
"Alhamdulillah pa sangat menyenangkan." Jawab Ravi sambil tersenyum sumringah.
"Berarti sudah dapat restu dong ya?" Tanya papa Sean lagi sebenarnya dia sudah tau kalau Ravi sudah mendapatkan restu dari orang tua ayu. Tapi dia ingin memastikan kembali.
"Alhamdulillah sudah pa." Jawab Ravi lagi.
"Syukurlah kalau begitu, jadi kapan rencana kamu melamar Ayu?" kini giliran Miko yang bertanya.
"Rencananya Ravi sih secepatnya kak, tunggu Ayu menyelesaikan urusan nya di kampus dulu. Baru kita sekeluarga ke rumah Ayu untuk melamar Ayu." Ujar Ravi.
"Bagus sih, lebih cepat lebih baik kan." Dukung Miko.
"Iya kak, Ravi juga sudah tidak sabar." Jawab Ravi tanpa malu-malu.
"Kak..." Ayu melotot menatap Ravi.
"Tidak sabar apa Ravi?" Tanya sovi.
"Tidak sabar ingin menjadikan Ayu sebagai pendamping hidup Ravi ma, jadi ibu dari anak-anak nya Ravi." Jelas Ravi.
"Hmmm jadi ibu dari anak-anaknya gak tuh." Ledek Miko.
"Iya dong, " jawab Ravi lagi.
"Kalau kamu mau tunangan berarti urusan kantor kakak lagi dong yang ngurus?" Tanya Miko.
"Yaelah kak, iya dong, dulu aja Ravi gak pernah ngeluh tuh saat kakak Sibuk sama dunia kakak sendiri." Jawab Ravi.
__ADS_1
"Iya tapi kakak tidak pernah libur selama kamu libur Ravi." Protes Miko.
"Sudah sudah, biar mama saja yang ngurus pertunangan Ravi dan Ayu. Nanti di bantuin papa Ravi bantu kakak mu saja mengurus perusahaan." Sovi mencobanya memberi solusi.
"Baik ma." Jawab Ravi menurut.
Setelah nya mereka pun mulai berbincang-bincang Tetang banyak hal.. khusus nya pengalaman Ravi selama di kampung Ayu dan rencana pertunangan Ayu dan Ravi nanti. Dan tanpa terasa waktu terus berjalan. Miko pamit ke kamar lebih dulu karena Amora sudah lebih dulu ke kamar untuk menidurkan baby syyaid.
Ravi juga sudah merasa sedikit mengantuk, dia juga pamit ke kamar kepada kedua orang tua nya karena kelelahan seharian menyetir mobil.
"Yu nanti kita bicara sebentar ya." Ujar sovi saat melihat Ayu yang seperti nya ingin bangkit dari duduk nya.
"Iya Bu." Jawab Ayu.
"Panggil mama saja yu, jangan ibu lagi." Sovi mencoba mengingat kan kembali.
"Iya ma." Ulang Ayu.
"Yasudah papa tidur duluan Gih, mama mau mengobrol sedikit sama Ayu." Sovi memerintah suaminya.
"Mau ngobrol apa ma sama Ayu? Besok emang nya tidak bisa? Pasti Ayu capek seharian naik mobil ma. Dia butuh istirahat." Ujar Sean.
"Iya ma tidak apa-apa kok, ayu juga belum ngantuk." Bohong Ayu padahal hatinya dag Dig dug.
"Yaudah deh, tapi gak usah ngobrol terlalu banyak ya. Papa duluan ke kamar." Ujar Sean.
"Okay papa, nanti mama nyusul ya." Ujar sovi.
"Iya ma." Sean pun bangkit dari duduk nya dan segera menuju kamar nya.
"Ngobrol di dekat kolam saja yuk yu, biar lebih santai." Ajak Sovi.
"Iya ma." Jawab Ayu menurut.
Mereka berdua pun berjalan menuju kolam belakang rumah. Sesampainya di kolam itu sovi pun berdiri sambil menatap Ayu.
__ADS_1
"Ada apa ma?" Tanya Ayu.
"Mama mau tanya kamu serius tidak dengan Ravi?" Tanya sovi yang tidak ingin berbadan
"Serius dong ma, mamamasih meragukan Ayu ya?" Tanya Ayu yang kini merasa termo mendengar pertanyaan sovi.
"Bukan meragukan kamu yu mama hanya ingin memastikan nya saja. "Jawab sovi.
" Tapi yu ada satu rahasia yang harus kamu tahu sebelum kamu dan ravi melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi " sambung sovi.
"rahasia apa ma "tanya Ayu Yang penasaran sekaligus gugup.
"sebenarnya Ravi bukan anak kandung kami yu, sovi pun menjelaskan asal-usul Ravi yang sebenarnya kepada Ayu karena menurut sovi, Ayu berhak tahu soal ini.
Ayu pun tertegun mendengar penjelasan sovi dan setelah mendengar cerita sovi ayu terdiam raut wajahnya terlihat sedih dia tidak menyangka kalau Ravi harus mengalami ini semua.
"Jadi mah apakah Ravi sudah tahu soal latar belakangnya?" Tanya Ayu dengan hati-hati.
" Mama dan papa Tidak pernah menutupi latar belakang ravi yu. jadi dari awal dia sudah tahu siapa dia sebenarnya Tapi kamu lihat sendiri kan Mama dan papa tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang kami kepada Ravi karena bagi kami mereka berdua sama-sama anak kesayangan kami." Ujar sovi.
Seketika Ayu pun teringat soal kecelakaan ravi kemarin. Pantas saja tidak ada golongan darah yang sama dengan Ravi ternyata ini alasan nya.
"Lalu bagaimana yuk kalau seandainya kamu menikah dengan ravi dan ravi tidak mendapatkan sepeserpun harta warisan dari keluarga Wijaya. kamu yakin masih ingin menikah dengan ravi?" tanya sovi mencoba memancing ayu.
Ayu terdiam sejenak dia menatap Sovi," Ayu tulus mencintai Kaka Ravi ma,dengan atau tanpa dia dari keluarga Wijaya dan bagi Ayu tidak masalah kalau pun nanti tidak mendapatkan harta warisan dari keluarga Wijaya. Harta bisa di cari ma." Jawab Ayu dengan raut wajah mantap.
"Alhamdulillah, mama juga yakin nak kamu orang yang seperti itu." Sovi mengelus rambut Ayu.
"Yasudah istirahat gih, kamu pasti capek kan." Titah sovi.
"Baik ma." Jawab ayu menurut.
Mereka pun kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Entah kenapa ada perasaan lega di hati sovi setelah menjelaskan ini kepada Ayu.
Begitu lah hari demi hari berlalu, persiapan pertunangan di lakukan sebaik mungkin. Untuk memudahkan komunikasi sebaik mungkin di antara kedua keluarga mereka sering melakukan panggilan video. Dan beberapa hari Ayu di sibukkan dengan tugas di kampus akhirnya hari ini dia pulang ke kampung halaman mya.
__ADS_1
Dan kini akhirnya tiba lah waktu yang di tunggu-tunggu oleh semua orang. Rencana pertunangan Ravi dan Ayu.
Iya itu proses lamaran Ayu dan Ravi, mereka sekeluarga sudah sip dengan semua persiapan dan segera berangkat ke kampung halaman Ayu karena di mana besok tempat lamaran itu di langsung kan.