
"Sayang makan siang yuk." Ajak Kanaya kepada Ravi saat sudah saat nya makan siang.
"Mau makan siang di mana sayang?" Tanya Ravi yang akhirnya menghentikan aktivitas nya.
"Hmm di mana ya, oh iya sayang katanya ada resto baru lho dan makanan nya enak-enak gitu mau nyoba ga?" Tanya Kanaya.
"Boleh sayang, aku mah demi pacar bakal aku jabanin semua nya." Jawab Ravi sambil tersenyum.
"Halah bulshit." Kanaya tersipu malu.
"Kok bulshit sayang? Ini tulus dari hati lho." Jawab Ravi.
"Iya deh iya."
"Yasudah yuk, nanti keburu habis jam makan siang nya." Ajak Ravi yang bangkit dari kursi kebesaran nya.
"Hayuk." Jawab Kanaya.
Mereka berdua pun berjalan keluar dari ruangan mereka kemudian masuk ke litf dan turun ke lantai dasar. Setelah nya ke parkiran dan masuk ke dalam mobil. Mobil pun melaju menuju restoran yang di maksud oleh Kanaya.
Di sepanjang perjalanan mereka mulai mengobrol ringan dan tanpa terasa mereka sudah sampai di restoran yang Kanaya maksud. Namun sepertinya restoran itu terlihat begitu ramai. Akhirnya mereka pun tetap masuk karena sudah lapar dan jam makan siang tinggal sedikit.
Ravi dan Kanaya berjalan masuk ke dalam restoran. Namun tiba-tiba sebuah suara memanggil nama Ravi. Ravi pun menoleh ke sumber suara.
"Lho kak Miko." Batin Ravi.
Miko pun melambaikan tangan nya agar Ravi datang ke kursi mereka."
Ravi dan Kanaya pun berjalan menghampiri Miko dan Amora yang sudah lebih dulu duduk di restoran itu.
"Kak Miko dan kak Amora kok bisa di sini?" Tanya Ravi saat dia sudah di depan Miko.
"Lah emang nya ini punya siapa, ini kan restoran untuk umum jadi kami pun boleh dong ke sini." Jawab Miko.
"Iya iya tau, tapi..."
"Udah ga usah tapi-tapian kalian duduk saja. Mau makan siang kan? Ini restoran lagi penuh tidak ada lagi meja kosong." Potong Miko.
Karena memang meja yang di pesan Miko adalah meja untuk enam orang jadi sepertinya cukup untuk mereka.
"Hmm okay deh." Jawab Ravi.
"Halo kak Miko, kak Amora apa kabar?" Kanaya menyapa mereka sambil menyuguhkan senyum nya.
"Halo Kanaya Alhamdulillah kabar baik, kamu apa kabar?" Tanya Amora balik.
"Syukurlah kak, Kanaya juga baik kok." Jawab Kanaya.
Ravi pun menarik kursi untuk mempersilahkan pacarnya itu duduk. Setelah nya Ravi pun ikut duduk di sebelah Kanaya.
__ADS_1
"Kalian pesan deh makanan kalian, kami tadi sudah memesan." Titah Miko.
Ravi pun membuka buku menu dan mulai melihat daftar menu yang sesuai dengan seleranya. Saat Kanaya dan Ravi sedang asyik memilih menu tiba-tiba Amora membuka suara nya.
"Udah yu dari kamar mandi nya?" Tanya Amora kepada ayu yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Sudah mbak." Jawab Ayu yang belum menyadari ada Kanaya dan Ravi di sana.
Spontan Ravi pun mengangkat kepalanya dan menoleh ke ayu, dan di saat yang sama Ayu pun menoleh ke Ravi. Mereka pun kontak mata dan jantung kedua nya tiba-tiba berdegup kencang lalu ayu langsung membuang pandangannya karena dia baru menyadari ada Kanaya di sebelah Ravi.
"Sayang, kamu jadi nya pesan apa?" Tanya Kanaya saat menyadari pacar nya itu terdiam.
"Ummm terserah sayang, samain aja sama pesanan kamu." Jawab Ravi yang gugup dan tiba-tiba tidak selera makan saat melihat Ayu yang seakan membuang pandangannya.
Kanaya pun memesan makanan untuk nya dan Ravi.
"Urusan di kampus semuanya sudah selesai ya yu?" Tanya Amora membuka percakapan agar mereka tidak diam-diaman.
"Sudah mbak, Minggu depan Ayu sudah mulai kuliah." Jawab Ayu mencoba tetap berekspresi normal.
Sementara Kanaya mulai mengasyikkan diri dengan Ravi, dan mulai mengobrol. Beberapa menit kemudian pesanan mereka pun datang dan mereka semua pun makan siang bersama.
Beberapa menit kemudian mereka pun sudah selesai makan siang. Dan tiba-tiba Steven yang kebetulan ada di restoran itu dan melihat ada Ayu langsung menghampiri Ayu.
"Ehh Ayu di sini juga?" Ucap Steven yang menghampiri Ayu.
"Ehh Steven, iya nih." Jawab Ayu yang langsung menoleh ke arah Steven.
"Siapa dia Yu?"tanya Amora yang penasaran.
"Ohh iya mbak, kenalin ini Steven teman se fakultas Ayu." Jawab Ayu.
"Halo mbak dan semua nya." Steven menundukkan badan nya tanda salam perkenalan.
"Semoga pak Miko tidak mengenali ku." Batin Steven.
"Hmmm seperti nya dia sengaja menyamar jadi mahasiswa untuk mendekati Ayu." Batin Miko yang sebenarnya tau siapa Steven.
"Kalian lagi makan siang Keluarga ya yu?" Tanya Steven yang penasaran.
"Ummm."
"Iya kenalin saya kakak nya Ayu, ini suami saya dan ini adik ipar saya bersama pacar nya." Potong Amora yang langsung menunjukkan satu persatu Anggota keluarga yang ada di sana.
"Ohh seperti itu ya kak, baiklah salam kenal semua." Ucap Steven.
"Steven ngapain ke sini?" Tanya Ayu lagi.
"Ohh itu Yu, tadi mama ku pesan suruh beli makanan dari restoran ini. Jadi aku lagi nunggu pesanan. Namun karena restoran nya rame harus menunggu dulu." Jelas Steven.
__ADS_1
"Ohh duduk saja dulu, sembari menunggu pesanan nya." Tawar Ayu.
Steven pun menurut dan duduk di sebelah Ayu walaupun dia sedikit canggung kepada Miko. Namun Miko bersikap seakan biasa-biasa saja.
Tanpa mereka sadari Ravi sedang panas dan rasanya ingin meledak saat melihat Steven menatap Ayu. Ravi menyadari dari tatapan Steven ada cinta untuk Ayu.
Namun beberapa menit kemudian pesanan Steven pun sudah selesai di buat. Dia pun segera pamit dan mengambil pesanan nya.
"Sepertinya dia menyukai mu yu." Ujar Miko saat Steven sudah meninggalkan mereka.
"Tidak mungkin kak, dia hanya teman kuliah Ayu dan ketemu nya juga baru tadi pagi." Jawab Ayu tersipu malu.
"Kakak melihat di matanya, dan sepertinya dia pria baik." Sambung Miko.
"Apaan sih ma, Ayu tidak boleh pacar-pacar an dulu dia harus kuliah yang benar." Ucap Amora.
"Iya mbak, ayu janji bakal kuliah yang benar dan membuat mbak dan semua nya bangga." Jawab Ayu yang merasa begitu beruntung bisa kenal sama Amora yang benar-benar menyayangi nya. Bahkan tadi di depan Steven Amora menutupi siapa Ayu sebenarnya.Ayu semakin menyayangi Amora.
"Iya Sayang" Amora memeluk Ayu.
"Ehh kita balik ke kantor yuk, sepertinya jam makan siang sudah hampir habis nih." Ajak Kanaya kepada Ravi.
"Ohh iya, yaudah kak Ayu kita balik ke kantor duluan ya." Pamit Ravi setelah melihat jam di pergelangan tangan nya.
"Iya hati-hati ya kalian." Jawab Miko.
Mereka pun mengangguk dan segera kelaur dari restoran dan ke parkiran, lalu masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobil menuju kantor.
Jika tadi saat ingin ke restoran Ravi begitu riang, berbeda saat pulang dia terlihat kesal, bahkan dia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
Ravi bahkan sampai tidak ingat kalau dia sedang bersama Kanaya. Yang ada di pikirannya hanya tatapan Steven kepada Ayu dia tau kalau Steven memiliki perasaan kepada Ayu.
"Kamu mau bunuh aku ya." Ucap Kanaya saat mobil semakin melaju dengan kecepatan tinggi.
"Ravi, kamu dengar ga sih." Kanaya memukul lengan Ravi.
"Kenapa yu?" Spontan Ravi mengucapkan nama Ayu.
"Yu?" Ucap Kanaya.
"Maksud nya kenapa sayang?" Ulang Ravi yang Langsung gelagapan.
"Ohh jadi dari tadi kamu mikirin Ayu, sampai kamu ngebut begitu. Aku tau kok sedari tadi dari tatapan kamu ke ayu kamu cemburu kan. Kamu punya perasaan kan sama Ayu." Kanaya langsung mencerca Ravi.
"Bukan begitu sayang, aku ngebut agar kita bisa cepat sampai di kantor." Elak Ravi.
"Halah omong kosong, kamu ga usah ngelak aku sudah tau semua nya." Ucap Kanaya yang merasa kesal, sakit bercampur jadi satu.
Sesampainya di kantor Kanaya langsung keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam kantor.
__ADS_1
Ravi hanya bisa mengacak rambut nya frustasi, dia benar-benar tidak tau di mana posisinya sekarang dan untuk siapa hati nya sebenarnya.