
Setelah kedua pasutri itu makan siang mereka pun mulai menikmati liburan mereka untuk sekedar menikmati indahnya pemandangan wisata.
"Sayang apa kamu bahagia?" Tanya Ravi sambil merangkul pundak istrinya.
"Bahagia dong mas, dari tadi kamu nanya nya itu itu mulu deh ah." Jawab Ayu yang menatap suaminya itu.
"Iya kan mas harus memastikan kalau istri mas bahagia dan nyaman dengan kondisi tempat nya." Ujar Ravi.
"Tenang saja mas, kalau bersama mu aku pasti bahagia di mana pun dan kapan pun." Lanjut Ayu.
"Benarkah sayang ku?" Tanya Ravi.
"Hmmm." Ayu mengangguk.
"Tring... tring...." Ponsel Ayu berdering.
"Astaga sayang mama nelpon." Ujar Ayu yang melihat ads nama mama mertuanya di layar ponsel. Karena tadi sampai di vila dia dan ravi langsung mandi mereka tidak sempat mengabari mama mertua nya kalau mereka berdua sudah sampai di vila dengan keadaan selamat tak kurang satu apapun.
"Bisa-bisa nya kita lupa mengabari mama mas." Guman Ayu yang langsung menekan tombol hijau di ponsel nya untuk menjawab panggilan suara dari ibu mertuanya.
"Assalamualaikum ma." Jawab Ayu saat panggilan iti terhubung.
"Waalaikumsalam sayang, kalian sudah sampai kenapa tidak mengabari mama?" Tanya Sovi dengan wajah yang sedikit cemas.
"Aduhh maaf ma, tadi kita mandi dulu abis itu makan siang karna udah lapar, baru aja mau nelpon mama ehh mama udah telepon duluan." Jawab Ayu.
"Hmmm begitu rupanya, lalu bagaimana sayang apa tempat nya bagus dan nyaman?" Tanya sovi lagi.
"Iya ma bagus, nyaman juga ini kita lagi menikmati indahnya pantai." Jawab Ayu sembari mengubah camera nya jadi camera belakang.
"Wahh indah sekali pemandangan nya, Ravi mana?" Tanya sovi lagi.
"Ini ma." Jawab Ayu mengubah kamera kembali ke mereka.
"Halo ma, terimakasih ya ma untuk hadiah honey moon nya." Jawab Ravi sembari melambaikan tangan kepada mama nya itu.
"Iya sayang sama-sama, ohh iya Ravi di koper kamu mama ada masukin minuman di minum ya!" Titah Sovi.
"Hah minuman, minuman apa ma?" Tanya Ravi bingung.
"Minum saja, yang pasti itu minuman yang baik untuk kamu. Percaya sama mama." Jawab Sovi.
"Hmmm okay deh ma." Jawab Ravi menurut.
"Ayu juga di koper mu mama sudah menyiapkan baju dinas malam untuk kamu. Dan ada beberapa varian parfum yang bisa kamu oles di beberapa titik tubuh kamu ya." Lanjut Sovi.
"Hah baju dinas malam ma?" Tanya Ayu yang merasa canggung kepada ibu mertuanya itu.
"Iya baju dinas malam, mama yakin Ravi pasti bakal panas dingin lihat kamu kalau pakai baju itu." Lanjut Sovi.
"Kapan mama masukin nya ke koper Ayu ma?" Tanya Ayu.
"Tidak penting kapan nya sayang, yang penting kamu pakai ya bajunya dan parfum nya juga. Good luck untuk malam pertama kalian ya."ucap sovi tanpa malu-malu.
"Ma,,, makasih ya tapi seharusnya mama tidak perlu repot-repot begitu." Ujar Ayu yang sebenarnya merasa malu karena ibu mertuanya begitu excited untuk mereka.
"Tidak repot kok Sayang, Pokok nya mama mau segera punya cucu ya biar baby Syyaid ada teman nya." Lanjut Sovi.
__ADS_1
"Aman ma, nanti malam Ravi bakal mewujudkan keinginan mama itu." Jawab Ravi dengan semangat 45.
"Mas apaan sih." Ayu mencubit kaki suaminya itu karena merasa malu kepada ibu mertuanya.
"Iya nak, mama tunggu ya kabar baik nya. Yasudah kalian lanjut kan saja honey moon nya mama tidak mau ganggu pengantin baru." Ujar sovi yang senyum-senyum di seberang sana.
"Terimakasih ya ma." Ucap Ayu.
"Sama-sama sayang." Jawab Sovi.
Akhirnya panggilan mereka pun berakhir dan Ayu langsung menatap suaminya itu.
"Mau di realisasikan sekarang Sayang?" Tanya Ravi yang menjadi tidak sabar.
"Apaan sih mas, nanti saja." Jawab Ayu yang merasa sedikit malu.
"Tapi mas sudah tidak sabar sayang." Ujar Ravi sambil menempelkan wajah nya di pundak istrinya itu.
"Hmmm kita nikmati dulu liburan nya mas, entar aja deh." Jawab Ayu yang memang masih nyaman menikmati indah nya pantai.
"Gluduk.... gluduk...." Tiba-tiba suara petir menganggu ketentraman mereka. Memang cuaca seperti nya sedang tidak baik.
"Tik...tik..." Rintik hujan mulai jatuh ke tanah,
"Wahh sepertinya alam juga mendukung nih Sayang." Ujar Ravi dengan semangat 45.
"Kita ke kamar saja yuk." Ajak Ravi saat hujan mulai deras jatuh ke bumi.
Mau tidak mau Ayu pun menurut karena memang hujan nya lumayan deras. Kedua nya pun akhirnya kembali ke kamar dan kini keadaan nya sudah mulai sore di tambah lagi suhu yang dingin.
"Sayang apa kamu sudah siap melakukan ibadah bersama suami mu ini?" Tanya Ravi sembari memeluk Ayu dari belakang dan mencium tengkuknya.
Ayu yang tidak punya pilihan lain hanya bisa mengangguk.
"Sebentar ya mas, aku mau siap-siap dulu." Ujar Ayu yang melepas kan pelukan suaminya itu lalu segera menuju koper nya dan membuka koper nya benar saja ada lingerie di dalam nya.
Ayu sebenarnya merasa geli melihat baju dinas itu namun mau bagaimana dia harus memakainya. Tak lupa Ayu juga mengambilnya parfum yang di sediakan oleh ibu mertuanya.
Ayu segera ke kamar mandi dan membersihkan diri, menggunakan wewangian di beberapa titik sensitif dan tak lupa dia berdandan agar bisa menggoda suaminya itu.
Setelah di rasa pas Ayu dengan jantung dag dig dug pun keluar dari kamar mandi. Suhu yang memang dingin karena hujan di tambah ac kamar benar-benar membuat Ayu merasa kedinginan di tambah lingerie tipis sehingga dingin nya terasa menusuk sampai ke tulang.
"Sayang....." Hanya itu yang mampu di ucapkan oleh ravi saat melihat istrinya yang begitu seksi dan menggoda sedang berdiri di hadapannya.
"Aku terlihat aneh ya memakai ini?" Tanya Ayu yang merasa tidak percaya diri.
"Tidak Sayang, terlihat bagus dan seksi sekali, kamu sangat cantik sayang." Jawab ravi sembari susah payah meneguk Saliva nya.
Ravi yang awalnya rebahan di atas ranjang pun dengan sigap turun dari ranjang dan menghampiri istrinya itu.
Dia langsung memeluk Ayu dan mencium tengkuknya.
"Hmmm aroma nya.." Ravi mencium aroma parfum yang ayu oleskan di leher nya. Dan aroma parfum itu mampu membangkitkan hasrat Ravi.
"Apa kamu sudah siap melakukan nya sore ini Sayang ku?" Bisik Ravi di telinga Ayu.
Ayu yang mendengar kan bisikan suaminya itu pun seketika langsung merinding. Deras mya hujan dan dingin nya sore hari membuat bulu kuduk nya semakin merinding.
__ADS_1
Ravi pun membuka rompi lingerie milik Ayu sehingga kini tinggal tersisa dalam an yang tembus pandang sehingga memperlihatkan lekuk tubuh indah Ayu.
"Lihat lah sayang dia sudah bangun dan ingin masuk ke sarang nya." Ujar Ravi sambil melirik ke bawah ke arah juniornya.
Dengan polosnya mata Ayu juga ikut melirik ke bawah ke arah junior milik Ravi.
"Kau memang benar-benar menggoda sayang, hanya melihat mu yang terlihat seksi begini saja dia sudah terbangun." Ucap Ravi yang memang sudah terangsang oleh penampilan istrinya itu.
Tanpa melepaskan jari jemarinya yang terus menelusuri tubuh Ayu tiba-tiba Ravi menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dan menarik Ayu sehingga tubuh Ayu terjatuh di atas tubuh Ravi.
Ravi mulai melakukan serangan dengan mencium bibir Ayu. Ayu yang mendapat kan serangan dari suaminya itu awal nya kewalahan namun perlahan dia mulai bisa mengimbangi nya. Tangan Ravi memang begitu lihai sembari terus melanjutkan ciumannya Ravi membuka baju Ayu.
Dan kini keduanya sudah polos bagian atas tanpa sehelai benang pun. Ravi pun mengubah posisi mereka di mana kini Ayu yang berada di bawah Kungkungan Ravi.
Sepertinya Ayu juga sudah mulai terbawa arus permainan Ravi. Ravi pun mulai membuka dalaman milik Ayu dan kini tubuh Ayu sudah polos tanpa sehelai benang pun. Lalu Ravi melepas pakaian nya sendiri. Dan kedua nya sudah sama-sama polos.
"Mas..." Lirih Ayu saat Ravi mulai memainkan jari nya di daerah sensitif Ayu.
"Nikmati lah Sayang." Bisik Ravi yang terus melanjutkan aktivitas nya.
Ayu merasa geli, Nikmati bercampur jadi satu saat Ravi mulai bermain di daerah sensitif nya. Lali Ravi membimbing tangan Ayu agar ayu juga mulai kenalan lagi dengan junior milik nya.
Ayu yang belum terbiasa dengan bends tumpul dan panjang serta besar itu masih sedikit ngilu. Di tambah lagi saat menempel ke tangan nya rasa hangat nya membuat Ayu sedikit ngeri dia membayangkan sebentar lagi benda itu akan masuk ke milik nya.
Ravi yang sudah puas bermain-main di milik Ayu akhirnya memutuskan untuk melakukan penyatuan. Karana kini posisi mereka kurang nyaman akhirnya Ravi menggendong tubuh Ayu agar posisi nya baik.
Setelah nya Ravi kembali memperbaiki posisinya di mana Ayu kembali di bawah lingkungan nya.
"Mas..." Ujar Ayu lagi saat Ravi mulai melakukan perkenalkan antara milik mereka berdua.
"Nikmati lah sayang, mas yakin pasti nanti kita akan merasakan nikmat nya kok." Jawab Ravi yang terus memainkan milik nya di milik Ayu. Dia masih Melaka perkenalan dari luar namun hal itu berhasil membuat Ayu semakin basah dan meningkatkan hasrat nya.
"Kamu sudah siap sayang? Sebentar lagi kita akan merasakan surga dunia." Ujar Ravi.
"Iya mas." Jawab Ayu mengangguk.
Setelah merasa puas melakukan pemanasan Ravi yang sudah tidak tahan lagi akhirnya mencoba melakukan penyatuan. Ravi pun mulai menggesek milik nya di dinding sensitif Ayu. Lalu mendorong sedikit ujung nya ke dalam.
"Awww mas sakit." Pekik Ayu yang merasa sakit dan ngilu saat Ravi mencoba mendorong junior nya masuk ke milk Ayu.
Ravi pun mencium bibir istrinya itu untuk mengalihkan perhatian Ayu. Setelah Ayu sudah fokus dengan ciuman mereka Ravi mencoba kembali mendorong nya semakin dalam.
"Ahhh mas sakit..." Teriak Ayu yang spontan mencengkeram erat pundak Ravi.
"Sabar sayang, sebentar lagi kita akan menikmati surga dunia." Ujar Ravi yang mencoba mengalihkan perhatian istrinya itu.
Dan deg... sekali hentakan kembali akhirnya semua nya masuk seluruhnya.
"Mas sakit...." Teriak Ayu yang seiring nya juga air mata menetes di pelupuk matanya.
"Maaf sayang ku." Ujar Ravi yang merasa bersalah karena melihat istrinya itu menangis.
Ravi pun mengelus air mata Ayu lalu dia menarik junior nya dari milik Ayu. Darah kesucian Ayu pun mengalir keluar.
Setelah nya Ravi menahan sebentar sampai Ayu tenang dulu, Ravi mengelusi rambut Ayu dengan lembut lalu memberikan ciuman hangat kepada Ayu.
Setelah Ayu tenang Ravi kembali memasukkan juniornya dan melanjutkan permainan awalnya memang ayu merasa pedih dan ngilu namun Lambat laun rasa sakit nya perlahan mulai hilang dan di ganti dengan rasa nikmat yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
__ADS_1