Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Mengabari Sovi


__ADS_3

Beberapa menit kemudian Ravi pulang ke villa membawakan pesanan istrinya itu. Sejak tadi malam mood Ravi benar-benar rusak, namun dia mencoba tetap baik-baik saja. Dia tau kalau perempuan yang sedang datang tamu bulanan mood nya pasti kurang bagus jadi Ravi memutuskan untuk tidak memperburuk suasana. Dia juga meminta pihak Villa mengantarkan sarapan ke kamar mereka.


Bodohnya Ravi kenapa dia tidak tanya soal kapan Ayu biasanya datang bulan, mungkin karena kesibukan di pekerjaan dan sibuk mengurusi banyak hal jadi mereka tidak terlalu Fokus ke hal itu.


Ravi pun membuka pintu kamar mereka, dan mendapati Ayu yang baru saja keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang terlilit di tubuhnya.


“Ehh mas sudah pulang.” Ujar Ayu yang melihat suaminya datang.


“Iya sayang, ini pesanan kamu.” Ravi menyerahkan kantong plastik belanjaan nya kepada istrinya itu.


“Kok berat mas?” tanya Ayu yang menerima kantong itu dari suaminya.


Ayu pun membuka kantong itu, ternyata ada minuman pereda nyeri dan coklat serta pembalut.


“Wahh mas kok kamu beli minuman ini juga, aku jarang soalnya minum ini.” Ucap Ayu sembari mengeluarkan botol itu dari plastik nya.


“Tidak apa-apa sayang, mas kira bakal berguna untuk kamu.” Jawab Ravi.


“Aduh terima kasih suamiku sayang.” Ayu pun memeluk Ravi.


“Sama-sama sayang.” Ravi mengecup pucuk rambut Ayu dan membalas memeluk Ayu jua.


“Maafin Aku ya mas.” Ayu mendongak karena Ravi lebih tinggi darinya dan menatap suaminya dalam.


“Maaf untuk apa sayang?” Tanya Ravi.


“Maaf untuk tadi malam dan hari ini.” Jawab Ayu.


“Sudah lah sayang, tidak perlu di bahas lagi. Yasudah mas mandi dulu ya sudah bau keringat nih. Habis itu kita sarapan.” Ujar Ravi yang melepas pelukan nya dari Ayu.


“Hmmm iya mas.” Ayu hanya menurut.


Ravi pun mengambil handuk nya dan segera berjalan ke kamar mandi, sedangkan Ayu menggunakan pakaian nya dan segera berdandan tipis.


Ravi mencoba tetap tenang, walaupun tadi dia di uji kembali saat melihat istrinya itu hanya menggunakan handuk di tambah lagi Ayu memeluk nya begitu erat. Sebagai laki-laki normal pasti Ravi terpancing sehingga dia cepat-cepat ke kamar mandi untuk mandi dan menetralkan dirinya lagi.


Setelah selesai mandi Ravi pun keluar dari kamar mandi dan melihat bajunya sudah di siapkan oleh istrinya. Sarapan mereka juga sudah di antar kan oleh pihak Villa.


“Lagi ngapain sayang?” Tanya Ravi saat melihat istrinya sedang sibuk.


“Ini mas, lagi buat air hangat.” Jawab Ayu.


“Masih nyeri?” sambung Ravi.


“Sudah mendingan mas.” Jawab Ayu.


Ravi pun menggunakan pakaian nya, lalu segera menghampiri Ayu yang sudah duduk lebih dulu di kursi yang menghadap ke luar dan di depan nya sudah tersedia sarapan mereka.


“Sarapan sekarang?” tanya Ravi yang sudah duduk di sebelah istrinya itu.


“Boleh.” Jawab Ayu.


Kedua nya pun sarapan bersama, dengan rasa penuh cinta, dan beberapa menit kemudian keduanya sudah selesai sarapan.


“Mau ke mana hari ini mas?” tanya Ayu.

__ADS_1


“Bukan nya perut kamu masih sakit sayang? Kalau masih sakit kita di kamar saja kamu istirahat mas boleh mengerjakan beberapa pekerjaan kok.” Jawab Ravi yang khawatir dengan kondisi istrinya itu.


“Sudah mendingan kok mas, sayang mas kita sudah jauh-jauh ke sini. Kita nikmati lah paket honeymoon yang di berikan mama ini.” Ucap Ayu dengan enteng.


“Nikmati, kamu yang membuat semuanya menjadi tidak nikmat sayang. Paket honeymoon kamu tau gak sih arti honeymoon itu apa.” Batin Ravi yang sebenarnya merasa jengkel namun harus tetap menahan semuanya.


“Mas kok diam saja sih.” Lanjut Ayu saat melihat suaminya diam dan seperti memikirkan sesuatu. Walaupun sebenarnya Ayu tau apa yang di pikirkan oleh Ravi itu, namun sebisa mungkin dia pura-pura tidak menyadari hal itu.


“ohh iya sayang,tergantung tour guide nya saja nanti sayang.” Jawab Ravi.


“Hmmm, yasudah kita berangkat sekarang yuk mas.” Ajak Ayu yang sudah tidak sabaran ingin menikmati indahnya wisata di sana.


“Tring.. tring..” Tiba-tiba ponsel Ravi berdering.


Dia pun bangkit dari duduknya dan segera menuju ranjang untuk mengambil ponselnya. Dan dia melihat ada panggilan Video dari mama nya.


“Siapa mas?”tanya Ayu.


“Mama.” Jawab Ravi.


Ravi pun menjawab panggilan dari mama nya itu.


“Assalamualaikum ma.” Jawab Ravi saat panggilan mereka sudah terhubung.


“Waalaikumsalam sayang, semangat banget sepertinya pagi ini,udah ganteng udah rapi. Apa gak kelelahan tadi malam?” Goda Sovi.


“Hehehe.” Ravi hanya cengengesan menjawab pertanyaan mama nya itu.


“Ayu mana, jangan bilang kamu menghajar nya habis-habisan ya Ravi dan sampai sekarang masih tidur.” Tuduh Sovi.


“Wahh kuat juga anak mama sampai pagi masih olahraga saja.” Goda Sovi lagi.


“Ini olahraga beneran ma.” Ravi mencoba meluruskan.


“Lah memang nya kalau di ranjang gak beneran ya?” Tanya Sovi.


“Apaan sih ma joging beneran lho.” Lanjut Ravi.


“Ohh joging beneran, ehh memang nya Ayu kuat kamu jangan macam-macam sama menantu mama ya.” Ujar Sovi.


“Kuat kok ma.” Timpal Ayu.


“Wahhh menantu mama memang hebat-hebat tidak perlu di ragukan lagi. Ohh ravi sanggup berapa ronde sayang?” jiwa kepo Sovi meronta-ronta.


“Ma, apa sihhh..”Timpal Sean yang merasa pertanyaan istrinya itu terlalu berlebihan.


“Kan itu urusan rumah tangga mereka ma, tidak baik untuk di tanya-tanya.” Sean menasehati istrinya itu.


“Hmmm iya iya pa.” Jawab Sovi mengalah.


“Planning kalian kemana hari ini sayang?” lanjut Sovi.


“Terserah tour guide nya saja ma, lagian tidak bisa jauh-jauh.” Jawab Ravi.


“Lho kok tidak bisa jauh-jauh, kamu takut tiba-tiba kepingin ya?” Sovi masih saja terus menggoda putra bungsunya itu.

__ADS_1


“Bukan ma, kebetulan Ayu datang tamu bulanan hari ini. Jadi Ravi takut kalau jauh-jauh nanti tiba-tiba perut Ayu sakit.” Jawab Ravi jujur.


“Mas...”Ayu menyubit lengan Ravi yang ada di sebelahnya.


Ekspresi Wajah Sovi tiba-tiba berubah mendengar jawaban Ravi itu, mungkin karena terlalu bersemangat kemaren ingin anak dan menantunya segera honeymoon sampai lupa menanyakan tanggal berapa biasanya Ayu kedatangan tamu bulanan.


“Itu artinya honeymoon ini tidak akan berhasil, mana ngambil nya cuman 4 hari lagi.” Batin Sovi yang benar-benar kecewa.


Ravi melihat raut kecewa di wajah mama nya, tapi bagi Ravi hal ini lebih baik sehingga mama nya juga tidak banyak berharap dengan hasil Honeymoon ini. Sementara Ayu merasa tidak enak dengan mama mertuanya itu, di tambah lagi melihat raut wajah kecewa Sovi di layar ponsel membuat Ayu semakin merasa bersalah.


“Mama dan yang lain nya sudah sarapan?” Ravi mencoba mengalihkan pembicaraan.


“Hmmm, ini masih mau sarapan sayang.” Jawab Sovi.


“Ohh yasudah sarapan saja dulu ma, Ravi dan Ayu juga mau siap-siap dulu berangkat liburan ya.” Lanjut Ravi.


“Ravi...” panggil Sovi.


“Iya ma.” Jawab Ravi.


“Boleh tidak kalau jadwal honeymoon kalian di tambahin?” tanya Sovi lagi.


“Hmmm bagaimana ya ma, mama kan tau Ravi ada kunjungan ke anak cabang perusahan 5 hari lagi, da mama tau kan yang bisa menangani itu hanya Ravi karena kak Miko memang tidak pernah mengurus anak cabang yang itu. Dan Ayu juga harus ke kampus ma.” Jawab Ravi.


“Tapi nak..”Sovi tidak melanjut kan kata-katanya.


“Sudah lah ma, tenang saja di rumah kan juga bisa tidak harus honeymoon dan nanti kalau kami berdua ada waktu lagi kami honeymoon kembali ya.” Ravi mencoba memberikan penjelasan kepada mama nya.


Sean juga sepertinya memberikan penjelasan kepada istrinya itu, agar bisa mengerti kondisi menantu dan putra mereka itu.


“Hmm iya deh, yasudah kasih Ayu mama mau bicara.” Titah Sovi.


Ravi pun menyerahkan ponselnya kepada istrinya itu, dan Ayu pun menerimanya.


“Selamat pagi ma.” Ucap Ayu.


“Pagi sayang, bagaimana masih sakit ya?” tanya sovi.


“Tidak terlalu sakit lagi ma,” jawab Ayu.


“Syukurlah, Ayu jangan terlalu kecapean ya.” Lanjut Sovi.


“Iya ma.” Ayu mengangguk.


“Maafin Ayu ya ma.” Sambung Ayu dengan raut wajah bersalah.


“Lho kok minta maaf sayang, ayu tidak salah kok nak. Sudah-sudah tak perlu di pikirkan nikmati lah liburan kalian ya.” Lanjut Sovi yang mencoba terlihat baik-baik saja.


“Iya ma.” Jawab Ayu.


“Yasudah mama tutup telepon nya ya, kalau ada apa-apa langsung hubungi mama dan papa ya.” Sambung sovi lagi.


“Iya ma.” Ayu menyuguhkan senyum manis nya.


Akhirnya panggilan mereka pun berakhir dan Ayu meletakkan ponsel di atas meja sembari salin bertataan dengan suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2