
"Hay Kanaya tumben main ke sini." Sapa Amora sambil menuruni anak tangga.
"Hehehe iya kak, Kanaya tidak ada teman di rumah jadi tadi pulang bareng kak Ravi jadinya ke sini dulu nungguin mama pulang." Jawab Kanaya sambil cengengesan.
"Ohh iya kata Ravi ada yang ingin kamu obrolin ke Kakak." Amora duduk di sofa di depan Kanaya.
"Umm anu kak, ada beberapa sih pertanyaan Kanaya untuk kak Amora. Soalnya aku orang nya penasaran banget." Ucap Kanaya sambil tersenyum.
"Memang mau tanya apa?"
"Umm anu kak, Kanaya mau tanya soal kak Ravi kakak sudah lama kan kenal kak Ravi sifat nya bagaimana sih?" Kanaya mulai membuka obrolan namun dia cari pemanasan dulu sebelum ke intinya.
"Kamu menyukai Ravi ya?" Tanya Amora sambil cengengesan.
"Hehehe iya kak."
"Hmm bagaimana ya, kakak sih kenal Ravi baru beberapa bulan terakhir ini. Cuman ya dia anak nya baik polos, penurut terus tekun kalau bekerja." Jawab Amora jujur.
"Terus apa sebelumnya kak Ravi sudah pernah berpacaran kak? Atau mungkin sudah memiliki pacar?" Tanya Kanaya yang memang sebenarnya sudah tau kebenaran nya.
"Sepertinya sih untuk sekarang belum, tapi kakak juga tidak tau dia sudah pernah berpacaran atau belum." Jawab Amora lagi.
"Lagian kenapa tidak tanya langsung ke Ravi sih Kanaya?" Sambung Amora.
"Malu kak."
"Ehh kakak sepertinya ragu ya, memang nya kakak belum lama kenal sama keluarga Wijaya. Maksud ku sebelum menikah dengan kak Miko pasti kak Amora sudah berpacaran dengan kak Miko kan?" Sambung Kanaya yang masuk ke inti pertanyaan nya.
"Bagaimana ya Kanaya, kalau masalah percintaan Ravi itu kan bukan urusan kakak. Lalu soal kakak sama kak Miko kami memang belum lama berpacaran tapi sangking cintanya Miko ke kakak jadinya sejak pertemuan pertama pun dia sudah jatuh cinta kepada kakak dan langsung melamar kakak beberapa hari setelah nya." Jawab Amora.
"Ohh iya benar juga ya kak hehehe." Kanaya jadi merasa canggung.
"Kanaya pikir kakak dan kak Miko menikah karena kakak sudah terlanjur anu duluan. Makanya sampai tidak bikin pesta pernikahan untuk sekelas Miko Wijaya." Ucap Kanaya tanpa memikirkan perasaan Amora.
"Terlanjur apa Kanaya? Terlanjur hamil maksud kamu? Kalau seandainya iya atau tidak memang nya kenapa? Terus kalau mas Miko orang kaya harus melakukan resepsi pernikahan yang mewah ya?" Amora masih bisa bersikap santai.
"Hehehe maaf kak, iya sih kak benar kata kakak."
"Ohh iya kak Amora asli mana? Mama papa kakak tinggal di Jakarta juga?" Kanaya masih tidak habis ide mengorek informasi tentang jati diri Amora.
"Kakak Sunda dan Jawa, ibu kakak Sunda, bapak kakak Jawa. Tapi sedari lahir sampai sekarang sudah besar di Jakarta. Dan untuk kedua orang tua kakak mereka sudah meninggal dunia." Jelas Amora.
__ADS_1
"Aduh maaf kak, Kanaya tidak bermaksud."
"Tidak apa-apa Kanaya, santai saja."potong Amora.
Setelah nya mereka berdua pun sama-sama diam, tidak ada obrolan lagi.
"Aku ingin tau apa sebenarnya mau Kanaya ini." Batin Amora yang menunggu Kanaya membuka obrolan lagi.
"Ohh iya kak, kalau Kanaya masih boleh nanya sebelum menikah dengan kak Miko kakak bekerja di perusahaan apa?" Kanaya yang menemukan pertanyaan baru langsung melontarkan pertanyaan itu ke Amora.
"Kakak dulunya punya restoran di Bali, namun setelah menikah dengan mas Miko kakak menyerahkan nya kepada saudara kakak, soalnya mas Miko tidak bisa jauh-jauh dari kakak bahkan tidak memperbolehkan kakak bekerja." Bohong Amora.
"Wahhh sweet banget ya kak Miko, terus kak."
"Terus sekarang kita makan malam dulu yuk, sepertinya mulut kamu perlu di isi makanan. biar kakak suruh pelayan memanggil mas Miko dan Ravi ya." Potong Amora yang sudah tidak nyaman dengan sikap kepo Kanaya.
"Zleb... Kanaya terdiam mendengar kata-kata Amora."
"Ehh iya kak,hehehe." Jawab Kanaya canggung.
"Ga nyangka Kaka Amora yang terlihat polos bisa ngomong begitu juga, aduh kenapa sih Kanaya Kamu kepoan banget tapi ga apa-apa deh setidaknya aku punya sedikit informasi tentang kak Amora." Batin Kanaya merasa kesal dengan kata-kata Amora.
Mereka berdua pun berjalan menuju meja makan keluarga Wijaya.
"Hah..." Kanaya hanya tercengang mendengar kata-kata Amora.
"Maaf kak kalau Kanaya membuat kakak tidak nyaman dengan pertanyaan Kanaya tadi. Kanaya hanya ingin dekat dengan kak Amora tidak lebih." Jelas Kanaya.
"Iya Kanaya, maaf juga kalau kata-kata kakak ada yang salah. Tapi kakak tidak terbiasa di tanya-tanya begitu jadi kakak merasa risih." Ucap Amora.
"Maaf kak."
"Tidak apa-apa, sudah yuk makan kamu se nyaman saja ya."
"Kita makan apa malam ini sayang?" Ucap Miko yang menghampiri istrinya dan mengecup rambut Amora.
"Makan yang ada di meja ini lah mas." Jawab Amora yang langsung menyiapkan piring untuk Miko.
"Ehh ada kamu Kanaya." Ucap Miko yang Baru menyadari ada Kanaya di meja makan itu.
"Hehehe iya pak." Jawab Kanaya canggung.
__ADS_1
Sangking terpesona nya kak Miko sama kak Amora sampai-sampai kak Miko tidak menyadari keberadaan ku di sini." Batin Kanaya sedikit merasa kesal.
"Ravi yang mengajak mu dinner di sini?" Miko kembali memberikan pertanyaan.
"Enak aja, dia yang mau sendiri kok." Jawab Ravi cepat.
"Wih santai Vi, ga usah nge gas. Ingat ya kita masih punya urusan soal di kamar tadi." Ucap Miko kepada Ravi.
"Urusan apa sih kak? Kok sepertinya aku salah Mulu deh ah." Protes Ravi.
"Emang." Ucap Miko.
"Ehh mas makan dulu, jangan debat Mulu." Amora mencoba melerai perdebatan mereka.
Miko pun akhirnya mengikuti kata istri nya sementara Ravi langsung mengambil makan untuk dirinya sendiri tanpa memperdulikan Kanaya.
Kanaya pun dengan susah payah menelan makanan yang ada di hadapannya, dia benar-benar merasa salah tempat sekarang. Apalagi melihat ekspresi Ravi saat pandangan mereka bertemu pasti Ravi langsung membuang pandangannya.
Setelah selesai makan mama nya Kanaya pun datang menjemput Kanaya, dan Kanaya pun pamit kepada seisi rumah itu.
"Kanaya apa-apa an kamu hah? Mama kan nyuruh kamu mengambil hati nya Miko kenapa malah pacaran sama Ravi hah? Kami kan tau kalau si Ravi bukan anak kandung nya Keluarga Wijaya bisa aja Ravi ga dapat harta warisan dong." Omel Mesya yang sudah menahan kemarahannya sejak tadi pagi.
"Ma, apaan sih sampai kapan mamw mau ngatur hidup Kanaya terus ma? Cukup ma cukup Kanaya sudah dewasa Kanaya juga kepingin kek orang lain menentukan jalan hidup dan percintaan nya." Jawab Kanaya dengan wajah yang sedikit lelah.
"Kanaya jangan bilang kamu memang benar-benar jatuh cinta sama Ravi ya."
"Iya ma Kanaya memang jatuh cinta sama kak Ravi, Kanaya jatuh cinta pada pandangan pertama sama kak Ravi dan Kanaya yakin kok kak Ravi juga memiliki perasaan yang sama ke Kanaya." Jawab Kanaya.
"Kanaya pokoknya mama tidak setuju."tolak Mesya yang masih fokus menyetir mobil.
"Terserah ma terserah Kanaya akan terus memperjuangkan cinta Kanaya untuk kak Ravi." Jawab Kanaya.
"Kamu benar-benar keras kepala ya Kanaya."
"Emang,Kanaya sama seperti mama kerasa kepala nya."
"Terserah kamu saja Kanaya pokoknya mama tidak akan pernah merestui kalian kecuali harta warisan Wijaya di bagi dua dengan Ravi." Tantang Mesya.
"Terserah mama." Kanaya sudah merasa lelah berdebat dengan mama nya.
dan memilih diam mendengarkan ocehan mama nya.
__ADS_1
"Tapi apa kak Ravi masih mau menerima ku, setelah tau masa lalu ku,perempuan sepertiku? Dan kak Amora seperti nya salah paham tentang pertanyaan ku tadi. Aku hanya ingin tau apa perempuan seperti ku bisa masuk ke keluarga Wijaya."batin Kanaya yang tiba-tiba mengingat masa lalu kelam nya saat dia kuliah di luar negeri dulu.