Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Garis Dua


__ADS_3

"Mas sekarang aku jadi kepingin makan sate deh, bukan gado-gado." ucap Amora lagi saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Hah, kok bisa begitu sayang?" tanya Miko yang keheranan mendengar permintaan istirnya itu.


"iya mas, awalnya sih kepingin gado-gado, tapi sekarang jadi kepingin sate."


"Yasudah kita beli sate aja yuk sayang, kalau memang kamu nya kepingin makan sate."


Akhirnya setelah berkeliling mobil mereka pun berhenti di sebuah warung sederhana di pinggir jalan. Amora pun antusias ingin makan sate yang sedang di bakar oleh si penjual sate, Melihat nya saja dari kaca mobil sudah membuat Amora ngiler namun saat Amora turun dari mobil saat dia mencium aroma asap sate tiba-tiba perut nya ingin muntah dan spontan Amora langsung mual.


Dan dengan spontan Miko langsung menepuk pundak istrinya itu. Dia juga mengambil minyak angin di mobil dengan Wajah panik.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Miko saat kondisi Amora mendingan.


"Ga tau mas, tiba-tiba aku mual."


"Yasudah kita duduk dulu yuk," ajak Miko sambil membawa Amora kembali ke dalam mobil.


Sementara beberapa pengunjung hanya melihat kejadian itu, bahkan sang penjual sate pun sampe ternganga melihat kondisi Amora yang tiba-tiba mual-mual itu.


"Kamu minum dulu sayang," Miko menawarkan air mineral yang memang tersedia di mobil nya.


"Kamu tidak demam kok, kok bisa begitu ya tiba-tiba." Miko memegangi kening Istrinya itu.


"Iya mas, aku memang baik-baik saja, aku juga tidak tau kenapa tiba-tiba mual seperti tadi."


"Apa kamu masuk angin sayang, atau karena aktivitas kita tadi ya." Tanya Miko Sambil mengingat aktivitas mereka beberapa jam lalu.


"Aku ga tau mas, yang pasti saat mencium aroma sate nya aku jadi mual deh." Jawab Amora.


"Jadi sekarang kamu masih mau sate nya sayang?"


"Tidak lagi mas, membayangkan nya saja aku sudah mual." Jawab Amora.


"Lalu kamu mau makan apa sayang? Apa tadi siang kamu makan?" Tanya Miko lagi.


Amora hanya menggeleng, tidak ada mas kini saat membayangkan makanan aku jadi mual.


"Lho kok gitu sayang, apa kamu tidak lapar? Sekarang kamu mau makan apa, yok kita beli."


"Tidak ada mas, aku tidak nafsu mau makan apa pun." Jawab Amora lesu.

__ADS_1


Sebenarnya perutnya sangat kelaparan tapi nafsu makan nya kini hilang apalagi membayangkan sate rasa ingin muntah kembali menghampirinya.


"Yasudah yuk mas kita pergi saja dari sini, makin lama di sini rasa mual ku nanti timbul lagi." Ajak Amora setelah kondisinya mendingan.


"Kamu mau pulang saja sayang? Atau bagaimana?" Tanya Miko kepada istrinya itu.


"Kita kelilingi dulu aja mas, aku juga bosan kalau balik ke rumah jam segini." Pinta Amora.


"Tapi sayang kamu pucat begitu lho, atau kita ke rumah sakit saja mas takut sayang manatau kamu kenapa-kenapa."


"Tidak mas aku tidak apa-apa mungkin benar hanya masuk angin saja, sebentar lagi juga sembuh ini mah."


"Amora kamu pucat banget Sayang, pokoknya pilihannya hanya dua kita ke rumah sakit atau pulang ke rumah, mas tidak mau sampai terjadi sesuatu kepada kamu."


"Yasudah kita ke apotek dulu aja deh mas."


"Kamu mau beli obat?"


"Bukan, aku mau beli testpack."


"Hah testpack, sayang bukan nya testpack itu buat orang hamil ya? Atau sayang...." Sontak Miko tersenyum menatap istrinya.


"Aku hanya menduga saja mas, soalnya bulan ini aku juga telat datang bulan dan beberapa Minggu yang lalu kan kita melakukan nya tanpa pengaman."


"Mas jangan terlalu berharap lebih, aku tidak mau nanti kamu kecewa."


"Tidak sayang, filing mas kali ini kamu positif, ahh senang nya."


Miko pun langsung menyalakan mobil dan melaju menuju apotik terdekat.


Beberapa menit berlalu, kini mobil mereka menepi di depan sebuah apotik yang lumayan besar, sedangkan hari sudah mulai sore.


"Sayang kamu di sini saja ya, biar mas yang belikan." Ucap Miko sambil keluar dari mobil.


Miko pun keluar dari mobil dan segera membelikan beberapa jenis testpack di apotek itu. Setelah selesai membeli dan membayar nya Miko pun masuk ke salah satu supermarket yang kebetulan bersebelahan dengan apotik itu. Sedangkan Amora hanya diam saja mengamati suami nya itu.


"Apa benar aku hami, kenapa aku dengan PD nya tadi ngomong begitu ke mas Miko. Lalu bagaimana kalau sebenarnya aku tidak postif hamil, pasti mas Miko bakal kecewa berat sama aku karena ekspektasi dia yang terlalu tinggi." Batin Amora yang jadi merasa bersalah karena melihat wajah bahagia suaminya itu.


"Ya Tuhan semuanya ku serahkan ke padamu, apapun hasilnya nanti itu lah yang terbaik." Sambung Amora yang kini hanya bisa pasrah dan berharap hal ini tidak akan mengecewakan.


"Sayang, ini mas belikan kamu roti tawar dan susu mas harap kamu habiskan itu agar kamu punya tenaga, sedari siang kamu belum makan lho." Ucap Miko sambil menyerahkan bungkusan kepada Amora.

__ADS_1


"Lho mas..."


"Tidak ada protes cepat habiskan sayang ku,


Lihat lah betapa pucat nya wajah mu." Titah Miko.


Akhirnya Amora pun menurut dan mulai memakan roti itu. Dan setelah di rasa cukup mobil mereka pun melaju menuju rumah.


Sesampainya di rumahnya Miko sebagai suami siaga langsung menopang Amora masuk ke dalam rumah. Awal nya Amora menolak karena malu sama penghuni rumah, Namun karena Miko tetap kekeh akhirnya Amora pun mengalah.


"Selamat malam pa, ma." Sapa Miko kepada kedua orang tua nya sementara Amora hanya tersenyum saja dan mengangguk.


"Malam Miko, Amora kenapa miko Kok terlihat begitu lemah? tanya Sean lagi saat menyadari perubahan kondisi menantu nya.


"Tidak apa-apa kok pa, Amora baik-baik saja, hanya saja dia butuh sedikit istirahat. Miko dan Amora ke kamar dulu ya pa,ma." pamit Miko.


"ohh iya iya sayang" jawab Sean.


Miko dan Amora pun menaiki tangga dan masuk ke kamar nya.


"Lihat lah pa, Miko kita banyak berubah karena kehadiran wanita itu di hidupnya." ucap sovi dengan gaya songong nya.


"sudah lah ma ah, sana buatkan makan malam untuk kita." titah Sean.


sementara di kamar nya, setelah membersihkan diri Amora pun langsung di paksa berbaring di ranjang oleh Miko. akhirnya Amora pun mengalah dia rebahan di ranjang nya dan Miko mengikuti istrinya itu rebahan juga.


beberapa menit kemudian Amora sudah terlelap dan mengarungi dunia mimpi. Miko yang awalnya niat hanya menemani Amora tidur kini jadi ikut ketiduran,bahkan Miko melewatkan jam makan malam nya.


.


.


.


Beberapa jam berlalu dan kini sudah pagi, Amora pun mengeliatkan tubuhnya. dia merasa enakan setelah tidur nya lebih dari cukup walaupun makan nya kurang. Amora pun turun dari ranjang pelan-pelan agar tidak membangunkan Miko.


saat Amora menuju kamar mandi dia melihat beberapa testpack yang di beli kemaren tergeletak di atas meja sofa. Amora pun mengambil testpack itu dan membawa nya ke kamar mandi.


setelah mengikuti prosedur penggunaan testpack itu betapa terkejutnya Amora karena semuanya memberikan respon yang sama dua garis dan yes positif.


Amora melompat kegirangan, bahkan dia sampai menangis gemetaran memegangi benda yang ada di tangan nya, masih ada rasa tidak percaya pada dirinya. dia pun langsung keluar dari kamar dan membangun kan suaminya itu sambil tersenyum dan air mata menetes di pipinya.

__ADS_1


Miko yang baru saja sadar dari mimpi panjang nya hanya menangis sambil memeluk istrinya saat mendapat kejutan dari istri nya itu. kejutan yang akan menjadikannya dia sebagai ayah Beberapa bulan ke depan.


__ADS_2