
"Ngapain kamu masih pegang-pegang tangan saya?" Tanya sovi saat menyadari bahwa Amora masih menggenggam erat tangan nya saat mereka sudah di dalam mobil.
"Ehh maaf ma," jawab Amora yang refleks melepaskan genggaman nya.
"Tenang saja, semua nya aman kok." Tambah Sovi dengan setengah suara namun masih terdengar oleh Amora.
"Ini roti coklat pesanan Kamu."Sovi menyerahkan plastik berisi roti yang di belinya tadi.
"Makasih ma." Jawab Amora yang menerima plastik berisi roti itu.
"Kenapa tidak di makan?" Tanya sovi saat Amora meletakkan kotak roti nya di sebelah tempat duduk nya.
"Nanti saja ma, Amora masih kenyang." Jawab Amora.
"Masih kenyang atau tidak nafsu lagi karna masalah Elsa tadi?"
"Hehehe keduanya ma."
"Kamu belum bilang apa-apa ke suami kamu kan? Mama tidak mau ya kalau hanya karena masalah ini Miko jadi terganggu dan rapat nya jadi tidak berjalan dengan baik."
"Iya ma, Amora ga bilang apa-apa kok ke mas Miko." Jawab Amora.
"Bagus deh, lalu bagaimana perasaan kamu sekarang?"
"Maksud mama?"
"Ya apa kamu masih syok dengan kejadian tadi? Saya tidak mau ya kalau sampai kamu stress dan ber akibat buruk ke calon cucu saya."
"Udah engga kok ma, asalkan mama baik-baik saja aku juga pasti baik-baik saja." Jawab Amora.
"Oh iya Amora mulai kalau ada apa-apa sama kehamilan kamu, atau apa saja yang kamu alami kamu konsultasi semua ke mama ya, bagaimana pun mama ini sudah lebih dulu jadi ibu jadi lebih paham." Titah sovi.
"Baik ma." Jawab Amora sumringah.
"Jangan ke PD an semua ini mama lakuin buat calon cucu mama bukan buat kamu." Ingat sovi sambil melempar pandangan nya ke luar jendela.
"Hahaha iya ma iya." Jawab Amora lagi.
Beberapa menit kemudian mobil mereka pun sudah sampai di depan butik teman sovi. Mereka berdua pun turun dari mobil sedangkan Paijo menunggu di parkiran.
__ADS_1
"Selamat datang Sovi sayang." Sambut seorang perempuan paruh baya yang hampir sama cantik nya dengan sovi.
"Idih kemaren juga baru ketemu, kamu menyambut ku seperti menyambut tamu paripurna saja." Ejek sovi.
"Iya dong, karna hari ini kamu datang dengan yang spesial jadi harus di sambut dengan spesial juga." Jawab Shena sang pemilik butik sekaligus sahabat sovi semasa kuliah dulu dan masih bersahabat baik sampai hari ini.
"Pesanan kamu ini yang kamu bilang spesial, makanya di sambut seperti ini?" Tanya sovi sabil mengangkat plastik roti yang di Tenteng nya.
"Yaelah bukan dong, kalau roti ini mah aku beli sama pabrik nya juga bisa, ini nih yang di sebelah kamu." Jawab Shena sambil melirik Amora yang hanya terdiam di sebelah mertua nya.
"Ohh aku hampir lupa, kenalin nih menantu ku Amora Anggita Wijaya." Jawab sovi sambil menepuk pundak Amora.
"Wah wah udah langsung menantu aja ya, mana langsung di kasih nama belakang lagi." Jawab Mela.
"Halo Tante, Amora." Jawab Amora sambil tersenyum dan mengulurkan tangan nya untuk berkenalan dengan Mela.
"Hay Amora, saya Shena Anjani putri, panggil saja Tante Shena. Tante pemilik butik terbesar di kota ini dan ya Tante adalah salah satu sahabat dari calon mama mertua mu ini." Jelas Mela sambil membalas uluran tangan Amora.
"Baik Tante Shena,senang bertemu dengan anda."jawab Amora sambil tersenyum sumringah.
"Ehh kita duduk dulu yuk, ngobrol-ngobrol dikit." Ajak Shena.
Sovi yang mengetahui pandangan Shena hanya tersenyum kecil sambil pura-pura tidak tau. Karena dia memang tidak perlu menyuruh Amora dandan atau memakain barang mahal dan mewah, agar tidak malu-malu in. Karena Amora sudah ahli di bidang itu, dan semua barang-barang nya adalah barang-barang mahal, dan dia paling pintar mengkolaborasikan pakaian agar menjadi lebih berkelas jika dia yang memakai. Jadi sovi sudah percaya Amora tidak akan mempermalukan nya masalah penampilan.
"Hayy sovi." Tiba-tiba Mela dan Elena yang sudah duduk manis di ruangan Shena langsung tersenyum sumringah kepada Sovi.
"Lho kalian di sini juga?" Tanya sovi yang sedikit kaget melihat kehadiran kedua sahabatnya itu.
"Iya dong, kita juga mau lihat bagaimana sih cantik nya calon menantu nya keluarga Wijaya." Timpal Elena.
"Sudah ku duga, si Shena pasti langsung ember masalah ini." Ucap sovi sambil memutar bola matanya.
"Hmm iya dong, kamu kek ga tau si Shena aja, dan bukan nya wanita ini adalah perempuan yang sama dengan wanita yang di bawa Miko ke opening hotel Elsa kemaren?" Tanya Mela yang memang kenal dengan Elsa dan dia lah yang mengirim foto Miko dan Amora kemaren kepada sovi.
"Dasar, enak-enak kang gosip. Emang iya dia orang yang sama." Jawab sovi.
"Ayo sayang kenalan sama tante-tante kang gibah ini. Mereka semua sahabat-sahabat mama sedari kuliah." Titah sovi kepada Amora yang duduk di sebelah nya.
"Iya ma." Jawab Amora tersenyum walaupun batin nya masih terkaget-kaget mendapatkan perlakuan manis dari mertua nya itu.
__ADS_1
Amora pun berkenalan dengan kedua sahabat sovi yang lain nya.
"Akhirnya ya sov, rumor tentang putra mu terpatahkan juga. Ku kira dulu Miko memang benar-benar belok lho." Ucap Shena.
"Iya iya lah, kedua putra ku normal ya, Makanya kalian jangan suka ngejudge orang lain sembarang."ucap sovi.
"Lalu kamu kerja di mana Amora? kamu lulusan dari universitas mana? Siapa keluarga kamu, maksud saya keluarga kamu berkecimpung di dunia bisnis apa?" Tanya Elena yang penasaran dengan latar belakang Amora.
"Iya Amora cerita dong, kami mau tau se bagus apa sih wanita pilihan Miko. Yang pasti wanita terbaik dong ya." Timpal Sena.
"Ummm." Belum selesai Amora menjawab tiba-tiba tangan nya di genggam oleh sovi agar dia tidak meneruskan ucapannya.
"Rasaku menantu ku tidak perlu menjawab semua pertanyaan kalian deh. Ohh iya satu lagi kalau untuk sekarang aku tidak butuh menantu kata raya soalnya kekayaan keluarga ku saja tidak habis tujuh turunan. Aku juga tidak butuh menantu berpendidikan tinggi tapi yang ku butuhkan wanita cerdas. Dan yang terpenting bagiku adalah kebahagiaan putra ku dengan wanita pilihan nya. Dan ya menurut ku semua yang kami cari ada di diri Amora itu lah sebabnya dia istimewa dan jadi wanita pilihan putra ku dari banyak nya wanita baik yang mencoba mendekat kan diri kepada Miko." Jelas sovi panjang lebar.
"Wah sovi, ini kamu? Benar-benar calon mertua idaman, se istimewa itu kah calon menantu mu ini?" Tanya Mela takjub.
"Dia bukan calon menantu ku, tapi menantu ku, dia dan putra ku sudah sah menikah bulan lalu hanya saja belum melakukan resepsi pernikahan." Jawab sovi.
"Hah?" Mereka bertiga kaget mendengar penjelasan Sovi.
"Tapi kenapa sov? Bisa-bisa nya putra sulung mu menikah diam-diam tanpa mengabari kami. Jangan bilang karena sudah terlanjur." Tanya Sena lagi.
"Iya tidak kenapa-kenapa kami hanya ingin pernikahan putra sulung kami jauh dari sorotan media, dan yang datang hanya keluarga ini saja." Jawab sovi.
"Lalu kenapa sekarang kamu terpikir melakukan resepsi yang mewah sov? Bukan nya tadi kamu bilang tidak mau pernikahan putra sulung mu terekspos ke publik." Tambah Mela lagi.
"Iya terserah keluarga ku dong, lagian kalian kan ga di rugikan. Kalau kalian mau datang ya datang saja kalau tidak tidak apa-apa."
"Iya iya sih, tapi ga usah nge gas gitu dong sov ah." Jawab elena.
"Aku tidak nge gas kok, cuman mau bilang aja kalau boleh kedepannya kita tidak perlu terlalu kepo Sama urusan hidup orang lain, urus hidup kita aja dulu." Jawab sovi.
"Yasudah yuk Sena, kami masih ada urusan setelah ini boleh kita ukur baju pengantin nya sekarang?" Ajak sovi kepada Sena yang masih diam mematung.
"Ohh iya boleh-boleh kok." Jawab Sena gugup.
"Ayok sayang." Ajak sovi kepada Amora.
"Iya ma."
__ADS_1
""Apa itu tadi, mama membela ku di hadapan teman-temannya, ahh manis sekali." Batin Amora sambil tersenyum tidak menyangka kalau mama nya bisa membela nya sampai sebegitu nya.