Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Dinner


__ADS_3

“Hey tidak usah mangap begitu, kamu kaget kalau ada wanita se cantuk Amora?” Tanya Ravi sambil menyenggol bahu Kanaya yang sepertinya masih sedikit syok.


“Hah, kenapa pak?” tanya Kanaya yang baru tersadar dari lamunannya.


“Ehh ini ya yang namanya Kanaya, hay Kanaya salam kenal aku Amora istrinya mas miko.” Ucap Amora sambil menyuguhkan senyum manisnya.


“Ehh iya kak Amora, salam kenal kembali.” Jawab Amora sedikit gugup.


“Yasudah yuk masuk, mama lagi siap-siap di kamar.” Ajak Amora.


Mereka semuanya pun masuk ke dalam rumah, sudah cukup lama Kanaya tidak mampir ke rumah ini, kalau tidak salah dulu terakhir dia main ke rumah keluarga Wijaya saat dia masih duduk di bangku SMP. Namun kini rumah ini sudah banyak renovasi dan sangat mewah.


“Wahh kanaya sayang, long time no see kamu cantik sekali sekarang ya, benar-benar pangling tante liat kamu.” Sapa Sovi yang baru saja keluar dari kamar nya dan langsung memeluk Kanaya.


“Long time no see tante,” jawab Kanaya sambil membalas pelukan Sovi.


Setelah pelukan mereka terlepas Sovi benar-benar semakin semangat Kanaya menjadi menantunya melihat kecantikan kanaya dia terpesona.


“Yasudah kalian mandi gih sana, biar kita makan malam bareng.” Titah sovi kepada kedua putranya itu.


"Siap ibu negara." Jawab Ravi sambil memberi tanda hormat.


"Ayo Kanaya, Kita duduk dulu sambil Mengobrol bareng om sama Tante, sekalian nunggu mereka selesai mandi." Ajak Sovi.


"Hehehe iya Tan." Jawab Kanaya sambil cengengesan.


"Ma Amora ikut ke kamar dulu ya, mau nyiapin pakaian untuk mas Miko." Pamit Amora.


"Iya Amora." Jawab sovi.


"Mama papa mu sehat sayang?" Tanya Sovi saat mereka sudah duduk di sofa ruang tamu.


"Alhamdulillah sehat Tan,"


"Kamu kok bisa sih jadi cantik begini, perasaan terakhir ketemu kamu masih anak kecil deh sekarang sudah jadi anak gadis yang cantik dan dewasa."


"Hehehe Tante bisa aja."


"Hmmm, Kanaya kamu sudah punya pacar belom?" Tanya sovi yang mulai masuk ke inti percakapan.


"Hehehe untuk sekarang belum Tan."


"Wah kebetulan banget nih." Spontan sovi langsung tersenyum sumringah.


"Kebetulan apa Tan?"

__ADS_1


"Kalau calon mertua mu seperti Tante kira-kira kamu suka ga?"


"Hah calon mertua?, Suka-suka aja sih tan."


"Terus bagaimana dengan Ravi, hmm maksud Tante bagaimana perasaan kamu setelah bekerja dengan Ravi Beberapa Minggu ini."


"Perasaan bagaimana maksud tante?"


"Umm anu, perasaan nyaman, atau mungkin ada sesuatu di hati kamu saat memandang Ravi?"


"Kalau nyaman sih nyaman Tan, tapi kalau hati saat memandang pak Ravi sih kek nya tidak ada deh Tan." Jawab Kanaya polos padahal dia tau kemana arah pembicaraan sovi ini.


"Hmm bagus Kanaya, hubungan memang di awali dari rasa nyaman dulu, nanti lama-lama dari mata langsung turun ke hati."


"Hehehe Tante ada-ada saja."


"Eh Tan, itu tadi kak Amora beneran istri nya pak Miko?" Tanya kanaya mengalihkan topik pembicaraan.


"Hah Amora? Iya dia istri nya Miko.kenapa Kanya?"


"Tidak apa-apa Tan, Kanaya agak kaget saja soalnya setau Kanaya pak Miko belum menikah dan Kanaya tidak pernah dengar kabar pernikahan pak Miko tapi tiba-tiba pak Miko sudah punya istri. Dan tadi kalau Kanaya tidak salah dengar kak Amora lagi hamil ya?" Jelas Kanaya.


"Ohh itu anu apa namanya, awalnya Miko memang ingin pernikahan mereka sederhana saja, hanya keluarga inti yang menghadiri. Namun kemaren kami berunding akhirnya si putuskan bahwa mereka akan melangsungkan resepsi pernikahan Minggu depan agar tidak ada yang salah paham, setelah Tante dan om pulang dari Amerika." Jelas sovi.


"Ohh begitu, kok agak aneh ya Tan."


"Hehehe iya iya Tan."


"Aku harus senang apa sedih ya? Aku sih tidak terlalu mencintai kak Miko, tapi kenapa hatiku sedikit sakit dan cemburu saat tau kak Miko sudah menikah. Lalu bagaimana dengan mama ya kalau sampai mama tau bahwa calon menantu idaman nya itu sudah memiliki istri." Batin Kanaya.


Sovi, Sean dan Kanaya pun mulai mengobrol ringan tentang banyak hal.


.


.


.


Sementara di kamar nya Miko yang ingin mandi membuka semua pakaian nya dan melilit kan handuk di pinggang nya, namun saat Miko ingin masuk ke kamar mandi langsung di Serbu oleh istri nya.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Miko saat Amora memeluk erat dada bidang suaminya itu.


"Mas satu ronde yuk, aku kepingin nih." Ajak Amora yang memainkan jari jemari nya di dada Miko sehingga berhasil membuat Miko kegelian dan sedikit bernafsu.


"Tapi sayang yang lain nunggu ini lho di bawah."

__ADS_1


"Yah mas, anak kamu pengen di lihatin sama junior papa nya ayo lah mas." Goda Amora dengan wajah memelas dan sedikit mendesah.


"Tapi sayang, kamu kan tau sendiri kalau mas tidak bisa keluar cepat, sementara yang lain sudah menunggu kita di bawah buat makan malam. Nanti saja ya setelah selesai makan malam." Bujuk Miko.


"Ga mau maunya sekarang."


Amora langsung menyibakkan handuk Miko ke lantai sehingga kini tubuh Miko sudah polos tanpa sehelai benang pun.


Dengan sigap Amora langsung memainkan jarinya di junior Miko. Sebagai pria normal tentu saja Miko terangsang dengan permainan jari istrinya itu.


"Baiklah sayang, karena kamu yang memancing jangan salahkan mas ya." Ucap Miko yang langsung menyambar bibir Amora.


Kini ciuman panas pun mulai tercipta antara mereka berdua, dan tak lupa tangan Miko bermain di dada Amora, sedangkan tangan Amora bermain di junior Miko.


"Rak..." Dengan sekali tarik daster Amora robek.


Miko langsung mendorong tubuh Amora sehingga Amora terjatuh di ranjang.


Miko menarik bra milik Amora dan CD nya di turun kan sampai ke mata kaki. Semua pakaian Amora berserakan di lantai.


Miko pun mengunci Amora di bawah Kungkungan nya dengan tumpuan siku dan lutut nya agar tubuh miko tidak menempel di perut Amora.


Miko pun menyatukan kedua tangan Amora dan menarik nya ke atas kepala Amora. Miko menahan kedua tangan Amora dengan menggenggam pergelangan tangan Amora yang di tempelkan ke ranjang.


Sementara bibir mereka terus berpagutan, tangan Miko yang satu lagi memegangi junior nya Dan mulai menggesekan nya di milik Amora. Tentu saja Amora terangsang oleh permainan Miko itu. Dia ingin mendesah namun Suaranya susah keluar karena mulut nya di sumpal oleh ciuman Miko.


"Mas jangan di gesekin aja dong, masukin mas aku udah ga tahan nih." Ucap Amora terengah-engah setelah ciuman mereka berakhir.


"Apanya yang di masukin sayang?" Pancing Miko sambil terus melanjutkan aktivitas nya.


"Ahh mas sudah dong udah ga tahan ini, tega kamu ya nyiksa aku begini. sarang nya minta di masukin ayo mas cepetan udah basah banget." Pinta Amora sambil memelas.


"Hmmm iya iya sayang, maafkan suami mu ini siap-siap ya karna sebentar lagi ular besar dan panjang ini akan segera menjelajahi gua gelap mu." Ucap Miko.


"Iya mas ayo dong cepatan, kita lagi di kejar waktu dan nafsu ini."


Setelah Puas bermain dengan gesekan akhirnya Miko menarik tubuh Amora sehingga mereka turun dari ranjang.


"Lho kok turun mas? Kamu benar-benar mau nyiksa aku ya? Jahat kamu mas." Tanya Amora yang sudah kentang dan sedikit kesal.


Tanpa banyak bicara Miko langsung membalikkan tubuh Amora sehingga kini Amora membelakangi Miko lalu Miko langsung mendorong tubuh Amora sehingga setengah tubuh Amora terjatuh ke ranjang Lagi. Miko langsung menarik kaki Amora sehingga terentang lalu tanpa banyak bicara Miko langsung menusuk kan junior nya ke milik Amora dari belakang.


"Ahh mas, enak banget." Desah Amora saat semuanya sudah masuk seutuhnya.


Kini Amora bertumpu pada siku nya dan kaki nya sedangkan Miko mulai memompa junior nya di milik Amora.tak lupa tangan nya terus bermain di dada Amora. Amora benar-benar menikmati permainan Miko. Apalagi Miko memukul Amora dan sesekali menjambak istrinya itu.

__ADS_1


Dan setelah beberapa lama akhirnya mereka berdua pun sampai pada puncak kenikmatan masing-masing.


Setelah mengambil nafas masing-masing mereka berdua pun segera mandi karena mereka tau bahwa keluarga mereka sudah menunggu di bawah.


__ADS_2