Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Jujur


__ADS_3

Setelah memilah semuanya Ravi pun memutuskan untuk tidak menemui Devina lagi. Dia merasa dia harus menerima konsekuensi nya nanti. Karena jika dia kembali menemui Devina bukan nya malah menyelesaikan masalah masalah itu akan tetap ada. Setelah mengirimkan semua dokumen yang di minta oleh Miko Ravi pun kembali mengerjakan pekerjaan nya dan akhirnya memilih untuk jujur nantinya kepada Ayu saat dia pulang ke rumah.


Ravi pun mengirimkan pesan kepada istrinya itu meminta Ayu tidak usah memasak malam ini karena dia ingin mengajak istrinya itu untuk makan malam romantis di luar nantinya.


Ayu yang baru saja selesai jam kuliah nya sedikit kaget saat membaca pesan dari suaminya itu, dia tersenyum kecil dan jadi salah tingkah.


“Lo kenapa yu?” Tanya Sita yang heran melihat sahabatnya itu senyum-senyum sendiri.


“Kehabisan obat kali.”Timpal Vivi yang memang suka ceplas-ceplos kalau ngomong.


“Yee enak aja, nih laki gue ngajak dinner romantis entar malam, wee.”Ayu menjulurkan lidahnya meledek Vivi.


“Aww romantis sekali pasangan suami istri ini.”Puji Sita.


“Iya muji sih muji tapi gak sekalian aja pakai toa biar se kampus tau?” ujar Ayu.


“Lagian lo kenapa sih yu, memang nya menikah itu aib ya. Kenapa mesti di tutup-tutupi sih, atau jangan-jangan lo masih mau cari selingkuhan ya?” Tanya Vivi yang merasa aneh kepada Ayu.


“Enak aja lo, mas Ravi ku sudah lebih cukup aku tidak butuh laki-laki lain lagi.”Jawab Ayu.


“Lah terus kenapa lo seakan menutupi status lo, suami lo itu Ravi wijaya Ayu putra pemilik saham universitas ini. Kalau gue jadi lo sih udah gue pamerin ke seluruh kampus.”Lanjut Vivi.


“Makanya bukan lo yang jadi Ayu.”Timpal Sita.


“Iya ya guys, kenapa gue harus malu menutupi status gue, lagian gue menikah kan bukan karena hamil di luar nikah.”Ayu pun menjadi bingung kepada dirinya sendiri.


“Ehh udah deh nanti aja itu, sekarang temenin aku ke mall buat beli baju baru yuk sekalian ke salon.”Ajak Ayu kepada kedua sahabatnya.


“Wahh tumben yu.”Ujar keduanya.


“Iya lagi pengen memanjakan mata suami ku, biar dia lihat dulu bahwa sebenarnya istrinya ini sangat cantik.”Jawab Ayu.


“Kalau kita mah gas aja, iya gak ta?” Tanya Vivi yang langsung bersemangat.


“Yoi.”Jawab Sita.


“Tapi kita ke mall nya naik mobil saja ya, masa sudah cetar nantinya malah balik pakai motor.” Lanjut Ayu.


“Aman kalau untuk itu mah gue bawa mobil sendiri kok.”Jawab Sita.


“Lah tumben ta, biasanya lo kan di jemput sama supir?” Tanya Vivi.


“Iya nyokap bokap gue ada urusan dinas ke luar kota jadi supir gue ikut mereka.”Jelas Sita.


“Wahh asyik dong, kita bisa jalan-jalan sepuasnya.” Ujar Vivi bersemangat.


“Aman mah kalau itu.”Jawab Sita.


Ketiganya pun segera ke parkiran, lalau Sita lebih dulu bersama Vivi mengantarkan motor Vivi ke kos an nya, sementara Ayu juga segera melajukan motornya pulang ke rumah sembari nantinya menunggu Sita dan Vivi menjemputnya. Sesampainya di rumah Ayu meletakkan tas kuliahnya di rumah dan mengganti tas nya. Kedua sahabatnya pun datang setelah berpamitan dengan mbak Debora Ayu pun naik ke mobil bergabung dengan kedua sahabatnya. Mobil pun melaju ke salah satu mall yang tidak terlalu jauh dari rumah Ayu itu.


Sesampainya di mall mereka langsung ke toko baju, mencoba beberapa baju yang menurut mereka cocok untuk di gunakan oleh Ayu saat dinner nanti bersama suaminya. Setelah dua jam akhirnya mereka menemukan baju, sepatu serta tas yang senada. Baju yang simpel nan elegan namun berhasil membuat Ayu terlihat seperti cewek mahal.


Memang kalau soal Fashion kedua sahabatnya tidak perlu di ragukan lagi.

__ADS_1


Setelah selesai dengan baju kini ketiganya ke salon untuk memanjakan diri mereka, karena memang uang bulanan yang di berikan Ravi jauh dari cukup Ayu pun membayari perawatan kedua sahabatnya itu.


Setelah di manjakan Ayu pun di make over di salon itu.Seluruh tubuhnya di rawat bahkan Ayu langsung mandi di salon itu karena ini sudah mulai sore.


Setelah semuanya selesai kedua sahabatnya begitu pangling melihat sahabat mereka yang begitu cantik bahkan mereka nyaris tidak mengenali Ayu sangking cantiknya. Setelah membayar semuanya ketiganya pun keluar dari mall itu dan membelikan jajanan karena sepertinya perut mereka keroncongan. Namun mereka memilih membungkus makanan dan memakan nya di mobil nanti karena takut Ravi pulang dan tidak menemukan istrinya di rumah.


“Sumpah lo cantik banget Yu.”Puji Sita saat ketiganya sudah masuk ke dalam mobil.


“Udah dari dulu kali ta hehehe.”Jawab Ayu sambil cengengesan.


“Tapi memang iya sih yu, kali ini cantik nya lo itu benar-benar cantik banget apalagi kalau pakai baju yang di beli tadi mungkin mata laki lo akan keluar melihat kecantikan istrinya yang tersembunyi selama ini.”Tambah Vivi.


“Aduh aduh makasih guys, tapi maaf nih gue gak punya uang receh.”Jawab Ayu.


“Uang merah juga gak apa-apa kok.”Vivi melanjutkan candaan Ayu.


“Hehehe makasih ya guys karena kalian selalu ada untuk gue, sayang kalian banyak-banyak.”Ujar Ayu.


“Sama-sama yu.”Jawab mereka serentak.


Mereka pun lebih dulu mengantar Ayu pulang karena Ayu harus bersiap-siap sembari menunggu suaminya itu pulang. Sesampainya di rumah Ayu, Ayu pun mengucapkan terimakasih kepada kedua sahabatnya. Dan keduanya pun pamit kepada Ayu dan setelah mobil Sita kembali melaju Ayu pun kembali masuk ke dalam Rumah dan mbak Debora juga sudah pulang.


“Akhirnya Ayu kembali tersenyum ya ta, padahal beberapa Minggu ini selalu murung dan tidak fokus seperti sedang banyak pikiran.” Ujar Vivi saat mereka sudah melaju menuju kos an nya Vivi.


“Iya Vi, alhamdulilah.”Jawab Sita.


Mengingat beberapa minggu terakhir Ayu selalu murung dan seakan banyak beban pikiran dan kurang fokus, namun setiap di tanya oleh kedua sahabatnya dia selalu menjawab bahwa dirinya baik-baik saja.


Namun tadi pagi mereka sedikit kaget karena Ayu datang dengan senyum indah di wajah nya dan keceriaan itu kembali kepadanya.


Saat Ayu membuka pintu ternyata Ravi sudah ada di depan pintu.


"Mas.".ujar Ayu saat membuka pintu rumah.


“Sayang,”Ravi tidak melanjutkan kata-katanya, dia hanya diam saja melihat wanita cantik yang ada di hadapan nya itu. Benar-benar sempurna.


Ravi bahkan susah payah meneguk Saliva nya dan memandangi Ayu dari ujung kaki hingga ujung rambut. Dia nyaris bahwa wanita cantik yang ada di hadapan nya itu adalah istrinya.


“kenapa mas aneh ya?” tanya Ayu yang merasa tidak percaya diri di tatap begitu oleh suaminya itu.


“Sempurna, ini beneran istri mas kan?” Tanya Ravi yang masih tidak percaya.


“Iya iya lah mas, masa istri nya pak Rt.”Jawab Ayu.


“Kenapa kamu cantik banget sih sayang.”Puji Ravi.


“Dari dulu kali mas.”Ujar Ayu.


“Iya tapi kali ini cantik luar biasa sayang, mas saja nyaris tidak percaya kalau bidadari yang ada di hadapan mas ini adalah istri mas”Puji Ravi.


Bagaimana tidak Ayu yang biasanya tampil polos tanpa make up kali ini mendapatkan sedikit polesan make up dengan sentuhan yang tepat sehingga membuat dirinya cantik maksimal.


“Ahh sudahlah yuk kita mau berangkat sekarang tidak mas?” Tanya Ayu.

__ADS_1


“Kalau istri mas secantik ini rasanya mas tidak mau kalau orang lain bisa menikmati kecantikan mu sayang, kita di rumah saja ya.”Jawab Ravi.


“Apaan sih mas, orag udah dandan begini juga, ayok lah mas lagian kita juga tidak pernah makan malam bersama apalagi makan malam bersama di luar.”Lanjut Ayu sembari memanyunkan bibirnya.


“Iya-iya sayang, ayok.”Ravi pun mengalah.


“Mas tidak perlu mandi nih?” Tanya Ravi.


“Tidak perlu kamu sudah ganteng kok mas.” Jawab Ayu.


“yasudah sebentar ya mas aku ambil tas dulu.”Lanjut Ayu.


Setelah menggunakan sepatunya dan mengambil tasnya Ayu pun mengunci pintu rumah.


“Silahkan tuan putri.”Ravi membuka kan pintu mobil untuk istrinya itu.


“Terimakasih mas.”Jawab Ayu yang naik ke mobil.


Lalu Ravi pun ikut naik ke mobil dan mobil mereka pun melaju menuju salah satu restoran yang sudah di reservasi oleh Ravi. Namun tanpa kedua nya sadari Devina mengikuti Ravi dari sejak pulang kantor tadi. Karena memang Devina tidak tau di mana rumah Ravi.


Di sepanjang jalan Ravi terus melirik istrinya itu. Dia benar-benar terpesona melihat kecantikan Ayu.


“Ternyata istriku jauh lebih cantik dari perempuan mana pun termasuk Devina, hanya saja selama ini Ayu tidak mau dandan seperti wanita pada umunya.”Batin Ravi yang semakin menyesal pernah berselingkuh dan semakin mantap ingin mengakhiri hubungan nya dengan Devina.


Sesampainya si restoran itu, Ravi pun membuka kan pintu mobil untuk istrinya itu, dan keduanya bergandengan masuk ke restoran mewah itu. Ravi memang sudah memesan ruang VIP untuk mereka. Secara bersamaan mobil Devina juga masuk ke parkiran restoran itu.


“Lho siapa wanita itu, sepertinya itu bukan istrinya Ravi deh.”Batin Devina saat melihat wajah Ayu, karena dia merasa wanita yang saat ini bersama Ravi jauh berbeda wajahnya dengan wanita yang dia temui sewaktu di mall kemaren walaupun postur tubuhnya hampir sama.


Sesampainya di dalam restoran keduanya pun di layani dengan baik oleh pelayan restoran, ruangan itu sudah di hias dengan sangat romantis dan bisa melihat langsung ke luar jendela dengan pemandangan lampu kota yang indah. Ravi dan Ayu pun dinner berdua penuh dengan keromantisan dan Ayu sangat menikmati semuanya.


Beberapa menit pun berlalu mereka berdua pun sudah selesai makan malam.


“Apa kamu bahagia sayang?” Tanya Ravi.


“Sangat mas, terimakasih ya.”Jawab Ayu sembari menyuguhkan senyum nya.


“Sama-sama sayang.” Jawab Ravi.


“Sayang.” Lanjut Ravi menarik nafas nya dalam.


“Hmm?” Ayu menatap suaminya itu.


“Mas mau jujur soal satu hal sama kamu.”Lanjut Ravi.


“Tentang apa mas?” tanya Ayu yang masih santai.


“Tapi mas tidak tau setelah kamu mengetahui kebenaran ini kamu akan memaafkan mas atau tidak.”Lanjut Ravi yang merasa takut.


“Memang nya kamu mau jujur soal apa sih mas?” Tanya Ayu lagi.


“Maafin mas ya sayang, sumpah demi apapun mas Khilaf melakukan ini semua, mas janji hal ini tidak akan pernah terjadi lagi kedepan nya.”Ujar Ravi sembari menggenggam tangan Ayu.


“Iya mas memang nya kamu melakukan apa sih, bagaimana aku mau maafin kamu kalau aku saja tidak tau apa yang ingin kamu jelaskan.”Jawab Ayu.

__ADS_1


Ravi pun menarik nafasnya dalam dan dia pun mulai menceritakan yang sejujur-jujurnya tentang pertemuan awal dia dengan Devina, hubungan mereka di masa lalu bahkan hal yang sudah terjadi di antara mereka.


__ADS_2