Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Resepsi pernikahan


__ADS_3

"Tahu ga semua teman-teman grup mama pada rempong nanyain kebenaran resepsi pernikahan kalian, dasar ya Mak Mak julid." ucap Sovi yang keluar dari kamar dan menemui menantu dan putra nya yang sedang duduk di sofa ruang tamu.


"Iya ma,kata Ravi para wartawan juga tadi ke kantor menanyakan soal kebenaran resepsi itu." Jawab Miko.


"Yasudah tidak perlu di pikirkan, untung kan mama suruh kalian di rumah saja jadi ga perlu mikirin ke julid an para netizen." Sambung sovi.


"Iya ma, ohh iya papa mana ma?" Tanya Miko lagi.


"Tuh di kamar lagi tidur siang, rekan kerja nya juga dari tadi pada nelpon nanyain soal kebenaran Undangan itu, katanya papa mu pusing dan memilih tidur siang aja." Jawab sovi.


"Amora kamu kenapa kok merenung begitu? Apa yang kamu pikirkan?" Tanya sovi yang melihat menantu nya itu terlihat melamun.


"Umm anu ma, Amora takut kalau ada orang lain yang ingin menghancurkan resepsi pernikahan ini dengan mengungkapkan masa lalu Amora. Kan bisa-bisa batal semua nya dan papa dan mama jadi malu." Jawab Amora jujur.


"Hmmm, tenang saja Amora jauh sebelum resepsi pernikahan ini di rencanakan mama sudah menghapus semua bukti tentang masa lalu kamu, semoga saja semua nya aman terkendali sampai hari H nanti. Mama harap kamu tidak perlu memikirkan hal itu. Jangan sampai kamu stress bisa-bisa mengganggu kesehatan dan kehamilan kamu." Jelas sovi.


"Makasih ya ma, Amora benar-benar tidak menyangka mama bisa memikirkan hal itu." Ucap Amora dengan bola mata berair.


"Tidak perlu berterimakasih, kamu hanya perlu menjaga calon cucu mama bagi mama sudah lebih dari cukup."jawab sovi.


"Siap ma kalau itu mah aman." Jawab Amora.


Miko hanya tersenyum melihat hubungan mama dan istrinya itu yang kian hari kian dekat.


"Yasudah yuk kita makan siang dulu, sekarang sudah waktunya makan siang." Ajak sovi.


"Iya ma, jawab mereka."

__ADS_1


Mereka pun segera ke meja makan dan makan siang bersama, dan setelah selesai makan siang Miko dan Amora pamit ke kamar mereka untuk tidur siang.


Sementara sovi memastikan kembali Mua, catering, gedung, dan lain sebagainya agar semuanya aman terkendali sampai hari H nanti. Sovi memang sangat teliti untuk resepsi pernikahan Miko dan Amora itu.


Dua hari pun terus berlalu, tak terasa waktu yang di tunggu-tunggu pun sudah tiba dan persiapan pun semuanya sudah matang. dan tanggal yang sudah di tentukan pun sudah tiba waktunya.


Pernikahan yang di impikan semua perempuan di dunia ini adalah menikah dengan laki-laki yang di cintai nya dan mencintainya.


Dan ternyata Amora menjadi salah satu perempuan beruntung itu. Beberapa tahun bahkan bulan yang lalu Amora yang menangis dan meratapi nasib karena begitu berat nya beban hidup yang di jalanin nya.


Kini menjadi bahagia karena takdir mempertemukan dirinya dengan seorang pria yang tidak dia kenal bahkan mendekati nya hanya untuk tujuan jahat kini menjadi pria yang paling di cintai nya di hidup nya.


Kini Amora menjadi perempuan paling bahagia dan ingin rasanya mengumumkan pernikahannya itu kepada seluruh dunia. Bahwa semua orang berhak bahagia apapun latar belakang nya.


Sama halnya dengan Miko yang beberapa tahun belakangan ini menganggap wanita hanya partner diatas ranjang akhirnya di pertemukan dengan seorang wanita dengan latar belakang yang tidak biasa. Namun kini Miko menjadi pria yang paling bahagia dan bucin tingkat dewa. Semua itu karena kekuatan cinta.


Beberapa menit pun berlalu karena sudah terlalu lama menunggu akhirnya Miko masuk ke dalam kamar make up.


Miko benar-benar terpana melihat kecantikan istrinya yang sudah di balut dengan gaun pengantin. Miko hanya diam tak berkedip memandang istri cantiknya itu dari ujung rambut hingga ujung kakinya.


"kamu cantik sekali sayang, Jika saja ini bukan hari penting dan tidak ada orang di sini kamu pasti sudah ku lahap habis sayang” bisik Miko di telinga Amora.


Amora hanya tersenyum geli mendengarkan kata-kata suaminya itu, pipinya pun tiba-tiba memerah karena dia yakin para mua itu mendengar kan bisikan Miko.


"Tenang mas, nanti malam kita gas." Jawab Amora yang ikut berbisik di telinga Miko.


"Aku tidak sabar menunggu nya sayang."

__ADS_1


Setelah semuanya selesai mereka berdua pun keluar dari kamar make up, dan berjalan bergandengan dengan senyuman indah di wajah masing-masing.


semua pandangan orang-orang di sana tertuju kepada mereka, sepasang suami istri yang sangat serasi. Dan mereka pun sampai di pelaminan dan duduk di pelaminan mewah.


Senyum bahagia terus terpancar di wajah mereka. Acara pun dimulai satu demi satu acara pun berlangsung semua orang yang ada di sana mengucapkan selamat kepada kedua mempelai, namun tak semua merasakan kebahagiaan.


Di sudut ruangan ada Elsa yang masih belum terima dengan semua ini, merasa kesal dan jijik melihat senyum bahagia Amora. dia bersumpah akan membuat Amora yang di rasanya sudah merebut pujaan hatinya itu harus merasakan apa yang di rasakan nya. Apalagi setelah mengetahui masa lalu Amora Elsa semakin merasa Amora tidak pantas bersanding dengan Miko.


Bahkan Elsa sudah menyusun rencana bersama Tama untuk menghancurkan pernikahan Miko dan Amora.


Dan ada juga Adam yang belum percaya dengan pernikahan pujaan hati nya itu. namun Adam tidak dapat melakukan apapun selain menahan sesak di dadanya.


Bahkan ada mama nya Kanaya yang masih tidak percaya dengan pernikahan Miko dan Amora itu. pria yang dia harapkan menjadi menantu nya kini sedang bersanding dengan wanita lain di pelaminan itu.dia pun mulai berjulid ria dengan para ibu-ibu sosialita yang ada di sana tentang latar belakang Amora yang tidak jelas. bahkan terlihat tidak ada pihak keluarga mempelai wanita yang datang di resepsi pernikahan itu.


Namun hanya sebagain yang menanggapi nya dan sebagian lagi tidak perduli dan lebih memilih menikmati pesta tersebut.


Sementara Kanaya terlihat biasa-biasa saja, bahkan dia merasa puas karena setelah ini mama nya pasti tidak akan menjodohkan nya lagi dengan Miko. Kanaya kini lebih tertarik dengan perasaan nya kepada Ravi.


Pesta pun berlalu dengan penuh tawa bahagia, jam pun terus berlalu dan kini sudah sore. Para tamu pun mengucapkan turut berbahagia dan pamitan kepada kedua mempelai dan keluarga nya.


Setelah semuanya selesai dan pesta pun selesai dengan perasaan puas dan bahagia di hati semua keluarga.


Malam hari pun tiba dan mereka pun kembali ke rumah dan mandi setelah nya makan malam dan tidur karena hari ini benar-benar melelahkan.


Pagi ini Amora dan Miko bangun kesiangan karena kelelahan berdiri seharian kemarin saat resepsi pernikahan mereka.


Sovi dan Sean pun hanya membiarkan putra dan menantunya itu tertidur tanpa berniat membangun kan mereka.

__ADS_1


__ADS_2