
Sesampainya di mall Sovi pun langsung menggandeng tangan Elsa sedang kan Amora di biarkan berjalan sendiri di belakang mereka.
Sovi pun mulai menjajali beberapa toko baju, sepatu dan tas sambil sesekali berbincang dan tertawa bersama Elsa. Mereka yang sebenarnya tidak akrab tiba-tiba menjadi akrab hanya karena ingin membuat Amora kesal. Namun sepertinya Amora yang berjalan di belakang mereka seperti bodyguard mereka itu tampak biasa-biasa saja.
"Nihh Amora kamu bawa paper bag belanjaan saya." Titah sovi sambil menyerahkan paper bag belanjaan nya.
"Iya ma."Amora hanya menurut saja.
"Tante boleh tidak dia bawa punya Elsa juga?" Tanya Elsa sambil menunjukkan paper bag nya kepada sovi.
"Tentu saja sayang, kan fungsi nya dia ikut kita jadi asisten kita buat bawa belanjaan kita."
"Wahh benarkah Tante?"
"Yasudah nih, bawain punya gue juga." Kini Elsa memberikan paper bag nya dengan wajah jutek nya.
"Kamu tidak keberatan kan?"
"Ohh tidak kok ma." Amora tersenyum manis sambil membawa barang belanjaan itu.
"Rasain kamu, ini belum ada apa-apa nya bakal saya buat kamu menderita." Batin sovi sambil tersenyum licik.
"Tante kita beli parfum keluaran terbaru yuk." Ajak Elsa saat mereka lewat dari toko parfum.
"Boleh sayang."
__ADS_1
Mereka pun masuk ke toko parfum itu, dan dengan sabar Amora tetap setia mengikuti mereka dengan tangan sudah penuh dengan paper bag belanjaan sovi dan Elsa.
Sebenarnya ada beberapa bodyguard yang mengikuti mereka, namun sovi melarang mereka membantuk Amora untuk membawakan barang belanjaan nya.
Sesampainya di toko parfum mereka mulai berpencar mencari parfum yang sesuai dengan selera masing-masing. Elsa yang memang sudah berencana ingin menjebak Amora dengan sigap memasukkan satu botol parfum ke dalam tas Amora saat Amora lengah. Dia ingin mempermalukan Amora dengan tuduhan pencurian parfum.
Setelah berhasil memasukkan parfum itu ke dalam tas Amora Elsa pun kembali menjauh dari Amora untuk mencari parfum lain.
"Ini balasan buat kamu perempuan sok cantik kamu harus merasakan rasa malu yang pernah aku rasakan Beberapa Minggu lalu, dengan begini Tante sovi pasti malu punya menantu pencuri seperti kamu dan dia akan semakin membenci kamu." Batin Elsa dengan senyum penuh kemenangan.
Dan setelah mereka semua selesai mendapatkan parfum yang mereka mau mereka pun membayar nya ke kasir. Amora juga membelikan parfum untuk dirinya dan suaminya.
Dan setelah selesai membayar parfum nya mereka pun keluar dari toko itu dan tiba-tiba sensor alarm toko itu berbunyi. Tentu saja mereka bertiga kaget.
Dan dengan sigap sang satpam langsung menghentikan mereka, dan setelah mencek tas masing-masing betapa terkejutnya semuanya karena di dalam tas Elsa ada satu parfum mahal.
"Wahh ibu bisa ikut kami ke kantor dulu, karena harus menjelaskan ini semua dengan manager kami." Ajak sang satpam sambil menarik tangan Elsa.
"Wahh jangan tarik-tarik tangan saya dong pak, Bapak nuduh saya mencuri. Wahh bapak belom tau ya siapa saya, mall ini pun bisa saya beli masa cuman parfum se murahan ini harus saya curi, ini pasti ada yang menjebak saya." Kini Elsa merasa kesal.
"Saya tidak perduli ibu ini siapa, yang pasti bukti sudah jelas. Dan ibu harus ke ruangan manager kami dulu atau perlu kami panggil pihak berwajib untuk menangani ini semua?"
"Sialan, ini pasti kerjaan kamu kan. Kamu mau jebak saya kan?." Kini Elsa merasa kesal dan langsung menunjuk Amora.
"Lho kok jadi bawa-bawa saya, tapi kalau mau lihat cctv juga tidak apa-apa sih. Soalnya saya juga mau ambil rekaman cctv nya. Biar semua orang pada tau kalau seorang Elsa bisa juga menjebak orang dengan cara yang licik." Jawab Amora dengan senyum licik nya.
__ADS_1
"Kamu.." Elsa tidak melanjutkan kata-katanya.
"Sudah cukup-cukup, Elsa kamu urus ini semua nya ya, Tante merasa malu Elsa. Sudah Tante mau pulang duluan." Potong sovi yang merasa malu karena jadi bahan tontonan orang-orang di sana.
Sovi pun berjalan meninggalkan mereka berdua, sedangkan Amora masih mematung di tempat nya.
"Makanya mbak gatel, kalau mau jebak orang lihat-lihat dulu dong orang nya. Niat mau menjebak saya malah kejebak sendiri ya sama permainan nya. Kamu jual saya beli. Parfum yang kamu masukkan ke tas saya tadi saya masukkan kembali ke tas kamu." Bisik Amora di telinga Elsa.
"Bye bye mbak gatel." Amora tersenyum sambil melambai meninggalkan Elsa.
"Upss satu lagi, nih belanja an kamu." Amora melempar kan paper bag milik Elsa ke dekat kaki Elsa dan berlalu meninggalkan Elsa.
"Dasar si Elsa, bukan nya bantuin aku malah bikin aku malu. Ini pasti kerjaan si Amora, memang ya wanita itu tidak bisa di anggap sepele." Kini sovi menggerutuk dalam hatinya karena tadi saat Elsa di tahan satpam ada beberapa orang yang merekam kejadian itu menggunakan ponsel mereka.
Sesampainya di mobil sovi yang masih merasa kesal di buat tambah kesal lagi dengan kehadiran Amora yang langsung duduk di sebelah nya dan menyengir seakan tidak bersalah.
"Ma, apa Kita mau langsung pulang saja, atau makan siang dulu?" Tanya Amora dengan polosnya.
"Pulang.." jawab sovi dengan wajah masam.
"Yasudah yuk pak Paijo, kata mama langsung pulang saja." Titah Amora kepada Paijo.
Mobil pun melaju meninggalkan mall itu menuju rumah mereka. Sementara Elsa di tinggalkan sendiri di mall itu dan sovi masih kesal dan Amora tersenyum penuh kemenangan.
"kalian pikir aku akan membiarkan kalian merusak rumah tangga ku? hahaha tentu tidak akan ku ikuti permainan kalian. aku juga berhak bahagia dan akan ku pertahankan rumah tangga ku sampai titik darah penghabisan." batin Amora sambil tersenyum.
__ADS_1
Dia teringat kejadian tadi pagi, saat Miko yang ingin berangkat ke kantor membisikkan kepadanya agar waspada kepada mama nya dan Elsa, karena mereka berdua adalah wanita ular yang licik. berkat peringatan dari Miko Amora pun selalu was-was selama di mall itu. bahkan dia tau kalau Elsa memasukkan sebotol parfum ke dalam tas nya, namun Amora pura-pura tidak menyadari nya. dan saat Elsa lengah Amora mengambil parfum itu dari tas nya dan memasukkan kembali ke tas Elsa.
"terimakasih sayang ku, berkat peringatan mu aku bisa lebih waspada lagi. ahh nanti malam harus kasih jatah nih buat suami tampan ku itu." batin Amora tersenyum. apalagi saat melihat wajah kusut mertuanya semakin membuat Amora merasa bahagia dan tertawa kegirangan.