Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Memancing


__ADS_3

Sudah beberapa hari Ravi di rumah Ayu, Ravi pun bisa menyesuaikan diri di sana. Ravi merasa nyaman di keluarga Ayu.


Lusa dia dan Ayu akan kembali ke Jakarta karena Minggu depan Ayu akan masuk kuliah seperti biasanya.


"Bapak mau ke mana?" Tanya Ravi saat melihat si bapak membawa sebuah tas ransel.


"Mau mancing nak Ravi, di sekitar sini ada kolam pancing, biasanya bapak kalau kerjaan di ladang sedang senggang sering memancing ke sana bareng-bareng teman-teman." Jelas si bapak.


"Ravi boleh ikut tidak pak?" Tanya Ravi menawarkan dirinya.


"Bawa saja nak Ravi pak, lumayan biar dia tidak jenuh di rumah saja." Ibu menimpali percakapan mereka.


"Memang nya nak Ravi bisa memancing?" Tanya si bapak lagi.


"Hehehe tidak sih pak, tapi kan nanti bisa id ajari sama bapak, Ravi juga belum pernah memancing di kolam sebelum nya." Jelas Ravi.


"Hmmm yasudah ayok nak Ravi." Akhirnya bapak pun mengajak Ravi.


Ravi pun segera bangkit dari duduk nya dan pamit berganti pakaian. Dan setelah selesai berganti pakaian kedua nya pun pamit kepada penghuni rumah dan segera mengendarai sepeda motor bapak menuju salah satu kolam pancing umum yang sering di pakai pada warga mencari ikan atau Hanya untuk mencari hiburan.


Di sepanjang jalan Ravi banyak bertanya, dan si bapak dengan sabar menjelaskan semua pertanyaan Ravi. Dan tanpa terasa mereka sudah sampai di kolam tersebut. Ternyata kolam nya sepi dan tidak banyak yang sedang memancing.


"Sini nak Ravi ransel nya." Pinta si bapak.

__ADS_1


Ravi pun menyerahkan ransel itu kepada si bapak. Bapak pun mengeluarkan sebuah terpal dari dalam nya sebagai alas duduk mereka, dan si bapak mencoba mencari pohon rindang agar bisa duduk di sana bersama ravi. Setelah tempat duduk sudah di persiapkan mereka berdua pun duduk.


Bapak mulai memasang umpan ke mata pancing, dan Ravi Hanya memperhatikan nya. Karena bapak punya dua pancing dua-duanya di kasih umpan dan di lempar kan ke dalam kali.


"Yang ini punya kamu ya nak, nanti kalau dia gerak-gerak kamu langsung putar ini ya dan tari ke sini." Bapak mencoba mengajari Ravi.


"Baik pak." Ravi mengangguk paham dengan penjelasan si bapak.


Beberapa jam sudah berlalu mereka sudah mendapatkan beberapa ekor ikan. Ada tawa di wajah kedua nya apalagi Ravi ini pengalaman pertama untuk nya jadi ads bahagia saat umpan nya di makan oleh ikan-ikan itu.


Sembari menunggu umpan di makan ikan lagi Ravi pun mencoba menguatkan dirinya untuk mengutarakan niat nya. Setelah cukup lama bertengkar dengan kepalanya dan merasa dia laki-laki dan harus punya keberanian untuk mengungkapkan perasaan nya akhirnya Ravi pun menarik nafas dalam dan mulai membuka obrolan dengan si bapak.


Dia sudah tidak perduli lagi apa pun nanti respon dan keputusan bapak, yang penting dia sudah mengutarakan niat dan tujuan nya datang ke sini.


"Pak.."Ravi memulai obrolan yang sudah lama terhenti tadi.


"Sebenarnya kedatangan ravi ke kampung ini ingin bertemu dengan bapak dan ibu untuk meminta restu dari bapak dan ibu." Ucap Ravi sambil menahan nafas nya.


"Hah restu apa nak Ravi?" Tanya si bapak sambil menatap Ravi.


"Sebenarnya Ravi sudah lama menyukai Ayu, dan Ravi yakin Ayu juga punya perasaan yang sama dengan Ravi pak. Jadi kedatangan Ravi ke sini selain ingin silaturahim juga ingin meminta restu bapak dan ibu ingin mengajak Ayu yang ke jenjang yang lebih serius." Lanjut Ravi walaupun kini dia tidak tau di mana jantung nya berada.


"Ke jenjang yang lebih serius maksud nya nak Ravi? Kamu mau pacaran sama ayu begitu?" Tanya bapak yang masih santai dan menatap Ravi.

__ADS_1


"Maaf pak, kalau Ravi lancang, dan seharusnya ini di omongin saat ada Ayu dan ibu beserta bapak sih. Tapi nanti Ravi bakal mengulangi nya di depan ibu, dan Ayu lagi pak. Ravi tidak ingin berpacaran pak, karena itu bisa menimbulkan dosa, lagian kan di agama kita tidak di perbolehkan pacaran pak." Lanjut Ravi.


"Jadi?" Sambung si bapak.


"Rencananya Minggu depan Ravi ingin membawa keluarga besar Ravi ke rumah bapak untuk melamar Ayu untuk menjadi istri Ravi pak."


"Hah melamar?" Bapak melotot mendengar penjelasan Ravi.


"Iya pak, Ravi merasa Ayu wanita yang pantas bersanding dengan Ravi dan wanita terbaik untuk Ravi." Jelas Ravi lagi.


"Nak Ravi kamu ini tidak sedang bercanda kan sama bapak?" Tanya bapak yang masih belum percaya dengan penuturan Ravi.


"Ravi serius pak, mungkin menurut bapak ini terlalu terburu-buru. Tapi menurut Ravi lebih baik lebih cepat.dan menurut Ravi Ayu adalah pilihan yang tepat. Kalau untuk Masalah kuliah Ayu dan biaya sekolah adik-adik bapak tidak perlu khawatir Ravi tidak akan membatasi mimpi Ayu dan sebisa mungkin Ravi juga akan bantu kuliah Adik-adik. Ini janji Ravi pak." Jelas Ravi dengan tatapan yakin nya.


"Bukan begitu nak Ravi, keputusan besar begini hanya Ayu dan nak Ravi yang bisa memutihkan karena yang akan menjalani nya kan kalian. Kami sebagai orang tua hanya faktor pendukung. Jujur bapak juga terkesan dengan niat baik kamu nak Ravi. Tapi apa kamu yakin kalau Keluarga kamu juga bisa menerima Ayu, soalnya kan kalian berbeda di segala segi. Bapak tidak mau kalau anak bapak jadi sengsara dan makam hati karena bersama seseorang yang status sosial nya lebih tinggi dari kami." Jelas si bapak.


"Ravi bisa menjamin seratus persen kalau Keluarga Ravi juga bisa menerima Ayu sebagai mana Ravi menerima nya pak. Karena memang Ayu sudah di anggap keluarga sendiri di rumah kami." Ujar Ravi lagi.


"Bapak juga tidak bisa berkata apapun nak Ravi, semua keputusan ada di tangan Ayu." Jawab si bapak yang memang menyadari adanya rasa cinta yang besar di antara kedua nya. Dan selama dia mendengar kan cerita Ayu tentang perlakuan baik keluarga Ravi kepada Ayu si bapak juga percaya dengan kata-kata Ravi.


"Iya pak." Jawab Ravi yang merasa sedikit lega karena sudah berani mengutarakan niat dan perasaan nya.


Setelah merasa cukup dan ini sudah sore mereka pun pulang ke rumah membawa ikan yang mereka pancing. Hari ini dapat nya double dari biasanya, mungkin karena ada Ravi kali ya jadi ikan nya pada mau aja makan umpan cowok good looking dan good rekening.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhir nya mereka sampai di rumah. Bapak Langsung membersihkan ikan-ikan itu agar segera di masak oleh si ibu. Sedangkan Ravi pamit mandi karena memang sudah sore. Si ibu sedikit penasaran karena melihat perubahan ekspresi wajah bapak pas berangkat memancing dan setelah pulang. Seharusnya wajah dan ekspresi nya senang karena dapat ikan banyak ini malah kebalikannya.


Namun tak berani bertanya ibu lebih memilih menyiapkan bumbu untuk olahan ikan segar itu. Setelah selesai mandi dan sholat mereka sekeluarga pun makan malam bersama. Ravi sudah menyiapkan kata-kata nya untuk mengungkap kan niat nya. Setelah selesai makan dan membersihkan Tikar bekas makan tadi Ravi pun mulai mengutarakan kembali niat nya kepada Ayu, di hadapan bapak, ibu dan Ayu. Sedangkan adik-adik nya ayu sudah pada masuk kamar untuk belajar.


__ADS_2