Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Penyelesaian


__ADS_3

Sepulang nya Sovi dan Ayu dari super market mereka semua pun bersiap-siap untuk makan siang. Karena rencananya setelah makan siang mereka akan ke villa puncak.


Setelah selesai makan siang, para pria tampan di rumah itu memilih untuk tidur siang terlebih dahulu. Sedangkan Sovi langsung bersiap-siap menyusun semua kebutuhan yang akan mereka perlukan nanti.


"Ayu tolong bantuin ibu ya masukin semua ini ke dalam bagasi mobil." Titah Sovi sambil menyerahkan beberapa alat untuk Barbeque an.


"Baik bu." Jawab Ayu menurut.


"Ma ada yang bisa Amora bantu?" Tanya Amora yang menghampiri mertuanya itu.


"Tidak ada sayang, kamu duduk saja ohh iya Anu pakaian kalian selama di puncak sudah di persiapkan?" Tanya sovi yang masih sibuk dengan barang-barang yang ada di hadapannya.


"Sudah ma." Jawab Amora.


"Yasudah kamu tidur siang dulu gih, biar nanti malam ga ngantuk." Titah sovi lagi.


"Iya ma." Jawab Amora mengangguk.


"Yu ikut kan ke puncak bareng kita semua?" tanya Sovi di sela-sela dia sedang membuat bumbu.


"Iya Bu, ayu mah pasti ikut." jawab ayu tersenyum.


Akhirnya Amora pun masuk ke kamar nya dan tidur siang bersama suaminya. Sementara jagat Maya sudah heboh dengan beredarnya video Ana. Sovi yang rencananya ingin mandi karena kegerahan setelah membereskan semua perlengkapan bersama Ayu segera masuk ke kamar nya.


"Ma, sedari tadi ponsel mu berdering terus jadi papa silent, soalanya ganggu tidur." Ujar Sean yang masih enggan membuka matanya.


"Memang nya siapa yang menelepon pa? Kenapa papa tidak menjawab nya?" Tanya Sovi yang menghampiri ponselnya dan segera mengeceknya.


"Hah, apa-apaan ini." Teriak Sovi.


"Ma, kamu apaan sih, mau bikin papa mati jantungan ya?" Sean spontan duduk dari tidur nya karena kaget mendengar teriakan Sovi.


"Pa, kamu lihat ini deh." Sovi langsung menyerahkan ponselnya kepada Sean. Mereka berdua pun sama-sama menonton video Ana yang di wawancarai oleh Juna. Video itu di kirimkan oleh salah satu sahabat Sovi dan kini masalah Ana menjadi topik di grup arisan mereka.


"Itu kan Ana, Tante nya Amora ma. Kok bisa ya dia fitnah Amora begitu." Ucap Sean yang tidak percaya dengan kata-kata Ana.

__ADS_1


"Mama sudah filing sih ini perempuan ular memang suka cari masalah." Ucap Sovi yang merasa kesal kepada Ana.


"Lalu bagaimana sekarang ma, apa tanggapan yang harus kita buat? Papa yakin sih orang-orang pasti sudah pada menonton video ini. Dan mungkin saja mereka akan menganggap buruk menantu kita." Ucap Sean yang langsung memikirkan perasaan Amora.


"Ma, mama dengar papa ngomong ga sih?" Ulang Sean saat dirinya di kacangi oleh sovi.


"Ternyata benalu ini ingin bermain-main dengan keluarga Wijaya ya. Baiklah jika dia jual maka akan ku beli. Akan ku tunjukkan bahwa dia telah salah menyenggol orang." Ucap Sovi dengan senyum licik di wajahnya.


"Memang rencananya mama apa? Kalau boleh Amora jangan sampai tau masalah ini ya takut nya nanti bisa berakibat kepada kandungan nya." Ucap Sean.


"Papa tenang saja, ini akan membuat Ana dan si pemilik aku merasa malu. Bahkan jika perlu mama akan menuntut mereka karena ini sudah termasuk pencemaran nama baik." Ucap Sovi lagi.


"Memang mama mau lakuin apa sih?, Papa dan anak buah papa bisa bantu kalau masalah ini mengganggu keluarga kita." Tawar Sean lagi.


"Santai saja pa, orang licik harus di balas licik juga. Papa ga usah lah turun tangan sama Maslah kecil begini. Biar mama yang menangani nya." Ucap Sovi yang langsung mencari nomor seseorang di ponsel nya.


"Papa tidur siang aja lagi." Titah sovi.


"Lah memang jadi ya ma ke puncaknya?" Tanya Sean.


"Terus masalah Tante nya Amora ini bagaimana ma?" Tanya Sean lagi.


"Santai pa, ini mah masalah kecil. Sudah mama bilang papa Santai saja serahkan semua nya kepada mama ya." Jawab sovi.


Sovi pun menyambungkan panggilan nya dengan seseorang. Lalu mereka mulai mengobrol menyusun sebuah rencana. Sementara Sean yang tidak bisa membantah istrinya itu memilih melanjutkan tidur panjang nya.


.


.


.


Di rumah nya Elsa terus memantau komentar julid netizen kepada Amora. Elsa hanya bisa tertawa bahagia saat dia membaca semua komentar yang mencaci Amora.


"Ahh jadi tidak sabar melihat ekspresi wajah si Amora itu, pasti sekarang dia lagi panik." Batin Elsa tersenyum.

__ADS_1


"Ahh ikut nimbrung menghina Amora ah." Batin Elsa lagi yang Langsung mengomentari video Juna dengan fake akun.


Sedangkan yang sedang di gosipi tidur siang dengan nyenyak tanpa mereka ketahui di luar sana sudah banyak yang menghujat Amora padahal mereka bahkan belum kenal siapa Amora dan bagaimana latar belakang nya. Namu.


Setelah Sovi memerintahkan anak buah nya untuk menyelesaikan masalah itu dengan baik dia pun segera mandi dan bersiap-siap untuk pergi. Seperti sedang tidak punya masalah dia bisa bahagia bagai dan tersenyum manis.


.


.


.


"Apa lihat-lihat, aku ganteng memang sudah dari lahir." ucap Ravi saat dia baru saja keluar dari kamar nya sedangkan Ayu sedang duduk di meja makan.


"Mataku kenapa sih kau harus melihat ke arah dia." batin Ayu yang memalingkan wajahnya.


"Heh ayu, kamu yakin tidak mau minta maaf soal masalah kemaren?" tanya Ravi lagi saat dia sudah mengambil segelas air minum.


"Apa se penting itu permintaan maaf saya untuk pak Ravi ya?" ledek Ayu.


"Hmm bukan sih, hanya saja saya kalau lihat wajah kamu itu rasanya eneg gitu. manatau nih ya manatau kalau kamu minta maaf rasa kesal saya ke kamu berkurang." goda Ravi.


"Halah bulshit, tapi yasudah deh berhubung saya tidak nyaman berdebat dengan bapak. maka saya bersedia meninta maaf untuk kesalahan yang tidak saya lakukan." ucap Ayu yang akhirnya mengalah.


"Saya minta maaf pak, kalau kemaren saya pernah mendorong bapak."


"Lah, kagak ada minta maaf begituan, harus yang tulus dong." goda Ravi lagi.


"Terserah di terima atau kagak yang penting sudah minta maaf." ucap Ayu yang Langsung bergegas ke kamar nya.


"Dia imut kalau marah, gemes." ucap Ravi sambil tersenyum memandang Ayu yang semakin jauh.


"Heh ingat Ravi lu punya Kanaya, jangan coba-coba melirik wanita lain." ingat nya kepada dirinya sendiri.


akhirnya Ravi pun meletakkan gelas bekas minuman nya tadi di wastafel lalu kembali ke kamar nya.

__ADS_1


Beberapa jam pun berlalu semua kebutuhan sudah di persiapkan. dan semua penghuni rumah sudah pada siap semuanya. Setelah semua nya selesai mereka semuanya pun berangkat ke puncak dengan hati bahagia dan gembira.


__ADS_2