Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Drama pagi


__ADS_3

Pagi ini setelah selesai melaksanakan sholat subuh Ayu pun segera ke dapur untuk memasak untuk keluarga Wijaya itu.


Entah kenapa Ayu begitu menikmati profesi nya itu. Walaupun sebenarnya itu bukan tugas nya namun lidah keluarga Wijaya sepertinya sudah sangat cocok dengan masakan Ayu.


Setelah selesai memasak ayu melihat jadwal kuliah nya ternyata dia hanya kuliah nanti siang, jadi dia punya banyak waktu untuk merawat Ravi.


"Selamat pagi kak Ravi." Sapa Ayu saat melihat Ravi yang sudah bangun dari tidur nya namun masih berbaring di ranjang.


"Pagi Ayu." Jawab Ravi sambil tersenyum kepada Ayu.


Ayu pun segera membuka gorden kamar Ravi, dan membersihkan kamar Ravi.


"Bagaimana tidur nya tadi malam kak?" Tanya Ayu yang kini mencoba menetralkan perasaan nya dan bersikap biasa ke Ravi.


"Nyenyak, ayu bagaimana tidur nya nyenyak juga kan?" Ravi balik bertanya.


"Alhamdulillah kak, Ayu juga nyenyak kok tidur nya." Jelas Ayu.


"Ohh iya, Pak Paijo mana yu?" Tanya Ravi kepada Ayu.


"Ada kak di depan." Jawab Ayu.


"Panggilin dong yu, kakak mau ke kamar mandi." Pinta Ravi.


"Sebentar ya kak." Ucap Ayu yang segera bergegas ke depan untuk memanggil pak Paijo.


Setelah pak Paijo datang, Ravi pun di bantu ke kamar mandi dan sekalian mandi. Sembari menunggu Ravi selesai mandi Ayu yang di beri amanah untuk merawat Ravi pun membuka pintu lemari pakaian Ravi dan memilih Kam baju untuk Ravi.


Awalnya ayu merasa canggung memilih kan pakaian untuk Ravi terkhusus dalaman, namun karena ini bagian dari amanah nya sovi jadi ayu pun melakukan nya.


Setelah semua nya selesai di pilih oleh Ayu, ayu pun meletakkan nya di atas ranjang dan kembali ke dapur untuk membuatkan sarapan untuk Ravi.


"Wahh sudah seperti menyiapkan pakaian suami ya, ayu ini memang serba bisa ya den." Ucap pak Paijo saat melihat semua pakaian Ravi sudah tersusun rapi di atas ranjang milik nya.


"Hahaha iya ya pak." Jawab Ravi yang menahan gejolak di hatinya karena bahagia di perhatikan dan di perlakukan istimewa oleh Ayu.


"Saya bantu pakai baju ya den." Tawar pak Paijo.


"Okay pak, terimakasih ya pak." Jawab Ravi yang memang belum bisa menggunakan pakaian sendiri.


Setelah selesai berpakaian, dan semua sudah Ravi pak Paijo pun pamit kepada Ravi.


"Kak sudah selesai pakai baju nya? Waktu nya sarapan nih." Ucap Ayu yang membawakan nampan berisi sarapan untuk Ravi.


"Sudah yu, buka saja pintu nya." Jawab Ravi dari dalam.


"Ini baju nya kamu yang pilih ya?" Tanya Ravi.

__ADS_1


"Ehh iya kak, tidak suka ya kak, maaf ya kak." Ayu tersenyum salah tingkah.


"Suka kok yu, makasih ya, kamu juga siapin nya set lengkap" Ujar Ravi.


"Sama-sama Kak, itu kan sudah jadi bagian dari kerjaan Ayu." Jawab ayu yang merasa malu karena kata-kata Ravi sampai pipinya memerah.


"Kamu sakit yu, kok pipi kamu merah begitu?" Tanya Ravi yang merasa imut melihat ayu malu begitu.


"Ohhh engga kak, Ayu hanya kepanasan." Ayu semakin salah tingkah.


"Andai aku sedang tidak pura-pura lupa ingatan yu, sudah ku cubit pipi gemas mu itu." Batin Ravi yang merasa gemes sama Ayu.


"Ohh panas ya, apa AC nya kurang dingin yu?" Ravi semakin memancing Ayu.


"Ehh tidak kok kak, Kita sarapan saja ya kak, biar makan obat." Ujar Ayu yang semakin salah tingkah.


"Hmmm okay deh." Jawab Ravi sambil tersenyum kecil.


Ayu pun mulai menyuapi Ravi, awalnya Ayu merasa canggung karena di tatap oleh Ravi


Bahkan Ayu sampai memalingkan wajahnya karena tidak tahan dengan tatapan Ravi.


"Yu, mulut kakak di sini." Ravi memegang pergelangan tangan Ayu agar sendok nya mengarah ke mulut Ravi, soalnya karena ayu menatap ke arah lain jadi sendok tidak pas posisinya.


"Ohh iya iya kak." Ayu Langsung memperbaiki posisi sendok, dengan jantung yang dag Dig dug.


Ravi pun melepaskan pergelangan tangan ayu, namun dari nadi ayu Ravi tau kalau Ayu sedang dag Dig dug sekarang.


"Ehh maaf kak maaf." Ayu pun menatap Ravi dan saat itu tatap mereka bertemu.


Ayu yang merasa gugup langsung menatap ke arah yang berlawanan, dan sangking gugup nya sampai bubur yang di sendok jatuh ke baju Ravi.


"Aduh...aduhh...maaf kak Ayu tidak sengaja." Ayu langsung panik dan meletakkan mangkok berisi bubur itu dan mengambil tissue untuk membersihkan baju Ravi.


Ravi hanya tersenyum kecil dan gemes melihat tingkah Ayu saat salah tingkah begini.


"Ayu kenapa sih? Ada yang salah, kenapa dari tadi sepertinya kurang fokus?" Tanya Ravi yang semakin memancing Ayu.


"Ti...tidak kok kak, ayu hanya."


"Sudah santai saja, kakak ga gigit kok orang nya, ayo mana bubur nya, kata suster Ayu kan bubur nya harus habis." Ravi memotong kata-kata Ayu dan mencoba menetralkan situasi karena dia tau Ayu pasti benar-benar salah tingkah sekarang.


"Ehh iya kak, tapi kok suster Ayu?" Tanya ayu polos.


"Lho yang rawat kakak kan Ayu, jadi nya ayu sekarang jadi suster pribadi kakakk dong." Ujar Ravi.


"Ohh begitu ya kak, hehehe." Ayu tersipu malu.

__ADS_1


Setelah banyak drama sarapan pagi ini, akhirnya Ravi pun selesai sarapan dan makan obat.


"Yu, mau bawa kakak jalan-jalan keliling rumah ga? Bosan kakak sudah lebih seminggu tidur an terus. Sekalian kakak mau menghirup udara segar juga." Tanya Ravi saat ayu sedang membereskan bekas makan Ravi tadi.


"Boleh kak." Jawab Ayu yang tidak bisa menolak permintaan Ravi.


"Yasudah sebentar ya kak, Ayu antar ini dulu ke dapur, sekalian panggil pak Paijo biar Kakak di bantu pindah ke kursi roda." Sambung Ayu.


"Makasih ya yu." Ucap Ravi.


"Udah ga usah terimakasih-terimakasih kak, ini kan memang udah bagian dari kerjaan Ayu." Jawab ayu yang berdiri dari duduk nya sembari membawa nampan.


Ayu pun keluar dari kamar Ravi dan mencari pak Paijo, setelah menerangkan kemauan Ravi itu Ayu pun membawakan piring bekas Ravi tadi ke dapur untuk segera di cuci.


Setelah nya ayu kembali ke kamar Ravi dan mendorong kursi roda Ravi untuk berjalan-jalan di halaman rumah untuk sekedar menghirup udara segar. Tanpa Ayu sadari dia menikmati semua masa-masa ini.


.


.


.


Sementara Sovi yang merasa badan nya sudah mendingan pun segera mandi dan setelah nya keluar kamar bersama Sean untuk sarapan pagi.


Sebenarnya ini masih sangat pagi, jadi Sebelum sarapan pagi sovi berencana melihat kondisi putra bungsu nya itu. Dan betapa terkejutnya sovi saat melihat kamar ravi yang sudah Ravi tapi Ravi sudah tidak ada di sana.


"Pa...Ravi mana?" Tanya Sovi yang langsung keluar dari kamar Ravi.


"Tuh..." Sean menunjuk ke arah taman belakang yang bisa terlihat karena dinding nya terbuat dari kaca transparan.


Terlihat Ayu sedang mendorong kursi roda Ravi dan terlihat kedua nya sedang bercanda dan sesekali tertawa.


"Hmmmm, papa kalau lihat Ravi tertawa lepas begitu dengan Ayu rasanya adem sekali." Ujar Sean sembari menatap pandang indah di depan nya.


Sovi hanya diam tertegun, benar kata suami nya kalau mau melihat karakter seseorang lihat lah saat kita tidak punya apa-apa.


"Lagi liatin apa sih, pada serius amat." Miko mengagetkan kedua nya.


"Ehh kamu bikin kaget saja Miko." Ucap Sovi.


"Itu lagi lihat Romeo dan Juliet." Jawab Sean sambil menatap ke arah Taman belakang.


"Ayu memang perempuan baik ya, dia terlihat begitu tulus merawat Ravi." Ucap Miko yang juga ikut melihat pertunjukan itu.


"Seru juga ya seperti nya kalau lihat drama romantis begini setiap pagi." sambung Miko.


"Sudah-sudah Kuta seperti sedang menonton drama Romantis saja berdiri di sini. Kalian kan harus ke kantor ayo sarapan" Ajak sovi karena mereka bertiga berdiri sembari menatap taman belakang.

__ADS_1


Miko dan Sean pun menurut dan akhirnya ke meja makan untuk sarapan pagi, Amora pun menyusul mereka setelah memandikan baby syyaid.


Mereka semua pun sarapan pagi bersama sedangkan Ayu bersama Ravi sedang berjemur dan menikmati mentari pagi di taman belakang.


__ADS_2