
"Amora aku minta maaf karena tadi sudah lepas kendali sampai menamparmu." Ucap Miko saat dirinya sudah masuk ke dalam kamar dan melihat Amora membuka lemari pakaian nya.
"Tidak masalah Tuan Miko yang terhormat, anda kan sultan. Dan sultan mah bebas." Jawab Amora tanpa menoleh Miko.
"Amora ku mohon jangan marah." Pinta Miko yang mendekati Amora ke lemari pakaian.
"Untuk apa saya marah, dan saya tidak punya hak untuk marah tuan."
"Amora, jangan perlakukan aku seperti ini." Kini Miko memeluk tubuh Amora dari belakang dan menyenderkan dagunya di bahu Amora.
Sementara Amora hanya diam saja tanpa reaksi apapun.
"Aku lebih suka kau yang cerewet, membangkang daripada yang dingin seperti ini." Ucap Miko.
"Jadi tuan ingin saya melakukan apa?"
"Amora, stop panggil aku tuan, aku bukan tuan mu panggil mas Miko saja." Bentak Miko.
"Hah..mas? Hubungan kita tidak sedekat itu sampai panggil mas tuan Miko Wijaya." Ucap Amora sambil tertawa kecil.
"Apa kau masih marah?"
"Untuk apa saya marah, dan saya tidak punya hak untuk marah. Boleh kah kau lepaskan budak ini tuan? Budak ini mau mandi." Pinta Amora.
"Amora jangan kau uji kesabaran ku, semakin aku membujuk mu semakin kau bertingkah." Ucap Miko yang langsung emosi. Itu lah Miko pria tempramen yang memang sudah terbiasa mendapatkan apapun yang dia inginkan.
"Lakukan lah tuan lakukan se suka mu, saya akan menuruti semuanya." Ucap Amora yang diam di pelukan Miko.
Entah kenapa sekarang dia tidak bersemangat menentang kata-kata Miko. Dia merasa sangat lelah dan ingin segera mandi dan tidur siang.
"Amora, kau kenapa? Kau masih marah dengan tamparan dan kemarahan ku tadi? Aku minta maaf untuk itu Amora. Jujur semua di luar kendali." Ulang Miko yang kini membalikkan tubuh Amora.
"Tidak tuan Miko Wijaya, saya tidak marah, dan untuk apa juga saya marah Dan perlu saya ulangi beberapa kali lagi hah?"
"Tapi kenapa kau berubah?"
"Saya tidak berubah, wujud saya masih sama."
"Amora, kenapa kamu jadi dingin seperti ini hah?"
"Tuan Miko Wijaya yang terhormat saya benar-benar bingung dengan pola pikir anda dan kemauan anda. Bukan nya sedari tadi saya sudah bilang kalau saya tidak marah, dan saya baik-baik saja. Saya rasa anda mengerti bahasa Indonesia jadi anda paham maksud saya kan?" Jelas Amora.
__ADS_1
"Amora, stop pakai bahasa formal, mari berbicara seperti biasanya."
"Hmm baiklah mas Miko, boleh kau lepaskan pelukan mu kepada ku aku mau mandi. Aku lelah aku ingin mandi dan tidur siang." Ucap Amora yang mengalah.
"Yasudah mandi lah, setelah mandi mari kita perjelas masalah ini." Ucap Miko yang melepaskan pelukan nya di pinggang Amora.
"Terimakasih." Amora pun membawakan pakaian nya dan masuk ke kamar mandi.
Sementara Miko yang dia sendiri pun tidak tau apa yang dia mau duduk di sofa kamar sembari menunggu Amora selesai mandi.
"Bagaimana ini, bagaimana jika Amora memang mencintai pria yang ada di cafe atau Ravi maka dia akan meninggalkan ku." Batin Miko yang duduk di sofa.
Sembari Miko menghayal, ponsel Amora sedari tadi berdering di atas meja, maka Miko yang kepo pun megambil ponsel Amora dan membuka nya. Dia pun membaca semua DM dari Adam.
"Sialan, jadi ini pacar Amora. Lumayan sih tapi aku yakin masih kalah jauh sih sama aku." Batin Miko sambil memperhatikan satu demi satu foto Adam.
"Jangan menggangguku lagi, lupakan aku karena aku sudah memiliki pacar dan sebentar lagi akan menikah." Balas Miko utuk semua chat panjang Adam.
Lalu Miko menghapus balasan itu dan memblokir Instagram Adam.
"Enak saja dia ingin menikahi milikku, dia pikir siapa dia. Langkahi dulu mayat ku jika ingin mendapatkan amora." Batin Miko sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Tapi tunggu dulu Miko, lalu kau sendiri apa yang ingin kau lakukan kepada Amora. Hubungan seperti apa yang kau ingin kan dengan nya?" Tanya Miko kepada dirinya sendiri.
"Cklek..." Amora pun keluar dari kamar mandi karena dia sudah selesai mandi.
"Amora, apa kau sudah merasa mendingan setelah mandi?" Tanya Miko yang mengekori Amora naik ke atas ranjang.
Amora pun hanya membalas nya dengan anggukan.
"Amora mari kita selesai kan semua kesalah pahaman ini."ajak Miko setelah Amora merebahkan tubuhnya di ranjang dan Miko juga ikut merebahkan tubuhnya sambil melonggarkan dasi nya dan membuka kancing kemeja nya.
"Mau menyelesaikan apa lagi mas?" Jawab Amora yang memalingkan wajahnya.
"Apa kau mencintai pria itu?"
"Ku rasa aku tidak punya kewajiban untuk menjawab itu."
"Tapi aku punya hak untuk mengetahui kebenaran nya." Ucap Miko.
"Untuk apa?"
__ADS_1
"Agar aku tau menempatkan diri ku."
"Maksudnya?"
"Jika memang kau menyukai pria itu maka takkan ku biarkan hati mu di rebut oleh nya.dan aku akan memperjuangkan mu. Karena kau milik ku dan hanya milikku." Ucap Miko.
"Mas kamu tuh egois banget tau ga sih,kamu ingin memiliki ku tapi kami sendiri tidak ingin serius dengan ku. Sampai kapan mas... sampai kapan kita harus hidup di dalam dunia dosa ini? Kapan kita akan keluar dari sini mas? Aku juga ingin memperbaiki diri." Ucap Amora.
"Amora, mari kita perjelas hubungan kita. Mari kita berpacaran." Ajak Miko.
"Hah..? Berpacaran?" Tanya Amora mengulangi perkataan Miko.
"Iya, kamu mau kan?"
"Maaf mas aku tidak bisa."
"Kenapa,kamu tidak mau karena kamu sudah mencintai pria itu atau Ravi?" Tanya Miko yang tidak bisa menerima penolakan Amora.
"kalau memang iya kenapa mas?" tanya Amora memancing perasaan Miko.
"Amora, bilang kalau kamu bohong. kamu hanya menyukai mas kan?" tanya Miko yang tidak percaya.
"sayang nya kamu salah mas, aku hanya dan menganggap mu partner diatas ranjang tidak lebih. dan untuk apa aku mencintai pria yang tidak menginginkan ku. lebih baik aku memantaskan diri untuk pria yang ingin menikahi ku." bohong Amora.
"Amora, kau pikir aku sebodoh itu hah? aku tau kau berbohong dan kau memiliki rasa cinta kepada ku."
"lalu seandainya pun iya mas, aku juga sadar diri kok mas kamu siapa dan aku siapa."
"Amora, mari kita mulai semuanya. kita buka lembaran baru. aku mencintaimu dan sangat mencintai mu aku tidak ingin kehilanganmu. mari kita berpacaran, mengenal satu sama lain dan berikan aku waktu untuk memperjelas hubungan kita kepada kedua orang tua ku agar mereka dapat menerima masa lalu mu dan tidak akan mengungkit nya di kemudian hari. Amora aku juga ingin langsung menikahi mu namun pernikahan itu bagi ku sakral Amora, itu hubungan satu untuk seumur hidup. dan aku ingin memperbaiki semuanya dulu baru menikah agar nanti tidak ada masalah di kemudian hari.
percaya lah Amora aku serius mencintai mu dan ingin memiliki mu seutuhnya, aku juga menerima semua masa lalu mu. karena aku juga manusia kotor penuh dosa cuman semuanya butuh waktu." jelas Miko panjang lebar.
"mas..." hanya itu yang mampu Amora ucapkan sambil duduk dari tidurnya. dia tidak sanggup menahan air matanya agar tidak tumpah.
sungguh dia merasa bersalah kepada Miko dia terlalu egois karena dia tidak pernah memikirkan sampai sejauh itu.
"ku mohon jangan menangis sayang." ucap Miko yang memeluk Amora dan pelukan Miko pun di balas oleh Amora.
"jadi bagaimana Amora, apa kau mau menjadi pacar ku?" tanya Miko mengulangi pertanyaannya.
Amora hanya mengangguk, dia tersenyum manis ke pada Miko.
__ADS_1
"terimakasih sayang, aku tidak akan pernah mengecewakan mu." ucap Miko yang mencium kening amora.