
Hallo sayang-sayang author aduhhhh rindu pake banget nih udah berbulan-bulan ini novel di gantung ya? Parah sih udah kayak sinetron kagak kelar-kelar.
Bahkan mungkin udah pada lupa sama jalan cerita nya ya? Sama sih author juga udah rada-rada lupa sama alur cerita nya hehehe. Pokoknya author mau minta maaf yang se besar-besar nya karena tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Tapi author merasa gantung kalua ini cerita gak sampai ke ending, jadi kita mulai aja lagi cerita pasutri baru Ravi dan Ayu dan se perangkat kebucinan mereka ya. Kalau untuk Miko dan Amora anggap saja pasutri itu sudah Bahagia.
Seminggu sudah Ravi dan Ayu sah menjadi sepasang suami istri, sebenarnya sejak hari pernikahan Sovi sudah menyuruh mereka berdua langsung honeymoon, namun Ravi memilih menunda nya karena masih banyak pekerjaan yang harus mereka selesaikan. Soalnya Ayu harus mengurus kuliah nya. Ravi juga mengurus beberapa urusan kantor dan mencari rumah untuk mereka tinggal, dan mengisi seluruh perabotan yang mereka butuhkan nanti di rumah baru mereka. Karena Ravi memang ingin mandiri dan tinggal pisah rumah dengan kedua orang tua nya.
Awalnya sovi tidak setuju dengan keputusan Ravi itu, namum berkat bantuan sean akhirnya dengan berat hati sovi pun mengizinkan putra bungsu dan menantunya itu pindah rumah. Setelah semua urusan mereka kelar akhirnya hari ini mereka berangkat ke salah satu kota yang menurut Sovi pas untuk di jadikan tempat honeymoon. Mereka pun mengantarkan pasangan pasutri itu untuk berangkat Honeymoon. memang ada beberapa rekomendasi tempat honeymoon yang di rekomendasikan oleh Sovi. Namun Ayu lebih memilih tempat yang unik katanya tempat itu adalah tempat impian nya. Tentu saja sebagai mertua yang baik Sovi hanya bisa menuruti kemauan menantu nya itu.
Setelah berpamitan Akhirnya Ravi dan Ayu berangkat honeymoon.
“Ahhh..” Sovi tersenyum Bahagia melepas kepergian Anak dan menantu nya itu.
“Semoga kebahagian selalu menyelimuti kita semua ya sayang.” Ujar Sovi sambal memeluk suaminya.
“Iya ma.” Jawab sean tersenyum.
Entah kenapa Sovi merasa semenjak kehadiran kedua menantunya kehidupan kedua putra nya lebih berwarna. Memang kedua nya bukan menantu yang awalnya dia ekspektasi kan namun seiring berjalan nya waktu akhirnya Sovi menyadari bahwa kedua menantu pilihan putra nya ini adalah yang terbaik untuk mereka.
Setelah mengantar Ayu dan Ravi ke bandara akhirnya mereka sekeluarga pulang ke rumah karena Miko harus berangkat ke kantor. Sementara kedua pasutri yang masih hangat-hangat nya itu sudah berada di atas pesawat.
“Sayang kamu senang tidak menikah dengan mas?” tanya Ravi yang merangkul istrinya itu.
“Sepertinya setiap hari kamu tanya itu mulu deh mas, senang dong senang banget malahan, Aku bersyukur mas bisa berjodoh dengan kamu.” Jawab Ayu yang memang setiap hari nya selalu di tanyain hal itu oleh Ravi.
“Sama sayang mas juga senang banget, bahkan kadang masih tidak menyangka bahwa kini kita sepasang suami istri.” Lanjut Ravi sembari menatap istrinya itu dalam.
Ayu hanya tersenyum manis dan bersandar di Pundak Ravi, dia juga sebenarnya kadang merasa ini semua masih seperti mimpi bisa menjadi istri dari seorang Ravi Wijaya. Pertemuan yang tidak sengaja dengan membawa dirinya bertemu dengan jodoh nya.
“Tetap lah menjadi teman hidup ku, mendampingiku sampai tuan anti sampai maut memisahkan kita sayang. Sampai melihat anak cucu kita nanti ya.” Lanjut Ravi sembari mengusap rambut istrinya itu.
“Iya sayang.” Jawab Ayu mengangguk.
Masih ada kehangatan di antara mereka berdua, cinta dan kebahagian pun masih menggebu-gebu. Dan setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya pesawat pun lepas landas. Karena memang Sovi sudah mempersiapkan semua nya untuk mereka jadi semua perjalanan mereka sudah teratur dengan baik. Tim hotel pun menjemput kedua pasutri itu dan akhirnya mereka di bawa ke vila yang akan mejadi tempat honeymoon kedua nya.
Kamar nya begitu indah dengan hiasan bunga-bunga dan begitu wangi benar-benar indah dan sesuai ekspektasi.
__ADS_1
“Mas mau mandi dulu ya.” Ujar Ayu saat kedua nya sudah sampai di kamar dan Ayu sudah mengemasi barang-barang mereka.
“Mandi bareng dong sayang.” Jawab Ravi yang sedang duduk di sofa kamar.
“Ummmm, yasudah yuk.” Jawab Ayu dengan pipi yang memerah, bagaimana tidak sudah seminggu mereka menikah tapi belum melakukan ritual malam pertama. Ravi memang menahan diri karena dia mau melakukan nya saat honeymoon agar malam pertama mere berkesan.
Sebenarnya ada rasa dag dig dug di hati Ayu karena ini akan menjadi hari pertama mereka saling melihat satu sama lain secara polos. Namun cepat atau lambat hal itu juga akan terjadi, lagian kini kedua nya sudah sah menjadi sepasang suami istri jadi tidak masalah dan tidak dosa lagi.
Ayu pun mengambil kedua handuk untuk mereka berdua, lalu mereka pun masuk ke kamar mandi. Ayu menjadi salah tingkah dan sedikit gugup namun dia mencoba terlihat biasa saja di depan suaminya itu karena Ravi juga terlihat biasa saja. Ravi mulai membuka satu persatu pakaian nya, dan Ayu yang masih enggan membuka pakaian nya. Bahkan dia pura-pura menggunakan cermin agar tidak fokus ke Ravi.
Ravi yang sudah melepaskan pakan atas nya memeluk Ayu dari belakang.
“Kenapa kamu terlihat gugup sayang?” bisik Ravi di telinga Ayu sembari mengeratkan pelukan nya di perut istrinya itu. Deru nafas ravi tepat di telinga Ayu sehingga membuat Ayu merinding.
“Tidak kok mas.” Jawab Ayu yang semakin gugup dan salah tingkah.
“Benarkah?” tanya Ravi yang mulai membuka satu persatu kancing baju istrinya itu. Ayu hanya diam saja dan memilih pasrah dengan perlakuan suaminya itu.
Setelah menanggali satu persatu kancing baju Ayu dengan lembut Ravi melepas kan pakaian itu dari tubuh sang istri dan kini tinggal pembungkus dada yang menempel. Ravi sempat terpesona dengan bentuk dada istrinya yang terlihat padat kenyal dan begitu menggoda. Terlihat tidak terlalu besar namun pas untuk ukuran tangan. Kedua nya melihat diri masing-masing di pantulan cermin, Ayu merasa deru nafas suaminya itu semakin memburu.
Tangan ravi pun tidak mau diam tangan ikut bekerja menelusuri inci demi inci. Lalu tangan itu mulai mengarah ke kancing celana Ravi pun membuka celana Ayu dan Ayu hanya diam saja mengikuti permainan suaminya. Setelah berhasil meloloskan semua nya kini Ravi melepaskan pakaian yang melekat pada tubuh nya sendiri.
Dan kini untuk pertama kali nya kedua nya saling melihat tubuh polos satu sama lain. Ravi hanya bisa meneguk saliva nya saat melihat indah nya bentuk tubuh istrinya itu. Berbeda dengan Ravi Ayu sedikit syok saat melihat junior milik suaminya yang sudah tegak berdiri begitu besar dan Panjang. Pikiran nya langsung ke mana-mana. Seketika Ayu merinding membayangkan jika benda itu masuk ke milik nya.
“Sayang kenapa kamu begitu menggoda?” Bisik Ravi di telinga Ayu.
Ayu hanya diam saja dia tersipu malu mendengarkan ucapan suaminya itu,
Tak ingin membuang- buang waktu Ravi langsung mengangkat tubuh Ayu ke atas wastafel dan melanjutkan aktivitas yang tertunda tadi. Karena ayu terlihat gugup Ravi membimbing tangan Ayu untuk menyentuh milik nya.
“Dep….” Terasa keras dan hangat, dag dig dug jantung Ayu saat tangan nya menyentuh milik suaminya itu.
“Apa milikku besar sayang?” goda Ravi berbisik di telinga Ayu.
Ayu yang kelabakan di tanya seperti itu hanya bisa mengangguk malu.
__ADS_1
“Apa kau akan puas dengan nya? Karena mulai hari ini dia akan jadi mainan mu, dan kamu bertugas menidurkan nya setiap hari nya.” Sambung Ravi.
Karena Ayu hanya diam saja, Ravi pun menghentikan aktivitas tangan nya dan menatap Ayu dalam.
“Apa kau bersedia menidurkan nya setiap hari sayang?” ulang Ravi sembari menatap istrinya itu.
“Iya mas.” Jawab Ayu gugup.
“Apa kamu sudah siap melakukan nya sayang?” Tanya Ravi lagi.
“Di kamar mandi mas? Kita melakukan nya di kamar mandi?” Ayu balik bertanya.
“Tidak hanya di kamar mandi sayang, tapi di seluruh tempat di ruangan kamar ini.” Jawab Ravi.
Tanpa aba-aba Ravi langsung menggendong Ayu dan membawa nya ke bathtub yang sudah di hiasi bunga-bunga. Kedua nya berpelukan di dalam bathtub.
Ravi membelai anak rambut Ayu yang menutupi wajahnya lalu menyelipkan nya ke daun telinga Ayu. Dia menatap dalam istrinya itu. Lalu mencium pucuk rambut, kening, pipi bibir Ayu kilas.
“Terimakasih sayang karena sudah memilihku menjadi imam mu dari sekian banyak nya pria di luar sana.” Ujar Ravi.
“Terimakasih juga mas karena sudah memilih Ayu yang masih banyak kurang nya ini.” Jawab Ayu.
“kriuk…kriuk..kriuk…” tiba-tiba Ada suara yang merusak suasana.
“Hehehe…” Ayu cengengesan karena cacing nya tidak bisa di ajak kompromi.
“Kamu lapar sayang?” Tanya Ravi.
“Hehehe iya mas, maaf ya.” Ayu masih cengengesan merasa tidak enak kepada suaminya itu.
“Yasudah kita mandi yuk, abis itu kita makan siang.” Ajak Ravi karena memang sekarang sudah jam makan siang.
“ Iya mas.” Ayu mengangguk.
Kedua nya pun mandi Bersama, lalu setelah beberapa menit kemudian setelah selesai mandi mereka berpakaian dan segera siap-siap dan akhirnya kedua nya makan siang Bersama.
__ADS_1