
Setelah selesai melakukan hubungan suami istri akhirnya Amora dan Miko pun mandi bersama, dan setelah selesai mandi mereka berdua memutuskan untuk makan malam di luar, karena sovi, Sean, dan Ravi tidak ada di rumah. Ternyata sovi dan Sean sedang pergi ke beberapa tempat untuk menyiapkan resepsi pernikahan Amora dan Miko sedangkan Ravi masih di kantor bergelut dengan berkas-berkas dan pekerjaan yang menumpuk.
"Sayang malam ini kamu mau makan apa?" Tanya Miko saat mereka sudah berada di dalam mobil dan Miko yang masih fokus menyetir mobil.
"Makan apa ya" kata Amora sambil menempelkan jari telunjuk nya di dagu dan masih mikir.
"Ohh makan sate aja mas" jawab Amora setelah beberapa menit kemudian.
"Yasudah kita beli sate di tempat biasa saja ya sayang" kata Miko.
"Tidak mau mas, aku mau tukang satenya harus berperut buncit dan harus goyang itik selama memasak sate nya" jawab Amora meminta hal yang di inginkan nya kepada suami nya itu.
"Hmm mulai deh nih ngadi-ngadi, ini beneran ngidam atau ngerjain aku sih sayang." Batin Miko.
"Ihh kok kamu diam sih mas, ini anak kamu lho yang minta." Ucap Amora dengan wajah memohon.
"Tapi kan sayang kasihan Abang sate nya kecapekan masak sate sambil goyang itik" jawab Miko mencoba memberikan penjelasan kepada istrinya itu.
"Yasudah kalau tidak mau juga tidak apa-apa, biar aja nanti anak mu lahir nya ileran karna pas mama nya hamil ga mau menuruti keinginan mama nya." jawab Amora sambil memalingkan wajahnya ke luar mobil.
"Yasudah-yasudah ayok kita belikan satenya sayang" bujuk Miko kepada istrinya.
"Nah gitu dong mas, ini baru namanya papa dan suami siaga."
"Hmm kalau aja ada maunya langsung cengar cengir ya Bun."
Mobil pun terus melaju dan mereka sudah mengunjungi 3 penjual sate tapi belum ada yang berperut buncit.
"Sayang kamu yakin? Harus makan sate dari mamang yang berperut Buncit?. Kalau tidak ketemu nanti kita pulang nya malam an Kan kata dokter kamu harus banyak istirahat sayang." Tanya miko lagi saat mobil sudah melaju mencari penjual sate.
"Iya mas, filing aku sih sebentar lagi juga bakal ketemu kok penjual sate berperut buncit" jawab Amora percaya diri.
"Hmmm filing ga tuh, entah iya entah kagak." Guman Miko.
"Mas filing istri ga pernah salah lho."
"Iya sayang, kamu mah memang ga pernah salah."
"Emang iya."
Miko pun hanya bisa terdiam karena percuma dia melawan istrinya itu karena ga akan bisa menang. Lebih baik dia fokus menyetir dan mencari mamang penjual sate sesuai kriteria Amora.
Dan setelah menempuh waktu sekitar 10 menit mereka pun berhenti di salah satu warung sate. Amora pun ikut turun dari mobil.
"Lho sayang kamu ngapain ikut turun?"Tanya Miko kepada istrinya itu.
"Ya mau lihat Abang penjual satenya lah Mas" jawab Amora tersenyum kegirangan.
"Tapi kan belum tentu Abang nya perutnya buncit" ucap Miko.
"Aku yakin perutnya Buncit kok mas" jawab Amora penuh percaya diri.
"Hmm PD nya istriku ini."
"Ayo turun mas, aku sudah ga sabar i
Nih."
__ADS_1
"Iya iya sayang iya."
Mereka pun keluar dari mobil dan berjalan menuju penjual sate itu. Benar saja bapak penjual satenya berperut buncit. Namun wajah si bapak sedikit sangar dengan kumis yang panjang.
"Mau pesan berapa tusuk pa?" Tanya seorang perempuan yang di duga istri dari si penjual sate saat melihat Amora dan miko ada di sana.
Miko terlihat gugup, bagaimana cara dia mengungkapkan keinginan istrinya pada bapak penjual sate sementara wajah nya saja sangar begitu.
"Mas bilang dong" kata Amora sambil menyenggol lengan Miko karena suaminya itu diam dan terlihat gugup.
Di dalam hati Amora ingin tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah suaminya yang terlihat canggung.
"Kalau di perusahaan kamu sok keras mas, sekarang seperti sapi yang mau di potong.. ekspresi penuh derita hahahha." Batin Amora.
Si ibu pun terus menunggu Miko berbicara sambil menatap Miko.
"Umm mau 20 tusuk buk" jawab Miko datar.
"Mau bumbu Padang atau bumbu kacang pak? Tanya sang ibu lagi.
"Bumbu Padang Bu" jawab Amora cepat.
"Baiklah bapak dan ibu boleh duduk dulu sebentar, satenya biar segera di bakar sama suami saya" jawab sang ibu sambil tersenyum.
"Mas....",kata Amora dengan wajah memelas. Menyuruh agar Miko memberitahu kan keinginan mereka.
Karena tidak tega melihat wajah penuh memohon istrinya dan tidak mau nanti kalau Sampai anak mereka terlahir ileran akhirnya Miko memutuskan akan meminta ya kepada penjual sate.
"Yaudah sayang kamu duduk dulu sebentar ya, mas mau negosiasi dulu nanti kalo bapaknya setuju kami kesini lagi." Jawab Miko.
Amora jelas tahu alasan Miko menyuruh dia duduk saat bernegosiasi dengan si bapak penjual sate.
Miko pun berjalan menuju penjual sate dengan seibu rasa tidak enak.
"Anu pak buk saya boleh minta tolong tidak?" Tanya Miko dengan detak jantung sedikit lebih cepat dari biasanya.
"Minta tolong Apa ya pak?"tanya si ibu, sementara suaminya hanya melihat Miko dengan tatapan sangar nya.
"Jadi begini pak buk istri saya sedang mengidam makan sate yang penjual nya bapak-bapak berperut buncit dan membakar satenya sambil bergoyang itik" jelas Miko sedikit terbata-bata.
"Jadi maksud kamu saya harus bergoyang itik gitu selama membakar sate nya?" Tanya si bapak yang dari tadi diam saja dengan wajah sangar nya.
"Iya pak saya mohon, saya rela bayar berapa saja demi istri saya" jawab Miko penuh dengan wajah memohon.
Si bapak terlihat diam, namun ada penolakan di wajah nya.
"Ayolah mas, bagaimana kalo ibu yang begitu kamu juga pasti bakal melakukan hal yang sama dengan bapak ini" bujuk istri si penjual sate.
Setelah berpikir beberapa menit akhirnya si bapak penjual sate pun setuju.
Miko pun tersenyum bahagia, dia langsung menghampiri Amora dan Mengabari nya.
Sementara Amora sedari tadi hanya tertawa kecil melihat semua tingkah suaminya. Mereka berdua pun mendekati bapak penjual sate dan melihat si bapak bergoyang itik sambil membakar satenya.
Amora hanya tertawa-tawa kecil melihat semuanya itu sementara Miko ikut bahagia melihat istrinya bahagia. Dan beberapa saat kemudian sate mereka pun sudah matang dan sudah di bungkus.
"Terimakasih banyak pak" kata Miko berterimakasih paling tulus kepada bapak penjual sate.
__ADS_1
" Iya sama-sama" jawab si bapak dengan wajah datarnya.
" Jadi berapa yang harus saya bayar pak? Untuk kebaikan bapak?" Tanya Miko lagi se sopan mungkin.
"Tidak usah, saya tahu itu semua demi istri kamu. Kamu jaga saja baik-baik istri kamu dan calon anak kamu" jawab sang bapak tetap dengan wajah datarnya.
"Terimakasih banyak pak" ucap Miko lagi tersenyum bahagia.
Setelah membayar sate yang mereka belikan Amora dan Miko pun permisi pamit.
Mereka pun berjalan menuju parkiran mobil.
"Apa kamu bahagia sayang" tanya Miko melihat istrinya tersenyum.
"Sangat mas, aku sangat bahagia, terimakasih banyak ya mas kamu selalu jadi suami dan calon ayah yang siaga." jawab Amora sambil tersenyum.
Amora yang sedari tadi merasa lucu dengan tingkah dan ekspresi wajah suami nya hanya tertawa kecil dan tersenyum bahagia.
"Ohh jadi begini rasanya kalau lagi hamil ya, selalu di sayang suami dan di turuti semua kemauan nya. Kalau tau begini aku mau hamil saja setiap hari hehehe" batin Amora.
.
.
.
"Amora..." tiba-tiba seseorang memanggil Amora saat mereka hendak masuk ke dalam mobil.
spontan Miko dan Amora pun menoleh ke sumber suara.
dan jleb... yang memanggil Amora adalah Tante Amora, Ana. ekspresi wajah Amora kini tiba-tiba langsung berubah. wajahnya jadi pucat saat melihat Ana tersenyum sumringah mendekati mereka.
"Aduh keponakan Tante makin cantik saja, ini ya calon suami kamu itu pantas saja tampan dan mapan begini ya, Tante tadi lihat berita nya di media sosial lho." ucap Amora sambil memegang pundak Amora dan memamerkan senyum palsu nya.
"Maaf ya Tante ana tapi aku tidak pernah menganggap mu sebagai keluarga ku, jadi jangan sok kenal sok dekat." ucap Amora sambil menepis tangan Ana.
"Aduh cantik-cantik tapi durhaka, halo ganteng saya Tante nya Amora, adik kandung Almarhum ayah nya Amora." ucap Ana sambil menyodorkan tangan nya kepada Miko.
namun saat melihat Amora menggeleng kepala nya, Miko tidak membalas uluran tangan Ana.
"Wahh orang kaya memang sombong ya, dan tidak punya sopan santun kepada orang tua." ledek Ana yang kembali menarik tangan nya karena tidak bersambut dari Miko.
"Sudah lah mas, wanita ini tidak perlu di ladeni kita pulang saja yuk..nanti satenya keburu dingin." ajak Amora kepada suami nya itu.
Miko pun hanya menurut dan membukakan pintu kepada Amora.
"Benar-benar kamu ya Amora, mentang-mentang sudah mau jadi istri orang kaya sombong nya semakin menjadi-jadi. tapi Tante tidak yakin sih kalau sampai calon suami kamu ini tau siapa kamu sebenarnya dan bagaimana suram nya masa lalu kamu dia akan tetap mau menikahi Kamu atau langsung meninggalkan kamu ya." ucap Ana sengaja dekat ke telinga Miko.
"Dia bukan Tante yang memandang orang lain. dari materi dan masa lalu." jawab Amora yang masuk ke dalam mobil.
"Mari Tante." ucap Miko
setelah Miko menutup pintu mobil Amora, dan berputar mengelilingi mobil menuju kemudi.
mobil Miko pun berjalan dan meninggal kan Ana yang masih mematung di sana.
"Sekarang kamu boleh jual mahal Amora, tapi bisa ku pasti kan besok kamu akan jual mahal. aku jadi penasaran bagaimana jika pihak calon suamimu tau kalau kamu mantan perempuan malam dan simpan om-om. hahaha pasti seru." batin Ana tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
"Akan ku balas penghinaan mu kemaren dan hari ini Amora. dan aku jadi tidak sabar melihat kau di tendang oleh mertua mu nanti nya karena jijik melihat kamu dan masa lalu mu." batin nya yang sudah langsung menyusun rencananya.
"