Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Masakan Amora


__ADS_3

uhh Amora mengeliat, dan mencoba mengumpulkan kesadaran nya. Dia memandang wajah tenang Miko yang masih terlelap di sebelah nya.


"Terimakasih mas karena sudah hadir di hidup aku." Batin nya sambil menatap wajah tampan Miko.


"Aku ga tau mas apa yang harus ku lakukan, tapi semakin kesini semakin besar rasa sayang aku ke kamu mas. Entah nanti kita bisa bersatu di kehidupan ini atau kita harus menunggu kehidupan selanjutnya aku tidak tau biarlah waktu yang ngejawab semuanya. Yang pasti dapat mengenalmu dan di kenal mu dan melihat wajahmu sedekat ini saja itu sudah menjadi anugerah terindah dari Tuhan yang pernah ku rasakan." Batin Amora lagi.


Amora yang melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 05:30 pagi, segera turun dari ranjang se pelan mungkin agar tidak membangunkan Miko. Setelah berhasil turun dari ranjang Amora pun segera bergegas ke kamar mandi untuk mandi pagi. Beberapa menit berlalu dia sudah selesai mandi dan segera berpakaian.


"Dasar bayi besar, sudah siang begini masih belum bangun juga." Guman Amora yang melihat Miko masih terlelap.


"Mas bangun, kamu ga ke kantor?" Bisikan Amora di telinga Miko membuat Miko meras geli.


"Sayang, jangan pancing pagi-pagi begini dong, mana kamu wangi banget lagi." Ucap Miko yang merasa geli dengan hembusan nafas Amora di telinga nya. Dan dia merasa segar setelah aroma strawberry menusuk hidung nya.


"Idih dasar mesum, ayo mas bangun ah, nanti kamu telat ke kantor nya lho." Rengek Amora yang terus menggoyangkan tubuh Miko.


"Hmm iya iya, nih mas sudah bangun." Jawab Miko yang membuka matanya dan duduk di ranjang.


"Apa tidurmu nyaman sayang?" Tanya Miko setelah dia sudah berhasil di bangunkan Amora.


"Sangat-sangat tidak nyaman mas, soalnya harus berbagi kasur sama kamu." Jawab Amora yang membuka gorden kamar.


"Benarkah? Tapi kok bisa ya tadi malam kamu kok bisa ya tidur nya ngorok bahkan memeluk mas sangat erat." Tanya Miko yang memeluk Amora dari belakang.


"Idih, pagi-pagi udah fitnah aku meluk guling kali mas bukan meluk kamu. Dan mana ada aku ngorok Wee." Protes Amora.


"Ohh kamu mau bukti kalau kamu semalam peluk mas?"


"Iya mas mana buktinya? Kamu kira ini rumah kamu yang ada cctv nya?" Tantang Amora.


"Lah kalau ada cctv berarti kamu takut ya, karena memang benar kamu peluk mas kan?"


"Ahh udah deh sana mandi mas, kamu itu bau jigong lihat tuh iler kamu idih." Alih Amora.


"Hmmm bau jigong begini kamu tetap sayang kan? Dah deh nih..."cup." Morning kiss sayang ku." Satu kecupan manis mendarat di kening Amora.


"Udah ah sana mandi, nanti mama nya mas nyariin lho." Usir Amora yang salah tingkah dan pipinya sudah seperti kepiting rebus.


"Idih,,, kenapa tuh pipi tiba-tiba merah begitu? Jantungan ya dapat serangan mendadak dari Miko Wijaya?" Goda Miko.


"Sana mandi, dasar jorok." Amora melempar kan handuk ke wajah Miko.


"Mandiin." Rengek Miko.


"Kamu kira kamu mayat apa di mandiin?"


"Mandi ga mas? Nanti mama nya mas nyariin lho malah aku lagi yang di salahin."


"Iya iya ibu negara, bawel banget deh ah." Jawab Miko yang akhirnya mengalah dan pergi mandi.


Sementara Amora mulai merapikan ranjang dan baju milik Miko yang berserakan di lantai. Dan tanpa sengaja Amora melihat ponsel Miko yang terletak di nakas layarnya menyala ada panggil an dari mama. Namun karena ponselnya di silent oleh Miko jadi panggilan itu tidak terdengar. Bahkan sudah ada 78 panggil an tidak terjawab di sana.


Melihat hal itu Amora semakin panik, dia takut kalau sovi akan semakin membenci nya karena Miko menginap di sini. Karena Amora yakin pasti sovi tau kalau Miko semalam ke apartemen nya.


"Cklek." Sayang mas baru ingat mas kan ga punya baju ganti." Ucap Miko yang baru saja masuk ke kamar mandi sudah keluar lagi.


"Mas harus nyuruh Rudi nganterin baju ganti mas nih. Biar nanti dari sini mas langsung ke kantor saja." Sabung nya sambil berjalan ke arah Amora yang masih berdiri memegang ponsel milik Miko.


"Umm anu mas, tadi mama nya mas menelpon dan sudah ada 78 panggil an tidak terjawab dari mama nya mas." Ucap Amora sambil menyerahkan ponsel nya Miko kepada Miko.


"Hmm biarkan saja sayang, kenapa kamu terlihat tegang begitu hah?" Miko menerima ponsel nya dari tangan Amora dan mulai mencari nomor Rudi dan setelah menemukan nya Miko pun menelepon Rudi menyuruh Rudi mengantarkan pakaian untuk nya ke apartemen Amora.


"Miko, berani kamu mengabaikan mama ya." Tiba-tiba suara sovi menusuk telinga Miko yang lagi memerintah Rudi.


"Ma ga usah teriak-teriak dong, kek di hutan aja." Jawab Miko yang menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"Masih bisa bercanda kamu ya, setelah semalaman tidak pulang ke rumah. Kamu mau bikin Mama mati stroke karena kelakuan kamu hah?" Repet sovi.


"Maafin Miko mama sayang, ponsel Miko di silent jadi ga tau kalau ada panggilan masuk, mama jangan marah-marah nanti cepat tua lho." Jawab Miko dengan nada santai.


"Mas..." Amora meremas lengan Miko agar jangan bercanda kepada mama nya.


Sementara Miko hanya tersenyum menandakan kamu tenang saja semua akan baik-baik saja kok.


"Pokoknya mama tidak mau tau, dalam dua puluh menit kedepan kamu harus pulang ke rumah. Kalau lebih dari situ mama yang akan turun tangan ke apartemen wanita murahan itu dan akan mempermalukan dia." Titah sovi yang langsung mematikan panggilan secara sepihak.

__ADS_1


"Lah malah di matiin sama si mama."


"Mas, mama kamu lagi emosi kok malah mas bercanda in sih?" Tanya Amora lagi.


"Kamu tenang saja sayang, mas kenal benar siapa mama. Mama memang suka begitu kalau suasana hatinya lagi tidak baik. Tapi percaya lah aslinya mama nya mas itu baik banget kok. Dan kamu juga harus berjuang menaklukan hati calon mertua mu ya sayang." Ucap Miko mengelus rambut Amora.


"Kamu yakin mas?"


"Yakin dong kan mas anak nya mama,"


"Bukan yakin yang itu ihh."


"Terus?"


"Apa kamu benar-benar sudah yakin, ingin menjadikan aku masa depan mu. Dan siap memperjuangkan aku. Karna kalau kamu yakin aku juga akan berjuang mendapatkan restu nya mama kamu. Tapi kalau kamu saja masih ragu lebih baik kita akhiri saja, nanti sia-sia perjuangan aku mas." Tanya Amora.


"Sayang,tatap mata mas. Mas minta maaf kalau mungkin beberapa hari yang lalu mas mungkin plin-plan tapi tidak mulai hari ini. Mas benar-benar sangat mencintai mu Amora, dan mas akan memperjuangkan mu dan menghalalkan mu." Jawab Miko sambil memegang kedua pipi Amora dan menatao matanya dalam.


"Hmm mandi lah mas, jangan sampai pak Rudi datang dan melihat kamu dengan style begini. Bisa-bisa salah paham dia." Perintah Amora karena memang Miko hanya melilitkan handuk di pinggang nya.


"Hmm biarkan saja, kan memang benar yang ada di pikiran nya Rudi nanti nya."


"Idih, mana ada ya. Ingat mas kita tidak melakukan apapun tadi malam."


"Ya tadi malam memang belum, tapi kan kemaren-kemaren sudah."


"Iya tapi kan kemaren-kemaren doang mas."


"Yasudah biar Rudi ga suudzon mari kita kabulkan saja isi pikiran nya." Ucap Miko yang langsung menyambar bibir Amora yang sedari tadi sudah menggoda dia.


"Mmsss.." Amora tidak bisa bernafas karena ciuman dari Miko. Namun entah kenapa dia juga merindukan Miko dan Amora membalas ciuman dari Miko. Ciuman itu pun menjadi panas dan tangan Miko memang tidak mau diam saja. Dia mulai traveling di gunung kembar kesukaan nya itu.


Ciuman yang awalnya ke bibir lama-lama ke telinga dan ke leher.


"Mas kamu kan sudah janji ga akan melakukan nya lagi." Tiba-tiba Amora tersadar dan mendorong tubuh Miko menjauh dari tubuhnya.


"Astaghfirullah, maaf sayang mas khilaf. Tapi memang kamu sudah jadi candu buat mas."


"Ahhh hampir saja aku juga ikut khilaf sama mas, sudah ah sana mas mandi." Titah Amora yang merapikan bajunya yang sudah mulai berantakan.


"Jangan ngadi-ngadi ya mas, mas kok yang bangunkan sendiri jadi mas juga yang menidurkan nya."


"Sayang, kamu tidak kasihan sama mas? Kan bisa pakai tangan hehehe. Janji deh ini yang terakhir ya."


"Ga ada-ga ada, mas mandi sana. Aku mau buatkan sarapan untuk kita." Tolak Amora yang langsung keluar kamar dan segera menuju dapur.


"Sayang kenapa kamu begitu jahat sama mas? Sopan kah begitu, membiarkan pacar main solo?" Teriak Miko dari kamar.


"Bodo amat." Jawab Amora yang menuruni anak tangga.


"Ahh sialan.." umpat Miko yang akhirnya ke kamar mandi dan menuntaskan semuanya di kamar mandi.


Sementara Amora yang sudah belajar seharian kemarin bersama Lela cara mmebuat nasi goreng dan sandwich ingin menerapkan ilmu nya pagi ini. Setelah 25 tahun ini pertama kalinya Amora membuatkan sarapan. Dan semua ini dilakukan nya Semenjak ada Miko.


"Ah apa pake YouTube aja ya, biar lebih afdol nanti rasanya." Batin Amora yang masih lupa-lupa ingat sama resep Lela tempo lalu.


"Tapi kan ponselnya aku sudah di kembalikan ke mas Miko, ah kan ada ponselnya mas Miko." Sambung nya lagi.


Amora pun kembali menaiki tangga dan masuk ke kamar.


"Sayang ku, kamu berubah pikiran ya? Sudah mas duga pasti kamu tidak tega kan membiarkan pacar mu ini main solo dan kamu berniat membantu ku?" Ucap Miko yang menongolkan kepala nya di balik pintu kamar mandi setelah mendengar Amora masuk kembali ke kamar.


"Idih sory, aku ke sini mau pinjem hp kamu mas mau lihat resep nasi goreng. Main solo aja kamu sendiri tuan mesum."ucap Amora yang keluar kamar membawa ponsel nya Miko.


"Apa salah hamba, kok bisa punya pacar begini ya Allah." Teriak Miko.


"Makanya halalin mas, biar bisa main kuda-kudaan terus setiap saat." Jawab Amora dari luar kamar.


Sesampainya Amora di dapur dia pun langsung mempersiapkan apa saja yang perlu di persiapkan dan mulai bergelut di dapur dengan bantuan YouTube.


Tiba-tiba bel apartemen pun berbunyi, dan Amora pun mengecilkan kompor nya dan segera menuju pintu.


"Silahkan masuk pak Rudi, langsung antarakan saja ke atas mas Miko ada di atas." Ucap Amora saat Rudi sudah masuk ke apartemen itu.


"Saya permisi ya nyonya." Ucap Rudi.

__ADS_1


Hanya di jawab anggukan dan senyuman oleh Amora.


Amora pun melanjutkan masakan nya, dan beberapa menit kemudian Miko yang sudah rapi dengan setelan jas nya menuruni tangga bersama Rudi.


"Hmm mas tidak menyangka kalau kamu bisa masak juga sayang, mana aromanya wangi banget lagi." Ucap Miko yang mendekati Amora.


"Ini first time aku masak mas setelah sekian lama. Dan masakan ini khusus untuk kamu." Jawab Amora yang baru saja menyelesaikan masakan nya.


"Aduh aku merasa istimewa sayang."


"Pak Rudi sarapan bareng yuk, bapak juga harus mencicipi masakan saya." Ajak Amora saat Miko sudah duduk di meja makan sementara Rudi masih berdiri di sebelah Miko.


"Tapi non..."


"Boleh kan mas?" Tanya Amora kepada Miko.


"Boleh dong, ya tapi kalau sampai kamu sakit perut karna masakan Amora saya tidak tanggung jawab ya rud." Ucap Miko.


"Maksud kamu apa mas? Kamu bilang masakan aku bikin sakit perut hah?" Tanya Amora.


"Kan suudzon kan? Maksud nya mas itu kalau sampai Rudi kekenyangan karena masakan kamu terlalu enak dan dia makan kebanyakan mas tidak tanggung jawab begitu lho ibu negara." Jawab Miko meluruskan kata-kata nya.


"Halah bohong aja kamu ini mas."


"Yaudah mana sarapan untuk mas,? Nanti camer kamu marah lho kalau mas kelamaan pulang ke rumah."


"Hmm iya iya."


Amora pun menyiapkan nasi goreng telor mata sapi untuk Miko di piring, sementara untuk pak Rudi dia menyiapkan secangkir kopi dan sandwich.


"Ayo mas, pak di cicip." Ucap Amora dengan wajah sedikit gugup, takut-takut masakan nya rasanya aneh.


"Mmmmm..." Hanya itu yang Miko katakan saat se sendok nasi goreng masuk ke mulut nya.


"Gimana mas? Asin ya, atau kurang garam, atau ke pedesaan? Tapi tadi aku sudah mengikuti resep YouTube dan saat mencicipi nya rasanya sudah pas sih." Tanya Amora yang tidak sabar mendapatkan penilaian dari Miko.


"Ini tuh nasi goreng ter enak yang pernah mas makan sayang." Jawab Miko sambil tersenyum.


"Benar kah mas?" Jawab Amora tersenyum bahagia.


"Hmmm, memang kamu ya calon istri idaman banget." Puji Miko.


"Ah kamu mas, bisa aja." Jawab Amora cengengesan.


Setelah mereka selesai sarapan Miko dan Rudi pun pamit pulang ke rumah, tak lupa Miko menyuruh Rudi nanti nya mengantarkan ponsel serta black card Amora lagi serta membawa Amora belanja agar tidak bosan di apartemen.


Amora pun bersiap-siap karena sebentar lagi dia mau ke mall refreshing.


Sementara Miko yang baru saja sampai di rumah sudah di tunggu oleh sovi dengan kemarahan di wajah nya.


"Berani kamu ya, mengabari mama dan tidak pulang semalaman." Bentak sovi saat Miko sudah masuk ke dalam rumah.


"Maaf ma, tapi..."


"Tapi apa Miko, tapi kasur wanita murahan itu lebih empuk dari kasur di rumah ini? Atau karena sekarang bukan rumah ini lagi tempat mu pulang melainkan tubuh wanita itu?. Se begitu tergoda nya kah kau sama wanita itu sampai kau mau meninggalkan rumah mu hah?" Sovi benar-benar sudah di puncak kemarahan sekarang.


"Ma, mama kenapa jadi sensi begini sih? Miko hanya tidak tega melihat Amora bersedih begitu. Jadi Miko memutuskan untuk menemani Amora tadi malam. Hanya itu saja kok."


"Hanya itu saja kamu bilang? Kamu dan wanita itu belum muhrim Miko, bagaimana mungkin kalian tidur di kamar yang sama hah?"


"Maka dari itu ma, Miko ingin meminta mama merestui Miko dan Amora ya. Biar kami jadi pasangan yang halal dan tidak menambah kan lebih banyak dosa lagi."


"Miko, buka mata kamu. Kamu seorang Miko Wijaya apa tidak ada lagi wanita baik di dunia sampai-sampai kamu memperjuangkan perempuan murahan seperti dia hah?"


"Ma rasanya Miko dan Amora sama saja, kami sama-sama bejad. Tapi bukan berarti masa depan kami hancur kan? Biarkan Miko dan Amora mencoba memperbaiki diri ma. Berikan Miko restu ya ma." Pinta Miko dengan wajah memohon.


"Maaf Miko, kali ini mama mau jadi manusia egois. Kamu memang pernah melakukan hal itu kepada banyak wanita. Tapi tidak ada jejak apapun. Tapi wanita itu dia mantan perempuan malam dan simpanan om-om. Tolong Miko mengerti posisi mama, kamu sudah hancur nak tolong jangan cari pasangan yang lebih hancur lagi nak. Coba lah cari perempuan yang bisa membimbing kamu dan memperbaiki hidup kamu ke depan nya." Pinta sovi dengan air mata yang menetes di pipinya.


"Ma tapi di antara semua perempuan hanya Amora lah yang terbaik untuk Miko. Percaya lah ma amora terpaksa melakukan itu semua." Jelas Miko.


"Baiklah jika jadi perempuan malam keterpaksaan tapi jadi simpanan om-om menurut mama bukan keterpaksaan Miko. Masih banyak pekerjaan lain yang halal dari pada itu. Tolong Miko kenapa kamu jadi bodoh begini, buka mata kamu dan sadar lah nak Amora bukan wanita yang pantas untuk kamu."


"Ma Miko mohon jangan katakan itu, percaya lah Amora wanita yang baik kok. Hanya saja dia belum menemukan arah dan tujuan hidupnya dulu."


"Miko, percayalah nak, tidak ada orang tua yang tidak ingin anak nya bahagia. Dan mama berharap yang terbaik untuk kamu dan masa depan kamu. Sampai kapan pun seperti nya mama tidak akan pernah menerima dia menjadi menantu mama. Sekarang pilihan ada di tangan kamu, kamu lebih memilih wanita yang baru kamu kenal sebulan terakhir ini atau mama kamu yang sudah melahirkan dan membesarkan kamu selama 28 tahun ini?" Ucap sovi yang berlalu meninggalkan Miko sendiri an.

__ADS_1


__ADS_2