
Hari yang di tunggu-tunggu pun kini tiba, Iya itu proses lamaran Ayu dan Ravi. Ini adalah kali kedua lamaran Ravi, jika saat ingin melamar Kanaya kemaren Ravi terlihat terpaksa dan sungguh tidak ingin, berbeda dengan lamaran dengan Ayu dia bahkan tidak bisa tidur semalaman. Dan kini senyum itu tak kunjung lepas dari wajah tampan nya. Sungguh dirinya sudah tidak sabar menjadikan Ayu tunangan nya.
setelah selesai sarapan mereka sekeluarga pun sudah siap dengan semua persiapan dan segera berangkat ke rumah Ayu di mana tempat lamaran itu di langsung kan.
"Berat amat sepertinya mengembuskan napas itu." goda Miko saat mereka keluar dari hotel.
"Apaan sih kak, biasa aja kok." jawab Ravi yang memang merasa campur Aduk di hati nya.
"Yaelah kelihatan banget kali Ravi, Lo gugup nya santai bro ini kan bukan pertama kali juga lamaran." ujar Miko lagi.
"Santai kok kak, santai banget malahan." jawab Ravi sok santai.
"Halah, Halah bilang aja gugup kan. memang nya sudah bikin persiapan kata-kata untuk melamar Kanaya?" tanya Miko lagi.
"Gak usah persiapan kali kak, nanti juga bakal dapat sendiri kata-kata nya." bohong Ravi, padahal sudah dari kemaren dia memikirkan kata-kata yang indah untuk di utarakan nanti saat lamaran dengan Ayu.
"Wahh hebat adik kakak, semoga nanti tidak grogi ya." goda Miko lagi.
"Miko berhenti menggoda adik mu seperti itu, kamu tidak lihat apa dia sedang dag Dig dug." tegur sovi.
"Lho siapa yang menggoda ma? Miko gak goda Ravi kok hanya tanya saja apakah dia memang sudah menyiapkan mental nya." jawab Miko lagi.
"Sudah-sudah, Miko jangan bikin adik kamu makin nervous begitu.nanti pipinya jadi kepiting rebus lho." Sean balik menggoda Ravi.
"Papa juga ngapain sih ikut-ikutan, sudah Ayok kita ke mobil." ajak Sovi saat mereka sudah keluar dari lift dan sekarang di parkiran.
sementara Amora hanya tersenyum mendengar perdebatan kecil di keluarga itu.
mereka semua pun masuk ke dalam mobil dan mobil pun melaju. Sejam kemudian mereka pun sudah sampai di rumah Ayu. Setelah turun dari mobil pihak keluarga Ayu langsung menyambut keluarga Wijaya serta mempersilakan keluarga Wijaya untuk masuk ke dalam rumah atau venue lain di mana acara dilangsungkan.
__ADS_1
keluarga besar Wijaya pun masuk ke dalam rumah Ayu diiringi dengan hantaran atau seserahan untuk melamar Ayu.
Saat melihat Ayu Ravi bahkan tidak bisa berkedip.
Dia benar-benar terpesona melihat kecantikan Ayu yang begitu terpancar di di balik balutan kebaya serta hijab nya, di tambah lagi look makeup nya yang natural tapi berhasil membuat Ayu menjadi bintang dan pusat perhatian di sana.
Ayu tersipu malu saat Ravi menatap nya dengan penuh kagum. ayu menjadi grogi dan salah tingkah.
Acara pun di mulai dari acara pembuka Setelah acara pembukaan selesai, maka inti acara lamaran itu sendiri mulai di lakukan.
Sean pun mengutarakan maksud kedatangan mereka, yaitu untuk melamar Ayu untuk putra bungsu mereka yaitu Ravi.
Ravi bahkan memberikan satu patah dua patah kata untuk melamar Ayu.
Keluarga Ayu pun di berikan pertanyaan mengenai kesediaan Ayu untuk menikah dengan Ravi.
Tentu saja lamaran tersebut diterima dengan baik oleh Ayu dan keluarga Ayu. pihak keluarga Ayu langsung memberikan jawaban yang menyambut baik rencana pernikahan antara Ayu dan ravi.
Setelah rangkaian demi rangkaian acara selesai kini tiba saatnya prosesi tukar cincin tunangan.
Ayu terlihat begitu bahagia menjalani rangkaian acara demi acara, tak kalah dengan Ayu Ravi jauh lebih bahagia. Dia merasa ini seperti mimpi senyum indah tak padam dari wajah tampan nya.
Sovi pun memasangkan cincin kepada calon menantu nya itu. Terlihat kebahagian yang terpancar di wajah Ayu begitu juga sovi . Setelah cincin di jari manis Ayu terpasang kini saat nya Ibu Ayu yang memasang kan cincin pertunangan di jari manis Ravi.
Setelah selesai acara pemasangan cincin, lalu lanjut dengan acara perkenalan antara keluarga kedua mempelai. Karena ini pertama kalinya mereka bertemu dan saling berkenalan satu sama lain.
Setelah nya akhirnya sampai di penghujung acara yaitu penutupan dan doa kelancaran pertunangan mereka. Setelah selesai mereka pun melakukan sesi foto bersama. Setelah nya seluruh tamu undangan dan keluarga di persilahkan menyantap hidangan yang sudah di sediakan oleh mempelai wanita.
Kedua pihak keluarga pun mulai membicarakan pernikahan Ravi dan Ayu yang rencananya akan di langsung kan bulan depan. Memang ini terlalu cepat, tapi ini permintaan Ravi dan Ayu juga setuju. Karena menurut Ravi lebih cepat lebih baik.
__ADS_1
Tentu saja keluarga Ayu setuju-setuju saja dengan waktu pernikahan itu. Apalagi kini Ayu memang sudah mengambil kuliah online jadi tidak akan menganggu nya nanti.
Sementara kedua nya hanya senyum yang menghiasi wajah nya. Mereka benar-benar tidak menyangka bahwa mereka akan menjadi sepasang tunangan begini. Cinta dan jodoh memang tidak ada yang tau.
"Terimakasih ya mbak Amora." Ayu memeluk Amora sambil tersenyum.
"Lho terimakasih untuk apa yu?" Tanya Amora yang membalas pelukan Ayu.
"Terimakasih karena sudah memberikan Ayu banyak kebahagiaan ini. Ayu berhutang Budi kepada mbak." Ujar Ayu lagi.
"Heh, hutang Budi apa sih yu? Memang apa yang sudah mbak berikan kepada ayu hah?" Tanya Amora.
"Kalau bukan karena mbak Amora yang bantu Ayu dulu, bahkan memberikan Ayu pekerjaan dan kini Ayu di kuliah dan bahkan bertemu jodoh Ayu. Ayu tidak tau jadi apa nasib Ayu Sekarang." Jelas Ayu dengan mata berkaca-kaca.
"Heh, ini namanya takdir Ayu, mbak juga senang kok bisa kenal Ayu. Dan mbak sudah anggap Ayu seperti adik sendiri dan sebentar lagi memang bakal jadi adik beneran. Selamat ya yu." Amora mengelus wajah Ayu.
"Terimakasih mbak Amora, mbak memang orang baik, pantas saja pak Miko begitu mencintai mbak. Udah cantik baik mbak benar-benar sempurna." Puji Ayu.
"Ahh kamu bisa aja yu, nanti terbang nih mbak. Ehh sekali lagi selamat ya yu, dan mbak benar-benar pangling lho lihat kamu yu cantik banget, bahkan Ravi Tadi sampai tidak berkedip menatap calon istrinya ini." Goda Amora.
"Ahh mbak bisa saja." Jawab Ayu tersipu malu.
"Memang benar begitu yu," lanjut Amora.
"Yaudah kamu lanjut gih, mbak mau cari mas Miko dulu, dia bawa baby syyaid soalanya. Mau gantian makan dulu." Ucap Amora.
"Iya mbak, sekali lagi terima ya." Ujar Ayu lagi.
"Hahaha iya ayu sayang."jawab Amora.
__ADS_1
Begitu lah rangkaian acara demi acara selesai. Sovi juga begitu nyaman berbincang dengan ibu nya Ayu dan ibu-ibu di sana. Apalagi Sean begitu excited berbincang dengan bapak-bapak di sana. Tak terasa waktu terus berjalan setelah selesai membahas pernikahan mereka pun mulai mengobrol santai. Dan tanpa terasa sudah sore keluarga Wijaya pun pamit kembali ke hotel tempat mereka menginap.
"