
Bagaimana sayang, apa akting ku meyakinkan?" Tanya Amora setelah Elsa menuju panggung untuk memulai acara.
"Hmm lumayan." Jawab Miko.
"Berarti besok aku boleh dong ketemu Clara?"
"Sebenarnya mas tidak suka sih kalau kamu dekat-dekat dengan Clara, tapi karena mas sudah janji yasudah deh boleh." Ucap Miko.
"Terimakasih mas Miko, kalau begini kan aku makin sayang." Ucap Amora yang menyenderkan kepalanya di lengan Miko.
"Kamu bilang apa barusan?"
"Eh ga bilang apa-apa kok mas," jawab Amora gugup.
"Hah, sayang katanya apa Amora juga memiliki rasa kepada ku." Batin Miko yang sebenarnya mendengar jelas kata-kata Amora tadi.
Sedari acara di mulai sampai selesai,mata Elsa tidak pernah lepas dari kemesraan Miko dan Amora. Miko dan Amora yang duduk di depan terlihat begitu mesra, mereka bahkan terlihat membuat acara di dalam acara.
Miko terlihat bahagia saat berbincang dengan Amora dan sesekali tertawa kecil.
"Masa sih wanita itu bener pacar nya Miko, tapi kalau hanya sewaan tidak mungkin Miko dan dia bisa se dekat itu. Dan aku kenal betul siapa Miko dia tidak pernah se nyaman itu kepada wanita yang baru saja di kenalnya." Batin Elsa yang benar-benar merasa kesal melihat kemesraan kedua nya.
Acara demi acara pun berlalu, kan kini adalah ucapan selamat dan kata sambutan dari para tamu.
"Akan ku buat semua orang tau kalau kamu adalah mantan ku Miko," batin Elsa tersenyum di panggung sana dan membisikkan sesuatu kepada MC.
"Baiklah karena malam ini kita kedatangan tamu spesial maka kami undang dengan hormat pak Miko Wijaya, CEO dari Wijaya grup agar naik ke panggung mengucapkan sepatah dua patah kata." Panggil sang MC.
Tiba-tiba semua orang pun berbisik-bisik, karena tidak semua orang yang hadir di acara itu mengenal Miko Wijaya, dan mereka penasaran dengan CEO Wijaya grup itu.
Miko pu dengan terpaksa naik ke atas panggung, dan menerima mic dari MC dia pun mulai mengucapkan sepatah dua patah kata selamat untuk opening Elsa green hotel.
Saat Miko naik ke panggung dan mulai mengucapkan sepatah dua patah kata, para perempuan yang ada di ruangan itu takjub melihat ketampanan sang CEO Wijaya grup itu. Sementara Amora hanya tersenyum melihat Miko yang sedang berdiri di panggung.
"Oh iya saya ada pertanyaan penting ini pak Miko, kan pak Miko seorang pebisnis sukses yang bisa di bilang low profil ya. Dan ini untuk pertama kali nya pak Miko mau menghadiri opening seperti ini. Apa ada sesuatu di antara pak Miko dan Elsa Ayuningtyas?" Tanya sang MC.
"Hmmm, tidak juga hanya saja kebetulan waktu saya sedang senggang makanya saya datang ke opening ini." Jawab Miko.
"Tapi ada kabar angin bahwa dulu pak Miko adalah mantan pacar dari Elsa pemilik Elsa green hotel ini." Tanya MC yang semakin berani.
"Saya rasa itu hanya kabar burung saja, karena saya tidak pernah merasa begitu." Jawab Miko dengan ekspresi datar nya.
Para tamu undangan pun mulai berbisik-bisik karena pertanyaan MC, sementara Miko yang tanpa pamit langsung turun dari panggung.
"Kenapa kau tidak mengakuinya sayang?" Tanya Amora saat Miko sudah duduk di sebelah nya.
"Karena aku tidak pernah merasa kalau aku pernah berpacaran dengan wanita seperti Elsa." Jawab Miko dingin.
__ADS_1
"Sudah yuk kita balik, kamu harus bayar hutang kamu." Ajak Miko.
"Lho, bukan nya sudah lunas, dengan menemani mu ke pesta?"
"Hey, ke pesta feedback nya bertemu Clara. Kalau urusan ranjang harus tetap kamu bayar." Jawab Miko.
"Tidak bisa begitu dong mas, kan aku sudah berusaha keras akting di depan Elsa." Protes Amora.
"Yasudah kamu tinggal pilih ranjang, atau tidak bertemu Clara?"
"Mas kok kamu curang sih."
"Lho kok curang? Memang tadi kita ada perjanjian bahwa urusan ranjang di tiadakan malam ini? Tidak kan?"
"Ya engga sih, tapi kan."
"Sudah yuk balik, mas tidak suka berada di tempat begini." Ajak Miko yang langsung menarik tangan Amora.
Akhirnya Amora pun mengalah dan berdiri dan mereka berdua pun berjalan meninggalkan ruangan itu. Sementara mata semua orang tertuju kepada mereka berdua. Tak terkecuali Elsa. Para tamu undangan penasaran siapa wanita cantik yang di gandeng oleh Miko Wijaya itu.
"Tunggu saja, akan ku hancurkan wanita itu dan akan ku buat mereka putus." Batin Elsa yang merasa dendam kepada Amora.
"Pak Paijo, saya boleh minta tolong?" Tanya Amora saat Paijo membukakan pintu mobil untuk mereka berdua.
"Apa nyonya?"
"Boleh fotokan aku dengan mas Miko? Biar ada kenang-kenangan?" Tanya Amora.
"Memang kamu sudah minta izin mau berfoto dengan saya? Main foto-foto saja." Protes Miko.
"Yaelah mas, foto doang. Biar ada kenang-kenangan. Ingat lho waktu kita tinggal beberapa hari lagi." Ucap Amora.
Amora pun mengeluarkan ponselnya dari tas kecilnya.
"Yah baterai ponsel ku habis mas, sini pakai ponsel kamu saja." Ucap Amora setelah melihat ponselnya.
"Kamu ini ribet ya."
"Yaelah cepetan kenapa sih mas?"
Akhirnya Miko pun mengalah dan menyerahkan ponselnya kepada Paijo. Dan dengan spontan Amora pun memeluk lengan Miko dan Paijo pun mengambil gambar mereka.
"Coba pak ihat hasilnya."pinta Amora.
"Ih mas kamu kok kaku gini sih, senyum dong, sekali lagi dong pak ah." Protes Amora yang kembali menyerahkan ponselnya kepada Paijo.
"Mas senyum ya, dan ini nih,tangan kamu letakkan di sini. Rileks saja mas foto dengan cewek cantik ga usah gugup begitu ah." Ucap Amora sambil meletakkan tangan Miko di bahunya jadi Miko seakan merangkul Amora.
__ADS_1
Miko hanya menurut saja, dan di take ke lima akhirnya Miko tersenyum manis dan merangkul Amora dengan rileks.
Setelah Amora merasa ada hasil foto yang bagus Miko dan Amora pun pulang.
"Eh pak paijo kita mampir ke tukang martabak sebentar ya." Pinta Amora.
"Mau ngapain?" Tanya Miko.
"Mau beli sate," jawab Amora kesal.
"Lho sejak kapan tukang martabak jualan sate?" Tanya Miko polos.
"Sejak hari ini, ya kamu lucu mas kalau mampir ke tukang martabak berarti aku mau pesan martabak sayang." Jawab Amora dengan mata jengah.
"Ya maksudnya mas kenapa tiba-tiba mau beli martabak? Kamu kepingin makan martabak?" Tanya Miko.
"Bukan aku mas, tadi aku sudah janji sama Ravi kalau aku akan bawa rendang dari acara nya mantan kamu itu. Tapi sepertinya rendang nya ga enak jadinya kita beli martabak aja buat Ravi." Jawab Amora.
"Hahahaha, kamu ya Amora Ravi itu bukan anak kecil yang menuntut buah tangan kalau kita pergi kemana-mana." Tawa Miko.
"Terserah aku lah mas, kan aku yang janji. Ah pokoknya mampir sebentar ya pak." Pinta Amora.
Paijo hanya diam saja, dia masih menunggu persetujuan dari Miko.
"Mas bilang iya." Perintah Amora sambil menyenggol lengan Miko.
"Hmm iya pak mampir sebentar."
"Baik tuan." Jawab Paijo.
"Sejak kapan pak Miko begitu menurut kepada orang lain, apa benar nyonya Amora sudah bisa membuat pak Miko jatuh cinta kepada nya." Batin Paijo.
Mereka pun akhirnya menepi di salah satu penjual martabak di pinggir jalan, Amora pun keluar dari mobil dan memesan enam kotak martabak spesial, sementara Miko hanya diam saja.
"Kau cantik Amora, dan kau wanita yang kuat. Seberat apapun dunia mempermainkan mu hanya senyum yang kau berikan.aku nyaman dengan mu dan tak akan ku lepaskan kau lagi." Batin Miko yang menatap Amora dari kaca mobil.
"Tok..tok..tok.." Amora mengetuk kaca mobil.
"Kenapa?" Tanya Miko setelah menurunkan kaca mobil.
"Uang nya mana?" Pinta Amora meletakkan telapak tangan nya.
"Lho kan oleh-oleh kamu, kok malah pake uang mas?"
"Mas aku ga ada uang cash, ya kali bayar martabak pakai black card?"
"Hmm, ini." Ucap Miko yang menyerahkan dompet nya.
__ADS_1
Amora pun menerima nya dengan senang hati dan membayar martabak pesanan nya. sementara pesanan pun di serahkan mamang martabak ke dalam mobil.
Setelah selesai membayar pesanan nya Amora pun masuk ke dalam mobil dan mobil pun melaju menuju rumah.