
"Ma..." teriak mereka berdua bersamaan setelah melihat sovi pingsan di lantai.
mereka berdua langsung berdiri dari duduknya dan dengan sigap Ravi pun menggendong sovi ke kamar nya, dan Miko yang ikut panik mengekori mereka dari belakang.
Ravi merebahkan tubuh sovi di ranjang dan sesegera mungkin menelpon dokter manda.
"Kak, kenapa kakak harus jujur soal itu kepada mama? Bagaimana kalau sampai terjadi apa-apa pada mama kak?" Tanya Ravi dengan wajah marah bercampur Panik.
"Ravi, maafkan kakak tapi kakak juga harus jujur sama mama mau sampai kapan kakak menutupi kebenaran ini? Cepat atau lambat mama dan papa juga akan tau."jawab Miko yang masih gugup.
"Tapi kak, kan bisa di bicarakan baik-baik semuanya. Jangan sewaktu mama emosi begini. Apa kakak pikir kalau mama juga tau masa lalu kakak mama akan merestui kakak dan Amora begitu?"
Miko pun terdiam, benar pertanyaan Ravi setelah sekian lama dia menutupi semua ini dari kedua orang tua nya. Kenapa baru sekarang dia terniat menjelaskan semuanya. Apa karena dia ingin mendapatkan restu untuk bersama dengan Amora. Se cinta itu kah dirinya kepada Amora.
"Tok..tok..permisi bos dokter manda sudah datang," ucap Rudi yang mengetuk pintu kamar.
"Suruh masuk." Titah Ravi.
"Ayo kak kita keluar dulu, ada beberapa hal yang perlu kita luruskan." Ajak Ravi pada Miko saat dokter manda memeriksa kondisi sovi.
Miko hanya menurut saja, dan ikut keluar kamar itu bersama Ravi.
"Kak, apa kakak sadar akan apa yang sudah kakak katakan?" Tanya Ravi lagi.
"Ya Sadar lah Ravi, kakak juga mau bertanya apa benar kamu yang menceritakan semua masa lalu Amora kepada mama?" tanya Miko.
"iya kak Ravi yang cerita semua nya, itu pun karena mama memaksa. tapi buat Ravi bagus kalau Ravi jujur dari kemaren kepada mama. karena cepat atau lambat mama juga pasti akan tau." jawab Ravi.
"tega kamu sama kakak ya."
__ADS_1
"Kak, kakak sadar ga sih kalau yang tega itu kakak, kak Ravi ingat benar bagaimana dulu kakak bilang ke Ravi saat pertama kali kakak tau siapa Amora. Dan kakak tau kalau aku menyukai amora. Kakak bilang jangan sampai mama tau kalau calon menantu nya seperti Amora. Dan kalau sampai terjadi sesuatu kepada mama karena itu maka aku akan berurusan sama kakak. Tapi kenapa sekarang malah kakak yang melakukan itu hah?" Tanya Ravi dengan suara meninggi.
"Ravi kakak tidak pernah berniat melakukan ini semua, ya hanya saja kakak berpikir kalau kakak memang harus jujur sama mama."
"Demi apa? Demi Amora?"
"Kak bagus kalau kakak tulus mencintai Amora dan benar-benar ingin menjadikan dia sebagai istri nya kakak. Lalu bagaimana jika kakak hanya ter obsesi saja kepada Amora dan seiring berjalannya waktu kakak bosan kepada nya? Bahkan apa kakak yakin ingin menikahi Amora? Jika tidak Akan ada dua hati wanita yang tersakiti karena ke egois kan kakak." Sambung Ravi.
"Ravi jangan mengajari ku." Bentak Miko.
"Kenapa kak? Apa karena kakak lebih tua dari ku kakak lebih baik di segala hal hah? Tidak kak usia tidak menentu kan kedewasaan seseorang. Pokoknya kalau sampai kakak menyakiti hati kedua wanita berharga di hidup ku maka kakak akan berurusan dengan ku. Sekali pun kakak adalah kakak ku." Ucap Ravi yang akhirnya meninggalkan Miko sendiri an.
"Huhhh..." Miko menarik nafasnya dalam.
Sungguh Miko juga bingung dengan semua ini, dia terlalu egois sampai tidak memikirkan situasi dan kondisi dan langsung ceplos kepada sovi tadi. Dia tidak pernah memikirkan konsikuensi apa yang akan terjadi jika sovi mengetahui semua masa lalu terburuk putra nya itu. Putra yang selama ini di bangga-bangga kan sovi adalah seorang pria berengsek penjahat kelamin.
Miko tidak bisa membayangkan betapa hancurnya hati sovi saat mengetahui semua kebenaran yang sudah terjadi.
"Kenapa aku jadi begini sih ah." Teriak Miko yang mengacak rambutnya frustasi.
"Permisi Tuan Miko, nyonya besar sudah sadar dan menyuruh Anda ke kamar sekarang." Ucap seorang pelayan kepada nya.
"Hmmm." Miko pun berjalan menuju kamar sovi dengan kaki gemetar.entah kenapa ada rasa takut di hatinya.
"Ma apa mama baik-baik saja?" Tanya Miko dengan suara berat saat dia masuk ke dalam kamar sovi.
"Ravi tolong kamu keluar sebentar nak, mama ingin bicara empat mata sama kakak kamu." Pinta sovi.
"Baik ma." Jawab Ravi yang segera berjalan keluar dari kamar sovi.
__ADS_1
"Miko, kenapa kau melakukan ini semua hah?"
"Ma maafin Miko ma, Miko tau Miko salah."
"Entah lah Miko mama tidak tau lagi mau bicara apa, kenapa kamu tega melakukan itu kepada Amora? Itu artinya kamu sama saja seperti pria bejad lain nya yang tidur bersama Amora." Ucap sovi yang menangis.
"Ma, maafin Miko tapi Amora bukan wanita pertama yang tidur dengan Miko. Sejujurnya sudah ada banyak wanita yang sudah pernah Miko jadikan sebagai pemuas nafsu miko. Itu juga lah alasan Miko tidak mau berpacaran ma." Jujur Miko.
"Miko kamu lagi bercanda kan nak?"
"Maaf ma, tapi Miko jujur. Miko juga tidak ingin menutupi semua masa lalu Miko dari mama dan sekarang menurut Miko adalah waktu yang tepat untuk jujur."
"Sudah berapa banyak wanita yang kau hancur kan masa depan nya Miko?"
"Sudah tidak terhitung lagi ma."
"Kenapa kamu melakukan nya nak?"
"Semenjak Miko putus dari Elsa dan mulai sibuk di dunia bisnis, bagi Miko semua perempuan itu matre ma. Dengan uang miko bisa mendapatkan semua wanita yang miko mau. Dan benar saja wanita-wanita murahan itu dengan senang hati menyerahkan tubuhnya hanya untuk uang. Akhirnya lambat laun Miko nyaman dengan keadaan itu dan akhirnya jadi kebutuhan biologis." Jawab Miko.
"Plak..." Satu tamparan mendarat di pipi Miko.
"Brengsek kamu Miko, mama tidak pernah menyangka bahwa anak yang mama besarkan dengan penuh kasih sayang ternyata besarnya jadi pria berengsek seperti kamu." Bentak sovi.
"Maafin Miko ma..."
"Keluar kamu dari kamar mama, mama jijik sama kamu." Usir sovi.
"Tapi ma.."
__ADS_1
"Keluar..." Bentak sovi.
Dan dengan langkah yang berat akhirnya Miko pun keluar dari kamar sovi. Sementara di pintu luar kamar Ravi hanya diam saja melihat kakak nya menaiki anak tangga menuju kamar nya.