
Hampir satu jam berlalu, bahkan hari sudah mulai gelap namun Amora tak kunjung keluar dari kamar tamu. Miko yang memang sudah siap sedari tadi menunggu Amora di sofa sambil sesekali melirik kamar tamu yang tak kunjung di buka.
"Ini si Amora dandan apa bersemedi sih? Kok lama banget." Batin Miko yang tidak sabar menunggu.
Akhirnya Miko memutuskan menyusul amora ke kamar tamu, namun saat Miko berdiri dari duduknya, tiba-tiba pintu kamar terbuka.
Dan keluar lah sosok bidadari hati para pria tampan di rumah itu. Miko hanya diam takjub menatap kecantikan Amora, sedangkan Ravi yang sedang menuruni anak tangga tak kalah takjub dari Miko saat melihat Amora berjalan menuju Miko.
Tubuh cantik, yang di padukan dengan dress selutut yang pas di tubuhnya, dengan polesan make up natural namun memberikan cahaya di wajah Amora dan beberapa aksesoris pendukung yang melekat di tubuhnya. Benar-benar membuat Amora bersinar dan anggun.
"Woi ngedip woi." Ucap Amora menyadarkan Miko dari lamunannya.
"Kamu kok lama banget sih?"
"Itu bersihin dulu ilernya, se begitu takjubnya kah melihat kecantikan ku?" Kata Amora yang sudah berdiri di depan Miko.
"Mana.." tanya Miko sambil mengusap dagu nya.
"Hahaha apa saya cantik tuan Miko Wijaya?" Sampai anda tidak berkedip dan hampir saja lalat masuk ke dalam tuh mulut ?" Tawa Amora yang menggoda Miko.
"Iya Amora, memang ya pilihan saya tidak pernah salah."
"Terimakasih mas Miko sayang, akhirnya kau mengakui kecantikan ku juga." Ucap Amora sambil mengibaskan rambutnya.
"Saya tidak bilang kamu cantik, saya bilang pilihan saya yang artinya gaun pesta, aksesoris dan mua yang mendandani kamu. Makanya kamu jadi cantik. Ya karena barang-barang mewah ini dan di poles sama mua terbaik." Elak Miko.
"Hmmm benarkah begitu pak Miko Wijaya, bukan kah pakaian ini jadi hidup karna wajah cantik ku?"
"Ahh sudah lah, ayo kita berangkat." Ajak Miko karena sebentar lagi opening akan segera di mulai.
"Siap sayang, tapi aku cantik kan? Ya maksudnya tidak malu-maluin kalau bersanding sama kamu, dan mantan kamu masih kalah jauh sama aku?" Tanya Amora lagi.
"Iya Amora, kamu cantik banget."
"Nah ini yang sedari tadi yang aku tunggu,pujian dari tuan Miko Wijaya."
"Kak,jadi ke opening nya kak Elsa?" Tanya Ravi yang baru tersadar dari lamunannya sambil berjalan menuruni anak tangga.
"Hmmm"
"Amora kamu cantik sekali." Puji Ravi.
"Terimakasih Ravi, kamu memang pria normal yang bisa melihat kecantikan ku. Bukan seperti kakak mu matanya katarak." Bisik Amora kepada Ravi.
"Heh saya masih bisa dengar lho."
"Yasudah yuk mas kita berangkat, nanti keburu telat lho. Kan ga afdol kalau mantan terindah datang nya telat." Ajak Amora.
"Yasudah Ravi kami berangkat dulu ya" pamit Miko.
"Iya kak, hati-hati ya."
"Dadah Ravi,nanti kalau ada rendang, aku bungkus deh buat kamu." Ucap Amora sambil mengejar Miko yang sudah berjalan lebih dulu.
__ADS_1
"Hahahaha ada-ada saja kamu Amora," batin Ravi saat mobil sudah melaju meninggalkan rumah itu.
"Andai aku yang ada di sebelah kamu Amora, pasti aku akan menjadi laki-laki yang paling beruntung di dunia ini. Tapi aku pengecut aku terlalu takut mengungkapkan perasaan ku kepada mu.Tapi kenapa kian hari rasa ini semakin besar untuk mu Amora." Batin Ravi lagi yang masih mematung di tempatnya.
"Haih,,,, biar lah waktu yang akan menjawab semuanya, kata orang jodoh tidak akan kemana. Kalau memang aku berjodoh dengan mu maka akan ada seribu satu cara Tuhan menyatukan kita, begitu juga sebaliknya." Ucap Ravi akhirnya dan dia pun makan malam sendirian.
Sementara di mobil Miko sedari tadi curi-curi pandang kepada Amora. Dia benar-benar pangling melihat kecantikan Amora.
"Mas Miko ku sayang, awas lho entar keluar tuh bola mata..melirik mulu." Goda Amora.
"Apaan sih kamu ini percaya diri banget."ucap Miko yang langsung memalingkan wajahnya.
"Ngaku aja lah mas, mas."
"Terserah kamu Amora terserah!"
"Eh mas, bukan nya kamu bilang mantan kamu itu sudah menikah ya? Tapi kok kamu takut dia tergila-gila kepada kamu sih?"
"Dia sudah janda."
"Lho kok begitu?"
"Iya suaminya meninggal beberapa bulan yang lalu, karena terkena serangan jantung." Jelas Miko.
"Idih, katanya udah move on. Lah ini kok tau mantan pacarnya sudah janda dan suaminya meninggal karena apa. Yakin pak sudah move on?" Goda Amora.
"Yaelah, perusahaan suaminya itu salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan nya mas. Ya otomatis mas tau lah kalau rekan bisnis mas meninggal." Jelas Miko.
"Kamu ya Amora, selalu sok tau. Kan saya sudah bilang kalau saya tidak pernah main-main dengan kata-kata ku. Jadi apa pun yang saya ucapkan semuanya benar ada nya."
"Hmmm iya deh mas, aku percaya." Jawab Amora mengalah.
"Kecuali kamu Amora, kecuali rasa nyaman dan mungkin rasa cinta ku kepada mu. Hanya itu yang tidak mampu aku ucapkan secara langsung. Aku masih belum yakin dengan perasaan ku, dan aku terlalu malu mengungkapkan nya." Batin Miko yang melirik Amora.
Karena hotel Elsa berada di pusat kota jadi tidak terlalu jauh dari rumah Miko, dan hanya butuh waktu tempuh beberapa menit mereka pun sampai.
"Ayo turun." Ajak Miko pada Amora.
"Mas duluan saja deh, aku mau ke toilet dulu, kebelet pipis sekalian mau tacap dikit hehehehe." Ucap Amora sambil cengengesan.
"Oh kamu mau buat saya berjalan sendiri begitu?"
"Iya mas, aku mau lihat bagaimana nanti mantan kamu menggoda kamu, atau mungkin kamu saja yang ke PD an.. ternyata dia tidak akan menggoda kamu." Ucap Amora.
"Hmm baiklah."
Miko pun berjalan masuk ke dalam hotel itu, sementara Amora langsung menuju kamar mandi.
Dan benar saja saat Miko datang semua mata tertuju kepada nya, karena untuk pertama kalinya seorang Miko Wijaya mau menghadiri opening seperti ini. Karena biasanya dia akan menyuruh Ravi yang mewakili nya.
"Wah Miko ternyata kau datang ya, sudah ku duga kau pasti akan datang." Ucap Elsa sambil menghampiri Miko dengan senyum cantik di wajahnya.
"Hmm, selamat ya untuk opening hotel baru kamu." Ucap Miko dengan cuek.
__ADS_1
"Miko sudah lama kita tidak bertemu, kamu makin tampan ya. Jujur dulu aku menyesal memutuskan kamu." Ucap Elsa yang mengelus lengan Miko.
"Terimakasih untuk pujian mu."
"Wah wah apa itu mantan nya mas Miko, kalo dari belakang sih body nya oke juga."batin Amora yang melihat Miko dan Elsa dari belakang.
"Tapi agak ganjen ya Bun, baiklah mari kita mulai permainan." Ucapnya sambil tersenyum dan berjalan menghampiri mereka.
"Tapi di mana pasangan mu mik? Apa kamu datang sendiri an, dan apa benar berita yang beredar bahwa Miko Wijaya memang tidak punya pacar setelah putus dari ku? Aduh sungguh ini membuat ku merasa terhormat." Ucap Elsa yang terus menggoda Miko.
"Ehemm, sayang ku maaf membuat mu menunggu lama." Ucap Amora mengagetkan kedua nya.
Spontan kedua nya pun berbalik ke arah suara,
"Lho siapa wanita murahan ini sayang?, Kenapa se enaknya menyentuh lengan mu." Tanya nya yang langsung menepis tangan Elsa dari lengan Miko.
"Nah ini baru pas, hanya aku yang pantas bersanding di sebelah mu." Ucap Amora lagi setelah dia memeluk lengan Miko.
"Siapa kamu? Berani sekali kamu menepis tangan ku. Dan aku tidak pernah mengundang wanita seperti mu." Tanya Elsa kesal.
"Ohh ini toh yang namanya Elsa? Halo salam kenal. Hmm kau memang tidak mengundang ku tapi kau mengundang pacar ku, dan seingat ku di undang kau menuliskan undangan nya untuk Miko dan partner.
Dan satu lagi ku rasa aku pantas menepis tangan wanita gatal dari pacar ku." Jelas Amora sambil tersenyum.
"Miko ini bercanda kan, wanita ini pasti wanita sewaan mu untuk membuat aku cemburu. Kalau dia memang pacar mu mana mungkin tidak kau publikasi kan."tanya Elsa.
"Hahaha buat apa aku membuat mu cemburu Elsa?, Memang benar dia pacar ku." Ucap Miko yang memeluk pinggang Amora.
"Kau lebih memilih wanita seperti ini ketimbang aku Miko?, Aku lebih segalanya dari dia." Ledek Elsa.
"Hah tidak salah tuh mbak Elsa? Iya sih dada dan bokong mu lebih besar dari aku tapi punya ku original lho. Lah mbak nya besar karena silikon, awas lho mbak entar silikon nya pecah atau terkena kanker idih." Ledek Amora Balik.
"Kau..." Elsa merasa kesal.
"Oh iya ini hidung juga palsu ya, hidung saya dong asli. Terus mbak nya udah janda ga sih." Sambung Amora.
"Lebihan saya kali mbak kemana-mana, biar pun kecil tapi ori Wee." Ledek Amora sambil menjulurkan lidahnya.
"Hah, berani kamu menghina saya ya, okay lah boleh lah kamu membanggakan ke original an kamu, tapi soal harta aku yakin aku lebih dari kamu. Aku wanita karier dan harta ku banyak. Lah kamu kerjaan nya apa?" Tanya Elsa lagi.
"Saya tidak bekerja nona Elsa, zaman sekarang masih bekerja aduh tidak zaman. Kalau saya bekerja yang ngabisin uang pacar saya siapa, iya kan sayang?" Ucap Amora sambil menyenggol lengan Miko.
"Iya dong sayang ku."
"Hmm dan satu lagi, mbak gatel ga usah godain pacar saya lagi ya. Karena percuma, mbak cuman mantan dan untuk sekarang seleranya dia bukan mbak nya lagi."
"Kamu.." Elsa ingin membentak dan menampar Amora namun dia di panggil oleh mc karena acara akan segera di mulai.
#**Mohon maaf kepada para pembaca tersayang, karena author upload lumayan lama dari biasanya, karena ada satu masalah. terimakasih kepada semua pembaca tersayang karena selalu memberikan dukungan kepada author.
tetap stay di PDR ya karena akan banyak kejutan-kejutan kecil yang mungkin tidak sesuai dengan ekspektasi para pembaca tersayang.
salam cinta dari Amora dan Miko untuk semua pembaca tersayang, dan pendukung mereka❤️**
__ADS_1