Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Bolu bantet


__ADS_3

"Mas kamu pecahin telur nya ya, terus masukin ke dalam sini." Titah Amora yang sedang me mixer gula dan mentega cair.


"Siap ibu negara, berapa banyak?" Tanya Miko.


"Hmmm kalau mengikuti cara dari YouTube sih 6 butir cukup mas." Amora terus me mixer gula dan mentega agar tercampur rata.


Miko pun mulai memecahkan satu persatu telur itu ke dalam wajan adonan.


"Mas pelan-pelan ya nanti cangkang nya ke ikutan masuk lho."


"Iya iya sayang, kamu tenang saja suami mu ini pro kok di segala bidang apalagi masalah perdapuran huh kecil itu mah."


"Hmm iya iya awas aja kalau sampai masuk ya."


"Ehh ngomong-ngomong kita mau bikin kue apa sih sayang?" Tanya Miko yang penasaran.


"Aku ke pingin bikin bolu pandan mas." Jawab Amora yang masih fokus me mixer adonan nya.


"Ya ampun kan bisa beli sayang, kenapa harus bikin sih? Suami mu ini punya uang jangan kan satu loyang sama toko-toko nya juga mas bisa beliin sama kamu."


"Bukan perkara itu mas, aku memang lagi ingin membuat nya bersama mu, aku merasa hal ini romantis dan bisa mempererat hubungan pernikahan kita." Jelas Amora.


"Hmmm benar juga sayang."


"Lalu setelah telur apa lagi sayang?" Tanya Miko yang sudah selesai memecahkan telur ke dalam adonan.


"Katanya sih mas pengembangan dan vanili."


Miko pun mengambil bahan-bahan nya lalu memasukkan kembali ke dalam adonan.


"Setelah nya?" Tanya Miko lagi.


"Tepung yang udah di saring mas." Jawab Amora.


"Tup." Miko yang sangat excited langsung menuang semua tepung yang ada ke dalam adonan.


"Ahh mas belom" teriak Amora yang kaget.


"Lah apa nya yang belom sayang?"


"Itu tepungnya di masukin nanti sewaktu adonan telur nya sudah berwarna putih dan mengenbang.", Jelas Amora.

__ADS_1


"Yah mana mas tau sayang, tadi mas tanya setelah nya apa kamu jawab nya tepung. Yasudah mas masukin." Jelas Miko.


"Iya tapi maksud nya di masuki nanti mas waktu telur nya sudah berubah warna. Ahh mas mah merusak eksperimen ku saja." Ucap Amora tiba-tiba bad mood.


"Ya maaf sayang, mas tidak sengaja, mas kan mana tau orang ini first time buat beginiian." Jelas Miko dengan raut wajah bersalahnya.


"Yasudah deh mas tidak apa-apa." Amora yang tidak tega melihat raut wajah bersalah suaminya mengurungkan niat nya untuk mengoceh kepada Miko.


Akhirnya Amora tetap me mixer adonan nya walaupun dia tau pasti hasil nya akan bantet dan tidak akan sesuai dengan ekspektasi nya. Sementara Miko akhirnya hanya diam saja tidak berani lagi membantu istrinya itu karena rasa bersalahnya.


Setelah melakukan step by step sesuai dengan perintah om YouTube akhirnya adonan pun di masukkan de dalam loyang dan di panggang ke oven.


"Mas minta maaf ya sayang, mas benar-benar Ga tau suer dah." Ucap Miko dengan wajah bersalah nya karena terlihat masih ada sedikit rasa bad mood di wajah istrinya.


"Sudah lah mas tidak apa-apa kok santai aja ah." Jawab Amora.


.


.


.


"Widih Romantis banget nih pasutri sampai-sampai pake clemek aja Couple an." Goda Ravi yang baru saja keluar dari kamar nya dan ingin makan malam.


"Lagi bikin apa sih kak?" Tanya Ravi yang menghampiri kedua nya.


"Ini nih kakak ipar kamu mau bikin bolu, cuman ekspektasi nya kakak hancurin." Jelas Miko dengan wajah memelas.


"Kalau kak Miko mah gitu kak Amora, sudah biasa merusak rencana orang." Jelas Ravi sambil cengengesan.


"Heh apa kamu bilang? Siapa yang menghancurkan rencana siapa hah?" Miko tidak terima penuturan Ravi.


"Idih sensi bener, sudah ah nunggu bolu nya masak kita makan malam dulu yuk lapar nih." Ajak Ravi.


"Iya mas kita makan malam dulu yuk." Ajak Amora mencairkan suasana.


Miko yang masih bad mood akhirnya menurut juga. Mereka pun berjalan ke meja makan dan makan malam bersama.


Setelah selesai makan adonan bolu Amora juga sudah matang. Namun sesuai dengan ekspektasi adonan nya sedikit bantet namun Miko dan Ravi tetap memakan nya dan bilang itu enak. Karena memang enak hanya tekstur nya saja yang bantet.


"Kak Ravi ke kamar lebih dulu ya, ngantuk nih." Pamit Ravi sambil menguap.

__ADS_1


"Tumben Ravi jam segini sudah tidur." Tanya Amora sambil menatap Ravi heran.


"Iya kak Amora tiba-tiba aku mengangtuk." Jawab Ravi sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Halah alasan." Cloteh Miko.


"Dasar kang sirik." Balas Ravi.


Akhirnya Ravi pun menaiki anak tangga menuju kamar nya, sesampainya di kamar nya dia langsung mengambil ponselnya dan mencari nama Kanaya di sana entah kenapa sejak kejadian tadi wajah Kanaya selalu terngiang-ngiang di wajah dan pikiran nya Ravi.


"Tunggu dulu, kenapa saat melihat keromantisan Kak Miko dan kak Amora aku biasa saja ya. Tidak ada rasa cemburu dan baper atau apapun itu. Apa aku sudah mengikhlaskan kak Amora untuk kak Miko. Atau hatiku sudah sepenuhnya di isi oleh Kanaya?" Tanya Ravi kepada diri nya sendiri yang sudah mulai menyadari semuanya.


"Kalau benar begitu, berati aku benar-benar mencitai Kanaya sekarang, wah ini mah kemakan omongan sendiri." Sambung nya lagi.


Ketika Ravi ingin menelepon Kanaya tiba-tiba dia tersadar akan satu hal.


"Jangan Ravi jangan telepon Kanaya kamu harus sok jual mahal biar Kanaya tidak memandang ku rendah. Nanti dia bisa mikir kalau kamu amat sangat mencintai nya." Ingat nya kepada dirinya sendiri.


"Ternyata titik tertinggi mencintai adalah melepaskan ya, entah kenapa sekarang aku lebih tenang dan santai saat aku bisa mengikhlaskan Amora dengan kak Miko." Batin Ravi kemudian.


Ravi pun akhirnya. Mengurungkan niatnya menelepon Kanaya meskipun dia sangat merindukan gadis pujaan hati nya itu. Tapi dia menahan diri agar tidak terlihat buru-buru karena dia takut Kanaya tidak akan nyaman dengan kelakuan nya.


Akhirnya Ravi pun mulai berkelana tentang masa depan nya dengan Kanaya sambil menatap foto-foto Kanaya yang ada di ponselnya yang dia curi dari media sosial Kanaya. Karena terlalu sibuk dengan khayalan nya akhirnya Ravi ketiduran.


.


.


Jam pun terus berjalan dan kini sudah pagi, Ravi yang baru saja selesai olahraga langsung masuk ke kamar mandinya untuk mandi. setelah selesai mandi dia pun berpakaian dan bersiap ke kantor.


"Hey Ravi sarapan dulu." panggil Miko saat melihat Ravi sudah Ravi dengan stelan nya dan sedang menuruni anak tangga.


"Aku mau sarapan di luar saja kak, aku pamit duluan ya. oh iya hari ini dan seterusnya Ravi bakal bawa mobil sendiri ke kantor ya kak." jelas Ravi sambil berdiri di sebelah Kaka nya."


Kenapa Vi? kamu tidak nyaman semobil dengan Kaka?"


"Ehh nyaman kok kak, kakak tau lah ya." jawab Ravi sambil cengengesan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sudah lah mas, kamu seperti tidak pernah muda saja, biarkan saja Ravi membawa mobil nya sendiri ke kantor." timpal Amora sambil mengedipkan mata nya kepada suaminya itu.


"Hmm yasudah terserah kamu saja, tapi ingat hati-hati nyetirnya."

__ADS_1


"siap kak, yaudah Ravi berangkat dulu ya. tuan putri sudah menunggu." pamit Ravi sambil tersenyum.


setelah berpamitan Ravi pun mulia mengendarai mobil menuju rumah Kanaya dia tersenyum bahagia karena sebentar lagi akan ketemu Kanaya tidak hanya itu dia akan dikenalkan ke orang tua Kanaya sebagai pacar Kanaya.


__ADS_2