Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Pamit pindah


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Ayu langsung masuk ke kamar nya lalu mandi dan melaksanakan sholat. Setelah selesai sholat dan merapikan mukena nya Ayu pun segera ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk keluarga itu.


Setelah beberapa jam kemudian Ayu sudah selesai menyiapkan makan malam. Lalu dia pun segera mempersiapkan makan malam itu di meja makan.


"Yu, kamu baik-baik saja kan?" Ucap Amora yang menghampiri Ayu.


"Ehh mbak, Ayu baik-baik saja kok." Jawab Ayu sambil tersenyum menatap Amora.


"Sini peluk dulu." Amora menarik Ayu ke dalam pelukan nya.


"Maaf ya yu, ini salah mbak juga. Tidak apa-apa kok kalau terkadang tidak baik-baik saja." Ucap Amora sambil mengelus rambut Ayu.


"Mbak, harus nya Ayu yang minta maaf, dan ini juga bukan salah mbak Amora kok." Jawab Ayu.


"Sudah-sudah tidak apa-apa yu, mbak tau posisi kamu sekarang. Tidak perlu terlalu di pikirkan ya." Ucap Amora lagi.


"Ehemmm." Dehem sovi saat dia keluar kamar dan melihat Amora dan Ayu sedang berpelukan.


"Ehh ma." Sapa Amora sembari melepas pelukan nya dari Ayu.


"Baby syyaid sudah tidur?" Tanya sovi dengan wajah datar nya.


"Sudah ma, baru saja dia tidur setelah minum asi tadi." Jelas Amora.


Sovi pun berjalan menuju meja makan, dan duduk di tempat biasa dia duduk. Lalu di susul oleh Sean.


"Makan apa kita hari ini yu?" Tanya Miko untuk mencairkan suasana.


"Ada ikan, ada ayam goreng pak." Jawab Ayu mencoba menghilangkan rasa canggung nya.


"Ravi mana? Tumben tidak keluar kamar sampai jam segini." Tanya Sean yang tidak melihat adanya Ravi di sana.


"Biar saja, mungkin dia sedang merenungi kesalahan nya." Ucap Sovi yang menyendok nasi ke piring nya.


"Ma sudah lah, apa mama tidak capek bahas itu terus?" Tanya Sean kepada istrinya itu.


"Mama lebih capek mikirin semua ini pa, mikirin anak yang kadang bisa nya cuman mempermalukan orang tua saja." Ceplos sovi.


"Ma..." Sean sedikit membentak sovi.

__ADS_1


Karena Sean tau secara tidak langsung pasti Ayu dan Amora merasa tersinggung.


"Bentar ya ma, pa, biar Amora panggil kan Ravi dulu." Ucap Amora yang masih berdiri.


"Tidak perlu Amora, kalau dia lapar pasti nanti dia akan makan sendiri. Dia sudah dewasa tidak perlu terlalu di perhatikan." Cegah sovi.


"Sudah makan saja." Sambung nya.


Amora pun hanya menuruti kata-kata mertua nya itu, dan ikut bergabung makan malam bersama mereka. sementara Ayu semakin merasa sungkan berada di sana. Akhirnya dia pun membulatkan tekad untuk pindah dari rumah itu.


Beberapa menit kemudian mereka pun sudah selesai makan malam. Dan Ayu pun membuka suara nya sebelum semua nya bubar. Dan secara bersamaan Ravi juga keluar dari kamar nya.


"Bu, pak, mbak dan mas Miko ada yang ingin Ayu katakan." Ucap Ayu dengan suara bergetar.


"Mau ngomong apa yu?" Sambut Sean yangasih care ke Ayu.


"Anu, ayu dapat tawaran bekerja di paruh waktu restoran dosen Ayu, tapi karna kondisi lokasinya lumayan jauh dari sini jadi di sarankan Ayu untuk pindah nge kos di sana." Jelas Ayu dengan nada suara yang sangat berat.


"Hah, yu apa gaji dari kami kurang?" Tanya Miko.


"Tidak-tidak mas Miko bahkan lebih dari cukup kok. Hanya saja Ayu juga tidak enak kalau tinggal di sini dalam waktu yang cukup lama." Jelas Ayu.


"Lho tidak apa-apa dong yu, kan kamu bisa bantu ibu sovi dan Amora apalagi sekarang sudah ada baby syyaid maka kamu bisa bantu Amora mengurus nya. Kalau kamu merasa gaji kamu kurang nanti di tambah lagi." Ucap Sean.


"Apa kamu sudah tidak nyaman tinggal di rumah ini yu? Atau karena masalah tadi?" Sambung Sean lagi.


"Ayu nyaman kok pak, dan bukan soal masalah tadi. Sebenarnya sudah lama ayu ingin menjelaskan hal ini tapi baru punya waktu sekarang." Bohong Ayu.


"Hmmm, padahal kami sudah menganggap kamu sebagai putri kami yu, dan berat rasanya jika kamu harus pindah dari rumah ini." Sean menghelai nafas.


Amora hanya diam saja, dia tau sebenarnya apa yang di rasakan Ayu, dan dia juga tidak bisa memaksa Ayu untuk tetap tinggal di sini. Walaupun itu berat karena dia memang sudah terlanjur menyayangi Ayu dan menganggap Ayu seperti adik kandung nya.


"Sudah lah pa, kalau memang itu keputusan Ayu jangan di larang-larang dong. Dia kan sudah dewasa sudah tau mana yang baik dan tidak untuk nya." Kini sovi membuka suara nya.


"Tapi kan ma."


"Anak kita saja tidak bisa kita atur sesuai kemauan kita pa, apalagi orang lain. Terserah dia mau bagaimana pa ini pilihan hidup nya." Potong sovi yang bangkit berdiri dari duduk nya dan segera melangkah menuju kamar nya.


Sebenarnya jika di tanya siapa yang paling sakit di sini saat Ayu memutuskan pindah dia adalah sovi. Karena selain Ravi yang paling dekat dengan Ayu adalah sovi di rumah ini. Mereka selalu memasak berdua berbelanja bersama bahkan sebenernya sovi sudah menganggap Ayu sebagai putri bungsu nya.

__ADS_1


Namun rasa kecewa nya begitu besar kepada Ayu sehingga bisa mengalahkan rasa sayang nya. Sovi butuh waktu untuk menerima semua ini. Dia merasa pilihan Ayu sudah pilihan terbaik karena jika Ayu pindah dari rumah mereka bisa saja hubungan nya dengan Ravi merenggang dan Ravi bisa kembali mencintai Kanaya seperti dulu kala.


Ravi hanya diam mendengarkan penjelasan Ayu. Dia tau sebenarnya Ayu pindah karena dia.


"Andai aku tidak gegabah, mungkin Ayu akan tetap tinggal di rumah ini dan hidup bersama kami selamanya." Batin Ravi yang merasa menyesal.


"Lalu kapan rencana kamu ingin pindah yu?" Tanya Miko yang juga menyadari posisi Ayu sekarang dan tentu saja tidak bisa menahan Ayu.


"Rencana besok mas, soalanya sore nya di suruh Anatar berkas sama yang punya restoran dan lusa sudah boleh mulai bekerja katanya." Jelas Ayu.


"Yasudah lah yu, kami juga tidak bisa menahan kamu, jika memang itu keputusan terbaik menurut kamu ya itu hak kamu. Hanya saja kapan pun kamu butuh keluarga ini kami akan selalu ada untuk kamu, jadi jangan pernah sungkan untuk minta tolong dan main-main ke rumah ini." Jelas Miko.


"Baik mas Miko." Jawab Ayu.


Setelah banyak berbincang akhirnya Amora dan Miko pun ke kamar karena baby syyaid sudah terbangun dari tidur nya dan menangis.


Sean pun pamit ke kamar nya untuk menemui istri nya.


"Yu..." Ravi yang merasa ini adalah kesempatan nya untuk mengobrol dengan Ayu.


Ayu hanya menoleh ke arah Ravi.


"Maafin kakak ya, kalau kakak tidak ceroboh mungkin masalah hari ini tidak akan terjadi." Ucap Ravi dengan tatapan penuh rasa bersalah.


"Sudah lah kak, lupakan semua nya. Lupakan kita dan semua yang terjadi di masa lalu. Mari kita melangkah ke masa depan dan jadikan masa lalu jadi pelajaran..maafin Ayu juga kalau dari dulu sampai sekarang banyak salah ke kakak. Dsn terimakasih karena sudah memberikan Ayu banyak ha." Ucap Ayu.


"Tapi yu..."


"Ayu ke kamar duluan ya kak, mau beresin barang-barang dulu." Pamit Ayu yang segera berjalan meninggalkan Ravi seorang diri.


Sebenarnya hati Ayu terasa sakit dan teriris setelah mengucapkan semua kata-kata nya tadi. Dia masih nyaman tinggal di rumah ini, terlepas dari kekayaan dan kemewahan mereka. Ayu merasa dia mendapat kan kehangatan di keluarga ini. Namun mau bagaimana lagi nasi sudah jadi bubur semua sudah terjadi dan tidak akan pernah bisa kembali ke semula.


Ayu pun mulai mengemasi barang-barang nya untuk pindah.


*Hallo sayang-sayang nya author, terimakasih banyak sudah mendukung author sama sejauh ini. yang selalu setia membaca novel remahan rengginang ini walaupun upload nya tak menentu. sehat semua ya untuk kita semua di mana pun berada.


ohh iya kalau suka dengan cerita Author, mampir ya ke Novel baru author yang judulnya*


I'm antagonist, ya kalau biasanya novel pemeran utama nya tokoh protagonis bagaimana kalau kita lihat dari sisi tokoh antagonis nya.

__ADS_1


Namanya Adeli, dia terlahir karena kesalahan ayah kandung nya. dan harus hidup di besarkan oleh nenek dan kakek nya. namun setelah besar Adeli mendapatkan perlakuan yang hampir sama dengan mendiang ibu nya dulu. dan untuk membalas kan dendam nya serta dendam ibu nya Adeli bersedia menjadi simpanan Om-om, merusak rumah tangga orang, berbuat kejahatan bahkan menghalalkan segala cara. apakah Adeli akan berhasil membalas kan dendam nya atau malah terjebak sendiri di permainan nya?


kalau ada waktu di baca ya sayang-sayang nya Author, terimakasih banyak salam sayang untuk kalian semua di mana pun berada❤️❤️


__ADS_2