Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Ancaman Devina


__ADS_3

Sesampainya di kos an Vivi Ayu pun keluar dari mobil,ternyata Vivi sudah menunggu nya di depan gerbang kos an nya.


“Vi..”Ayu yang merasa sakit hati langsung berhambur ke pelukan Vivi.


“Kamu kenapa yu?” Vivi membalas memeluk Ayu.


Bukan nya menjawab pertanyaan Vivi, Ayu malah menangis lebih kencang lagi.


“Yaudah yuk kita masuk dulu, di sini dingin lagian ada cctv malu kalau di lihat yang lain.”Ajak Vivi.


Ayu pun menurut mereka berdua pun masuk ke dalam kos an Vivi, dan sesampainya di dalam kamar Vivi pun memberikan baju santainya untuk Ayu berganti pakaian. Setelah Ayu berganti pakaian dan di kasih minum oleh Vivi dia pun duduk di sebelah Vivi.


“Lo lagi ada masalah apa sih Yu? Gak mungkin lagi berantem sama suami lo kan.”Tanya Vivi yang merasa heran kenapa tumben-tumbenan sahabatnya itu datang ke sini.


“Iya Vi.”Jawab Ayu yang kembali meneteskan air mata karena setiap mengingat perselingkuhan Ravi hatinya terasa sakit.


“Hah yang benar yu? Kok bisa kalian berantem karena apa? “ Tanya Vivi yang penasaran.


“Entah lah Vi, panjang ceritanya, intinya untuk beberapa hari kedepan sepertinya aku butuh waktu buat kami saling menyadari kesalahan masing-masing deh Vi. Gue boleh menginap di sini untuk sementara waktu gak Vi. Nanti kalau soal uang kos lo biar gue yang bayar bulan ini.” Jelas Ayu.


“Kalau soal lo mau menginap di sini gue gak ada masalah Yu, dan soal uang kos kek sama siapa saja gak usah lah.”Jawab Vivi.


“Terimakasih Vi.”Ucap Ayu.


“Tapi yu, apapun masalah yang sedang terjadi di antara lo dan suami lo bukan lari solusinya. Kalian bukan sepasang kekasih lagi yang jika tidak cocok bisa putus. Kalian sudah jadi sepasang suami istri, di mana kalau ada masalah bukan nya lari tapi cari solusi sama-sama dan di selesaikan.” Vivi memberikan saran.


“Entah lah Vi, gue juga gak tau harus melakukan apa sekarang, tapi intinya gue lagi butuh waktu untuk memilah semuanya agar nantinya gak salah mengambil keputusan.” Jawab Ayu.


“Yasudah itu pilihan lo Yu, hanya saja ingat ya apapun masalah nya pasti ada solusinya. Dan kalau lo sudah siap cerita dan butuh teman cerita ada gue dan Sita yang setiap saat ada buat lo.”Ujar Vivi yang tau kalau untuk sekarang Ayu belum siap cerita masalahnya.


“Makasih banyak ya Vi, gue sayang banget sama lo dan Sita.” Jawab Ayu sembari memeluk Vivi.


“Sama-sama kita juga sayang banget sama lo Yu.”ujar Vivi sembari membalas pelukan Ayu itu.


Setelah berbincang sedikit Ayu dan Vivi pun memutuskan untuk tidur, sementara di rumah mereka Ravi masih tidak tau harus berbuat apa. Dia merasa kacau dan menyesali semua perbuatan nya entah apa yang telah dia lakukan selama ini.


“Tring.. tring...”Tiba-tiba ponsel Ravi berdering.


“Itu pasti Ayu.”Batin Ravi yang langsung bersemangat ingin mengambil ponselnya.

__ADS_1


Ternyata harapan nya salah, yang menelepon nya adalah Devina.


“Ada apa lagi sih Devina menghubungiku.”Batin Ravi yang meletakkan kembali ponselnya di atas meja.


Namun ponsel itu terus berdering, karena merasa kesal akhirnya Ravi menjawab panggilan dari Devina itu.


“Apa sih mau kamu Vin? Gak cukup kamu menghancurkan rumah tangga aku hah?” Tanya Ravi yang langsung emosi kepada Devina.


“Wihh sabar dong sayang, jangan marah-marah begitu. Lagian kamu kenapa sih tiba-tiba berubah begini. Ohh iya menghancurkan rumah tangga mu kamu bilang? Berarti istrimu sudah tau dong kalau kita berselingkuh. Bagus dong kamu bisa menceraikan istri mu dan menikah dengan ku. Bukan kah kamu bilang kamu ingin menikahi ku, yasudah aku menerima duda mu sayang.”Jawab Devina dengan santai.


“Sinting kamu.”Jawab Ravi.


“Memang iya, aku sudah tergila-gila sama kau, dan kamu juga merasakan hal yang sama kan ke aku?” ucap Devina tidak mau kalah.


“Kamu terlalu percaya diri Vin,sekarang aku baru menyadari bahwa cintaku hanya untuk istriku seorang. Kamu hanya masa lalu yang memang seharusnya di lupakan.” Lanjut Ravi.


“Hahaha Ravi-Ravi kamu tau kan aku bagaimana aku akan menghalal kan segala cara untuk mendapatkan apapun yang aku mau. Jadi jangan kamu tantang aku.” Kata Devina sembari tertawa.


“Vin, aku sudah tidak perduli soal reputasi dan pekerjaan. Aku akan terima semua konsekuensi nya. Aku hanya ingin istri ku kembali dan kehidupan kami normal seperti semula. Jadi aku mohon Vin mari kita akhiri ini semua. Cari lah kebahagian mu Vin kamu pantas dapat yang jauh lebih baik dalam segala hal daripada aku.” Sambung Ravi.


“Tidak bahagiaku adalah kamu.”Jawab Devina lagi.


“Hah egois terus yang kamu lakukan selama ini apa Ravi?” Tanya Devina.


Ravi terdiam sejenak, benar kata Devina di antara semua ini dirinya lah yang paling egois, namun mau bagaimana lagi semuanya sudah terlanjur terjadi.


“Aku minta maaf Vin, benar-benar minta maaf. Tapi aku mohon dengan sangat kepada kamu tolong mari kita akhiri ini semua Vin.”Pinta Ravi dengan nada memohon.


“Hmmm maaf Ravi aku tidak bisa.”Tolak Devina.


“Baiklah Vin terserah kamu, tapi aku merasa aku tidak ada hubungan apa-apa sama kamu dan aku akan menghapus semua tentang kamu.” Lanjut Ravi.


“Ravi kamu tau kan aku bisa melakukan apa saja?” Ancam Devina.


“Terserah Vin aku sudah tidak perduli dengan ancaman kamu.”Jawab Ravi.


“Ohh kalau aku nekat mencelakai istri kamu, kira-kira kamu masih tidak perduli? Tanya Devina lagi.


“Vin jangan pernah kamu sentuh Ayu bahkan se ujung kuku pun, karna kalau sampai hal itu terjadi aku juga tidak akan memandang kamu siapa Vin. Kamu juga bisa kehilangan orang yang paling penting di hidup kamu. kamu pikir hanya kamu yang bisa melakukan nya? Aku juga bisa melakukan hal yang belum pernah kamu bayangkan.”Ravi balik mengancam Devina.

__ADS_1


“Ohh kamu mengancam ku vi?” Tanya Devina.


“Bukan ancaman, tapi kalau kamu tidak ingin menyesali perbuatan mu maka jangan pernah berpikir menyentuh milikku.” Lanjut Ravi.


“Kamu pikir Aku takut Vi?” Tanya Devina.


“Baiklah kita lihat saja nanti.”Jawab Ravi.


Ravi pun mematikan panggilan itu secara sepihak dan melemparkan ponselnya ke atas ranjang.


“Arghh kenapa semuanya jadi seperti ini sih.”Ravi mengacak rambutnya Frustasi.


“Sialan Ravi, berani sekali dia mengakhiri panggilan secara sepihak.”Devina juga merasa kesal.


“Baiklah kita lihat saja nanti, berani


sekali kamu mengancamku Ravi dan kamu ingin melihat bagaimana kalau Devina sudah marah, kamu pikir ini hanya sebuah ancaman hah?” Batin Devina yang bertekad akan membuat Ravi menyesal.


"Aku akan segera menyingkir kan istri kampungan mu itu dan memiliki mu seutuhnya. aku yang lebih pantas bersanding dengan mu." Lanjut Devina.


Malam semakin larut namun Ayu dan Ravi belum bisa tidur, Ayu hany bisa meratapi nasibnya nyaris tidak percaya bahwa suaminya bisa melakukan itu semua kepada dirinya. Dia berharap ini semua hanya mimpi namun sayang nya ini semuanya nyata.


Sementara di rumah mereka Ravi yang sangat merindukan istrinya itu hanya bisa merutuki dirinya dan semua kesalahan nya.


Begitu lah waktu terus berjalan dan kini sudah pagi Ayu dan Vivi sarapan bersama lalu mereka mandi dan bersiap berangkat ke kampus.


“Buku-buku lo gimana Yu?” Tanya Vivi saat keduanya sudah selesai mandi.


“Entah lah Vi, mana semua tugas gue ada di rumah lagi.”Jawab Ayu yang juga merasa bingung.


“Yasudah lo balik aja dulu.”saran Vivi.


“Tapi Vi...” Ayu tidak melanjutkan kata-katanya.


“Yu, kita bukan anak kecil lagi yang selalu lari dari masalah. Apapun itu harus di hadapi ya dan gue yakin lo perempuan yang kuat dan bisa menghadapi semuanya.”Ujar Vivi memberikan Ayu semangat.


“Hmm entah lah Vi.”Ayu hanya bisa menghela nafasnya berat.


“Yasudah yuk gue antar ke rumah, nanti kita telat lho ke kampus nya.” Ajak Vivi.

__ADS_1


Akhirnya dengan sangat terpaksa Ayu pun mengangguk dan keduanya pulang ke rumah Ayu.


__ADS_2