Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Kecantikan Ayu


__ADS_3

Pagi ini Miko dan Amora yang sudah selesai mandi dan bersiap-siap segera turun ke bawah karena sudah waktunya sarapan pagi agar mereka tidak telat ke kantor.


Ternyata anggota keluarga sudah menunggu semua nya di meja makan. Seperti biasa mereka akan sarapan bersama


Setelah selesai sarapan mereka mulai mengobrol ringan.


"Bagaimana kak, apa Kakak sudah punya rencana untuk membalas Kak Elsa dan Tama itu?" Tanya Ravi memulai percakapan.


"Hmmm, tenang saja Ravi biar anak buah kakak mencari bukti dulu. Setelah nya satu persatu akan kita hancurkan. Kakak juga sepertinya terlalu sepele dengan Tama." Ucap Miko yang sebenarnya sudah menyusun rencana tadi malam.


"Kalau kakak butuh bantuan aku siap membantu kak." Tawar Ravi.


"Tidak perlu Ravi, ini masalah sepele kakak bisa menangani nya sendiri kok." Jawab Miko.


"Baiklah kak, tapi kalau butuh bantuan jangan segan-segan bilang ke Ravi atau ke papa ya, iya kan pa." Ujar Ravi.


"Benar kata adik mu Miko, kami siap membantu jika ada yang mengusik rumah tangga kalian." Timpal Sean.


"Mama senang deh, kalau kalian berdua akur dan saling mendukung begini." Ucap Sovi yang merasakan kehangatan di meja makan itu.


"Dari dulu kali ma, kita begini." Ucap Ravi.


"Hmmm Yayaya, kalian kan pasangan kakak Ter favorit." Ujar Sovi.


"Ter favorit di mana ma?" Tanya Miko.


"Di hati mama dong." Jawab Sovi.


"Hmmm itu mah sudah pasti." Timpal Ravi.


Tiba-tiba Ayu yang baru saja keluar dari kamar nya, dia yang tadi nya sudah selesai membuat kan sarapan untuk keluarga Wijaya dan membuat susu ibu hamil untuk Amora masuk ke kamar nya untuk mandi.


Pandangan Ravi tiba-tiba teralihkan oleh kecantikan Ayu yang selama di sini tidak pernah dandan dan ini pertama kali nya Ayu dandan dan memakai baju baru yang di belikan oleh Amora kemaren.


Ayu terlihat canggung berjalan menuju meja makan itu.


Sedangkan Ravi sampai tidak berkedip karena terpesona dengan ke cantik an Ayu.


"Yu sudah siap?" Tanya sovi yang melihat Ayu sudah sampai di meja makan.


"Sudah Bu." Ayu menyuguhkan senyuman manis nya.

__ADS_1


"Mama mau ke mana sama Ayu?" Tanya Sean.


"Lho papa lupa ya? Hari ini kan Ayu mau daftar kuliah ke kampus. Jadi mama dan Amora akan menemani nya." Jelas Sovi.


"Ohh iya ma, papa hampir lupa. Maklum lah ma papa sudah tua." Jawab Sean sambil cengengesan.


"Untung sadar." Cetus Sovi.


"Yasudah ma.. papa, Ravi dan Miko berangkat ke kantor dulu ya. Mama, Amora dan Ayu nanti ke kampus nya hati-hati ya." Ucap Sean sambil berdiri dari duduk nya.


"Iya pa, papa dan anak-anak juga Hati-hati ya." Ucap Sovi sambil menyalim suaminya.


Hal yang sama juga di lakukan Amora kepada suaminya, sambil mengantarkan mereka ke depan pintu.


Berbeda dengan Ravi dia mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dia langsung bergegas mendekati Ayu.


"Kamu cantik banget hari ini, aku benar-benar terpesona." Bisik Ravi di telinga Ayu yang masih duduk di kursi meja makan.


"Jleb..." Darah Ayu terasa begitu cepat mengalir ke seluruh tubuhnya jantung nya berdetak berkali-kali lipat dari biasanya,bahkan bulu kuduk pun ikut merinding.


Ravi yang memang sedikit membungkuk kan badan sehingga kepalanya sejajar dengan telinga ayu masih setiap di posisi nya. Namun ayu yang spontan menoleh ke arah Ravi tak sengaja mencium pipi Ravi yang memang hanya berjarak beberapa centimeter dari nya.


Pipi kedua nya tiba-tiba memerah, saat kecelakaan menyenangkan itu terjadi. Namun karena Ravi menyadari bahwa sebentar lagi penghuni rumah akan menyadari posisi nya. Dia spontan tegak dan bersiap ke luar pintu rumah.


"Ehem... Kamu harus bertanggungjawab jawab untuk yang tadi yu. Ingat sepulang saya dari kantor kita harus menyelesaikan masalah tadi." Ucap Ravi lalu berjalan meninggalkan Ayu dan segera bergabung dengan papa dan kakak nya. Walaupun sebenarnya jantung nya tidak stabil.


Sementara Ayu rasanya ingin protes dengan semua itu. Namun dia harus menahan diri. Namun rasa bergejolak di hatinya lebih besar kepada Ravi ketimbang rasa marah nya.


Semua pria tampan di rumah itu pun segera berangkat ke kantor. Sementara Amora dan sovi kembali menemui Ayu yang duduk di meja makan.


"Yu kamu sakit?" Tanya Amora.


"Ehh tidak kok mbak." Jawab ayu terbata-bata.


"Tapi kok pipi kamu memerah begitu, seperti kepiting rebus?" Ujar Amora lagi.


"Ahh anu mbak, ayu merasa suhunya sedikit panas jadi ayu kegerahan." Bohong Ayu.


"Benar yu? Kamu baik-baik saja? Kalau memang sedang tidak enak badan kita bisa menunda besok buat pendaftaran ke kampus kamu istirahat dulu saja." Sambung Sovi.


"Tidak kok bu, ayu baik-baik saja tadi hanya Ayu ke gerahan saja makanya pipi Ayu memerah." Jawab ayu.

__ADS_1


Sovi pun memegang dahi Ayu untuk memastikan kondisi tubuh Ayu. Dan ternyata benar tubuh Ayu tidak panas.


"Yasudah berkas-berkas kamu sudah lengkap semua kan?" Tanya sovi lagi.


"Sudah Bu." Jawab Ayu.


"Yasudah sebentar ya ibu ambil tas dulu, lalu kita berangkat." Pamit sovi.


"Baik bu." Jawab Ayu.


Beberapa menit kemudian Sovi pun sudah keluar dari kamar nya dan akhirnya mereka berangkat ke kampus untuk mendaftarkan Ayu kuliah.


"Ahh kenapa sih ini jantung ga bisa di ajak kompromi. Lagian kenapa kak Ravi nuntut aku sih jelas-jelas itu kan salah dia." Batin Ayu saat mereka sudah berada di dalam mobil tapi fokus dan hati Ayu masih kepada Ravi dan kejadian yang terjadi beberapa menit yang lalu.


Semua nya menyatu di hati Ayu, rasa bahagia dan senang karena pujian Ravi, dan ciuman tidak sengaja bersama Ravi. Tapi ayu juga merasa kesal kepada Ravi karena Ravi menyalahkan nya untuk kesalahan Ravi sendiri.


Sementara Ravi yang baru saja sampai di kantor langsung masuk ke dalam kantor dan segera masuk lift menuju ruangan nya.


Sesampainya di dalam ruangan nya seperti biasa Kanaya akan menyambut kekasih hatinya itu. Namun sepertinya hari ini tidak terlalu fokus kepada Kanaya. Dia hanya tersenyum lalu segera ke meja nya dan menghidupkan laptop nya.


"Kenapa Ayu bisa se cantik itu ya, aku tidak pernah menyangka bahwa ayu yang dandan tipis saja bisa se cantik itu. Apalagi perawatan dan dandan seperti perempuan lain nya." Batin Ravi yang sedari tadi fokus nya teralihkan oleh kecantikan Ayu.


"Tapi kalau Ayu akan kuliah dia akan bertemu dengan banyak pria dan bisa saja salah satu dari pria itu adalah idaman ayu. Dan sang pria akan berpacaran dengan Ayu. Dan ayu akan memutuskan untuk pindah bersama pacar nya. Maka ayu akan meninggalkan kami." Batin Ravi yang sudah phobia lebih dulu.


"Apa itu tadi, ayu sengaja ya mau cium aku, apa itu artinya ayu punya rasa simpati kepada ku?" Batin Ravi lagi yang mengingat kejadian di meja makan tadi.


Ravi pun terus berdebat dengan pikiran nya. Dia terlalu takut kalau Ayu akan hilang secara ayu kalau di Poles bisa se cantik tadi. Padahal dia dan Ayu tidak ada hubungan apa-apa.


Kanaya yang melihat Ravi tidak fokus bekerja hanya bisa diam saja. Karena ini masih jam kerja hubungan dia dan Ravi hanya antara bos dan sekretaris.


.


.


.


Sementara di lain tempat anak buah Miko sudah menemukan beberapa kejahatan dan kecurangan Tama. beserta beberapa bukti tentang penipuan yang di lakukan oleh perusahaan Tama.


#hayy sayang-sayang nya author, maaf kan author remahan rengginang ini karena tidak upload beberapa hari kemaren. harap maklum soalanya kerjaan Author di dunia nyata lagi padat-padatnya, author hanya mau berterimakasih banyak karena masih setia mendukung author sampai detik ini.


peluk cium dari jauh untuk kalian semuanya ❤️

__ADS_1


__ADS_2