
Setelah selesai mandi Amora dan Miko pun sarapan bersama. Rumah sudah terlihat sepi dan itu artinya Ravi sudah berangkat ke kantor.
"Mas Miko yakin tidak mau berangkat ke kantor? Bagaimana dengan pak Ravi?" Tanya Amora sambil menyendok nasi ke piring Miko.
"Tidak Amora, hari ini saya mau ke rumah sakit mau konsultasi ke dokter manda soal luka bakar saya ini." Ucap Miko.
"Oh mau ke rumah sakit toh?, Kenapa tidak suruh dokter manda saja yang ke sini mas?" Tanya nya lagi sambil duduk di sebelah Miko.
"Hmmm saya ingin jalan-jalan Amora setelah dari rumah sakit,kamu mau ikut?" Tanya Miko sambil mengunyah makanan nya.
"Hah jalan-jalan? Kemana mas?" Tanya Amora.
"Yah ke mana saja, ke mall mungkin jadi hari ini kita ngedate seperti orang pacaran." Jawab Miko.
"Hah, ngedate?" Amora menggulangi ucapan Miko sambil tertawa terbahak-bahak.
"Kenapa kamu tertawa, apa ada yang lucu?" Tanya Miko sambil melotot.
"Tidak kok mas tidak," jawab Amora sambil memegangi perutnya yang sakit karena tertawa.
"Oh jadi kamu tidak mau? Yasudah kita di rumah saja, di rumah juga enak kok paling kamu yang tidak bisa berdiri." Ucap Miko yang langsung memakan sarapan nya dengan wajah marah.
"Ih ih ngambek dia, iya iya mas aku mau kok. Apalagi kalau nge date nya bareng kamu mau banget." Ucap Amora sambil tertawa meledek Miko.
"Saya yang tidak mau, udah terlanjur bad mood." Jawab Miko sok ngambek.
"Yah, udah tua juga masa gitu aja bad mood sih?"
"Oh jadi kamu bilang kalau saya sudah tua begitu?"
"Lagi PMS mas? Kok sensi sih? Ayo lah mas aku juga pengen jalan-jalan ke mall tanpa ada para bodyguard kamu. Soalnya kalau ada bodyguard kamu semua orang jadi ngeliatin aku jadi tidak nyaman." Bujuk Amora.
"Tidak saya tidak mau, saya tunggu kamu di kamar." Jawab Miko yang berdiri dari kursinya dan naik ke atas.
"Idih, gitu aja marah," ucap Amora yang melanjutkan sarapan nya yang belum habis.
__ADS_1
"Tunggu saja, jangan panggil aku Amora jika aku tidak berhasil membujuk mu mas." Batin nya sambil mempercepat sarapan nya.
Setelah selesai sarapan Amora juga menyusul Miko ke kamar, dan sesampainya di kamar terlihat Miko sedang duduk di sofa sambil membuka laptop nya.
Sementara Amora langsung membuka lemari pakaian nya, dan mengeluarkan pakaian terbagus nya. Lalu setelah nya dia berganti pakaian dan duduk di meja rias dan mulai berdandan.
"Kamu mau kemana?" Tanya Miko yang melihat Amora mulai mengoles cream ke wajahnya.
"Mau nge mall lah." Jawab Amora sok cuek.
"Memang nya siapa yang mengizinkan kamu pergi?"
"Sepertinya di surat perjanjian tidak ada deh izin-izin ke mall segala. Jadi sepertinya saya bebas kapan pun ingin belanja selagi kartu ini masih ada di saya." Ucap Amora sambil mencium black card milik Miko.
"Hmm berani membantah kamu sekarang ya." Ucap Miko yang berdiri dari duduk nya.
"Sudah lah mas, ayolah sehari saja kita jangan berdebat dan berantam. Kita ke mall yuk aku siapin baju ya." Bujuk Amora sambil memegang lengan Miko.
"Hmmm."
"Nanti malam dapat jatah deh." Tawar Amora.
"Dasar, giliran jatah aja langsung sumringah." Ucap Amora yang berjalan menuju lemari pakaian Miko.
"Heh saya masih bisa dengar lho."
"Mau pakai ini sayang?" Tanya Amora sambil mengeluarkan sebuah kemeja hitam polos dari lemari.
"Terserah kamu saja, apapun pilihan kamu pasti akan aku pakai." Jawab Miko sambil memeluk Amora dari belakang.
"Mas jangan begini, nanti kalau kamu kepingin jadi repot." Ucap Amora sambil mencoba melepaskan pelukan Miko.
"Tenang saja, mas masih bisa nahan kok, yang penting nanti malam harus sampai lemas ya." Ucap Miko sambil mengecup pipi Amora.
"Ihh mas geli."
__ADS_1
"Yasudah gih mas ganti baju." Ucap Amora.
Miko pun hanya menurut dan segera berganti pakaian, dan bersiap-siap.
"kok bisa sih kamu se tampan ini mas." batin Amora yang kagum melihat ketampanan Miko.
"heh ngedip, ga usah terpesona gitu kali ah lihat saya,ya saya akui memang saya laki-laki yang mempunyai pesona tinggi." ucap Miko sambil menggerakkan tangan nya ke arah wajah Amora.
"idih, PD nya, saya hanya salut saja sama diri saya sendiri saya bisa se jago ini memilih pakaian yang pas untuk mas, jadi karena pakaian nya wajah mas yang biasa-biasa saja jadi sedikit tampan." elak Amora.
"heh Maemunah kebalik ga sih, justru karena ketampanan saya maka nya baju biasa ini jadi telihat mewah." ucap Miko.
"ah serah dah, lalu bagaimana mas apa aku cantik mas,?" tanya Amora menanyakan penampilan nya.
"hmmm."
"terimakasih mas, iya memang aku cantik. kalau aku mah bagaimana pun tetap cantik kok." potong Amora sebelum Miko memberikan pendapatnya.
"heh belom ngomong woi."
"sudah lah ah, yuk nanti keburu siang, aku udah tau kok jawaban mas dari tatapan mas." ajak Amora sambil menarik tangan Miko.
mereka pun keluar dari kamar itu dan menuruni tangga. Miko bagaikan kerbau yang di cucuk hidungnya yang selalu menurut dengan amora. mereka pun masuk ke dalam mobil dan mobil pun segera berangkat ke rumah sakit tak lupa di belakang nya mobil sang bodyguard mengikuti mobil mereka.
mereka ke rumah sakit terlebih dahulu karena ingin memeriksa kondisi luka bakar Miko setelah nya ke mall untuk ngedate sesuai rencana Miko.
Setelah sampai di rumah sakit Miko dan Amora pun turun dari mobil dan segera menuju ruangan nya dokter manda. Setelah di periksa oleh dokter manda dan dinyatakan tidak ada yang serius pada luka bakar Miko.
dokter manda pun memberikan beberapa obat untuk penyembuhan luka bakar Miko.
dan setelah semua nya selesai Amora dan Miko pun pamit dan segera keluar ruangan itu karena setelah nya mereka akan ke mall.
Tanpa mereka sadari ada sepasang bola mata yang memperhatikan mereka berdua. Dia adalah Adam pacar Amora yang tidak jelas status hubungan pacaran mereka.
"Aku tidak salah lihat kan, itu Amora dan siapa pria yang menggenggam tangan nya. kenapa Amora terlihat sangat bahagia berada di sebelah laki-laki itu. " Batin Adam yang kebetulan memang sedang konsultasi ke rumah sakit itu.
__ADS_1
"Benarkah kau itu Amora, setelah dua Minggu aku mencari mu, apa ini cara Tuhan mempertemukan kita?" Batin Adam yang langsung mengejar Amora setelah memastikan bahwa wanita itu adalah amora.
Namun Amora keburu jauh dan saat Adam sampai di depan rumah sakit Amora sudah masuk ke dalam mobil dan mobil telah melaju meninggalkan rumah sakit itu.