Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Pertunangan


__ADS_3

Karena Amora persalin nan nya normal sehingga beberapa hari kemudian dia dan baby syyaid sudah bisa pulang.


"Selamat jadi mama ya sayang, ahh mama jadi tidak sabar merawat dan bermain bersama baby syyaid." Ucap Sovi saat mereka sudah masuk ke dalam mobil.


"Hehehe iya ma, benar kata mama, Amora pun tidak sabar menikmati setiap momen jadi ibu." Jawab Amora sambil mengelus pipi gembul syyaid yang sedang tertidur pulas di gendongan sang nenek.


"Face nya semua ngikut papa nya ya." Ucap Sovi saat memperhatikan wajah tampan cucu nya yang fotocopy an Miko.


"Hahaha iya ma, curang nih si Ade mama nya yang ngandung 9 bulan tapi malah ikut face papa nya." Tawa Amora.


" Ga apa-apa dong sayang, biar tampan kek papa nya." Timpal Miko.


"Iya deh sayang iya." Jawab Amora.


"Amora terimakasih ya nak, karena sudah selau memberikan kebahagiaan kepada keluarga kita." Ucap Sovi dengan tatapan tulus nya.


"Amora juga berterimakasih ma, karena mama papa dan semua nya mau menerima semua masalalu Amora dan menganggap Amora layaknya manusia dan memberikan Amora kebahagiaan." Jawab Amora.


"Itu memang sudah seharus nya Amora, karena bagi mama sekarang kau adalah putri Mama dan bukan menantu." Jawab Sovi.


"Terimakasih banyak ma." Amora memeluk sovi.


Sovi pun mengelus lengan Amora.


Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di rumah. Setelah membawa kan barang-barang ke dalam rumah Amora dan baby syyaid pun beristirahat.


Begitu lah sovi menikmati peran baru nya jadi nenek yang selalu sigap dan siaga. Bahkan dia lebih banyak repot mengurus baby syyaid ketimbang Amora dan Miko. Jadi bisa di bilang tidur Amora dan Miko tidak tertanggung karena adanya sovi yang selalu mau menggendong dan menidurkan syyaid ketika malam hari.


Tidak hanya sibuk mengurus baby syyaid sovi juga sibuk mengurus Pertunangan Ravi dan Kanaya yang rencananya akan di langsung kan lima hari lagi di rumah Kanaya.


Semua nya memang sudah di siapkan, mulai dari dekorasi, cincin tunangan, seserahan dan semua nya.


Sementara Ravi masih terus mencari kesempatan untuk membujuk Ayu dan meluluhkan hati ayu. Namun sepertinya sejak kejadian di ruang kerja beberapa waktu yang lalu ayu jadi canggung dan enggan berbicara dengan Ravi.


Sehingga ayu lebih memilih menghindar setiap kontak mata atau berpapasan dengan ravi. Apalagi sebentar lagi Ravi akan bertunangan artinya ayu harus sadar diri dan jauh-jauh dari Ravi.


"Ayu kenapa selalu menghindari kakak terus sih?" Tanya Ravi saat ayu sedang membersihkan piring kotor karena sisa makan malam tadi.


" Tidak kok" jawab ayu yang terus melanjutkan pekerjaannya tapi enggan menatap Ravi.

__ADS_1


"Lalu kenapa chat kakak selalu fi read saja dan tidak pernah di balas yu?" Ravi menggenggam tangan ayu sehingga ayu menghentikan aktivitas.


"Kak stop, please sadar ga sih kita sudah menyakiti hati Kak Kanaya, kakak itu calon tunangan kak Kanaya. Jadi tolong setia kepada kak Kanaya. Dan jangan ganggu ayu lagi, karna kini Ayu juga udah punya pacar." Bohong ayu dengan suara agak meninggi.


"Hahaha, bohong kamu yu, kakak tidak percaya bilang saja kamu tidak ingin di ganggu kakak lagi kan? Yu kakak sangat mencintai kamu." Tegas Ravi.


"Terserah kak Ravi percaya atau tidak, tapi itu lah kebenaran nya." Jawab Ayu.


"Yu, kamu tau kan kakak tidak mencintai Kanaya lagi, kini cinta kakak cuman untuk kamu. Dan kamu tau sendiri Pertunangan yang akan berlangsung pun itu bukan dasar kemauan kakak, tapi kemauan mama dan papa. Itupun sesuai kata-kata kakak kemaren ayu mau kan kawin lari dengan kakak, maka kakak tidak akan melanjutkan pertunangan ini." Jelas Ravi.


"Omong kosong macam apalagi ini, tapi terserah kakak saja, intinya ayu minta tolong sama kakak, hilangkan perasaan kakak ke Ayu mari lupakan semua nya. Ayu mohon kak ayu tidak mau kalau sampai ibu sovi, pak Sean mbak Amora dan pak Miko tau ini semua. Sungguh mereka sudah terlalu baik kepada Ayu jadi ayu tidak mau menyakiti mereka. Ayu mohon kak lanjutkan pertunangan kakak dengan kak Kanaya ya dan bahagia lah bersama nya." Ucap Ayu dengan tatapan penuh memohon.


"Yu please jawab kakak jujur, apa kamu tidak mencintai kakak lagi?" Tanya Ravi menatap ayu dalam.


"Hahaha kakak terlalu percaya diri rupanya, ayu hanya bermain-main dengan kakak. Kakak kan tau kalau sekarang ayu sedang dekat dengan teman kampus Ayu stiven." Ucap Ayu berbohong.


"Yu kamu bohong kan, bilang kamu bohong yu." Ucap Ravi meminta penjelasan.


"Terserah kakak percaya atau tidak, tapi itu lah fakta sebenarnya." Jawab Ayu yang berlalu meninggalkan Ravi.


Walau pun sebenarnya dia merasa sakit, tapi dia pura-pura kuat dan tegar seakan-akan dia sudah tidak mencintai Ravi lagi. Ravi hanya bisa menatap punggung ayu yang menjauh meninggalkan dirinya.


.


.


.


Iya itu proses lamaran Kanaya dan Ravi, mereka sekeluarga sudah sip dengan semua persiapan dan segera berangkat ke rumah Kanaya di mana tempat lamaran itu di langsung kan.


Beberap menit kemudian mereka pun sudah sampai di rumah Kanaya. Setelah turun dari mobil pihak Kanaya langsung menyambut serta mempersilakan keluarga Ravi untuk masuk ke dalam rumah atau venue lain di mana acara dilangsungkan.


keluarga besar Wijaya pun masuk ke dalam rumah Kanaya diiringi dengan hantaran atau seserahan untuk melamar Kanaya.


Setelah acara pembukaan selesai, maka inti acara lamaran itu sendiri akan dimulai.


Sean pun mengutarakan maksud kedatangan mereka, yaitu untuk melamar Kanaya untuk putra bungsu mereka yaitu Ravi.


Keluarga Kanaya pun di berikan pertanyaan mengenai kesediaan Kanaya untuk menikah dengan Ravi.

__ADS_1


Tentu saja lamaran tersebut diterima, pihak keluarga Kanaya langsung memberikan jawaban yang menyambut baik rencana pernikahan antara Kanaya dan ravi.


Sovi pun memberikan seserahan atau peningset serta hantaran kepada Mesya mama Kanaya.


Setelah rangkaian demi rangkaian acara selesai kini tiba saatnya prosesi tukar cincin tunangan.


Kanaya terlihat begitu bahagia menjalani rangkaian acara demi acara, namun berbeda dengan Kanaya Ravi terlihat


Sovi pun memasangkan cincin kepada calon menantu nya itu. Terlihat kebahagian yang terpancar di wajah Kanaya begitu juga sovi . Setelah cincin di jari manis Kanaya terpasang kini saat nya Mesya mama Kanaya yang memasang kan cincin pertunangan di jari manis Ravi.


"Maaf Tante, sepertinya Ravi tidak bisa melanjutkan pertunangan ini." Ucap Ravi tiba-tiba dan langsung menarik jari manis nya saat ingin di pasangkan cincin oleh Mesya.


"Ravi..." Sovi melotot kepada Ravi.


"Maaf ma, pa, Ravi tidak bisa melanjutkan pertunangan ini. Ravi belum siap untuk ini semua." Ucap Ravi yang menjauh dari Mesya.


"Ravi, apa-apa an kamu? Jangan bercanda ini acara sakral dan jangan mempermalukan keluarga." Bentak Sean kepada Ravi.


"Justru karna ini acara sakral pa, Ravi tidak mau melanjutkan nya karena memang Ravi belum siap untuk ini semua." Ucap Ravi yang memang sudah membulatkan tekad nya untuk tidak melanjutkan pertunangan ini.


"Maaf telah membuat semua nya kecewa tapi Ravi memang belum siap untuk pertunangan ini." Tegas Ravi lagi.


"Sayang, kamu jangan bercanda dong." Bisik


Semua para tamu mulai berbisik dan mengosip.


"Maaf ma, pa tapi ravi benar-benar tidak bisa melanjutkan pertunangan ini, Ravi tidak mau ada yang tersakiti karena hubungan yang tidak di dasari cinta ini." Ucap Ravi yang berdiri dari duduknya.


"Kenapa kak hah kenapa? Kenapa kamu membatalkan pertunangan kita? Apa karena wanita kampung ini hah?" Teriak Kanaya sambil menunjuk ayu saat Ravi sudah berbalik dan ingin meninggalkan rumah Kanaya.


Ravi pun menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Kanaya.


"Huh, kalian pikir aku tidak tau bahwa kalian sudah bermain di belakang ku. Andai om dan Tante tau ya si ayu ini tidak sepolos yang kalian pikir, dia sudah mencuci otak kak Ravi agar tidak mencintai ku lagi. Bahkan mungkin dia pake pelet sehingga kak Ravi jatuh cinta kepada nya. Dia ini wanita matre yang menginginkan harta kalian." Ucap Kanaya sambil menunjuk ayu.


"Kanaya tutup mulut kamu, jangan pernah bicara sembarangan tentang ayu dan Jagan berani-berani nya menunjuk ayu seperti itu." Bentak Ravi dengan nada kemarahan.


"Kenapa? Kakak tidak senang, aku punya bukti nya kok kalau wanita ini tidak sepolos yang dia tunjukkan." Ucap Kanaya sambil tersenyum tapi air mata terus menetes di pipinya.


"Tunggu sebentar." Ucap Kanaya sambil berjalan mengambil ponsel nya.

__ADS_1


"Ayu..." Sovi menatap ayu seakan meminta penjelasan.


Ayu hanya menunduk tak bisa berkata apapun.


__ADS_2