Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Mangga muda pak Rt


__ADS_3

Tidak ingin berlama-lama sesampainya di depan rumah pak RT Amora langsung turun dari mobil.


"Ayo mas turun." ajak Amora saat melihat suaminya masih duduk di dalam mobil dengan ekspresi wajah enggan.


"Mas ayok." ulang Amora


"Hmm sayang kamu yakin? atau kita cari saja mangga muda yang lain, atau minta tolong sama siapa gitu." nego Miko.


"Ga mau mas aku mau mangga muda pak Rt." jawab Amora yang langsung ngiler melihat buah mangga pak RT yang masih bergelantungan di pohon nya.


"Mas bakal belikan semua mangga muda yang kamu mau sayang, bahkan sama pohon-pohon nya juga. nanti mas suruh Paijo atau Rudi membelikan nya ya. kita balik aja yuk." ajak Miko.


"Ga mau, mau nya mangga muda pak Rt. ayo dong mas turun kamu ini kenapa sih?"


"Sayang, mas agak seram sama kumis pak RT di tambah mas memang belum pernah ngobrol sama pak RT itu. Yakali sekali ngobrol dan datang ke rumah nya minta mangga muda, apa ga lucu? jadi kita balik aja yuk." ajak Miko dengan suara sedikit berbisik.


"Hahaha seorang Miko Wijaya, lihat kumis pak RT aja udah merasa seram, kok kamu jadi lucu ya mas kalau takut gitu." tawa Amora pun pecah.


"Ihh sayang, kok malah ketawa sih ayok masuk ke dalam Kita cari aja mangga muda tempat lain." ajak Miko.


"Ga mau, kamu ini apaan sih mas? laki dikit dong ayok turun, kalau nama CEO Wijaya grup mau minta mangga muda aja ga punya nyali."


"Ya justru itu sayang, masa seorang CEO Wijaya grup minta mangga muda, kek ga sanggup beli aja kan malu."


"Gada, bilang aja kamu ga berani."


"Cklek..." Tiba-tiba pak RT keluar dari rumah karena mendengar ada suara ribut-ribut.


kumis panjang da lebat, kepala botak plontos, perawakan horor dan kaos kutang dan dengan sarung sungguh membuat bulu kuduk Miko merinding.


"Siapa kalian? ngapain ribut-ribut di depan rumah saya?" suara berat membuat kedua nya langsung terdiam dan menatap ke sumber suara.


"Ehh Assalamualaikum pak." tiba-tiba Amora langsung memberikan salam.


"Iya waalaikumsalam." jawab pak RT dingin.


"Kalian mau ngurus apa? kalau mau urus apa-apa besok pagi sampai jam 5 sore, kalau sekarang bukan lagi jam kerja jadi besok saja." ucap pak RT.


"Ohh bukan mau urus berkas dan yang lain kok pak." jawab Amora.


"Mas kamu turun dong, ga sopan tau."


"Iya iya sayang."


"Lah kalau bukan mau ngurus berkas ngapain kalian ke sini?" tanya pak RT bingung.


"Ini pak, perkenalkan dulu saya Miko Wijaya, dan ini Amora Anggita istri saya kami salah satu warga bapak. kedatangan kami ke sini mau meminta buah mangga bapak kalau bapak mau jual kami bakal beli harga berapa pun itu. soalnya istri saya sedang hamil muda dan kebetulan mengidam ingin makan buah mangga muda milik bapak." jelas Miko yang tidak ingin bertele-tele.


"Oh jadi bapak yang namanya Miko Wijaya dan inin istri bapak? tapi kenapa belum melapor sampai sekarang?" tanya pak RT.


"Umm itu pak, kebetulan kamu baru saja menikah dan baru kembali ke sini, bapak tau lah kesibukan kami jadi belum punya waktu untuk melapor ke RT." jelas Miko.


"Hmmm iya ya pak Miko, tidak apa-apa kok. ohh iya kita masuk duku yok ngopi atau nge teh?" ajak pak RT yang langsung ramah.


"Tidak perlu pak, kebetulan ini sudah sore. kami hanya meminta buah mangga muda bapak untuk istri saya. kalau mau di jual kami bakal beli pak."


"Ohh silahkan pak Ambil saja, ambil saja sepuasnya." jawab pak Rt yang tiba-tiba ramah.

__ADS_1


"Wahh benarkah pak, terimakasih banyak pak." ucap Amora yang langsung tersenyum sumringah.


"Bentar ya pak, buk biar saya ambilkan galah nya dulu."


"Ehh pak tidak perlu, biar suami saya aja yang memanjat pohon mangga nya." cegah Amora.


"Hah sayang?" protes Miko.


"Mas demi istri dan calon anak, anak mu pengen nya buah mangga nya di petik langsung sama kamu." ucap Amora.


"Tapi mas ga bisa manjat pohon sayang."


"Bisa mas, aku percaya suami aku ini serba bisa. demi istri dan anak pasti bisa yok mas."


"Jadi bagaimana pak? mau di panjat atau di ambil galah nya saja?"


"Di panjat aja pak." jawab Amora cepat.


"Tapi buk Amora, pohon mangga nya banyak sekuat nya." jelas pak RT.


"Tidak apa-apa pak, saya mau lihat ketulusan suami saya. biarkan saja suami saya memanjat dan menunjukkan cinta nya kepada saya dan calon anak kami." ucap amora.


"Ini ngidam apa ngerjain sih sayang?" tanya Miko.


"Ini permintaan anak kamu mas."


Akhirnya Miko pun mengalah setelah melalui perdebatan panjang dengan istrinya. dengan penuh perjuangan dan di gigit oleh semut penghuni pohon mangga akhirnya Miko berhasil memanjat pohon mangga miliki pak RT. Amora hanya tersenyum dibawah pohon mangga menahan tawa nya.


"Rasain kamu mas, dulu aja waktu aku jadi partner ranjang mu kamu memperlakukan aku sesuka mu. sekarang gantian kamu aka habis aku kerjain selagi ada kesempatan hehehe." batin Amora meras puas.


Beberapa menit berlalu, kini mereka sudah sampai di rumah dan Amora yang memang sudah sangat menginginkan mangga muda yang di petik Miko tadi langsung ke dapur dan mengupas dan menyantap mangga muda itu.


Sementara Miko yang merasa terbaikan istri nya itu hanya bisa mengikuti Amora dari belakang.


"Kamu mau makan malam apa sayang?" tanya Miko saat Amora sudah selesai makan mangga muda milik nya.


"Aku belum lapar mas, nanti saja makan masakan mama." jawab Amora.


"Baiklah sayang kalau kamu ingin sesuatu kamu bilang sama mas ya,"


"Hehehe siap sayang ku." jawab Amora.


"Ehhh senarnya aku menginginkan sesuatu sih mas, tapi aku tidak yakin bahwa mas akan mengabulkan permintaan ku" jawab Amora dengan senyum licik nya.


"Apa itu sayang? sebisa mas akan mengabulkan semua permintaan istri tercantik mas ini." jawab Miko sembari mengelus kembali rambut Amora.


"Tapi kamu harus janji dulu mas, akan mengabulkan nya ya." kata Amora sambil tersenyum penuh arti kepada Miko.


"Tapi kalau senyum nya begini, entah kenapa firasat mas ga enak ya." ucap Miko yang merasa ada sesuatu di balik senyuman istrinya itu.


"Ihh kan mas mah suudzon aja sama istrinya."


"Yaudah iya sayang ku memang kamu mau apa?"


"Janji dulu bakal mengabulkan nya mas."


"iya sayang iya mas janji" jawab Miko.

__ADS_1


"Baiklah kalau gitu kita ke kamar yuk?" ajak Amora sambil tersenyum.


"Sayang jangan bilang kamu lagi kepingin, kata dokter kan belum bisa."


"Dasar otak mesum."


"Iya kan mas rindu sayang, memang nya kamu ga rindu sama junior ini?"


"Ya rindu sih, tapi ahh sudah lah mas ayo ikut aja. ingat ya mas udah janji lho bakal menuruti kemauan ku."


"Hmmm aku yakin petaka akan segera menghampirinya." jawab Miko yang akhirnya pasrah mengikuti langkah istri nya itu.


Sesampainya di kamar Amora pun duduk di sofa kamar mereka.


"Sekarang permintaan kamu apa sayang?" tanya Miko.


"Aku minta mas tolong ambilkan kotak makeup ku yang ada di laci meja rias itu. dan Ambilkan juga dasterku yang ada di lemari pakaian yang warna biru muda." perintah Amora kepada suaminya.


"Kamu mau dandan?"


"Ihh ikut in aja lah mas ah, ga usah banyak tanya."


Miko yang masih bingung dengan keinginan istrinya hanya menuruti nya saja. setelah melakukan yang di minta Amora, Miko pun kembali duduk di samping Amora dengan kedua barang tersebut berada di depan mereka.


Amora pun mengambil satu bando dari dalam tas makeup itu kemudian memakai kan nya ke kepala Miko sehingga rambut Miko tidak menghalangi jidat nya.


"Sayang kamu mau ngapain?" tanya Miko yang mulai heran dengan ulah istrinya itu.


"Aku kepingin makeup in kamu mas, dan ingat mas kamu tidak boleh menolak. kan tadi sudah janji bakal nurutin aku." jawab Amora sambil tersenyum penuh kemenangan.


Tentu saja Miko kaget mendengar keinginan istrinya itu namun jika ingin menolak pun sudah tidak mungkin karena dia sudah terlanjur berjanji dan penolakan nya akan membuat mood Amora menjadi buruk, dan itu juga akan menjadi petaka buat Miko.


Akhirnya Miko pun memilih pasrah dan tersenyum paksa saat istrinya memulai aksinya.


Amora dengan girang memulai aksinya saat tidak ada penolakan dari suaminya itu. dia pun mulai membersihkan wajah Miko menggunakan milk cleanser dan toner menggunakan kapas.


kemudian membentuk mulai mengoles kan foundation, concealer, dia pun mulai mengaplikasikan semuanya di wajah suaminya itu. karena alis Miko sudah rapi Amora tidak perlu membuat alis lagi.


dia mulai membuat eyeliner dan karena bulu mata Miko sudah lebat dan lentik Amora juga tidak perlu membuatkan mascara.


tidak lupa eyeshadow di kelopak mata sang suami. lalu Amora mulai mengcontur wajah suaminya dan setelah semuanya sesuai dia pun mulai membedakan suaminya itu menggunakan bedak padat.


Dan terakhir Amora mengoleskan blush on di kedua pipi suaminya dan memberikan lipstik merah merona di bibir suaminya itu.


Miko yang merasa geli dan aneh dengan wajah nya hanya bisa pasrah. sementara Amora sangat bahagia, dia merasa sekarang dirinya seperti seorang make up artis yang handal. dan sekaligus bisa ngerjain suaminya itu.


Kemudian setelah dirasa cukup Amora pun menyuruh suaminya itu mengganti kan pakaian nya dengan daster tadi.


Tentu saja Miko menolak namun Amora mulai bad mood yang membuat Miko tidak tega dan akhirnya mau tidak mau Miko pun menurut kemauan istrinya dan memakai kan daster itu.


Setelah nya Amora memasang musik dangdut di ponselnya dan menyuruh suaminya berjoget. dan setelah banyak drama penolakan akhirnya Miko selalu kalah dengan istrinya akhirnya dia pun melakukan nya.


Miko yang awalnya risih lama kelamaan menikmati joget an itu dan tentu saja hal itu membuat Amora bahagia. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan berharga ini Amora pun merekam aksi Miko yang sedang asyik berjoget menggunakan ponsel miliknya.


Dan setelah beberapa saat kemudian Amora pun merasa kelelahan tertawa sementara Miko kelelahan berjoget. Miko pun merebahkan tubuhnya di ranjang dengan tubuh yang masih menggunakan daster.


Walaupun merasa lelah tapi Miko bahagia saat melihat istrinya itu bisa tertawa lepas tanpa beban seperti tadi.

__ADS_1


__ADS_2