
"eh pak Miko,saya masih lemah masa nagih hutang harus sekarang sih?" Ucap Amora saat Miko telah menyibak selimut dari wajah Amora.
"Biar saja,sekalian kamu tidak bisa berdiri besok pagi itu yang saya mau." Ucap Miko yang mulai mencium leher Amora.
"Yah si bapak mah tega, kalau saya mau ke kamar mandi, terus yang nyiapin pakaian nya bapak ke kantor dan masangin dasi bapak dan melayani semua kebutuhan bapak siapa dong?" Tanya Amora sambil menahan rasa geli da nikmat yang di berikan oleh Miko.
"Saya gendong kamu ke kamar mandi,dan besok saya tidak k kantor."
"Ah pak...ta tapi saya belum meminum obat kontrasepsi hari ini." Ucap Amora terbata-bata karena kini jari-jari Miko sudah menjalar ke dadanya.
"Aish Amora biar saja, paling konsikuensi nya kamu hamil, sudah lah nikmati lah permainan ini. ingat kau tidak akan ku beri ampun malam ini karena kau telah banyak menyusahkan ku."ucap Miko yang memang sudah di buru nafsu melihat tubuh Amora sehingga tidak perduli apapun kecuali segera mendapatkan surga duniawi.
"Hah biar saja katanya?, Be berarti dia tidak masalah dong kalau sampai aku mengandung anak nya. Apa itu artinya pak Miko sudah punya perasaan kepada ku?" Batin Amora di sela-sela menikmati permainan Miko. Karena sekarang Amora hanya menerima perlakuan Miko dia terlalu lemah untuk melawan nya.
Dan akhirnya Amora pun terbawa dengan permainan Miko, satu persatu pakaian mereka pun melayang ke udara. Dan lama kelamaan Amora juga menikmati nya dan mencoba mengimbangi Miko dengan sekuat tenaga.
Namun entah karena apa Amora merasa Miko sangat berstamina malam ini bahkan dia sampai kewalahan menghadapi permainan Miko yang sedikit kasar namun di balik itu ada kenikmatan tersendiri yang belum pernah Amora rasakan, karena selama ini dia selalu bermain dengan lembut dan selalu Amora yang pegang kendali.
"Apa kau menikmati nya sayang?" Bisik Miko di telinga Amora.
"Hmmm." Hanya itu yang bisa Amora jawab karena deru nafas Miko di telinga nya saja mampu membuat bulu kuduk nya berdiri.
"Apa kau ingin terus bersama ku dan menikmati malam seperti ini? Atau kau ingin mencari junior yang lebih dari milik ku?" Tanya Miko sambil mempercepat permainan nya dengan nafas terengah-engah.
"Iya pak aku ingin terus bersama mu, kau yang terbaik." Ucap Amora dengan nafas yang memburu.
"Panggil aku sayang, karena kau milik ku malam ini. Kau tubuhmu dan semuanya adalah milik ku milik Miko Wijaya seorang." Titah Miko.
"Iya Miko sayang, aku milik mu aku milik mu seutuhnya nikmati lah milik mu ini." Jawab Amora yang berhasil menambah hasrat cinta Miko.
__ADS_1
Dan permain pun semakin panas, bahkan terlihat Miko tidak merasakan apa-apa lagi pada lengan nya yang terbakar. Amora sudah mencapai puncak kenikmatan nya dua kali namun Miko belum menunjukkan tanda-tanda.
Amora yang sudah kehabisan tenaga hanya bisa mengikuti permainan Miko sampai akhirnya Miko juga sampai ke puncak kenikmatan nya. Dan Amora entah sudah berapa kali dia keluar.
"Terimakasih Amora, kau adalah candu bagiku sekarang." Ucap Miko sambil mencium kening Amora dan merebahkan tubuhnya di sebelah Amora.
"Sama-sama pak" Jawab Amora tersenyum.
"Sudah ku bilang jangan panggil aku lagi dengan sebutan bapak, ingat saya hanya 3 tahun lebih tua dari kamu." Sungut Miko.
"La lalu panggil apa? Ya kali panggil sayang idih malu." Jawab Amora.
"Panggil mas Miko saja."
"Mas Miko..?"
"Lho kok.."
"Kok,,,kok,,, ingat Amora perintah saya adalah kewajiban kamu. Coba sekali saja saya menyuruh sesuatu kamu langsung bilang baik sayang, iya sayang, tanpa harus berdebat dulu."potong Miko.
"Iya sayang ku iya."
"Hmm bagus, yasudah sayang nya kamu ini mau tidur dulu ya, aku lelah Amora." Ucap Miko yang langsung memejamkan matanya.
"Hmm selamat tidur sayang ku." Ucap Amora.
Dan akhirnya Miko memejamkan matanya sambil memeluk tubuh Amora. Sehingga tubuh Amora menempel dengan tubuh Miko, karena keringat mereka belum kering.
"Apa ini Semua? Aku tidak sedang bermimpi kan, apa sekarang pak Miko sudah menganggap ku perempuan dan bukan hanya partner diatas ranjang?" Batin Amora yang entah kenapa rasanya hatinya berbunga-bunga.
__ADS_1
"Tapi tunggu dulu, kok aku bahagia sekali ya dengan semua perlakuan nya pak Miko, apa aku juga sudah memiliki rasa tertarik kepada pak Miko? Masa sih aku mencintai pak Miko yang nyebelin ini." Batin Amora yang langsung menatap wajah tenang Miko yang sudah tertidur.
"Tapi kan aku masih memiliki hubungan dengan Adam, kalau aku menyukai pak miko berarti aku berselingkuh dong dari adam."
"tapi bukan nya memang sudah ya,bahkan semenjak kehadiran pak Miko rasanya sedetik pun aku tak pernah mengingat Adam. Apa benar hatiku telah berpaling kepada pak Miko?" Batin Amora lagi.
"Lalu kalau benar aku sudah berpaling kepada Miko bagaimana dengan Adam? Ah bukan nya dia yang meninggal kan ku dan tanpa kabar sampai hari ini. Jadi bukan salah ku dong, lagian ngapain aku mikirin dia belum tentu dia mikirin aku, jangan-jangan dia sudah menikah dengan wanita lain." batin Amora.
"Ah entah lah, ikuti saja alurnya biar waktu yang jawab semua, selagi bisa nikmati saja." Jawab nya akhirnya setelah dia lelah berdebat dengan pikirannya sendiri.
"Terimakasih kau telah hadir di hidup ku dan memberikan aku banyak kebahagiaan, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita nantinya. Yang pasti pertemuan kita bukan sebuah kebetulan dan Tuhan pasti sudah menyusun skenario nya untuk kita berdua. aku hanya bisa bersyukur karena Tuhan mempertemukan ku dengan pria seperti mu." Ucap Amora sambil mencium kening dan pipi Miko.
"Selamat tidur Miko sayang, kau terlihat tampan saat terlelap begini." ucap nya sambil mengelus pipi Adam dan menyentuh bibir tipis Adam dengan jari telunjuk nya.
Akhirnya Amora juga ikut tidur bersama dengan Miko, karena dia memang sudah lelah.dan untuk pertama kalinya Amora juga membalas pelukan Miko saat mereka tidur.
.
.
.
Sementara Ravi yang merasa bahwa dirinya hanya laki-laki yang lemah dan pengecut yang selalu lari dari masalah hanya untuk menyelamatkan diri sendiri merasa malu kepada Miko.
itu lah perbedaan Miko dan Ravi, Miko selalu berani mengambil konsikuensi apapun itu demi mendapatkan apa yang dia ingin kan tidak masalah jika itu mempertaruhkan nyawanya. sedangkan Ravi selalu bersembunyi di balik Miko.
maka tak heran Wijaya grup yang dulunya hampir di ambang kebangkrutan bisa bangkit lagi bahkan kini menjadi perusahaan ternama di kalangan pebisnis setelah di ambil alih oleh Miko sejak 4 Tahun lalu. karena ambisi dan kelicikan nya Miko dia bisa menjatuhkan lawan-lawan bisnis nya dan memperluas perusahaan nya dan memperbanyak pundi-pundi uang nya.
"aku benar-benar tidak pantas untuk Amora, hanya dengan kak Miko lah Amora bisa bahagia. aku yakin sudah ada benih-benih cinta di antara keduanya."batin Ravi sebelum dia benar-benar tertidur.
__ADS_1