Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Ungkapan Steven


__ADS_3

Pagi ini setelah menyelesaikan semua pekerjaan nya Ayu pun bersiap-siap untuk berangkat ke kampus. Awalnya memang Ayu berniat untuk ikut kuliah online saja, atau ambil kelas malam. Namun Amora melarang dengan alasan kalau Ayu kuliah online atau mengambil kelas malam maka pelajaran tidak akan sepenuhnya dia dapatkan bisa saja konsentrasi nya sudah tidak bisa di gunakan lagi sepenuhnya.


Akhirnya Ayu dan yang lain nya pun setuju bahwa Ayu ikut kuliah seperti biasa. Karena Amora memang menganggap Ayu sebagai adik nya bukan asisten pribadi nya.


"Ayu nanti berangkat kuliah di antar sama pak Paijo saja ya." Titah sovi saat melihat Ayu keluar dari kamar nya.


"Baik bu." Jawab Ayu.


Ayu pun berpamitan kepada Amora dan sovi untuk berangkat ke kampus. Setelah berpamitan Ayu dan pak Paijo pun berangkat ke kampus tempat Ayu menuntut ilmu.


Sesampainya di depan kampus setelah mengucapkan terimakasih kepada pak Paijo Ayu pun turun dari mobil dan segera masuk ke dalam halaman kampus lalu berjalan menuju fakultas nya. Karena hari ini adalah mata kuliah dengan dosen baru.


"Ayu..." Teriak seseorang yang ayu sudah hafal betul dengan suara itu.


Ayu pun menoleh ke belakang, dan ternyata benar itu adalah suara sahabat nya Sita san Vivi.


"Santai aja yu ah, kagak usah buru-buru jalan nya." Ucap Sita sambil merangkul Ayu.


"Nanti telat." Jawab Ayu sambil terus berjalan.


"Ehh dengar-dengar dari kelas sebelah dosen untuk mata kuliah ini masih muda lho mana tampan lagi." Ucap Vivi yang memang paling tidak bisa melihat cowok tampan.


"Ohh iya? Kalau kamu mah vi semua cowok juga kamu bilang tampan." Ledek Sita.


"Ehh beneran guys, kalau kali ini tidak akan salah kata mereka dosen nya masih muda, tampan, imut dan baik juga."jelas Vivi lagi.


"Hmm iya deh Vi terserah, ga perduli juga, mending sekarangbkita duduk sebentar lagi pak dosen nya datang." Ajak Ayu karena kini mereka sudah berdiri di depan kelas sedangkan anak-anak yang lain sudah pada duduk di kursi mereka masing-masing.


Vivi dan sita pun menurut akhirnya mereka duduk sembari menunggu dosen baru masuk untuk mengajar mereka.


Beberapa menit kemudian sang dosen pun masuk ke dalam kelas dengan membawa map berisi absensi kelas.


Ayu yang sedang sibuk membaca kembali catatan kuliah nya Minggu lalu tidak menyadari kehadiran sang dosen. Namun karena suara bisikan para mahasiswa cewek di kelas itu akhirnya fokus Ayu teralihkan dia pun mengangkat kepalanya dan Betapa terkejutnya dia melihat Steven berdiri di depan kelas.


"Selamat pagi adik-adik semua, perkenalkan saya Steven Ardiansyah biasa di panggil pak Steven, saya yang mengajar Mata kuliah dasar-dasar ilmu ekonomi mengantikan ibu Selvi yang mungkin tempo hari sudah memberikan kalian materi juga tentang mata kuliah ini." Ucap Steve memperkenalkan dirinya.


"Selamat pagi pak Steven." Jawab mereka serentak.


Sementara Ayu masih mencerna kata-kata Steven.


Steven yang ngakunya mahasiswa baru fakultas ekonomi yang sama seperti dirinya dan masuk di kelas sebelah ternyata seorang dosen.

__ADS_1


Pantas saja Ayu tidak pernah melihat Steven di antara mahasiswa kelas sebelah ternyau dia bukan mahasiswa melainkan dosen.


"Apa ini semua?" Batin Ayu yang merasa di bohongi oleh Steven.


Bagaimana tidak sejak pertemuan pertama mereka saat daftar ulang beberapa Minggu yang lalu mereka bertukar nomor ponsel. Nyaris setiap malam mereka saling berkomunikasi bahkan Steven sering membantu ayu menyelesaikan semua tugas kuliah nya.


Jika Ayu bertanya kenapa dia tidak pernah melihat Steven di kampus Steven selalu menjawab bahwa jadwal jam kuliah mereka berbeda karena beda kelas. Dan bodoh nya Ayu percaya dengan kata-kata Steven tersebut.


Steven yang sudah memulai pelajaran dari tadi tidak terlalu fokus karena kini fokusnya teralihkan kepada Ayu yang terlihat merenung.


Namun Steven harus tetap profesional, dia tetap mengajar walau pun terbesit rasa bersalah di hatinya kepada Ayu karena dia sudah berbohong kepada Ayu tentang siapa dia sebenarnya.


.


.


.


Waktu pun terus berlalu, dan kini jam kuliah Steven telah habis. Setelah menutup kelas Steven pamit kepada mahasiswa nya yang ada di kelas itu.


"Tring..." Tiba-tiba notifikasi pesan dari Steven muncul di ponsel Ayu.


"Yu kantin yuk, laper gue." Ajak Vivi.


"Lah emang nya lo mau ke mana?" Tanya sita saat Ayu berdiri dari duduk nya dan bersiap untuk pergi.


"Mau cari sugar Daddy." Jawab Ayu yang berjalan meninggalkan mereka.


"Woii gue ikut." Teriak Vivi.


Namun Ayu seakan tak mendengar teriakan Vivi dan terus berjalan menuju ruangan Steven, karena di isi chat nya Steven menyuruh Ayu untuk datang ke ruangan nya dan ingin menjelaskan apa alasan Steven berbohong kepada Ayu. Beberapa menit kemudian Ayu pun sudah berada di depan ruangan Steven.


"Tok...tok...tok.." Ayu mengetuk pintu ruangan Steven.


"Masuk." Jawab Steven dari dalam yang sudah dapat memastikan bahwa yang mengetuk pintu adalah Ayu.


"Selamat pagi pak." Ucap Ayu saat dia membuka pintu.


"Pagi Ayu, masuk lah." Jawab Steven yang lebih dulu duduk di kursi ruangan nya.


"Baik pak." Jawab ayu yang berjalan dan berdiri di hadapan Steven.

__ADS_1


"Duduk yu, dan tidak perlu panggil pak panggil saja Steven seperti biasa." Ujar Steven.


"Maaf pak ini kampus, dan saya juga minta maaf kalau selama ini saya lancang sudah memanggil bapak dengan nama steven." Jawab Ayu yang duduk di hadapan Steven sambil sedikit menunduk.


"Tidak apa-apa yu, saya nyaman di panggil Steven sama kamu, berasa kita seumuran." Jawab Steven.


"Tapi kenapa bapak bohong kepada saya? Kenapa bapak bilang bapak juga mahasiswa baru ternyata bapak seorang dosen?" Tanya Ayu yang langsung ke inti permasalahan.


"Maaf kan saya yu, tapi saya terpaksa melakukan ini." Jawab Steven sambil menatap Ayu dalam.


"Terpaksa bagaimana maksud nya pak?" Ayu masih kebingungan.


"Saya takut kalau kamu tau bahwa saya adalah dosen kamu kamu tidak akan mau berkomunikasi dengan saya. Kemungkinan kamu akan canggung dan jaga jarak dengan saya." Jelas Steven.


"Lho bukan nya cepat atau lambat saya juga pasti bakal mengetahui nya ya pak?" Tanya Ayu balik.


"Iya tapi setidaknya beberapa bulan belakangan ini saya merasa kamu nyaman komunikasi dengan saya sebagai teman." Jawab Steven lagi.


"Harus nya dari awal pun bapak bilang kalau bapak adalah dosen saya saya akan tetap mau kok berkomunikasi dengan bapak. Daripada harus berbohong seperti ini." Jelas Ayu.


"Iya yu, saya minta maaf ya. Saya melakukan ini semua karena saya suka sama kamu yu, saya jatuh cinta pada pandangan pertama kepada mu. Di tambah lagi kian hari komunikasi kita semakin besar rasa cinta saya pun kepada mu semakin besar yu." Jelas Steven mengungkapkan perasaan nya.


"Maksudnya bagaimana ya pak?" Tanya Ayu yang sok kebingungan


"Yu saya jatuh cinta sama kamu, dan semakin hari cinta itu semakin besar. Saya mau kamu jadi pacar saya yu." Kini Steven menggenggam tangan Ayu.


"Maaf pak, tapi ayu tidak bisa." Ayu menarik tangan nya dari genggaman Steven.


"Kenapa yu, bukan nya kamu bilang kamu tidak punya pacar ya?" Tanya steven kebingungan.


"Iya memang ayu tidak punya pacar pak, tapi memang ayu tidak berniat untuk pacaran dalam waktu dekat ini." Jelas Ayu.


"Tapi kenapa yu? Apa kurang nya saya? Atau karena hubungan kita antara dosen dan mahasiswa? Kita bisa saja kok backstreet kalau kamu mau." Tawar Steven.


"Justru itu masalah nya pak, bapak terlalu sempurna untuk saya yang hanya remahan rengginang. Maaf pak bukan soal hubungan kita memang saya sedang tidak ingin berpacaran. Maaf ya pak." Kini Ayu bangkit berdiri dari duduk nya.


"Terimakasih untuk bantuan bapak selama ini, senang bisa kenal dengan bapak. Kalau memang sudah tidak ada lagi yang di obrolan saya permisi dulu pak." Pamit Ayu.


"Yu saya akan melakukan apapun untuk mendapatkan hati dan cinta kamu, pegang kata-kata saya yu." Ucap Steven dengan penuh tekad.


Tanpa memperdulikan kata-kata Steven Ayu terus berjalan keluar dari ruangan Steven.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa jatuh cinta kepada mu pak Steven, kalau sampai detik ini pun seluruh ruang hati ku sudah di isi penuh oleh kak Ravi, laki-laki yang tidak mencintai ku." Batin Ayu sambil menarik nafas berat.


Akhirnya ayu melanjutkan langkahnya dan segera ke kantin menemui kedua sahabat nya. Dia berjalan sambil tersenyum seakan tidak terjadi apa-apa.


__ADS_2