Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Kemarahan Miko


__ADS_3

Amora yang langsung berlari ke parkiran dan masuk ke dalam mobil.


"Lho non Amora kok menangis?" Tanya Paijo yang memang sedang rebahan di kursi depan mobil.


"Pak boleh kita pulang sekarang?" Tanya Amora kepada Paijo.


"Oh boleh non." Jawab Paijo yang langsung menghidupkan mobil dan mobil pun segera di lajukan Paijo menuju rumah Miko.


Sementara Rudi dan team terlupakan oleh Amora, karena kehadiran Adam. Awalnya Rudi ingin mengejar Adam namun Adam sudah lebih dulu keluar mengejar amora. Lagian bukan kapasitas mereka untuk mengintrogasi Adam.


Rudi pun menelepon Miko dan menjelaskan semua yang terjadi di cafe hari ini. Tentu saja ada rasa marah di hati miko. Miko pun langsung menelpon Amora untuk menanyakan kejelasan tapi tak kunjung di jawab Amora.


Miko pun memutuskan pulang dan terus menelepon Amora selama di perjalanan namun tetap tidak di Jawab.


Sesampainya di rumah Amora yang keluar dari mobil langsung masuk ke dalam kamar nya. Entah kenapa rasanya hatinya sakit sekali.


"Kenapa dam, kenapa kau baru datang sekarang. Kenapa tidak dari dulu kau mengajak ku menikah? Pasti aku akan menerima nya dengan senang hati. Tanpa harus menghancurkan hidup ku lebih hancur lagi seperti sekarang." Ucap Amora di sela-sela tangis nya.


Dia merasa kecewa dengan keadaan, dengan hubungan nya dengan Miko. Ada penyesalan di hati Amora andai Adam tidak mengalami kecelakaan itu mungkin dia dan Adam kini sudah menjadi sepasang suami istri yang hidup bahagia.


Sekarang dia sudah menghancurkan hidup nya dengan menyetujui kesepakatan bersama Miko yang akhirnya mengkhianati Adam yang tulus kepada nya.


Sementara sedari tadi ponsel Amora terus menerus berdering di dalam tas nya.


Amora pun mengeluarkan ponselnya dari tas nya dan melihat ada nama Miko di layar ponsel. Amora yang masih merasa sakit karena kata-kata Miko ke mama nya tadi pagi membiarkan panggilan itu.


Lalu tiba-tiba di layar ponsel nya ada DM dari Adam.


Amora sampai kapan pun aku akan memperjuangkan mu, ku mohon Amora menikah lah dengan ku. Aku tidak perduli dengan masa lalu mu, aku mencintaimu.

__ADS_1


Itu lah isi DM dari Adam.


"Apa ini cara Tuhan membantu ku keluar dari belenggu dosa ini? Tapi kenapa harus kau dam, pria baik hati dan polos? Apa pantas wanita sampah seperti ku bersanding dengan pria baik-baik seperti mu?" Tanya Amora.


"Ahh kenapa semua nya menyakitkan begini sih? Hati tolong dong kerja sama nya." Teriak Amora di dalam kamar.


"Kenapa, kenapa harus Miko. Dia hanya menganggap mu budak **** nya Amora, sadar lah. Kenapa kau baperan hanya di perlakukan baik bukan berati kau menjadi lebih baik." Tanya Amora kepada dirinya setelah dia menyadari bahwa hatinya sudah sepenuhnya milik Miko, namun dia tidak menyadari nya selama ini dan balasan dari Miko hanya mengagap dia sebagai partner diatas ranjang dan tidak lebih.


"Bruk...." Amora di kagetkan dengan pintu kamar yang tiba-tiba di tendang dari luar.


"Miko..?" Hanya itu yang Amora katakan karena dia kaget dan berdiri dari duduk nya.


"Siapa dia?"tanya Miko dengan wajah penuh kemarahan.


"Dia..?"tanya amora yang masih menenangkan jantung nya.


"Sakit mas.." rengek Amora yang merasa kesakitan.


"Jawab Amora."


"Dia Adam, pacar ku." Jawab Amora jujur.


"putuskan pria itu!" titah Miko.


"hah.. kau bercanda, apa hak mu mengatur hidup ku?" tanya Amora sambil tertawa kecut.


"Plak.." satu tamparan mendarat di pipi mulus Amora.


"Kau menampar ku Miko?" Tanya Amora yang memegangi pipinya.

__ADS_1


"Kenapa? kau tidak terima?" tanya Miko lagi.


"apa salah ku?"


"Berani nya kau berbohong kepada ku, kau bilang kau ingin bertemu dengan Clara ternyata kau bertemu dengan pacar mu di belakang ku." Ucap Miko dengan kemarahan yang sudah sampai di ubun-ubun.


"Lalu apa masalah nya untuk mu hah?, Terserah ku mau bertemu dengan siapapun itu hak ku. ku rasa kau tidak perlu marah untuk itu." Ucap Amora yang kini ikut marah juga.


"Amora, kau tau aku tidak suka di bantah dan di bohongi. Kau tau kan kalau aku marah semuanya bisa di luar kendali ku."


"Lalu untuk apa kau marah Miko Wijaya? Terserah ku dong mau ketemu siapapun di luar sana."


"Tentu aku marah, kau masih milikku kau dan aku masih memiliki surat perjanjian. Dan aku tidak suka kau bertemu dengan laki-laki lain apalagi sampai pacaran di belakang ku." jawab Miko.


"Hahaha bulshit surat perjanjian mu itu, lagi pula bukan kah di mata mu aku hanya budak nafsu mu. Jadi menurut ku tidak ada masalah bagi mu bahwa setelah tidur dengan mu aku tidur lagi dengan pria lain. tenang saja pria itu juga aman kok dari penyakit kelamin, kan Kau tau sendiri aku ini wanita murahan" Kini Amora sudah terpancing emosi.


"Amora kau..."


"Kenapa,? Apa ada yang salah dari kata-kata ku tuan Miko Wijaya?. Tenang saja akan ku selesai kan surat perjanjian sialan ini. dan akan ku berikan yang terbaik selama seminggu terakhir ini. Lalu setelah itu kau dan aku tidak akan pernah ada hubungan apapun lagi."ucap Amora yang menahan air matanya dan bersiap pergi dari kamar itu.


"apa benar pria itu akan menikahi mu hah?" Tanya Miko yang menarik tangan Amora yang ingin pergi meninggalkan nya.


"Kenapa? Ada masalah untuk mu? Kau tidak yakin ya bahwa masih ada pria baik di dunia ini. Yang mau menerima wanita sampah seperti ku untuk di jadikan istri. Percaya lah Miko Wijaya tidak semua pria sama bejad nya seperti mu. Yang ingin wanita baik-baik untuk masa depan nya sementara kau saja tidak memantaskan diri untuk itu. Kau terlalu bangga dengan uang dan kekuasaan mu sampai kau bisa menganggap semua wanita sebagai mainan mu." Ucap Amora dengan air mata yang sudah membasahi pipi nya.


"Lepas kan tangan ku, dan ingat satu hal Miko Wijaya terhormat kau tidak punya hak mengatur hidup ku, kau dan aku hanya partner diatas ranjang dan tidak akan pernah lebih dari itu." Bentak Amora yang menarik tangan nya dari genggaman Miko dan segera keluar dari kamar itu.


"Aghh.." Miko mengacak rambut nya frustasi, entah kenapa dia merasa semua ini mengguncang hati dan jiwanya.


"kau milik ku Amora, dan selamanya akan tetap jadi milikku. takkan ku biarkan siapapun merebut mu dari ku." teriak Miko yang duduk di ranjang.

__ADS_1


__ADS_2