
"Benar-benar ya si Mela, dia mau main-main Sama ku?" Oceh Sovi yang sudah di dalam mobil yang di kemudikan oleh Paijo.
"Kita kemana nyonya?" Tanya Paijo dengan nada sedikit takut karena sedari tadi bos besar nya itu mendumel seperti kreta api tanpa henti.
"Ke butik, kamu nyetir nya ngebut dikit dong ah." Jawab Sovi dengan sedikit membentak Paijo.
"Ba...baik nyonya." Jawab Paijo gugup.
Mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi, dan beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di depan butik milik Sena tadi.
Sovi pun keluar dari mobil dan "bruk." Pintu mobil di banting sekuat tenaga.
"Astaghfirullah, oh jantung ku jangan sampai meloncat ya." Spontan ucap Paijo sambil memegangi jantung nya yang merasa terkejut.
"Dasar perempuan, bagaimana kalau aku mati jantung an di sini siapa yang mau tanggung jawab." Tanya Paijo pada dirinya sendiri.
Akhirnya Paijo pun melajukan mobil nya menuju parkiran sembari menunggu ibu bos nya itu datang.
"Lho sov, ada yang ketinggalan kok datang lagi?" Tanya Sena yang melihat sovi datang dengan wajah penuh kemarahan.
"Mana si Mela?"
"Mela,,, dia lagi di kamar mandi kenapa sih?" Tanya Elena yang melihat kemarahan di wajah sovi.
"Dia mau cari gara-gara sama ku, jadi harus ku tunjukkan kepadanya siapa Sovi Wijaya ini sebenarnya." Jawab sovi dengan kemarahan yang sudah berapi-api.
"Cklek.." Mela dengan santai nya keluar dari kamar mandi dia pun tersenyum manis kepada ketiga sahabat nya yang sudah menunggu nya dengan tatapan aneh.
"Lho sov kok balik lagi?"
__ADS_1
"Plak.." satu tamparan mendarat di pipi mulus Mela.
"Hehe kamu sudah gila ya?" Tanya Mela yang memegangi pipinya karena merasa panas di pipinya.
"Tamparan itu pantas buat perempuan yang suka ngurus kehidupan orang lain dan nge post kehidupan orang lain tanpa izin dulu." Jawab sovi.
"Aku peringatkan kamu ya Mel atau kalian, mulai hari ini dan seterusnya jangan pernah urus urusan rumah tangga aku dan anak-anak ku. Walaupun kalian bertiga adalah sahabat ku tapia kalau sampai kalian usik kehidupan keluarga ku maka aku tidak akan segan-segan memberikan kalian pelajaran." Jelas sovi.
"Hey sist, santai dong. Kamu kenapa sih?" Tanya Elena yang memang masih bingung.
"Aku ingin memenjarakan si Mela ini dengan tuduhan UU ITE dan pencemaran nama baik." Jawab sovi.
"Hah? Kamu lagi mabuk ya?" Mela yang merasa tuduhan sovi itu tidak berlandaskan hal yang benar mencoba memegang dahi sovi.
"Lepaskan tangan mu." Tepis sovi.
"Dia telah menyebar video fiting baju tadi ke media sosial dan hal itu langsung viral dan akhirnya Miko dan Amora harus melakukan konversi pers." Jelas sovi.
"Walah itu toh masalah nya dan kamu sampai semarah ini datang ke sini? kamu tenang dulu lagian seperti nya itu bukan masalah deh sov, lagian kan itu nyata adanya jadi tidak ada yang namanya UUD ITE dan pencemaran nama baik." Ucap Sena.
"Iya sov, cepat atau Lambat juga kan kalian bakal mengumumkan pernikahannya Miko dan Amora, jadi menurut aku sih kelakuan Mela tidak salah.
"Tidak salah apanya? Pernikahan ini kami rancang diam-diam agar jadi kejutan nanti nya, ini malah di bocorkan Sama tikus got ini." Ucap sovi sambil menunjuk ke arah Mela.
" Wah parah sih kamu bilang aku tikus got?, harusnya kamu berterimakasih kepada ku, karena aku sudah viralin Miko jadi banyak yang kenal, ini kamu malah menampar ku?" Jawab Mela yang tidak mau kalah dan merasa paling tersakiti.
"Hahaha, Tanpa kamu viralin anak ku sudah terkenal." Ketus sovi.
"Sudah-sudah ga usah beribut, sekarang mau nya kamu bagaimana sovi?" potong elena melerai perdebatan itu.
__ADS_1
"Pokoknya aku ga mau tau, kamu hapus video itu Mel dan mulai hari ini aku tidak mau kalau sampai kalian sampai ngurusin dan kepingin tau Masalah di keluarga ku. Karena kalau tidak kalian akan berurusan dengan aku." Titah sovi.
"Iya sov, maafin aku." Jawab Mela.
"Hmm yasudah aku mau pulang dulu, ingat ya jangan ada satu pun dari kali an mau tau tentang keluarga ku kalau hidup nya mau tenang.
"Sovi pun berlalu meninggalkan ketiga sahabat nya dan butik mewah itu. Sementara ketiga sahabatnya hanya bisa menganga melihat kepergian sovi.
.
.
.
Sebenarnya kemarahan Sovi tadi bukan karena dia memang ingin menjadikan pernikahan Miko dan Amora sebagai pernikahan kejutan. Tapi dia lebih takut kalau sampai pernikahan cepat di umumkan maka akan banyak orang-orang terdekat Amora yang mengetahui siapa Amora.
Sovi sangat takut kalau sampai beritanya cepat di umumkan dan ada seseorang yang tau masa lalu Amora dan membongkar nya.
Maka hal itu selamanya akan menjadi aib untuk keluarga Wijaya.
"Nyonya kita kemana lagi?" tanya Paijo saat mereka sudah ada di dalam mobil.
"Rumah sakit tempat Elsa di rawat, aku harus memberikan pelajaran dulu sama bocah tengil itu." jawab sovi yang mengingat kejadian tadi siang.
"Tapi nyonya saya tidak tau di rumah sakit Mana nyonya Elsa di rawat."
"itu urusan kamu, yang saya mau kota ke rumah sakit nya sekarang."
Paijo pun mulai membuka ponselnya dan mencari rumah sakti terdekat dari tempat kejadian tadi.
__ADS_1