
"Tidak perlu menunjukkan bukti Kanaya, biar aku yang menjelaskan semua nya."ujar Ravi yang memang sudah siap menjelaskan semua nya dan menerima konsekwensinya.
"Kenapa kamu takut? Kamu takut kalau sampai Tante sovi, om Sean dan semua yang ada di sini tau siapa wanita kampung ini sebenarnya hah?" Tanya Kanaya dengan tatapan sinis nya.
"Cukup Kanaya, jangan pernah lagi kamu bilang Ayu wanita kampung." Bentak Ravi yang tidak terima.
"Hah, memang nyatanya dia wanita kampung yang sok suci dan sok polos kan. Tapi fakta nya dia menusuk dari belakang. Wanita seperti ini sudah sering ku temui Ravi. Dia akan melakukan segala cara agar bisa menikah dengan pria Kaya dan merubah garis hidup nya." Ledek Kanaya yang sudah tidak bisa menahan emosi nya.
Ayu masih menahan diri, karena dia sadar dia siapa. Dia tidak mau sampai terpancing emosi dan membuat semua nya makin runyam. Walaupun sebenarnya dia merasa sakit saat Kanaya menghina nya.
"Cukup Kanaya, punya hak apa kamu menghina Ayu seperti itu. Jangan kamu pikir karna kamu calon menantu saya kamu bisa seenaknya menghina Ayu ya." Kini sovi yang tidak terima Ayu di hina pun angkat bicara.
"Hahaha Kanaya tidak menghina Tan, memang itu lah fakta yang sebenarnya. Tante tau siapa wanita yang membuat Ravi berpaling dari Kanaya, yang membuat Ravi memutuskan Kanaya dan mengakhiri pertunangan ini, dia adalah wanita yang di sebelah Tante Ayu si asisten polos Tante." Papar Kanaya sambil menunjuk Ayu tak lupa tatapan sinis nya.
"Yu, ibu mohon tolong jelaskan bahwa semua tuduhan Kanaya itu tidak benar, tidak ada apa-apa kan di antara kamu dan Ravi?" Pinta sovi sambil menatap Ayu.
"Bu,,,, maafin Ayu." Ayu menunduk
"Nih, Tante baca sendiri riwayat chat mereka kalau memang Tante tidak percaya bahwa wanita ini sebenarnya munafik." Kanaya menyerahkan ponsel nya yang sudah berisi riwayat chat Ravi dan Ayu kepada sovi.
Sovi pun membaca isi chat itu, para tamu mulai ribut, sementara Ayu hany bisa menunduk Dia juga tidak tau harus berbuat apa sekarang.
"Kamu, kamu membajak ponsel ku Kanaya?" Tanya Ravi yang tidak percaya Kanaya bisa mendapatkan riwayat chat mereka.
"Iya, karna aku yakin kalian pasti ada main di belakang ku, dan nyatanya benar kan. Aku tidak menyangka hanya demi wanita kampung ini kamu rela mempermalukan keluarga kamu Ravi." Ledek Kanaya lagi.
"Kenapa, kenapa kamu diam? Malu kalau aib kamu ketahuan hah? Sadar diri dong kamu siapa, udah tau Ravi sudah punya pacar dan sudah mau tunangan masih saja di Embat dasar murahan." Kanaya mendekati Ayu.
"Tutup mulut kamu Kanaya, aku lah yang mencintai Ayu dan bahkan Ayu selalu menolak dan menyuruh ku untuk tetap bersama mu." Bentak Ravi.
"Lihat kan, mata sama hati kamu benar-benar sudah tertutup oleh perempuan ini. Dulu sebegitu nya kamu mencintai aku tapi semenjak kehadiran wanita ini kamu berubah." Kanaya mulai dramatis.
"Saya benar-benar kecewa sama kamu Ravi, mbak sovi dan mas Sean, kalian benar-benar telah mempermalukan keluarga kami." Ucap Mesya yang memang sudah merasa sangat malu.
Sovi yang masih membaca kata demi kata chat itu masih belum menggubris ucapan orang-orang di sana.
"Sudah-sudah harap tenang dulu, malu kita berantam di sini banyak orang. Intinya sekarang di kamu Ravi apa benar kamu membatalkan pertunangan ini karena Ayu?" Tanya Sean menenangkan suasana.
"Kenapa kamu diam, benar kan karena perempuan ini lah kamu membatalkan pertunangan ini. Jawab jangan diam aja dong." Desak Kanaya yang melihat Ravi diam.
__ADS_1
"Kanaya cukup, jangan kau uji kesabaran ku dan jangan sampai aku lepas kendali dan membongkar semua nya. Maka selamanya aib mu akan di ketahui orang-orang." Kesabaran Ravi hampir habis tapi dia masih memperingati Kanaya tentang masa lalu Kanaya.
Tiba-tiba Kanaya terdiam, dia hampir saja melupakan siapa dia sebenarnya. Dan benar saja kalau sampai Ravi membuka aib nya maka tidak hanya keluarga nya yang malu mungkin selamanya dia akan di cap sebagai wanita sampah oleh orang-orang.
Kanaya langsung terdiam, dia tidak sanggup berkata-kata lagi. Hanya air mata yang menetes dari kedua pelupuk mata nya.
"Bukan karena Ayu pa, Ravi memang sangat mencintai Ayu tapi Ravi membatalkan pertunangan ini karena memang Ravi merasa ini bukan mainan dan Ravi belum siap untuk bertunangan dengan Kanaya, karna seperti nya bukan Kanaya wanita yang akan Ravi bawa ke masa depan." Jelas Ravi.
"Ravi, mama benar-benar kecewa sama kamu." Ucap Sovi setelah dia menarik nafas dalam dan menyerahkan ponsel kanaya.
"Dan kamu Yu, ibu juga sangat kecewa sama kamu bisa-bisa nya kamu melakukan ini dan Ravi di belakang kami. Padahal kami sudah menganggap mu sebagai putri kami." Ucap Sovi sambil menatap Ayu.
"Maafin ayu Bu, ayu tau ayu salah." Ucap Ayu sambil menunduk dan menangis.
Sungguh Ayu tidak pernah berharap semua akan seperti ini. Walaupun dia mencintai Ravi dia tidak pernah mengharapkan Pertunangan Ravi dan Kanaya batal seperti ini.
"Teruntuk Kanaya, mbak Mesya dan mas kami sekeluarga benar-benar minta maaf sebesar-besarnya karena ulah putra kami. Sungguh ini di luar kendali kami. Tapi menurut saya hal ini masih jauh lebih baik ketimbang mereka menikah dan ads perselingkuhan di dalam nya." Ucap Sovi memohon maaf kepada orang tua Kanaya.
"Tidak bisa begini dong mbak sovi, ini namanya Ravi sudah mencoreng nama baik keluarga kami." Ucap Mesya yang tidak terima.
"Ma, sudah lah." Ucap Kanaya sambil menahan tangan mama nya.
"Mental anak saya sudah kalian rusak, nama baik keluarga kami juga sudah tercoreng. Siapa siapa yang akan bertanggung jawab untuk ini semua hah?" Mesya semakin menjadi-jadi.
"Ma sudah lah, Kanaya sudah ikhlas kok, benar kata Tante sovi kalaupun nanti pertunangan ini tetap di lanjutkan maka yang ada bukan kebahagiaan malah sakit hati dan masalah baru." Ucap Kanaya agar mama nya tidak memperpanjang masalah itu.
Tentu saja semua orang di sana terkejut beberapa menit yang lalu Kanaya nge gas. Tiba-tiba menjadi loyo dan ketakutan. Mereka juga sempat dengar tentang aib Kanaya yang terucap dari mulut Ravi. Tentu hal itu menimbulkan berbagai persepsi di otak mereka.
Ravi menatap Kanaya, seakan bilang kalau kartu as mu ada di tangan ku.
"Kanaya,,,," Mesya menatap Kanaya dan meminta penjelasan tentang apa yangs sedang Kanya sembunyikan dari kedua orang tua nya.
Akhirnya Mesya juga memilih meredakan emosi nya..karena dia takut kalau sampai dia melanjutkan perdebatan maka akan merugikan dirinya dan keluarganya karena dia tidak tau rahasia apa yang di pegang oleh Ravi tentang Kanaya.
"Sialan, menyesal aku dulu pernah cerita kepada Ravi. Kini semua nya jadi berantakan." Batin Kanaya yang menahan tangisnya.
Setelah proses yang panjang dan saling memaafkan akhirnya keluarga Wijaya pun pulang ke rumah.
"Kanaya sini kamu." Mesya menarik Kanaya dan membawa nya ke kamar kanaya.
__ADS_1
"Ma, maafin Kanaya." Ucap kanaya.
"Apa, apa yang kamu sembunyikan dari mama dan semua nya hah?" Desak Mesya kepada putri nya itu.
"Jawab Kanaya jawab." Mesya semakin marah ketika Kanaya hanya menunduk dan menangis.
"Kanaya sudah tidak suci lagi ma, puas?" Jawab Kanaya yang sudah muak dengan semua nya.
"Plak..." Satu tamparan mendarat di pipi Kanaya.
"Dasar wanita murahan, kami susah payah membesar kan ku dan kamu dengan gampang nya menghancurkan masa Depan kamu hah?" Kini kemarahan Mesya sudah di ubun-ubun.
"Maafin Kanaya ma." Isak tangis Kanaya semakin menjadi-jadi.
"Siapa, siapa laki-laki kurang ajar itu, dan kenapa Ravi bisa tau apa Ravi juga sudah pernah melakukan nya kepada mu hah?" Kini Mesya tidak bisa menahan diri lagi.
"Tidak ma, Ravi belum pernah ngapa-ngapain Kanaya. Dan bodoh nya Kanaya dulu Kanaya jujur sama Ravi soal masa lalu Kanaya." Jawab Kanaya.
"Bodoh, percuma kami sekolahin kamu jauh-jauh ke luar negeri. Menyimpan aib sendiri saja kamu tidak bisa. Sekarang lihat akibat ulah kamu keluarga kita jadi menanggung malu. Pantas saja Ravi tidak mau sama perempuan sampah seperti kamu." Kini Mesya sudah tidak bisa mengontrol emosi nya.
"Cukup ma cukup, kalau memang mama tidak bisa menghibur Kanaya setidaknya jangan hancurkan hati Kanaya. Mama pikir Kanaya mau seperti ini hah? Menurut mama siapa yang lebih sakit di sini? Kanaya ma Kanaya. Mama yang seharusnya jadi tempat Kanaya berkeluh kesah tapi kini juga ikut menghancurkan hati dan mental Kanaya." Kini Kanaya sudah benar-benar rapuh.
"Di mana mama saat Kanaya terpuruk? Mama belanja main sama teman-teman mama. Mama hanya bisa menuntut tanpa memikirkan apa pernah mama jadi mama untuk Kanaya? Mama juga perlu introspeksi diri Kanaya capek sekarang Kanaya minta mama keluar dari kamar Kanaya." Usir Kanaya.
"Kanaya kamu memang anak tidak tau diri ya,,,,"
"Cukup, sekarang mama keluar, Kanaya bilang keluar." Kini Kanaya membentak Mesya.
"Kanaya..."
"Mama yang keluar atau Kanaya yang keluar hah?" Kini kanaya berdiri dari duduk nya.
"Kamu benar-benar sudah kelewatan Kanaya." Mesya keluar dari kamar Kanaya.
Kanaya pun menutup pintu kamar nya dan mengunci nya.
"Arghhhh...." Kanaya hanya bisa menghancurkan semua barang-barang yang ada di dalam kamar nya.
Jika mungkin pernah merasa pada titik terendah di hidup maka ini adalah titik terendah di hidup Kanaya. Dia merasa hati, hidup dan perasaan nya benar-benar hancur se hancur-hancur nya. Dia merasa kini sendirian tidak berguna di benci semua orang dan tidak pantas hidup di dunia ini.
__ADS_1
Kanaya hanya bisa meratapi semua nya, ingin memperbaiki pun dia tidak tau harus memperbaiki nya mulai dari mana.