Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Tes Ayu


__ADS_3

Pagi ini setelah selesai mandi dan bersiap-siap ke kantor Miko dan Amora pun keluar dari kamar mereka.


Keluarga mereka sudah menunggu di meja makan.


"Selamat pagi ma, pa." Sapa Miko kepada kedua orang tua nya.


"Pagi sayang, bagaimana pertarungan kalian tadi malam?" Goda sovi yang melihat Amora keramas dan sepertinya langsung tau.


"Mah.." ucap Sean sambil menyenggol lengan sovi.


"Ya seperti biasa ma, Miko lah yang memenangkan pertandingan." Jawab Miko dengan bangga dan tanpa rasa malu.


"Mas..." Amora mencubit lengan Miko.


"Yasudah sarapan yuk, nanti kalian telat berangkat ke kantor nya." Ajak sovi yang langsung menyiapkan sarapan untuk suaminya itu.


Amora pun melakukan hal yang sama untuk suami nya. Berbeda dengan papa dan kakak nya Ravi harus menyendok makan sendiri ke piring milik nya.


"Makanya kamu segera nikah Ravi, biar ada yang melayani kamu lihat tuh kakak mu, kamu ga cemburu apa?" Ledek Sean.


"Engga ah pa, Ravi ga mau menikah cewek itu ribet." Tolak Ravi yang baru saja mengingat sifat Kanaya yang menjengkelkan kemaren.


"Itu karena kamu belum tau cara menaklukkan hati perempuan Ravi, lihat kakak sekarang Amora jadi bucin banget kan sama kakak." Ucap Miko dengan bangga.


"Ehemm..." Dehem Amora karena merasa


Kata-kata Miko itu terbalik.


"Yasudah kita sarapan dulu, nanti mau ke kantor kakak kasih tips dan trik cara menaklukkan perempuan."Miko langsung mengalihkan pembicaraan karena seakan tau arti deheman Amora itu.


Ravi pun hanya diam saja dan terus melanjutkan sarapan nya.


"Ohh iya Amora, soal ayu kamu punya nomor ponselnya?" Tanya sovi saat mereka sedang asyik sarapan.


"Punya ma, kenapa ma?" Tanya Amora


Kembali.


"Nanti setelah selesai sarapan tolong kamu hubungi dia ya, kalau bibi kamu dari kampung ingin ke Jakarta dan sementara waktu akan tinggal bersama dia di apartemen milik kamu." Titah sovi.


Amora masih diam mencerna kata-kata ibu mertua nya itu, pasalanya dia memang tidak punya bibi.


"Kamu tenang saja, serahkan semua nya sama mama, mama juga mau arisan hari ini jadi sebelum arisan mama mau tes si ayu itu dulu apa dia tulus atau punya kedok lain." Jelas sovi karena melihat seakan menantu nya itu tidak mengerti dengan kata-kata nya.


"Oh iya ma," jawab Amora cepat.

__ADS_1


"Ayu siapa ma?" Timpal Ravi yang memang belum mengetahui tentang ayu.


"Kepo..." Ledek Sean.


"Ihh apaan sih pa?" Kini Ravi menatap papa nya karena nyaris tidak percaya papa nya bisa berbicara seperti itu.


"Ayu kenalan Amora, dan kemungkinan akan tinggal di sini bersama kita untuk membantu Amora." Jelas sovi lagi.


"Ohh begitu."


Setelah selesai sarapan Miko, Ravi dan Sean pun berangkat ke kantor sementara Amora di rumah saja dan sovi bersiap-siap untuk pergi arisan sambil ingin menguji ayu.


Sovi sudah menyusun rencana untuk mengetahui benar atau tidak nya tentang ayu.


"Sayang, mama pergi dulu ya, kamu sudah mengabari ke ayu kan?" Pamit sovi.


"Sudah ma, kata Ayu iya ma." Jawab Amora.


Sovi pun menelepon orang suruhan nya untuk ke apartemen Amora dan mengetes ayu karena dia tidak mau sampai salah langkah dan akan berakibat fatal untuk keselamatan keluarga nya.


Amora hanya pasrah dan menyerahkan semua nya kepada ibu mertua nya itu.


.


.


.


"kamu kok belum berangkat kerja Kanaya? kan sudah hampir telat." tanya Mesya mama Kanaya saat melihat jam di pergelangan tangan nya.


"Entah lah ma, kak Ravi tak kunjung menjemput Kanaya." jawab Kanaya yang juga melihat jam di pergelangan tangan nya.


"Iya ya, tumben Ravi telat sampai jam segini, biasanya dia tidak pernah telat menjemput kamu." ucap Mesya yang juga baru menyadari nya.


"Ihh kenapa sih Kak Ravi ini kerja nya bikin kesal Mulu." batin Kanaya yang semakin kesal kepada Ravi.


"Kamu dan Ravi lagi berantem kanaya?" selidik Mesya.


"Ahh engga kok ma." bohong Kanaya.


"Kalian beneran pacaran atau pura-pura pacaran sih?" selidik Mesya lagi.


"Ihh beneran dong ma, masa pura-pura sih." jawab Kanaya yang makin kesal.


"Ga usah nge gas gitu dong sayang, yasudah kamu telepon gih si Ravi nya tanya kenapa belum jemput sampai jam segini." titah Mesya.

__ADS_1


"Tapi ma, Kanaya gengsi." jawab Kanaya jujur.


"Lho Sama pacar sendiri kok gengsi sih nak? ingat lho kamu masih punya misi kalau kamu tidak bisa menaklukkan Miko maka kamu harus bisa merayu Ravi." ingat Mesya.


"Hmmm iya iya." jawab Kanaya mengalah.


Akhirnya Kanaya pun dengan segenap keberanian nya berani menelepon Ravi, walaupun masih ada rasa kesal di hati nya. dan beberapa deringan akhirnya panggilan pun terjawab.


"Kamu di mana sih? kok ga jemput aku?" cerca Kanaya.


"Aku sudah sampai di kantor Kanaya," jawab Ravi.


"Hah di kantor? kamu lupain aku hah?" bentak Kanaya.


"Hah kan kamu lagi marah sama aku Kanaya, dan kamu tidak ada mengabari bahwa kamu minta di jemput makanya aku se mobil sama kak Miko hari ini." jawab Ravi polos.


"Ahh terserah kamu aja deh, memang ya kamu jadi laki-laki ga ada peka-peka nya, pacar marah itu di bujuk dong bukan malah di diamin dan di tinggal begini." sungut Kanaya.


"Ya ampun Kanaya kamu maunya apa sih hah?" tanya Ravi yang benar-benar pusing sama sifat Kanaya.


"Pikir aja sendiri." jawab Kanaya dan menantikan telepon secara sepihak.


"Kamu kenapa sih?" tanya Mesya yang melihat wajah putri nya itu semakin asem.


"Aku mau libur kerja ma." jawab Kanaya yang masuk ke dalam rumah.


Sementara di apartemen Amora, Ayu yang mendapat kabar dari Amora tentang kedatangan bibi Amora dari kampung langsung memasak makanan dan membersihkan apartemen itu se bersih mungkin.


Beberapa saat kemudian benar saja bell apartemen pun berbunyi dan ayu langsung excited membuka pintu apartemen nya.


"Assalamualaikum bibi." Ucap ayu yang langsung menyalim tangan bibi-bibi yang menjadi suruhan sovi.


"Waalaikumsalam nak, kamu ayu ya? Amora sudah cerita tentang kamu ke bibi." Ucap sang bibi yang tersenyum kepada ayu.


"Ayo bi silahkan masuk." Ajak ayu yang langsung menenteng tas milik bibi palsu Amora itu.


Sang bibi pun menurut dan ikut masuk bersama ayu, sementara pembicaraan mereka masih di awasi oleh sovi.


"Bibi mau teh, atau apa?" Tanya ayu saat mereka sudah duduk di sofa ruang tamu.


"Air putih saja nak ayu." Jawab sang bibi palsu.


"Sebentar ya bi." Jawab ayu yang langsung bergegas mengambil air putih nya.


Begitu lah perlakuan ayu memang benar-benar tulus kepada bibi Amora, dan satu lagi dia sangat saat melakukan sholat lima waktu nya.

__ADS_1


Entah kenapa sovi pun Langsung yakin bahwa ayu adalah orang baik.


Dia pun menghubungi Amora untuk besok menyuruh ayu pindah saja ke rumah mereka.


__ADS_2