Partner Diatas Ranjang

Partner Diatas Ranjang
Putuskan dia


__ADS_3

"Ibu kenapa ibu meninggalkan Amora secepat ini? Amora ga kuat Bu menghadapi dunia yang begitu tidak adil ini. Kenapa harus Amora dari sekian banyak nya manusia di muka bumi ini yang menerima semua perlakuan tidak adi ini." Tangis Amora di makan almarhum ibu nya.


"Andai ibu masih ada pasti kehidupan ku tidak akan se buruk ini. Bahkan ibu akan jadi pelindung ku saat semua orang mencaci maki ku." Sambung Amora.


Sebenarnya Amora juga manusia biasa, yang selalu bisa berpura-pura kuat dengan cemoohan orang-orang. Terlihat selalu baik-baik saja namun sebenarnya dia rapuh namun tidak punya pilihan lain selain tetap bertahan di zona nyaman nya itu.


Namun entah kenapa dia merasa hancur se hancur-hancur nya setelah mendengarkan kata-kata sovi tadi. Karena mungkin ini pertama kalinya Amora merasakan jatuh cinta dan dia memang tidak pernah memikirkan penolakan dari calon mertua seperti tadi.


"Dosa apa yang ku perbuat, kenapa tidak ada sedikit pun kebahagiaan yang pernah datang ke pada ku. Se buruh itu kah hidup ku sampai kebahagiaan saja enggan mendekati ku?" Tanya nya kepada dirinya sendiri.


"Amora sayang, kamu wanita yang kuat. Menaklukan berbagai macam om-om saja kau bisa. Masa menaklukan hati seorang calon mertua tidak bisa sih? Semangat yok bisa yok." Ucap nya lagi menyemangati dirinya sendiri.


Amora pun menyeka air matanya dan membersihkan makan ibu nya yang sudah mulai di tumbuhi rumput-rumput. Karena memang sejak Amora ke Bali dia belum pernah berziarah lagi ke makan ibu nya.


Setelah selesai berziarah Amora pun pulang ke apartemen nya. Kini dia di apartemen sendirian tanpa Lela dan para bodyguard nya Miko. Bahkan ponsel nya tidak tau berada di mana, hanya ada beberapa uang pecahan seratus ribuan yang di berikan Miko tempo lalu di dalam tas nya. Dan uang itu yang Amora gunakan untuk membayar taksi tadi serta membelikan makan untuk nya.


Amora berjalan seperti mayat hidup yang tidak punya semangat, menangis pun air matanya sudah mengering. Dia bingung namun tak ada yang bisa dia lakukan.


"Mandi aja deh manatau setelah mandi tubuh dan pikiran ku bisa lebih baik lagi." Batin Amora yang mengambil handuk nya dan segera mandi karena sekarang sudah sore.


.


.


.


Sementara di kediaman Wijaya mobil Miko dan Ravi baru saja masuk ke dalam halaman rumah. Dengan sigap Miko masuk ke dalam rumah bagi pun dia merasa khawatir dengan keadaan Amora.


"Dimana mama?" Tanya Miko kepada salah satu pelayan yang ada di rumah itu.


"Ada apa Miko mencari mama?" Tanya sovi yang berjalan menuruni anak tangga.

__ADS_1


"Ma dimana Amora?" Tanya Miko.


"Lho mana mama tau, memang nya kamu pikir mama ini pengasuh nya hah?" Cetus sovi yang berjalan mendekati Miko.


"Ma, kan tadi Miko ninggalin Amora sama mama. Jangan bilang mama mengusir Amora." Tanya Miko yang ikut duduk di sofa bersama sovi.


"Kalau mama mengusir nya kenapa Miko? Kamu mau marah hah?" Tanya sovi dengan suara meninggi.


"Ma kok mama tega sih?"


"Kok mama tega? Lupakan wanita itu Miko dia tidak pantas untuk kamu." Titah sovi.


"Ma jangan marah-marah dong, kan bisa semuanya di bicarakan dengan suara yang lebih pelan." Ucap Ravi yang baru saja duduk di sofa dan mendengar kan suara sovi yang mulai meninggi.


"Ini semua karena kamu Ravi." Ucap sovi dengan wajah kemarahan.


"Lho kok jadi salah Ravi ma?"


"Lho mama sudah tau ya kalau Amora pernah tinggal di rumah ini?" Tanya Miko yang sedikit kaget.


"Hmmm, tapi bukan itu yang terpenting sekarang. Miko Ravi mulai hari ini mama tidak mau dengar lagi ada nama Amora di rumah ini ya, dan kamu Miko putuskan hubungan kamu dengan wanita murahan itu." Titah sovi.


"Ravi, kau punya hutang penjelasan kepada ku." Tatap Miko kepada Ravi dengan tatapan ingin memakan Ravi.


"Jangan berani-berani nya kamu menyentuh adik mu Miko. Karena mama yang memaksa dia untuk cerita semua nya. Sedikit saja kau berani menyentuh adik mu maka kamu akan merasakan kemarahan mama." Titah sovi.


"Ma percayalah Amora terpaksa melakukan semua ini. Dia sebenarnya perempuan yang baik ma. tolong jangan suruh Miko melupakan Amora ma Miko sangat mencintai Amora ma." Jelas Miko dengan wajah penuh memohon.


"Miko apa lebihnya sih perempuan itu hah? Mama bisa mencarikan 100 perempuan yang jauh lebih baik dari dia dalam sehari untuk mu nak."


"Ma mungkin yang lebih baik dari Amora banyak, tapi Amora ya hanya Amora. Dan Miko hanya ingin Amora tidak yang lain." Kekeh Miko.

__ADS_1


"Apa yang sudah di berikan wanita murahan itu kepada kedua putra ku. Bagaimana bisa kedua putra ku begitu menyukai perempuan yang tidak punya kelebihan seperti dia."


"Hah kedua?" Tanya mereka serentak.


"Sudah lah Ravi, mama ini mama mu mama tau kamu juga menyukai Amora kan bahkan menurut mama rasa mu kepada Amora jauh lebih besar dari kakak mu."


"Ma..."


"Ravi kamu menusuk kakak dari belakang ya." Potong Miko.


"Pokoknya ini terakhir kali nya kita bahas wanita bernama Amora itu di rumah ini. Dan untuk kalian berdua jangan pernah berani-berani nya lagi menghubungi wanita murahan itu. Sungguh dia tidak se level dengan kita." Perintah sovi.


"Tidak selevel apa ma? Karena kita keluarga terpandang dan karena Amora hanya yatim-piatu begitu?" Tanya Miko saat mama nya sudah berdiri dan ingin segera meninggalkan sofa ruang tamu itu.


"Miko, mama sudah mama bilang mama tidak butuh menantu yang kaya, cantik dan tidak terlalu butuh yang berpendidikan. Tapi mama ingin menantu Solehah dan wanita itu dia hanya perempuan murahan yang jadi bahan pemuas nafsu pria-pria bejad. Apa pantas wanita seperti itu kamu jadikan istri, kamu yang masih polos begini hah?" Bentak sovi.


"Hah, polos mama bilang? Miko juga sama saja seperti Amora ma. Miko bukan pria baik-baik bahkan Miko juga ambil andil dalam kehancuran hidup Amora." Jawab Miko sambil tersenyum.


"Apa maksud kamu Miko?"


"Kak.." ucap Ravi yang menahan tangan Miko agar tidak membuka mulutnya.


"Tidak Ravi, cepat atau lambat mama harus tau tentang siapa kakak sebenarnya, se kuat apapun kakak menutup bangkai pasti akan tercium juga." Ucap Miko yang sudah bertekad ingin menceritakan semuanya kepada sovi.


"Apa maksud kamu Miko?" Tanya sovi yang masih belum mengerti.


"Huh andai mama tau siapa Miko sebenarnya ma, bahkan mama tau sebenarnya miko lah yang menahan Amora di rumah ini dan memaksa dia menjadi wanita pemuas nafsu miko (Miko pun mulai menceritakan awal mula dia memaksa Amora tinggal di rumah itu dan memaksa Amora menandatangani surat perjanjian konyol mereka. Dan akhirnya Miko terjebak di permainan nya sendiri dan mencintai Amora dengan tulus sekarang)."


"Hah kamu bohong kan Miko? Kamu hanya ingin mama menerima Amora kan?" Tanya sovi yang tertawa tidak percaya mendengar penjelasan putra nya itu.


"Ma tatap mata Miko, apa ada kebohongan di sana?" Tanya Miko.

__ADS_1


"Miko kamu pasti bercanda, mama yakin kamu bohong nak." Ucap sovi yang perlahan merasa kesadaran nya menurun karena syok mendengar penjelasan putra sulungnya itu, karena sovi melihat tidak ada kebohongan di mata Miko. Perlahan sovi pun menyusut ke lantai dan akhirnya pingsan.


__ADS_2